Rangkuman Materi Dan Pembelajaran Ipa Sd Pdgk4202 Modul 5




Portal I

PENDAHULUAN

Modul 5 ini membahas akan halnya ki alat pembelajaran secara mahajana dan peranti peraga yang digunakan dalam pembelajaran IPA di SD. Pembahasan ini disajikan intern dua kegiatan belajar ialah :

1.

Kegiatan berlatih 1 mencaplok tentang alat angkut dalam pembelajarn IPA di SD,

2.

Kegiatan belajar 2 mencaplok tentang mendesainalat peraga kerumahtanggaan pembelajaran IPA di SD.

Mudah-mudahan dengan mempelajari modul ini mahasiswa dapat merancang dan memeanfaatkan media nan tepat lakukan pembelajaran IPA di SD, dan secara rinci setelah mendiskusikan modul 5 ini mahasiswa dapat :

1.

Mengklarifikasi media,

2.

Menjelaskan kaidah pemilihan media,

3.

Mengidentifikasi wahana lakukan penataran IPA di SD,

4.

Memanfaatkan instrumen peraga untuk pembelajaran IPA di SD.

Gerbang II

KEGIATAN BELAJAR 1

MEDIA DALAM PEMBELAJARAN IPA


A.



Signifikansi MEDIA

Menurut Heinich dkk (1996), media (jamak)/sedang (solo) secara umum adalah saluran komunikasi, yaitu

segala sesuatu yang membawa informasi berasal sumber informasi buat disampaikan
kepada akseptor pesan

.

Harapan penggunaan media secara mahajana adalah untuk memfasilitasi komunikasi. Dan tujuan pengusahaan media pembelajaran antara enggak :

1.

Meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran,

2.

Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran,

3.

Menerimakan arahan mengenai tujuan yang akan dicapai,

4.

Menyediakan evaluasi mandiri,

5.

Memberi rangsangan kepada guru untuk kreatif,

6.

Menyampaikan materi pembelajaran,

7.

Membantu pebelajar yang memiliki kekhususan tertentu.


B.



Prinsip PEMILIHAN DAN Pemakaian MEDIA

N domestik merencanakan dan menyelenggarakan pendedahan teristiadat melakukan kejadian-hal berikut, yaitu :

memafhumi karakteristik pelajar, menentukan intensi pembelajaran, menentukan titian ataupun penghubung antara permakluman, kecekatan, dan prilaku siswa dengan tujuan yang akan dicapai melintasi pembelajaran, menetukan metode dan format media yang cocok atau tepat, menggunakan sarana, menyertakan siswa untuk berpartisipasi n domestik penelaahan, dan berbuat evaluasi dan revisi terhadap pembelajaran.

Format media yakni gambar fisik yang berisi pesan untuk disampaikan atau ditunjukan, misalnya :
berupa clip charts, slide, audio, komidi gambar video, atau komputer multimedia, yang bisa bersifat visual bukan bergerak, visual bersirkulasi, kata-kata yang tercetak, ataupun kata-introduksi yang disimpan secara lisan.

Setiap format n kepunyaan kemujaraban dan kekurangan; nah untuk memilih dimensi kita harus mengaibkan :

1.

Hal atau setting pendedahan
(misalkan kelompok kecil, kelompok besar, alias individu)

2.

Variabel siswa (seperti gaya bagaikan pembaca, bukan pembaca)

3.

Atau aturan pecah tujuan pembelajaran seperti psikologis, efektif, psikomotor, alias interpersonal.

Dalam menyediakan kendaraan pembelajaran , guru boleh dihadapkan plong 3 kondisi yaitu :

1.

Memilih dari bulan-bulanan alat angkut yang sesuai benar dengan tujuan penataran yang akan dilakukan

2.

Mengidas bersumber bahan media yang kurang sesuai dengan tuuan sehingga mesti dimodifikasi, atau

3.

Merancang media baru.



Menggunakan media bagi pembelajaran

Bikin menggunakan media penerimaan seorang temperatur haruslah mengkritik :

1.

Memahami media yang akan digunakan dan dengan menyuguhkan dan mengumpulkan makrifat sebanyak mungkin tentang media yang akan digunakan.

2.

Menyiapkan sarana dan mencobanya sebelum digunakan di depan papan bawah

3.

Mengatur fasilitas dan mileu nan tersapu dengan pemakaian kendaraan, begitu juga tempat duduk,jendela, iradiasi, suasana dan kondisi kelas

4.

Menyiagakan siswa, misal dengan mencadangkan garis besar materi pelajaran, latar belakangnya, keuntunganmempelajarinya, atau penekanan terhadap hal-hal penting

5.

Menyisihkan pengalaman belajar untuk pesuluh.


C.



JENIS MEDIA Pendedahan

Pembelajaran merupakan penataan proklamasi dan lingkungan untuk memfasilitasi belajar. Lingkungan yakni tempat terjadinya pembelajaran sekaligus tempat dimana metode, kendaraan, dan peralatan yang diperlukan menyampaikan butir-butir dan membimbing murid dalam membiasakan.

Media pembelajaran (Heinich dkk 1996) antara tidak :

1.

media enggak diproyeksikan

2.

media diproyeksikan

3.

Audio

4.

Ki alat gerak

5.

Komputer

6.

Media radio dan televisi.

Kerjakan lebih jelasnya kita telaah suatu demi satu :

1.

Media bukan diproyeksikan

  1. Objek nyata adalah benda yang digunakan sebagai organ sokong dalam pembelajaran.
  2. Teladan representasi benda ikhlas dalam bentuk tiga dimensi
  3. Incaran tercetak adalah majalah, atau korban bacaan lain nan berisi penjelasan dan ilustrasi mengenai topik-topik dalam pembelajaran IPA
  4. Bahan ilustrasi dapat riil fotografik dan nan berwatak nonfotografik

2.

Media diproyeksikan

  1. Transparansi kerjakan mengaryakan alat overhead projector
  2. Slide adalah suatu format kecil transparansi fotografi nan secara individual dipasangkan pada perangkat proyeksi.

3.

Audio

Alat angkut audio merupakan rekaman dan transmisi kritik cucu adam alias suara lainnya berisi informasi atau penjelasan tentang tofik pembelajaran, bikin diperdengarkan maka itu siswa. sarana audio bisa berbentuk kaset, rekaman fonograf, compact disk, audio cards.

4.

Media gerak

Alat angkut gerak adalah susuk media nan menyajikan topik pembelajaran n domestik bentuk kisah dan bentuk yang berputar. Rang media gerak ini bisa berupa film atau video.

5.

Komputer

Yaitu bakal mendukung kegiatan pembelajaran. Contoh program praktikum IPA, pembelahan lembaga pemasyarakatan, petunjuk keselamatan di makmal, dan sebagainya.

6.

Media radio dan televisi.

Adalah sajian suara mnusia maupun suara lainnya sakti informasi atau penjelasan tentang topik pembelajaran yang disampaikan secara langsung alias melalui proses perekaman, disiarkan melalui radio cak bagi diperdengarkan oleh peserta.

Televisi adalah seri tulangtulangan yang bergerak yang disertai dengan suara minor manusia atau kritik lainnya yang relevan dengan gambar nan disajikan tersapu dengan topik oembelajaran yang disampaikan secara langsung atau melalui proses perekaman.


D.



ALAT PERAGA Internal Penelaahan IPA

Pengertian alat peraga menurut Gagne adalah

suku cadang sumur berlatih di lingkungan pesuluh yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

Menurut Briggs adalah

kendaraan fisik yang mengandung materi pembelajaran.

Dengan demikian gawai peraga merupakan sesuatu nan digunakan bakal mengomunikasikan materi pembelajaran agar terjadi proses belajar.

Menurut Schramm bahwa perangkat peraga adalah


suatu teknik untuk memajukan wanti-wanti sehingga sehingga alat peraga sebagai teknologi pembawa embaran maupun pesan penelaahan.

Miarso secara makro adalah sebagai barang apa sesuatu yang dapat memberahikan terjadinya proses sparing .

Pamrih menggunakan alat peraga :

  1. memperjelas informasi atau pesan penerimaan
  2. memberi tekanan lega babak-fragmen yang terdepan
  3. memberi variasi dalam pencekokan pendoktrinan
  4. memperjelas struktur pengajaran
  5. memotivasi pelajar membiasakan.

Bentuk alat peraga bisa seperti :


a.



Buku, koran, majalah (incaran-bahan cetakan)


b.



Organ-alat audio dan okuler


c.



Perigi-sumber publik( monumen,candi dan pusaka sejarah lainnya)


d.



Koleksi benda-benda sebagai halnya benda-benda mata uang jasa kuno


e.



Prilaku guru detik mengajar yang dicontokan kepada siswa.

BAB III

KEGIATAN BELAJAR 2

MENDESAIN ALAT PERAGA IPA DI SD

Mendesain alat peraga
IPA di SD meliputi merancang, melembarkan dan membuat peranti peraga IPA nan sesuai cak bagi mengajarkan suatu konsep, prinsip dan teori-teori IPA di SD.

Mendesai gawai peraga boleh pula bermakna memajukan rencana tahir alias memodifikasi benda tahir menjadi sebuah hipotetis tertentu.

Sebelum kita takhlik gawai peraga sederhana malar-malar dahulu kita harus menganalisis materi IPA. Wahana utama berpunca menganalisis materi IPA adalah :

1.

Terjabarnya tema/materi pokok/trik bahasan

2.

Terpilihna pendekatan dan metode yang efektif dan efisien

3.

Terpilihnya alat peraga atau sarana pembelajaran yang tepat atau cocok

4.

Terjadinya alokasi yang sesuai.

Internal menganalisis tersebut perlu dikembangkan pertanyaan-tanya bak berikut

1.

Metode dan pendekatan seperti segala apa yang sesuai ?

2.

Apakah diperlukan perangkat peraga ?

3.

Bagaimana tata kelas bila mengerjakan metode percobaan ?

4.

Bagaimana cara mendesain perabot peraga ?

Dalam mendesain alat peraga perlu memaki konsep yang mendasari kegunaan organ ataupun cara kerja alat tersebut.

Ada

tiga kelayakan lakukan memilih peranti peraga yang baik :



a.





kelayakan praktis

adalah atas dasar praktis yakni :

  1. Pengenalan dan pemahaman guru dengan jenis alat peraga
  2. Ketersediaan radas peraga dilingkungan sparing setempat
  3. Ketersediaan tahun bikin mempersiapkannya
  4. Ketersedian sarana dan kemudahan pendukungnya
  5. Keluwesan, yaitu: mudah dibawa serta mudah dipergunakan pada musim pron bila dan digunakan oleh siapa saja.



b.





kelayakan teknis / pedagogis

yakni alat peraga yang dipilih harus menetapi kadar kualitas yaitu:

  1. Relevan dengan maksud penelaahan yang cak hendak dicapai
  2. Merangsang motivasi terjadinya proses belajar yang optimal



c.





kelayakan biaya.

Disamping itu perlengkapan peraga IPA primitif yang kita buat harus punya nilai tolong terhadap kursus IPA yang bisa kita nyatakan dengan output pedagogis, yaitu hasil interaksi berpunca kegunaan organ peraga dengan
yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.

Adapun alat dan bahan yang kita butuhkan untuk membentuk radas peraga IPA nan tercecer hendaknya bisa diperoleh dari lingkungan sekitar kondominium dan sekolah.

Gapura IV

KESIMPULAN

Kesimpulan lega modul 5 ini antara lain :

Media pembelajaran yakni

segala sesuatu yang membawa pemberitahuan dari sumber informasi cak bagi disampaikan
kepada penerima pesan

.

Tujuan pemakaian media secara umum yaitu bikin memfasilitasi komunikasi. Dan tujuan pendayagunaan media pengajian pengkajian antara bukan :

1.

Meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran

2.

Memudahkan guru n domestik melaksanakan pembelajaran

3.

Memberikan didikan tentang tujuan yang akan dicapai

4.

Menyediakan evaluasi mandiri

5.

Memberi rangsangan kepada master lakukan kreatif

6.

Menyampaikan materi pembelajaran

7.

Membantu pebelajar yang punya kekhususan tertentu.

Privat merencanakan dan menyelenggarakan pendedahan wajib melakukan hal-peristiwa berikut, adalah :

mengetahui karakteristik siswa, menentukan tujuan pembelajaran, menentukan jembatan ataupun penghubung antara mualamat, kesigapan, dan prilaku siswa dengan tujuan yang akan dicapai melalui pembelajaran, menetukan metode dan format wahana yang cocok ataupun tepat, memperalat media, melibatkan siswa untuk berpartisipasi dalam penerimaan, dan melakukan evaluasi dan revisi terhadap pendedahan.

Format wahana adalah tulangtulangan fisik yang berisi pesan kerjakan disampaikan alias ditunjukan, misalnya :
faktual clip charts, slide, audio, film video, atau komputer multimedia, yang boleh bersifat visual bukan bersirkulasi, optis bersirkulasi, kata-pengenalan yang tercetak, atau prolog-kata yang disimpan secara oral.

Kendaraan pembelajaran (Heinich dkk 1996) antara bukan :

1.

Media lain diproyeksikan

2.

Kendaraan diproyeksikan

3.

Audio

4.

Ki alat gerak

5.

Komputer

6.

Media radio dan televisi.

Pengertian alat peraga menurut Gagne yakni komponen mata air belajar di lingkungan siswa nan dapat merangsang peserta untuk belajar.

Menurut Briggs ialah wahana fisik yang mengandung materi penataran.

Dengan demikian alat peraga merupakan sesuatu yang digunakan cak bagi mengomunikasikan materi pembelajaran agar terjadi proses sparing.

Menurut Schramm bahwa perabot peraga adalah
satu teknik untuk mencadangkan pesan sehingga sehingga perangkat peraga sebagai teknologi pembawa informasi maupun pesan pendedahan.

Miarso secara makro adalah ibarat segala sesuatu nan dapat merangsang terjadinya proses belajar .

Harapan memperalat radas peraga :

  1. Memperjelas informasi alias wanti-wanti penerimaan
  2. Memberi tekanan plong fragmen-penggalan nan terdahulu
  3. Memberi variasi dalam pengajaran
  4. Memperjelas struktur pengajaran
  5. Memotivasi siswa belajar.

Mendesain alat peraga
IPA di SD membentangi menciptaan, melembarkan dan menciptakan menjadikan alat peraga IPA yang sesuai untuk mengajarkan suatu konsep, prinsip dan teori-teori IPA di SD.

Mendesai perabot peraga dapat pula berarti menampilkan bentuk asli atau memodifikasi benda asli menjadi sebuah model tertentu.

BAB V

Suara minor DAN SARAN


1.



KRITIK

Bagi suara miring mungkin tidak cak semau


2.



SARAN

Saran untuk para audiens diskusi adalah :

1.

Seharusnya para audiens jangan menanya yang bersifat menguji

2.

Tanyalah kepada kami selaku keramaian 1 apabila antiwirawan-antiwirawan tak mengerti, dan akan coba kami jawab dengan sebisa kali.

3.

Simaklah apa-barang apa yang dijelaskan makanya kami guna bikin memaklumi apabila cak semau kesalahan konsep dari kami tentang pengajian pengkajian IPA

4.

Serta bantulah kami apabia kami tidak bisa menjawab soal teman-teman.

BAB VI

Intiha

Sekian dari kami (kerubungan 1) yang telah membahas tentang modul 5 yaitu mengenai media, alat peraga serta mandu membuat / mendesain perabot peraga sederhana. Apabia ada kesalahan n domestik penyampaian modul ini kami minta maaf karena kami masih ada dalam tahap belajar. terimakasih untuk tutor yang sudah membimbing kami dan bukan pangling kepada teman-teman sepenanggungan yang telah mendukung aktif dalam diskusi ini. Akhir kata

Assalamualaikum . Wr. Wb.

DAFTAR Bacaan

Sapriati, A. & Suroyo. (2004). Modul 4 :
Penggunan Media dalam Penataran
Biologi.
Kapita Selekta Penelaahan Bilogi. Jakarta : Perguruan tinggi Terbuka.

Machmudin, D. & Kusnadi (2002). Modul 5:
Perkakas Peraga IPA di Sekolah Dasar. Pendidikan IPA di SD. Jakarta: Perhimpunan Mendelongop.

Saefudin & Sudargo, F.N. (2002). Modul 6 :
Takhlik Organ Peraga IPA SD.

Pendidikan IPA di SD. Jakarta: Perserikatan Termengung.

Source: http://asep-makalahipa.blogspot.com/

Posted by: likeaudience.com