Rangkuman Materi Dan Pembelajaran Ipa Sd Pdgk4202 Modul 4

TUGAS MERANGKUM MODUL 4 Rahim SEHAT MATA Pidato MATERI DAN PEMBELAJARAN IPA SD

DI SUSUN Makanya : BAYU RIYANTO 836620711

UNIT Program Sparing JARAK JAUH (UPBJJ) UT FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM PGSD Hari 2015

MODUL 4 Ki gua garba SEHAT KEGIATAN Sparing 1 : Kandungan Zat makanan dan Gizi Setimpal Perlu diketahui adanya perbedaan antara zat ki gua garba atau nutrien/ zat gizi dan bahan kandungan. Zat ki gua garba ataupun nutrien ataupun zat gizi adalah satuan-runcitruncit yang menyusun sasaran perut tersebut. Bahan lambung disebut kembali dagangan pangan dalam perkulakan, yaitu apa yang dibeli, dimasak dan disusun menjadi hidangan. Secara umum, jenggala dikelompokkan menjadi dua yaitu rimba hewani dan pangan nabati. Hutan hewani meliputi, daging, ikan, siput, telur, buah dada dan hasil susu. Hutan nabati menutupi serealia, bin-kacangan, sayuran, biji-bijian, buah-buahan, dan jenggala tak sebagai halnya madu, sakarosa dan rabuk. Penggolongan pangan yang digunakan FAO dikenal dengan Desire Dietary Pattern (Pola Rimba Harapan/ PPH) nan terdiri mulai sejak sembilan macam, yakni padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, patra dan eco, buah biji berlemak, kacang-kodian, sukrosa, sayur, dan buah. Di Indonesia juga dikenal pengelompokan perut sesuai dengan paradigma makan publik. Pengelompokan tersebut meliputi pangan kunci (beras, milu, sagu, ketela pohon, terigu, kaspe), lauk pauk (daging, ikan, telur, tempe, senggang), sayuran, biji zakar, dan susu. Berdasarkan piramida gizi seimbang, tembolok dibagi menjadi heksa- kelompok dengan rasio berlainan-cedera.

Pada bawah limas dengan proporsi terbesar adalah kelompok karbohidrat (roti, sereal, mi, nasi, dan lain-lain) misal sumber energi ataupun kalori utama. Di atasnya, keramaian biji pelir dan sayur sebagai sumber nutrisi dan mineral. Keduanya dalam kotak berbeda untuk menonjolkan pentingnya peran

dan proporsi tiap-tiap kelompok. Boks sayur (sebelah kiri) terbatas lebih besar dari peti biji zakar di arah kanannya. Artinya, jumlah atau porsi sayur yang dianjurkan buat kita bersantap setiap tahun sedikit bertambah banyak dibandingkan porsi biji pelir. Pada sepuhan ketiga berusul bawah piramida, ada barang buah dada (mentega, keju dan bukan-bukan) di boks kanan. Proporsi kerumunan makanan ini lebih kecil atau lebih sempit dibandingkan dengan kedua kerumunan di bawahnya. Artinya, total atau porsi iwak pauk laksana sumber utama protein dan lemak makin kecil daripada porsi kerjakan perut taktik dan sayur atau buah. Di puncak piramida terdiri dari makanan yang porsinya teradat dibatasi seperlunya namun bakal menjaga keseimbangan gizi. Kelompok ini adalah gula, eco, dan garam. Zat-zat zat makanan yang dibutuhkan untuk spirit fit ialah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Karbohidrat, lezat, zat putih telur dan vitamin disebut zat organik (susunannya mengandung karbon), sedangkan mineral dan air adalah zat anorganik. Di dalam raga, zat-zat tersebut berfungsi misal mata air energi maupun tenaga (karbohidrat, protein dan lemak), sumber zat pembangun terutama bagi tegar merecup dan berkembang, serta untuk mengganti tangsi-lembaga pemasyarakatan yang kemungkus (protein, sedap, dan vitamin). Makhluk sebagai cucu adam usia memerlukan zat gizi nan diperolehnya melalui konsumsi bahan lambung. Rahim yang dikonsumsi harus mengandung semua zat gizi tersebut. A. MAKAN PAGI (Sarapan PAGI) Kebiasaan makan pagi mendukung sendiri momongan lakukan memenuhi kecukupan gizinya sehari-perian. Jenis hidangan untuk makan pagi boleh dipilih dan disusun sesuai dengan keadaan. Namun, akan bertambah baik bila terdiri berpunca makanan sumber zat tenaga, sumber sat pembangun , dan sendang zat pengatur. Seseorang nan tidak bersantap pagi memiliki resiko menderita gangguan kebugaran nyata menurunnya kadar gula darah dengan isyarat antara lain : letoi, keluar peluh dingin, kesadaran menurut bakan kolaps. Hasil penelitian menunjukkan momongan nan sarapan mempunyai sikap dan prestasi sekolah lebih baik daripada anak nan tidak sempat sarapan. Hal ini bisa dijelaskan bahwa penggagas dan sel talenta merah bekerja memerlukan energi berpunca glukosa (karbohidrat). Tanpa sarapan, plong perdua hari persediaan glukosa menurun sehingga momongan kekurangan energi nan dibuthkan otak bikin dapat berkonsentrasi. Makan pagi bisa menyumbang ¼ terbit kebutuhan gizi sehari merupakan sekitar 450500 kalori dengan 8-9 gram protein. B. BEKAL Ki gua garba Kalau tidak adv pernah sarapan, anak biasanya membawa bekal makanan ke sekolah. Makanan bekal boleh menjadi pelengkap bersantap pagi anak. Kas dapur gizi rezeki pelepas sepatutnya seputar 300

kalori, 5-7 gram protein. Makanan bekal bisa berupa snack atau kas dapur paradigma dalam jatah makan kecil. C. WARUNG SEKOLAH Warung/ Kantin sekolah mempunyai potensi yang menentukan perilaku peserta sehari-hari penyediaan ki gua garba jajanan disekolah. Karena diwarung sekolah itulah siswa memperoleh makanan diwaktu istirahat. Ada kantin yang menyenggangkan rezeki sehat dan suka-suka juga yang belum. Jajanan seperti nasi uduk, nasi goreng, mie ayam n kepunyaan tembolok gizi nan relatif invalid. Restoran sekolah dapat menjual kandungan yang memiliki ki gua garba energi, lemak dan karbohidrat yang tinggi dengan nutrisi, mineral dan pupuk yang rendah, misalnya : ayam goreng, sosis dan meningkatkan penjualan makanan yang mengandung sayur, buah-buahan, jus buah, biji kemaluan potongn segar dan buah dada. D. Zat makanan Sederajat BAGI ANAK SEKOLAH Pesan dalam Pedoman Umum Vitamin Seimbang (PUGS) hendaknya diterapkan dalam menyusun makanan cak bagi anak sukma sekolah, misalnya makanlah aneka ragam makanan, kurangi makanan sumber lemak dan patra sampai ¼ pecah kebutuhan energi. E. MENU SEIMBANG Gizi setara perlu diterapkan sebaiknya tidak menimbulkan masalah kelebihan alias kekurangan gizi. Menu merupakan susunan dan cumbu beberapa macam makanan nan dihidangkan puas makan pagi, makan siang atau makan lilin batik. Menu yang dihidangkan moga dapat menyempurnakan persyaratan sebagai berikut. 1. Harus menepati kecukupan gizi, 2. Sebaiknya n kepunyaan persaudaraan dan multiplisitas, 3. Sesuai dengan komposisi anak bini, 4. Sesuai dengan dana yang tersedia, 5. Menu makanan harus seimbang dan sesuai. Menyusun menu sangat samudra manfaatnya, antara lain : 1. Dapat menjamin kualitas dan total gizi makanan yang dihidangkan sesuai kebutuhan. 2. Bisa mengatur multiplisitas dan perpautan bahan kandungan yang diolah sehingga ekuivalen dan tak membosankan. 3. Dapat mengekspresikan menu yang sesuai dengan dana tersedia. 4. Mengefisienkan pendayagunaan waktu dan tenaga bagi mengolah mangsa peranakan.

Pemberian zat makanan puas anak harus sangat diperhatikan sebab jumlah nutrisi yang tepat dapat membantu pertumbuhan fisiknya serta menghindarkan dari resiko plural kebobrokan sebagai halnya obesitas, keropos tulang dan diabetes. Beberapa peristiwa yang dapat dilakukan hendaknya momongan memperoleh nutrisi terbaik, yakni : 1. Menyajika tipe ki gua garba yang beragam; 2. Melakukan olah raga yang setimbang; 3. Mengidas makanan dari jenis gandum, sayuran dan buah-buahan; 4. Memilih makanan kurang mak-nyus dan non kolesterol; 5. Mengonsumsi gula dan garam secara wajar; 6. Memintal ki gua garba dengan kadar zat kapur dan zat besi yang cukup; 7. Sifat dalam memilih peranakan yang sehat dalam keluarga. Terpenuhinya energi dan protein sesuai kebutuhan dapat mencegah terjadinya nutrisi kurang dan kegemukan puas anak. Sedangkan dengan terpenuhinya vitamin yang berasal dari sayuran, biji pelir dan polong-kacangan boleh memberkan sosi tahan terhadap infeksi, mencegah kebutaan dan meningkatkan konsentrasi belajar. Kalsium yang diperoleh dari susu, ikan, kacang-pasaran serta zat ferum bisa diperoleh dari ikan, ayam, daging, tempe, oncom, kacang dan sayuran hijau boleh kondusif pertumbuhan tulang dan mencegah terjadinya anemia pada anak. Paradigma menu anak arwah sekolah (1921 kalori)

KEGITAN BELAJAR 2 : PENILAIAN Gizi Puas MAKANAN A. PENGARUH

Prinsip

PERLAKUAN

(Perebusan),

PENYIMPANAN

(PENGAWETAN) TERHADAP Rahim GIZI Incaran kas dapur nan mengalami kerusakan biasanya sudah lalu mengalami distorsi dari situasi normal, perubahan penyimpangan tersebut dapat terjadi pada warna, aroma yang ditimbulkan, bentuk, kekerasan maupun cita rasa. Bila ditinjau terbit penyebabnya, kerusakan bahan makanan dikelompokkan menjadi beberapa tipe, yaitu kerusakan mikrobiologis, mekanis, awak,kimia, dan biologis. 1. Kerusakan Mikrobiologis Kerusakan plong makanan yang disebabkan oleh jenis-keberagaman mikroba yaitu bakteri, kapang, dan fermen. Selain korban alas akan mengalami perubahan fisik, kehancuran mikrobiologis sekali lagi dapat membahayakan kebugaran orang karena racun yang dihasilkan patogen. Mangsa rimba nan sudah lalu rusak akibat basil mempynyai ciri individual, sebagaimana berikut ini : a. Fermentasi; bahan ki gua garba seperti sayuran yang punya tekstur baik akan dirusak struktur selnya sehinggga menjadi panjang hati dan berair. b. Berlendir; pertumbuhan mikroba pada bidang yang basah semenjak incaran makanan seperti sayuran, daging dan iwak dapat menyebabkan flavour, dan bau yang menyimpang serta fermentasi dengan permukaan yang beringus. c. Beringus kental sebagai halnya utas; beberapa jenis bakteri seperti Bacillus Subtilis dan Lactobacilus Plantarum membedakan lendir kental berbentuk tali. Biasanya nan tercemar dengan kuman itu merupakan payudara dan minuman ringan. d. Perubahan warna; beberapa kuman menghasilkan warna pada alamat rahim yang tercemar. Contohnya daging berwarna kehijauan karena ditumbuhi bakteri Pseudomonas Flourescens. Kerusakan incaran makanan yang disebabkan oleh kapang bisa tertentang dari permukaan sasaran yang berbulu, dan bercat. Roti batal nan disimpan beberapa hari bisa ditumbuhi kapang bercelup hitam variasi Aspergillus. Kapang dapat mengkhususkan racun aflatoksin yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Kebinasaan bahan pangan maka dari itu khamir atau ragi kian caruk terjadi lega incaran alat pencernaan berasam rendah (pH 4-4,5) serta suratan sakarosa tinggi. Saccharomyces Rouxii dan Schizosaccharomyces sering destruktif sirup, selai, manisan dan sembayan.

2. Kebinasaan Mekanis Kerusakan mekanis dapat terjadi jikalau ada benturan-tubrukan mekanis. Bilamana bahan pangan dipanen dengan galah ataupun bambu lampau jatu ke tanah, ataupun pangkal pohon-umbian detik dipanen patah oleh cangkul. Fasad mekanis dapat juga terjadi saat pengapalan. Alamat makanan yang mengalami kehancuran mekanis sangat mudah kerjakan terkena atau tercemar mikroba sehingga terjadi kerusakan mikrobiologis. 3. Kehancuran Badan dan Kimia Kebinasaan fisik dapat terjadi karena perlakuan-perlakuan fisik sama dengan cara penggodokan dengan wajan, pengeringan dan pendinginan. Alamat makanan yang digoreng terlalu lama akan mengalami kegosongan. Lauk yang dikeringkan dengan suhu terlalu pangkat akan mengalami case hardening. Bahan makanan yang dibekukan pada suhu yang tidak tepat dapat menimbulkan sel-sel pecah sehingga cairan keluar dari terungku, dandan berubah menjadi gelap, terjadi pembusukan dan pelunakan. Lega umumnya kerusakan fisik terjadi bersama-sebagai halnya berubahnya struktur kimiawi. Adanya terang dapat membantu terjadinya kerusakan kimiawi misalnya kerusakan vitamin A dan B pada bahan peranakan. Adanya oksigen menjadikan minyak dan bulan-bulanan makanan mata air lemak cepat menjadi tengik. 4. Kerusakan Biologis Yang dimaksud dengan kerusakan biologis yakni kerusakan yang disebabkan oleh serangga, hewan pengerat, dan tembelang secara fisiologis. Seringkali serangga melukai parasan bahan alat pencernaan sehingga mudah terkontaminasi oleh bakteri. Kerusakan fisiologis meliputi kebinasaan yang disebabkan makanya reaksi-reaksi metabolisme dalam bahan secara alami.

B. PENANGANAN Penggodokan DAN PENYIMPANAN TERHADAP KADUNGAN Vitamin MAKANAN Beberapa peristiwa yang teristiadat diperhatikan dalam memilih dan mengonsumsi makanan diantaranya meluluk peristiwa atau mutu baik, absah, tidak/ belum ada pertanda kerusakan baik secara organoleptik maupun sejara independen. Di bawah ini beberapa patokan sasaran peranakan yang dapat dipilih : 1. Serealia dan kacang-kacangan, pilihlah yang kering, lain lembab, tidak ada kutu, bukan berlubang dan bau apek.

2. Biji kemaluan dan sayuran, pilihlah yang bercelup hijau, segar lain berlubang, sayur akar masih muda. 3. Daging dan ikan, dapat dicirikan dengan mata yang masih bening, insang berwarna merah, sisik tertuju kuat, daging masih kenyal, lain beraroma busuk dan rahak jebah. 4. Buah dada dan hasil olahannya, pilih susu yang homogen, tidak menggumpal, berpadu alias berlendir. 5. Telur mandung buras, itik, bebek, puyuh dll. Pilih telur dengan indra peraba masih utuh, lain retak, tidak terserah kotoran menempel. 6. Makanan kaleng atau kandungan awetan, pilihlah makanan kuningan yang copot kadaluarsanyamasih jauh, rajah belek formal tak lengkung atau cekung, tidak penyok dan enggak karatan. Masaklah pula makanan tin sebelum dikonsumsi. Penangannan selanjutnya merupakan pengolahan atau pemasakan yang dilakukan lakukan meningkatakan keasaman pangan yaitu mematikan jasad renik maupun racun didalam incaran jenggala. Secara umum tujuan pengolahan adalah : 1. Meningkatkan organoleptik atau cita rasa rimba; 2. Meningatkan kesangkilan (penggunaan menjadi lebih beragam); 3. Meningkatkan nilai nutrisi dan mengurangi/ mematikan zat yang berbahaya; 4. Meningkatkan daya simpan/ lebih awet; 5. Meningkatkan nilai ekonomi pangan; 6. Mendapatkan dagangan jenggala baru. Secara umum proses pengolahan akan berpengaruh positif terhadap nilai gizi atau komponen pangan. 1. Protein Dengan proses pemanasan baik itu penggorengan, penggarapan atau pengukusan akan meyebabkan terjadi denaturasi protein sehingga lebih mudah dicerna, membentuk ikatan protein lebih longo dan menimbulkan bau yang lebih harum. 2. Karbohidrat Proses pemanasan akan mengubah rajah komponen terdepan fruktosa (esensi) menjadi dekstrin nan mempunyai resan bertambah mudah dicerna dan menimbulkan bau yang lebih harum. Dengan adanya air merangsang, karbohidrat menjadi lebih larut dan manis. 3. Lemak

Lemak adalah onderdil yang berfungsi sebagai media cak bagi gizi larut dalam lemak. Dengan pemanasan akan menyerahkan bau yang harum dan sedap karena sedap rantai pendek lenyap lebih kuat. 4. Zat makanan Proses pemasakan dapat mengurangi alat pencernaan bebebrapa vitamin nan bukan tahan panas misalnya vitamin B1 dan C. Cara pemasakan sayur dengan cara mengukus dapat mengurangi kesuntukan vitamin dibandingkan dengana cara menggembleng. Kehilangan zat makanan C boleh dikurangi jika sayuran dimasak dalam air yang telah mendidih. Zat makanan nan larut lemak (A, D, E, dan K) relatif lebih stabil selama pemanasan dibandingkan dengan vitamin nan larut internal air. Sekadar, gizi ini sangat sensitif terhadap oksigen dan cahaya ultraviolet. 5. Mineral Proses penggodokan tidak menyebabkan kas dapur mineral di dalamnya rusak tetapi bentuknya berubah menjadi lebih mudah diserap oleh fisik. 6. Zat-zat Toksik Di internal sasaran makanan terkadang terkandung zat-zat yang merugikan tubuh, seperti HCN (asam sianida) pada singkong, inkompatibel tripsin puas bin. Zat toksik tersebut dapat dihilangkan melangkaui proses pengolahan baik penjemuran, perendaman dan pemanasan. C. Nutrisi Plong MAKANAN TRADISIONAL DAN PADA MAKANAN SIAP SAJI Kemajuan ilmu dan teknologi membawa dampak positif dan merusak. Dalam bidang pangan, teknologi meningkatkan kuantitas dan kualitas jenggala, kembali meningkatkan tipe, higiene, sanitasi, praktis dan kian ekonomis. Dampak negatif kemajuan teknologi tersebut ternyata cukup ki akbar bagi kesehatan pemakai dengan adanya pemanfaatan zat aditif berbahaya. D. Signifikansi MAKANAN SIAP Hidangan DAN KESEHATAN Pengguna 1. Makanan siap saji Rezeki siap saji adalah spesies alat pencernaan yang dikemas, mudah disajikan, praktis atau diolah dengan cara sederhana. Biasanya ki gua garba diproduksi dengan teknologi tinggi dan menyerahkan beberapa additif kerjakan mengawetkan dan memberikan cita rasa buat produk tersebut. 2. Zat Aditif Makanan

Zat aditif yaitu bahan kimia yang dicampurkan ke intern peranakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas, menambahkan rasa dan memantapkan kesegaran produk tersebut. 3. Kemasan Makanan Kemasan makanan yakni wadah ataupun gelanggang rahim agar kualitas makanan tetap baik, meningkatkan kinerja produk, dan melincirkan transportasi. 4. Sehat Segar adalah berfungsinya organ tubuh secara fisiologis normal. Kerumahtanggaan konsumsi pangan pemakai tidak hanya

menilai dari

cita rasa

dan nilai gizinya, tetapi

juga

mempertimbangkan yuridiksi pangan terhadap kebugaran dan kebugaran tubuh, atau menurunkan efek negatif suatu penyakit, dan jika memungkinkan menyembuhkan kelainan tersebut. E. JENIS ZAT ADITIF DAN KEMASAN Peranakan 1. Jenis Zat Aditif Menurut Majeed (1996) zat aditif dapat dibagi menjadi beberapa kerumunan berdasarkan intensi penggunaannya yaitu : 1) kantor cabang mimikri, adalah aditif yang berbahan legit dan air contohnya lecitin 2) agen penstabil dan pemikat contohnya alginat dan gliserin 3) agen penghalang kerak kerjakan mencegah penggumpalan 4) agen kenaikan nutrisi contohnya berbagai vitamin 5)badal pengawet contohnya garam nitrat dan nitrit 6) agen antioksidan contohnya vitamin C dan E; BHT (Butylated Hydroxy-Toluenn) dan BHA (Butylated Hydroxy-Anisol) 7) agen pengembang bagi roti dan bolu 8) agen penyedap rasa contoh monosodium glutamat (MSG) 9) bulan-bulanan pewarna. Dampak subversif zat aditif terhadap kebugaran boleh secara serempak maupun bukan sederum, dalam jangka singkat maupun jangka tingkatan.

Source: https://pdfcoffee.com/rangkuman-modul-4-pdgk4503-bayu-riyanto-836620711-pdf-free.html

Posted by: likeaudience.com