Sampah Plastik Tidak Dapat Dikurangi Dengan Cara

  • Beranda
  • Inovasi
  • Ubah Aturan Pemanfaatan Plastik

Ubah Kebiasaan Penggunaan Plastik

Saku plastik adalah salah satu penyebab utama perubahan iklim. Karena, sejak proses produksi setakat tahap pembuangan dan pengelolaan, sampah plastik mengemisikan banyak gas rumah kaca ke bentangan langit.

Plastik terbuat dari minyak bumi dengan proses mengubah suku cadang minyak mayapada manjadi atom kecil yang disebut monomer. Kegiatan memproduksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel bahan seremonial minyak. Untuk mengubah minyak bumi menjadi monomer digunakan pendirian pembakaran. Dari metode inilah banyak gas rumah gelas diemisi ke ruang angkasa.

Mobil pengangkut sampah membuang sampah nan berasal semenjak Jalan Gatot Subroto di TPS Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Daksina.

Sedangkan puas tahap pembuangan di Wadah Pembuangan Pengunci (TPA), sampah plastik adalah salah satu jenis sampah penghasil tabun rumah kaca. Seperti itu juga pada tahap pengelolaan, karena plastik tidak dapat diurai secara alami oleh bakteri kerumahtanggaan persil sehingga membutuhkan ratusan tahun setakat plastik bisa burai dengan sendirinya, rata-rata plastik dikelola dengan pendirian dibakar. Padahal pengelolaan plastik dengan prinsip dibakar menambah emisi gas rumah kaca di atmosfer manjapada.

Makanya karena itu, bikin mengurangi emisi gas rumah kaca di atmosfer manjapada, penggunaan plastik teradat dikurangi. Suka-suka beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya :

  • Kurangi pendayagunaan kantong plastik dengan membawa dan menggunakan tas kejai sebentar-sebentar berbelanja.
  • Apabila mutakadim sempat menunggangi maupun mendapat kantong plastik, pakai kembali kantong plastik tersebut untuk keperluan lain, misal untuk memalut barang-barang belanjaan di kemudian waktu.
  • Daur ulang sampah-sampah plastik menjadi bahan baku sekunder, misal daur ulang jambangan plastik eks menjadi pot tanaman.
  • Hindari buat membeli rezeki dan minuman dengan menguliti. Atau bawa dan gunakan gelanggang nafkah dan botol minuman sendiri kalaupun harus membungkus kandungan dan minuman.

Sumber :

  • http://ekonomi.kompas.com/read/2010/10/17/15020598/Inilah.Bahaya.Saku.Plastik.-8
  • Forum Teknologi, ‘Bahaya Plastik Terhadap Kesehatan dan Lingkungan’, oleh Nurhenu Karuniastuti, vol.03 Nomor 1. Dilihat dari http://pusdiklatmigas.esdm.go.id/file/t2-_Bahaya_Plastik_—_Nurhenu_K.pdf
  • http://www.blh.baliprov.go.id/id/MENGENAL-DAMPAK-LINGKUNGAN-HIDUP-Semenjak-KEMASAN-PLASTIK-2

Source: http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/inovasi/347-ubah-kebiasaan-penggunaan-plastik

Posted by: likeaudience.com