Silsilah Keturunan Nabi Muhammad Saw Sampai Sekarang

Andai umat Islam, mengarifi galur Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal penting agar rasa demap kepada Nabi Muhammad SAW dapat terus tumbuh.

Rasul Muhammad SAW yakni contoh sekaligus nabi terakhir nan diutus oleh Allah SWT bakal umat Islam.

Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam situasi yatim di rumah Abu Thalib pada hari Senin, 12 Rabbana’ul Awal tahun 570 Serani atau disebut tahun Gajah, di Makkah. Kelahirannya tersebut teragendakan dalam Sahifah Al Fil.

Dalam semangat periode kecilnya, Rasul Muhammad SAW bersemi layaknya anak pada umumnya. Sampai jadinya, Utusan tuhan Muhammad SAW dibesarkan maka dari itu kakeknya bernama Abdul Muthalib.

Lantas, kelihatannya ayah dan ibu Nabi Muhammad SAW ya, Ma? Bagaimana sih galur keluarganya?

Yuk, simak informasi adapun silsilah
barangkali ayah dan ibu Rasul Muhammad SAW
yang telah
Popmama.com
rangkum. Jangan lupa untuk ceritakan kisahan tersebut kepada anak mama tercinta ya!

Editors’ Picks

1. Silsilah Nabi Muhammad SAW

1. Silsilah Nabi Muhammad SAW

penaungu.com

Secara awam, alur Nabi Muhammad SAW sekadar diketahui sampai Adbul Muthalib sang kakek sahaja. Padahal, Nabi Muhammad SAW juga yaitu keturunan dari Rasul Ibrahim A.S dan Nabi Laki-laki A.S.

Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib. Dia meninggal saat Nabi Muhammad SAW berusia dua bulan dalam tembolok ibunya, Aminah binti Wahb.

Kemudian, detik Nabi Muhammad SAW berusia 8 perian, Aminah binti Wahb meninggal dunia dalam perjalanan menumpu Yastrib saat ia dan ibunya hendak berziarah ke makan ayahnya.

Silsilah atau zuriat Nabi Muhammad SAW terbagi menjadi tiga, yakni:

1. Silsilah dari Nabi Muhammad SAW sampai Adnan

Utusan tuhan Muhammad SAW bin Abdullah bin Abdul Muthalib yang yaitu cicit dari Hasyim (ayah Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW) bin Abdu Manaf bin Qushsai, yang merupakan cikal bakal Bani Hasyim (bagian berpokok Kaki Quraisy) anak keturunan Fihr kedelai Malik bin Al Nadhr polong Kinanah.

Kinanah adalah keturunan dari Adnan. Garis lengkapnya ialah Kinanah kacang Khuzaimah kacang Mudrikah bin Ilyas kacang Mudhar kedelai Nizar kedelai Ma’ad kacang Adnan.

2. Silsilah pecah Adnan hingga Nabi Ibrahim A.S

Adnan bin ‘Adad kedelai Humaisa’ bin Salaaman polong ‘Iwadh bin Buuz bin Qimwal bin Abi Awwam polong Naasyid bin Hiza bin Buldas kacang Yadhaf bin Thabiikh bin Jaahim bin Naahisy kedelai Maakhi kacang ‘Iid bin Abqor polong ‘Ubaid bin Addi’a bin Hamdaan kacang Sunbur bin Yatsribi bin Yahzan bin Yalhan bin Ar’awi bin ‘Iid bin Disyaan bin ‘Aishar bin Afnaad bin Ayhaam kacang Miqshar bin Naahits bin Zaarih kacang Sumay polong Mizzi bin Uudah polong ‘Uram bin Qoidzar bin Nabi Ismail A.S kedelai Ibrahim A.S.

3. Galur dari Rasul Ibrahim A.S hingga Rasul Adam A.S

Rasul Ibrahim A.S bin Taarih (Aazar) kacang Nnahuur polong Saaruu bin Raa’uw bin Faalikh bin ‘Aabir bin Syaalikh polong Afkhasyad bin Sam polong Nabi Nuh A.S bin Laamiik kedelai Mutwisylakh bin Nabi Idris A.S bin Yarid bin Mahlaaiil kacang Qoinaan bin Aanuusyah bin Nabi Syits A.S polong Nabi Adam A.S.

Semenjak sisi sang ibu, Aminah binti Wahb Abdu Manaf. Nenek Nabi Muhammad SAW adalah Barrah binti Abdul Uzza bin Utsman.

Berdasarkan alur sebatas Utusan tuhan Lelaki A.S, dari sisi ayah dan ibunya, boleh disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan manusia terpilih nan memiliki garis anak cucu baik dan paling sani.

2. Narasi Abdullah, Ayah Utusan tuhan Muhammad SAW

2. Kisah Abdullah, Ayah Nabi Muhammad SAW

id.wikipedia.org

Abdullah yakni ayah dari Rasul Muhammad SAW, buncit berpunca Abdul Muthalib dan Fatimah binti Amru bin Aid al-Makhsumi.

Abdullah lahir sreg tahun 570 Serani di Makkah, yang yaitu periode kelima dari perhitungan Arab pada zaman Jahiliyah atau bisa dikatakan ketika penggalian sendang Zamzam.

Silsilah keluarga Abdullah dimulai bersumber Abdullah bin Abdul Muthalib (Shaiba) bin Hashim (Amr) bin Abdul Manaf (Al-Mughira) bin Qushay (Zaid) polong Kilab bin Murrah bin Ka`b bin Lu’ay bin Ghalib bin Fahr (Quraisy) polong Malik bin An-Nadr (Qais) bin Kinana bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) kacang Ilyas bin Mudar kedelai Nizar polong Ma`ad bin Adnan.

Abdullah memiliki sejumlah saudara pria, yaitu Al-Abbas, Hanzah, Abu Thalib yang etiket aslinya merupakan Abu Manaf, Az-Zubair, Al-Harts, Hajl, Al-Muqawwim, Dhirar, dan Abu Lahab dengan nama kalis Abdul Uzza. Tentatif ari-ari perempuannya merupakan Shafiyyah, Ummu Hakim Al-Baidha’, Atikah, Umaimah, Arwa, dan Barrah.

Sebelum Abdullah dilahirkan, Abdul Muthalib tahu bernazar bahwa jika dikaruniai seorang anak junjungan-laki kesepuluh, ia akan mengorbankannya. Pada jadinya untalah nan akan dikorbankan karena Abdul Muthalib sangat mencintai Abdullah.

Awalnya, sebelum pengorbanan terjadi, Abdul Muthalib mengamalkan lotre antara Abdullah atau unta yang akan dikorbankan. Hasilnya, etiket Abdullah yang keluar. Namun, paman-paman Abdullah dari Anak lelaki Makhzum mencegah hal tersebut. Kemudian, adakan pula pengundian antara Abdullah dan 10 ekor gamal.

Abdullah menikah dengan Aminah binti Wahb saat berusia 24 tahun dan menunggal dunia lega semangat 25 periode dalam perjalanan menggandar ke Syam saat Nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan.

3. Cerita Aminah binti Wahb, Ibu Nabi Muhammad SAW

3. Kisah Aminah binti Wahb, Ibu Nabi Muhammad SAW

id.wikipedia.org

Aminah binti Wahb atau Siti Aminah merupakan ibu mulai sejak Rasul Muhammad SAW. Aminah lahir di Makkah pada 557 Masehi, momongan berbunga pemimpin Ibni Zuhrah, Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah polong Kilab, dan Barrah binti Abdul Uzza bin Utsman bin Abduddar polong Qushay.

Kamu dibesarkan di flat kuno Bani Zuhrah. Semasa hidupnya, Aminah berkali-kali berdiri hampir Kabah untuk menyaksikan orang-orang nan bertawaf dan meminum air dari sumur Zamzam bersama tampin-temannya.

Saat menikah dengan Abdullah, usia Aminah baru mencapai 24 tahun.

Ketika semenjana mengandung Nabi Muhammad SAW, Aminah sempat bermimpi didatangi maka itu seseorang dan bekata bahwa bayi nan dikandungnya ialah seorang superior umat. Kemudian, sira melihat sorot yang memancar bersumber perutnya, sehingga Aminah bisa menyibuk kastil-istana Busra di Syam.

Akan cuma, Aminah harus berjuang sendiri saat usia kandungannya baru dua rembulan. Sebab, pada saat itu Abdullah meninggal dunia. Kehabisan sang junjungan membuat Aminah merasakan kekeringan yang begitu mendalam.

Tepat sreg 12 Rabbana’ul Awal tahun 570 Masehi, lahirlah Nabi Muhammad SAW. Saat Nabi Muhammad SAW berusia 6 tahun, Aminah mengajaknya cak bagi berziarah ke makam Abdullah dan keluarganya bersumber insan Ibni Ady polong Najjar di Kota Yastrib.

Namun, di tengah penjelajahan menuju ke Ii kabupaten Makkah, Aminah turun linu dan memutuskan cak bagi singgah di perkampungan Makkah dan Yastrid, yaitu Al Abwa. Tidak lama kemudian, Aminah meninggal bumi dan dimakamkan di Al Abwa.

Aminah, ibu Nabi Muhammad SAW, dikenal sebagai pribadi yang baik dan pakar. Sebelum Aminah meninggal, ia sempat mendiktekan tembang kerjakan anak asuh semata wayangnya.

Itulah silsilah mana tahu ayah dan ibu Nabi Muhammad SAW yang bisa Mama bagikan kepada anak mama. Agar kabar ini dapat menaik kenyataan dan signifikan ya!

Baca juga:

  • Mandu Mengajarkan Anak Sholawat Nabi Muhammad SAW
  • 10 Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Bisa Diceritakan kepada Anak
  • 5 Mukjizat Rasul Ibrahim yang Dapat Diceritakan kepada Anak

Source: https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/verina-intan-l/silsilah-siapa-ayah-dan-ibu-nabi-muhammad-saw

Posted by: likeaudience.com