Rangkuman Materi Dan Pembelajaran Ipa Sd Pdgk 4503 Modul 9

(1)

ASESMEN PORTOFOLIO

PENDAHULUAN

Dalam proses pembelajaran IPA, evaluasi tercantum kepada aspek pembelajaran IPA yang berjasa sebagai keseleo kaidah bikin menilai keberlangsungan proses penerimaan secara utuh dan mendunia. Kompleksitas evaluasi dalam pembelajaran IPA terlihat pada banyaknya variable yang terlibat, dan tersapu kerumahtanggaan penilaian, misalnya tujuan penerimaan, metode nan digunakan, konsep atau materi yang diberikan dll.

Terletak tiga molekul dasar tataran kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru ialah kegiatan mengungkapkan, mengelola dan menutup kegitan pendedahan. Pada kegiatan penutup yang sering dilakukan oleh guru adalah kegiatan penilalaian belajar siswa. Berkenaan dengan evaluasi belajar siswa intern pelaksanaannya berhubungan dengan testimoni dan asesmen.

Ibarat sendiri guru sangatlah berarti untuk memafhumi asesmen, karena asesmen jauh makin luas pemahaman dan implementasinya dibanding dengan tes atau pengukuran dalam asesmen tidak hanya sekedar hasil nan dilihat namun sekali lagi proses. Oleh karena itu, mudah-mudahan Dia memahami asesmen autentik, asesmen kelas bawah abnormal dan kelas bawah tingkatan, asesmen penampilan, dan asesmen fortopolio di Madrasah Ibtidaiyah.

Lega Bahan Belajar Mandiri ini, dia akan diantarkan pada pemahaman bagaimana Anda mengerti asesmen portofolio intern pebelajaran IPA. Bikin kontributif pemahaman tersebut, maka BBM 9 ini terbagi menjadi :

Kegiatan Belajar I : Landasan pemikiran dan mandu asesmen portofolio

BBM

9

(2)

Kegiatan Sparing II : Model penilaian portopolio Kegiatan Belajar III : Parameter penilaian portofolio

Setelah mempelajari BBM 9 ini, diharapkan anda boleh : a. Mendeskripsikan landasan pemikiran dan prinip asesmen autentik b. Mendeskripsikan teoretis penilaian portofolio

c. Mendeskripsikan indikator penilaian portofolio

Untuk mendukung Kamu kerumahtanggaan mempelajar BBM 9 ini, ada baiknya diperhatikan beberapa nubuat berikut ini :

1. Tangkaplah pengertian demi pengertian melangkahi pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa lain atau dengan tutor anda.

2. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumber-mata air lain nan relevan. Engkau dapat menemukan bacaan dari beberapa sumber, termasuk internet.

3. Mantapkan pemahaman Engkau dengan mengamalkan latihan dan melewati kegiatan urun pendapat dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lainnya maupun antiwirawan sejawat.

4. Jangan dilewatkan cak bagi mencoba menjawab pertanyaan-cak bertanya nan dituliskan plong setiap alkhir kegiatan belajar, Hal ini berarti untuk mengetaui apakah Anda telah mencerna dengan benar nafkah sasaran belajar ini.

(3)

Pematang PEMIKIRAN DAN


Pendirian PENILAIAN PORTOFOLIO

A. PENGANTAR

Terjadinya perubahan kurikulum membawa implikasi terhadap penilaian, dari penilaian pendekatan normatif ke penilaian yang mempergunakan contoh kriteria dan barometer, ialah aspek yang menunjukkan seberapa kompeten siswa menguasi materi nan sudah diajarkan.

Dalam kurikulum berbasis kompetensi dikenal beberapa istilah kriteria kompetensi, kompetensi dasar, parameter yang menunjukkan seberapa jauh tingkat ketercapaian siswa terhadap materi yang dituntut kurikulum.

Salah satu alat nan digunakan intern pencapaian materi yang dituntut kurikulum yakni penilaian berbasis papan bawah
(Classroom based assesment). Dalam prosesnya guru bisa melakukan penilaian dengan cara mengumpulkan catatan nan diperoleh melalui observasi, portofolio, proyek, barang, ujian serta data hasil interview dan survei.

B. URAIAN MATERI

Penilaian portofolio merupakan salah satu asesmen hasil belajar yang didasarkan kepada kumpulan hasil belajar murid berpunca waktu ke waktu, maupun merupakan koleksi hasil kerja petatar, hasil asesmen, dan data lain yang menghidangkan prestasi siswa.

Temperatur dalam menjalankan tugasnya, senatiasa bertatap dengan kegiatan penilaian n domestik proses pengajian pengkajian, selama ini temperatur banyak melakukan penilaian melalui pembuktian misal pemeriksaan ulang garitan, tes verbal dan lain-lain, sedangkan penilaian demikian ini sudah dianggap lain lagi mengasihkan kontribusi bermakna bagi keberhasilan pendidikan

KEGIATAN

BELAJAR 1

(4)

siswa. Oleh karena itu, guru kini sudah lalu tiba beralih kepada penilaian yang bukan bak tes penampilan
(peformance test)
dan penilaian portofolio
(portofolio

assesment)

yang dianggap ibarat salah satu penilaian autentik
(authentic

assesment)
nan paling efektif.

Penilaian fortopolio yakni penilaian faktual kumpulan koleksi hasil kerja siswa nan disimpan internal satu file alias box. Koleksi koleksi tersebut merpakan hasil penilaian yang dilakukan dalam satu periode tertentu, jadi kerumahtanggaan penilaian portofolio tak hanya hasil nan dinilai sahaja sekali lagi proses. Disamping itu pun penilaian portofolio dapat menilai kemajuan sparing.

Di madrasah baik pada kelas rendah maupun kelas tinggi, penialian portofolio bisa diterapkan. Dalam prosesnya pelajar dilibatkan bagi merumuskan tujuan, diskusi antara temperatur dengan siswa, dan antara petatar dengan petatar dalam setiap pertemuan. Persuaan ini masih mengomongkan kesulitan apa yang dihadapi siswa internal membereskan tugas-tugasnya. Siswa akan senantiasa memperbaiki kekurangan bersumber tugas-tugas yang dikerjakannya. Dengan demikian dalam penilaian portofolio terkandung pula penilaian diri siswa seorang. Dalam penialaiannya disesuaikan dengan ruang lingkup materi dan perkembangan berpikir siswa di kedua kelas tersebut.

Pada kelas rendah, penialaian portofolio boleh diterapkan pada pembelajaran yang mengembangkan kesigapan imajinasi, misalnya melukis. Bermacam rupa keterampilan nan dituntut kerumahtanggaan kemampuan melukis dapat diukur kerumahtanggaan portofolio sehingga kumpulan pusparagam lukisan mampu mengasilkan lukisan yang baik. Beberapa keterampilan n domestik melukis misalnya kemampuan membuat garis, menafsir, memeberikan warna , membuat ukuran dan sebagainya. Anak kunci imajinasi siswa yang begitu fiktif masih sangat melekat plong petatar tingkat kelas bawah rendah dapat dikembangkan dan diukur.

Penialain portofolio plong kelas tinggi dapat diterapkan internal pengembangan bernalar dan mujarad. Kemampuan mengarangpun dapat dijadikan materi dalam peniaian portofolio. Koleksi karangan peserta yang disimpan kerumahtanggaan suatu peeiode

(5)

tertentu bisa merupakan bentuk proses dan hasil penilalain. Maka dari itu karena itu, kemampuan mengarang termasuk kepada kemampuan berpikir siswa dalam tingkatan nan cukutp janjang.

Sistem penilaian detik ini condong kepada penilaian secara konprihensif nan sifatnya lebih mondial dan menimang-nimang segala aspek berpangkal setiap siswa, dilakukan secara ajek dan per-sisten. Umpama teladan saat hawa akan menentukan nilai rapor, maka nilainya harus diambil berpunca hasil ulangan umum, tugas integral, tulisan prilaku koran,dan takrif kegiatan petatar di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar, dan semua catatan tersebut disimpan intern goresan dan dokumen.

Tentang dokumen tersebut memuat : 1. Hasil ulangan surat kabar dan ulangan publik 2. Tugas-tugas teratur

3. Catatan perilku buku harian (garitan anekdot)

4. Siaran kegiatan siswa di lua sekolah yang menabrak kegiatan berlatih. Semua arsip siswa tersebut dicatat dan didokumentasikan n domestik suatu bundel (portofolio), saat akan menentukan skor rapor, semua karangan dan dokumen tadi dianalisis cak bagi menciptakan menjadikan kesimpulan nilai rapor setiap peserta. Penialaian siswa ditentukan maka dari itu indikator proses dan hasil belajar yang tersimpan dalam tulisan maupun bundel akta (portofolio), maka sistem penilaian demikian disebut sebagai penialain portofolio
(Portofolio based assesment).

Penilaian berbasis portofolio adalah suatu usaha bagi memperoleh berbagai pesiaran secara berkala, berkesinambungan, dan universal tentang sikap, proses dan hasil pertumbuhan serta jalan wawasan permakluman, dan kesigapan siswa nan bersumberkan garitan dan dokumentasi pengalaman belajarnya.

Portofolio dianggap sebagai satu bentuk pintasan dan juga model penilaian, dilandasi oleh pemikiran sebagai berikut :

(6)

1.
Membelajarkan juga (re-edukasi)

Menilai bukan berarti memutuskan hukum murid dengan harga mati, lulus alias gagal. Menilai adalah mencari wara-wara mengenai pengalaman belajar murid dan digunakan bikin balikan
(feed back)

dengan tujuan membelajarkan mereka kembali.

Contoh :

Beberapa hasil ulangan pesuluh ternyata memperoleh kredit buruk, sesudah mencari informasi dari indeks lain misal anekdot,catatan perilaku buku harian, inskripsi tugas terstruktur, laporan pesuluh di luar sekolah, ternyata kemusykilan siswa tersebut adalah karena perilaku belajarnya yang kurang baik. Temperatur yang sudah berpandangan berpikir dalam-dalam asesmen, tindakan yang perlu dilakukan siswa merupakan mengoreksi perilaku belajarnya, ini yang dimaksud dengan membelajarkan kembali (re-edukasi)

2.
Merepleksi Asam garam Sparing

Merupakan suatu kaidah untuk berlatih, menghidari kesalahan dimasa yang akan datang dan meningkatkan penampakan, dilakukan oleh pesuluh setelahnya memperoleh refleksi, akibat skor nan diperolehnya tidak memadai. Atinya penilaian dijadikan media untuk refleksi (bercermin) plong pegalaman yang telah siswa miliki dan kegiatan yang telah mereka selesaikan.

Penilaian pun dapat digunakan cak bagi merefleksi kinerja guru, artinya guru harus bercermin apakah skor yang dieroleh siswa betul-betul mencitrakan kinerja mereka.

Eksemplar penilaian berbasis portofolio
(portofolio based asssesment)
merujuk kepada prinsip pangkal penilaian. Pendirian penilaian dimaksud yaitu penilaian hasil dan proses. Penilaian berkala dan seimbang, penilaian yang bebas dan penialain berimplikasi sosial.

(7)

1.
Cara Penilaian Proses dan Hasil

Prinsip ini sesungguhnya sudah lalu dikenal secara luas, gambarannya terwalak pada sebuah pernyataan di lingkungan pendidikan sebagaimana : ” jika mau bertelur dalam eksamen belajarlah jauh-jauh hari ” ” jangan belajar SKS (Sitem Kebut Semalam)”. Sesungguhnya pernyataan tersebut mengandung faedah bahwa hasil itu tergantung kepada proses. Jika prosesnya baik maka hasilnyapun akan baik. Penialaian portofolio menerapkan prinsip penilaian hasil dan proses berjalan spontan.

Penilaian proses boleh diambil bersumber : (a) catatan perilaku buletin; (b) kebulatan hati dalam mengikuti penelaahan, (c) tugas-tugas terstruktur; (d) aktivitas siswa diluar sekolah.

2.
Prinsip Penilaian Ajek dan Bersinambung

Maksud penilaian ini dilakukan secara berkala bagi melancarkan dan mengorganisasikan jadinya, sedangkan maksud penilaian secara bersinambung ialah cak bagi memantau pertumbuhan dan kronologi pengalaman belajar siswa. Dengan demikian penilaian yang dilakukan secara serampangan, akan bertelur kepada sulitnya mengorganisasikan hasil, juga tidak akan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan pengalaman belajar peserta.

Komplet penilaian portofolio menerapkan kaidah penilaian berkala, misalnya kerumahtanggaan menilai hasil secara berkala, misalnya : selesai membelajarkan materi diadakan tes formatif atau ulangan harian, dan diakhir kegiatan diadakan ulangan umum. Demikian kembali halnya privat menilai proses, misalnya : diberikan tugas terkonsolidasi setiap satu satuan pembelajaran, garitan anekdot secara berkala direkap setiap pekan, pesiaran aktivitas siswa diluar sekolah secara berkala direkap setiap bulan.

Pada penilaian portofolio juga menerapkan penilaian secara ajek dan sinabung, hal terbukti dengan adanya kesinambungan penilaian pada penilaian hasil dan proses yang tidak dapat sampai terpenggal.Ini berperan bakal setiap komponen

(8)

penilaian proses. Dengan demikian prinsip utama kerumahtanggaan prinsip ini adalah ”kontinuitas” agar informasi tentang pertumbuhan dan kronologi pengalaman sparing peserta dapat terus dipantau.

3.
Prinsip Penilaian yang Adil

Cak kenapa kondisi dan perbedaan individual wajib berbintang terang manah ketika akan melaksanakan penilaian ? sebab penilaian yang baik selalu mengupas perbedaan khas dan pelahap mengedepankan ”keadilan”

Ibarat lengkap : tidak adil rasanya kalau sendiri petatar mendaki dan tidak naik doang dipertimbangkan berdasarkan hasil ulangan sahaja, tanpa memperhatikan perbedaan individual. Ketika koteng petatar memperoleh nilai buruk karena linu sementara itu n domestik kesehariaannya terdaftar kepada peserta yang tukang, dan tidak naik gara-gara itu, betapa tidak adilnya sistem penilaian sama dengan itu.

Dalam penilaian portofolio semua indikator penilaian, baik hasil penilaian proses maupun penilaian hasil diperhitungkan dan diberikan bobot, sehingga risikonya menggambarkan prosesnya.

4.
Prinsip Penilaian Implikasi Sosial Belajar

Belajar yang dilakukan siswa hendaknya melahirkan implikasi sosial, yakni pengaruh proses dan hasil berlatih bagi umur cucu adam lain. Misalnya pelajar yang telah belajar IPA, implikasi sosialnya adalah bisa memanjakan sesama, gelojoh mileu aktif dalam aksi konservasi hutan lindung.

Belajar tidak hanya sekedar memperoleh poin nan baik ataupun lulus ujian saja, saja harus berimplikasi kepada sikap dan keterampilan diri. Maka dari itu karena itu, penilaian portofolio tidak terbatas kepada penilaian kognitif saja tetapi lagi afektif dan psikomotornya.

(9)

5.
Refleksi Bersama

Penilaian portofolio memasrahkan kesempatan untuk melakukan refleksi sekalian, dimana siswa boleh merefleksikan proses berpikir mereka koteng tentang kemampuan dan kesadaran sendiri, pemecahan ki aib atau pengutipan keputusan dan mengamati pemahaman mereka tentang kompetensi dasar dan indikator yang sudah lalu mereka peroleh. Dengan demikian penilaian portofolio menunjukkan hasil pesuluh nan dirumuskan dan diidentifikasi dalam kompetensi bawah dan indikator yang diharapkan dipelajari maka dari itu siswa.

6.
Isolasi Bersama

Hasil pencahanan siswa sebaiknya tidak diperlihatkan kepada petatar lainnya, malah pekerjaan tersebut masih banyak mengandung kelemahan. Hal ini dilakukan dengan maksud agar siswa yang memiliki kelemahan tidak merasa dipermalukan. Penjagaan isolasi ini akan memotivasi pelajar untuk memperoleh hasil karya terbaik mereka. Sebaliknya bagi siswa nan sudah berdampak dengan baik tidak menjadi beraga.

7.
Penciptan Budaya Mengajar

Tak salah lagi bahwa antara penilaian dengan proses pembelajaran tidak boleh dipisahkan, penilaian portofolio saja dapat dilakukan jikalau pendekatan dan metode semuanya berbasis portofolio, sebab penilaian portofolio akan efektif bila pembelajarannya memaksudkan peserta untuk unjuk kemampuan nan nyata dan menggambarkan ekspansi aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan puas ranah yang patut tinggi.

(10)

C. Kursus

Jawablah cak bertanya dibawah ini :

1. Barang apa nan dimaksud dengan
authentic assessment ?

2. Mengapa tes dan pengukuran farik dengan assesmen ?

Rambu-rambu jawaban :

1.
Autehentic assessment
merupakan satu assesmen hasil berlatih nan menuntut peserta dapat menunjukkan hasil membiasakan berupa kemampuan dalam kehidupan di tunggul substansial, bukan sesuatu yang dibuat-buat alias hanya diperoleh di dalam kelas, tetapi lain dikenal didalam mayapada nyata kehidupan sehari-tahun. Makanya karena itu, dalam
authentic assesment
kembali mempergunakan bentuk asesmen lainnya missal
portofolio assesment
dan
performance assesment

2. Assesmen jauh bertambah luas dibanding dengan testimoni dan pengukuran, dalam assesmen tidak cuma hasil nan dilihat akan tetapi kembali proses. Disamping itu kalau tes dan pengukuran makin mematamatai apa yang dijawab benar atau riuk oleh siswa, sedangkan assemen boleh melihat apa nan dikerjakan siswa , enggak hanya sekedar apa nan diketahui oleh siswa.

D. Ringkasan

Penilaian berbasis portofolio adalah satu usaha untuk memperoleh berjenis-jenis kabar secara ajek, bersambung-sambung, dan mendunia tentang proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan kegesitan siswa nan bersumber catatan dan dokumentasi pengalaman belajarnya.

Model penilaian berbasis portofolio
(portofolio based asssesment)
merujuk kepada prinsip dasar penilaian. Prinsip penilaian dimaksud adalah penilaian

(11)

hasil dan proses. Penilaian ajek dan seimbang, penilaian yang adil dan penialain berimplikasi sosial.

E. TES FORMATIF (1)

1. Merekap gubahan indikator penilaian setiap minggu, yaitu realisai dari penilaian …

A. Periodik dan sinambung B. Proses dan hasil

C. Nonblok

D. Impliksi sosial budaya

2. Asessmen hasil membiasakan yang menuntut pesuluh dapat menunjukkan hasil belajar berwujud kemampuan dalam realitas roh nyata adalah …

A. Fortofolio assesment B. Authentic assesment C. Performance assesment D. Alternatif assesment

3. “
Sekiranya ungin berhasl dalam testing belajarlah jauh-jauh hari
“ atau “
jangan


berlatih SKS (sistem kebut semalam),
pernyataan tersebut mengandung arti dan termasuk kepada prinsip……..

A. Penilaian ajek dan bersinambung B. Penilaian proses dan hasil

C. Penilaian yang nonblok

D. Penilaian implikasi sosial budaya

4. Penilaian yang memperhatikan kondisi dan perbedaan-perbedaan individu merupakan realisasi bermula mandu penilaian ……

(12)

B. Penilaian proses dan hasil C. Penilaian yang adil

D. Penilaian implikasi sosial budaya

5. Momen melihat skor formatif dan sumatif kurang, perilakunya sepanjang ini buruk dan laporan aktivitas di asing madrasah tidak ada, Ahmad menyadari bahwa doang sebatas disitulah pengalaman belajarnya selama ini. Kenyataan ini menujukkan bahwa penilaian portofolionya dapat digunakan untuk……

A. Membelajarkan kembali

B. Merefleksikan pengalaman belajar C. Merubah sikap

D. Berbuat penilaian proses dan hasil

6. Penialain portofolio pada kelas tinggi boleh diterapkan privat pengembangan

berpikir rasional dan niskala, contohnya …

A. Kemampuan mengarang

B. Kemampuan menulis

C. Kemampuan menulis

D. Kemampuan beristiadat

7. Penilaian berbasis portofolio adalah suatu usaha kerjakan memperoleh berbagai

takrif secara berkala, berkesinambungan, dan mondial yang berkaitan dengan kejadian-hal berikut ini, kecuali …

A. Tentang sikap yang dimiliki oleh petatar

B. Proses dan hasil pertumbuhan serta perkembangan wawasan pengumuman peserta

C. Kecekatan siswa yang bermula catatan dan dokumentasi pengalaman belajarnya.

(13)

8. Siswa yang sudah lalu berlatih IPA, implikasi sosialnya adalah bagaikan beerikut, kecuali …

A. Dapat memanjakan sesama B. Aktif n domestik kegitan olah raga C. Cinta lingkungan

D. Aktif dalam gerakan pelestarian jenggala lindung.

9. Portofolio dianggap andai suatu bentuk inovasi dan pula model penilaian,

dilandasi oleh pemikiran sebagai berikut, kecuali … A. Pendirian Penilaian Proses dan Hasil

B. Prinsip Penilaian Implikasi Sosial Belajar. C. Refleksi Bersama

D. Observasi heterogen kegiatan petatar

10. Penilaian portofolio tetapi boleh dilakukan jika pendekatan dan metode semuanya berbasis portofolio, efektifitas penilaian portofolio terjadi apabila ….

A. Pembelajaran IPA terjadi di dalam inferior

B. Mengilustrasikan pengembangan aspek pemberitahuan, sikap dan keterampilan

B. Menggambarkan kemampaun membaca dan menulis juga berbilang C. Menayangkan keterapilan bakal pengembangan sarana pembelajaran

(14)

F. BALIKAN DAN TINDAK LANJUT

Cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban Pengecekan Formatif 1 yang ada puas adegan belakang bahan sparing mandiri ini. Hitunglah jawaban Kamu yang benar, kemudian gunakan rumus di dasar ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Sparing 1

Rumus :

Tingkat Perebutan =

x 100 %

Kekuatan Tingkat Penguasaan : 90 % – 100 % = Baik Sekali 80 % – 89 % = Baik 70 % – 79 % = Cukup < 69 % = Kurang

Jika beliau mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, maka Anda dapat meneruskan dengan kegiatan Sparing 2.
Bagus !
Akan cuma apabila tingkat pemilikan Anda masah di dasar 80 %, Anda harus mengulang Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belaum Anda kuasai.

(15)

Pola PENILAIAN PORTOPOLIO

A. PENGANTAR

Privat pemanfaatan model penilaian portofolio, guru teradat mengarifi indeks penilaian yang harus dijadikan pedoman internal pelaksanaan penilaiannya. Indikator penilaian adalah ialah atom-unsur buku yang dapat menjelaskan kemampuan siswa sehabis menyelesaikan satu ketengan pendidikan tertentu, banyak sekali indikator yang dapat dijadikan barometer privat penilaiannya antara tidak : pemeriksaan ulang formatif dan sumatif, tugas-tugas terstruktur, catatan perilaku harian, laporan aktivitas diluar sekolah.

Pembahasan kerumahtanggaan Kegiatan Belajar 2 ini bertambah kepada bagaimana Anda bisa mengetahui dan memahami formulasi kegiataan yang dijadikan barometer penilaiannya.

B. Jabaran MATERI

Zarah-anasir pokok nan dapat dijadikan penilaian pada pola portofolio adalah berupa formulasi kegiatan nan dijadikan kriteria internal penilaian dengan portofolio (indeks penilaian)

Melampaui indikator peilaian tersebu guru boleh menyerahkan penali setakat sejauh mana murid telah belaja dan berapa kredit nan diperolehnya.

1.
Konfirmasi Formatif dan Sumatif

Ponten formatif dan angka sumatif privat penilaian portofolio harus dicatat juga masing-masing siswa harus mencantumkan kapan tes itu dilaksanakan, pokok bahasan segala apa dan berapa nilainya.

Taris penilaian atau berkas jawaban setelah diperiksa dan diberi skor dikembalikan kepada siswa untuk lebih jauh didokumentasikan pada portofolionya masing-masing.

KEGIATAN

BELAJAR 2

(16)

Penulisan nilai tes pada portofolio dilakukan maka itu masing-masing siswa koteng selepas itu dicek dan diberi tekenan maka dari itu guru.

Bentuk format untuk mendokumentasikan angka pengecekan, lain terlalu mengikat boleh dikembangkan lagi oleh temperatur sesuai dengan kebutuhannya. Perhatikan contoh format di bawah ini :

Format HASIL TES SUMATIF DAN FORMATF

2.
Tugas-tugas Terstruktur

Setiap tugas yang dikerjakan siswa untuk mendalami atau memperluas pemilikan materi cak bimbingan disebut tugas koheren kadang disebut juga sebagai PR. Tugas tersebut diberikan setiap suatu satuan latihan. Bentuknya berupa tanya-soal cak bimbingan nan terdapat puas LKS, memformulasikan referat, melakukan pengamatan alun-alun, wawancara dll. Cara mengerjakannya dapat individual atau kerumunan.

Untuk keperluan penilaian berbasis portofolio tugas-tugas tersebut setelah diperiksa makanya guru,nilainya dicatat dan balut tugas-tugas tersebut dilampirkan puas portofolio sendirisendiri murid. Apabila tugas itu terjamah secara

JENIS

Tes No TGL Pusat BAHASAN Nilai

PARAF

GURU KET

Formatif (A)

1 2 3 Dst JUMLAH RATA-RATA Sumatif

(B)

JUMLAH (A) dan (B) Lazimnya (A) dan (B)

(17)

kelompok masing-masing peserta memperoleh copyannya untuk disimpan pada portofolionya.

Mandu menusliskan tugas terstruktur pada portofolio per siswa, ditulis maka dari itu siswa seorang saja setelah dicek makanya guru dan diparaf. Rajah formatnya sebagai berikut :

Matra TUGAS Teratur

NO

JENIS TUGAS

ASPEK PENILAIAN

NILAI

Tekenan

Temperatur KET Pemahaman :

Seberapa baik tingkat pemahaman pelajar terhadap tugas nan dikerjakan Argumentasi :

Seberapa baik alasan yang diberikn siswa dalam menjelaskan persoalan-persoalan dalam tugas yang dikejakan

Kejelasan:

 Tersusun dengan baik

 Tercantum dengan baik

 Mudah dipahami Informsi :

 Akurat

 Memadai

 Terdepan

(18)

3.
Catatan Perilaku Kronik

Perilaku harian murid yaitu perilaku substansial atau negative yang puas detik tertentu unjuk. Beberapa perilaku positif : bersifat toleran, disiplin, tanggung jawab, kesetiakawanan, saling khidmat menghormati, sopan santun, kredibel, suka bergotong royong dan sebagainya. Perilaku negative : menyontek, mengotori ruang kelas, berperilaku tidak sopan, beperilaku tidak senonoh, bekelahi, mencuri, merokok di Madrasah.

Semuanya wajib dicatat, mengapa ? tujuannya kerjakan memperoleh bukti termaktub kerjakan dilakukan refleksi mudahmudahan bercermin sreg kejadian nan telah lewat dan tidak mengulang dimasa depan lagi agar memperbaiki kinerjanya.

Coretan perilaku permulaan dilakukan oleh guru, pada anak kunci anekdot dan tertulis nama siswa dengan jelas, perilaku yang muncul (positif alias negative) dan butir-butir tempat kejadian beserta waktunya (hari,tanggal dan jam) Berikut arketipe format catatan anekdot yang dapat dipergunakan

Matra Goresan ANEKDOT

No PERILAKU Yang Muncul Tera Peserta TEMPAT WAKTU 1

2 3 Dst

Secara berkala, setiap satu pekan tiga bisa jadi perilaku siswa tersebut dicatat makanya guru pada portofolio masing-masing, tujuannya agar mereka menyadarinya dan berbuat refleksi. Dimensi yang boleh diprgunakan adalah sebagai berikut

(19)

FORMAT Garitan PERILAKU Buku harian

NO PERILAKU Yang MUNCUL

PENILAIAN Paraf Guru

TEMPAT DAN WAKTU Nyata Negatif

1 2 3 Dst

4.
Amanat Aktifitas di Luar Madrasah

Merupakan pencatatan kegiatan yang dilakukan diluar kelas bahkan di asing sekolahpun bisa tetap belajar. Oleh karena itu, publik dan lingkungan sekitar sebaiknya dijadikan laboratorium untuk berlatih.

FORMAT AKTIFITAS DI Asing MADRASAH

NO

JENIS TUGAS

ASPEK PENILAIAN

NILAI

Paraf

GURU KET Denotasi :

Seberapa besar tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut bagi mata pelajaran

Ketekunan :

Seberapa intensif aktivitas tersebut dilakukan Frekuensi :

Seberapa sering aktivitas tersebut dilakukan

(20)

C. LATIHAN

Jawablah pertanyaan berikut ini :

1. Segala yang dijadikan pedoman model penilaian potofolio ? 2. Apa yang dimaksud dengan penunjuk penilaian ?

Rambu-pancang jawan

1. Privat penggunaan teoretis penilaian portofolio, guru perlu mengetahui indikator penilaian nan harus dijadikan pedoman kerumahtanggaan pelaksanaan penilaiannya.

2. Indikator penilaian adalah ialah unsur-unsur pokok yang bisa menjelaskan kemampuan pesuluh setelah memintasi suatu satuan pendidikan tertentu, banyak sekali indikator yang dapat dijadikan standar dalam penilaiannya antara lain : tes formatif dan sumatif, tugas-tugas teratur, catatan perilaku harian, laporan aktivitas diluar sekolah.

D. RANGKUMAN

Indikator penilaian adalah unsur-unsur pokok nan bisa menguraikan kemampuan murid tuntun serta mengamankan satu rincih penididikan.

Indikator penilaian yang bisa dipetimbangkan intern portofolio adalah ; tes formatif dan sumatif, tugas-tugas terstruktur, catatan perilaku harian, dan publikasi aktivitas luar Madrasah.

E. Pengecekan FORMATIF (2)

Petunjuk : Pilihlah salah suatu jawaban yang paling moralistis dan tepat ! 1. Nan menjadi pedoman kerumahtanggaan model penilaian portofolio adalah….

A. Rancangan kegiatan guru dan siswa B. Indikator penilaian portofolio

C. Hasil kegiatan praktikum pesuluh D. Identifikasi kebutuhan peserta

(21)

2. Teladan penilaian portofolio…

A. Merepleksikan pengalaman belajar murid B. Menggambarkan kinerja guru madrasah C. Meningkatkan kelincahan guru

D. Mempertimbangkan camar duka belajar siswa dan menggambarkan prestasi guru

3. Yang harus ditulis oleh oleh peserta dalam format pemeriksaan ulang sumatif dan formatif yaitu :

A. Nilai yang diperoleh petatar berbunga setiap trik bahasan B. Nilai tertinggi yang gabungan dicapai oleh siswA

C. Waktu pelaksanaan validasi kancing bahasan dan nilai D. Sentral bahasan yang dianggap paling berat

4. Akurat, memadai dan berharga yakni aspek berarti pada tugas teratur berupa…

A. Pemahaman B. Argumentasi C. Penjelasan D. Embaran

5. Penilaian nan dilakukan secara sembarangan berlawanan dengan prinsip : A, Penilaian proses dan hasil

B, Penilalain berkala dan sinambung C. Penilaian nan adil

D. Penilaian berimplikasi sosial belajar

6. Indikator penilaian dalam portofolio yaitu …..

A. Menjelaskan kemampuan siswa setelah membereskan satu satuan pendidikan tertentu.

(22)

C. Yaitu pencatatan kegiatan di asing sekolah D. Memperoleh bukti tertulis bagi dilakukan refleksi

7. Setiap tugas yang dikerjakan siswa lakukan mendalami maupun memperluas pencaplokan materi latihan adalah……

A. Disebut tugas teratur

B. kadang disebut juga sebagai tugas jurnal

C. Tugas menjelang akhir semester

D. Tugas harian yang dilaporkan siswa

8. Beberapa aspek perilaku berwujud yang dinilai internal portofolio ialah perumpamaan berikut, kecuali……

A. Bersifat toleran B. Disiplin, C. Tidak toleran D. Tanggung jawab

9. Aspek yang dinilai kasatmata signifikan dalam kegiatan di luar kelas idikatornya adalah …

A. Seberapa lautan tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut untuk indra penglihatan pelajaran B. Seberapa intensif aktivitas tersebut dilakukan

C. Seberapa intensif aktivitas tersebut dilakukan D. Seberapa segara keterampilan nan dimiliki pelajar

10. Indikator aspek penilaian mengenai seberapa sering aktivitas tersebut dilakukan yakni ………

A. Frekuensi B. Signifikansi C. Intensitas D. Formalitas

(23)

F. BALIKAN DAN TINDAK LANJUT

Cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban Verifikasi Formatif 1 yang suka-suka puas babak belakang bahan membiasakan mandiri ini. Hitunglah jawaban Anda yang bersusila, kemudian gunakan rumus di bawah ini bakal mengetahui tingkat pendudukan Beliau terhadap materi Kegiatan Sparing 1

Rumus :

Tingkat Pemilikan = x 100 %

Guna Tingkat Perebutan : 90 % – 100 % = Baik Sekali 80 % – 89 % = Baik 70 % – 79 % = Pas < 69 % = Cacat

Kalau beliau menyentuh tingkat penguasaan 80 % ke atas, maka Dia dapat meneruskan dengan kegiatan Belajar 3
Bagus !
Akan tetapi apabila tingkat perebutan Ia masah di bawah 80 %, Kamu harus mengulang Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belaum Engkau kuasai.

(24)

PENGORGANISASIAN PORTOFOLIO

A. PENGANTAR

Pada kamil penialaian berbasis potofolio bisa dilaksanakan dengan baik kapan temperatur secara konprehensif mengamalkan penilaian melalui sebuah pengorganisasian model penilaian portofolio yang terstruktur dan mengacu kepada tahapan pengerahan penilaian pembelajaran secara utuh.

Pengorganisasian model penilaian berbasis portofolio adalah kegiatan mensiasati proses penilaian penataran dengan perancangan terhadap molekul-unsur instrumental melalui upaya global. Kronologis pengorganisasian penilaian penelaahan itu mencakup catur strata kegiatan : (a) perencanaan; (b) pelaksanaan; (c) penyimpanan; dan (d) pemakaian.

Untuk lebih jelasnya Beliau perhatikan uraian materi berikut ini :

B. URAIAN MATERI

Tahapan aktivasi penilaian portofolio yang dilakukan dalam proses pengajian pengkajian dimulai dengan tahapan :

1. Perencanaan

Pembuatan perencanaan plong penilaian portofolio terdiri atas perencanaan persatan musim dan perencanaan persatuan bahan pelihara. Perecanaan peersatuan waktu terdri atas programa penilaian mingguan, bulanan (empat wulan) atau heksa- bulanan (semester). Sedangkan perencnaan persatuan bahan bimbing terdiri atas penilaian persatu satuan tutorial dan kebulatan bahan didik.

Penilaian mingguan, terdiri atas rekap perilaku harian berdasarkan catatan anekdot dan rekap tugas-tugas teratur. Penilaian bulanan yaitu rekap informasi aktivitas di luar sekolah yang menunjang kegiatan berlatih. Penilaian caturwulan atau

KEGIATAN

BELAJAR 3

(25)

enam bulanan (semester) meliputi keseluruhan penilaian hasil (testimoni) alias proses (tugas integral, catatan anekdot, manifesto aktiftas di asing Madrasah).

Pada penilaian persatu ketengan pelajaran, terdiri atas penilaian formatif, bermaksud kerjakan menialai aneksasi materi pelajaran sesudah siswa selesai mempelajari pokok bahasan tertentu dan penilaian tugas terstruktur kerjakan mendalami dan memperluas penguasaan materi resep bahasan yang bersangkutan. Penilaian satu kebulatan bahan jaga yaitu penilaian penguasaan keseluruhan bahan ajar dalam satu rincih waktu tertentu (catur bulan maupun semseter) dengan verifikasi sumatif. Penilaian persatuan hari maupun penilaian persatuan bahan dituangkan privat dimensi dokumentasi penilaian sebagai berikut :

FORMAT Pengarsipan PENILAIAN Pemeriksaan ulang FORMATIF DAN SUMATIF

Diversifikasi

Verifikasi No TGL Siasat BAHASAN NILAI

PARAF

GURU KET Formatif

(A)

1 2 3 4 5 6 dst

Total Kebanyakan Kuantitas A dan B Sumatif

(B)

(26)

FORMAT Pengarsipan PENILAIAN TUGAS Terkonsolidasi

No Macam Konfirmasi ASPEK PENILAIAN NILAI

PARAF

Hawa KET 1 Pemahaman :

Seberapa baik tingkat pemahaman murid terhadap tuga yang diolah

Argumentasi :

Seberapa baik alasan yang diberikan siswa dalam mengklarifikasi persoalan-persoalan dalam tugas yang diselesaikan

Kejelasan :

 Tersusun dengan baik

 Tertulis dengan baik

 Mudah dipahami Publikasi :

 Akurat

 Memadai

 Terdahulu

2 Pemahaman

Argumentasi

Kejelasan

Pesiaran

dst Kuantitas

(27)

2. Pelaksanaan

Dalam tahapan pelaksanaan terdiri atas langkah-langkah penilaian nan dilakukan oleh guru, baik menilai proses alias menilai hasil berlatih siswa, dimulai dari pengamatan, pencatatan, penganalisisan, dan penarikan inferensi.

Pengamatan dilakukan terhadap hasil tes perilaku siswa sehari-hari, tugas-tugas yang mereka kerjakan dan aktivitas nan dilakukan di luar Madrasah. Hasil pengamatan tersebut kemudian dicatat. Apakah nan dicatat internal portofolio itu ? baiklah, perhatikan berikut ini :

1) Hasil tes baik formatif atau sumatif 2) Tugas terstruktur

3) Perilaku siswa sehari-hari

4) Aktivitas pesuluh di luar Madrasah

Secara ajek master harus memeriksa catatan dalam portofolio tersebut, kemudian diberi nilai dan komentar seperlunya kerjakan keperluan tindak lanjut
(follow up).
Radu mengerjakan itu mentah kemudian master memberikan konklusi tentang nilai akhir masing-masing siswa berdasarkan semua indikator yang sudah lalu disediakan.

3. Penyimpanan

Hasil dari semua gubahan atau pengarsipan penilaian pesuluh disimpan n domestik sebuah map. Prinsip penyimpanannya harus dipisahkan ke dalam panca katagori, adalah : (1) berisi format hasil tes formatif dan sumatif; (2) berisi format penilaian tugas terstruktur; (3) berisi format penilaian perilaku harian; (4) pintar dimensi penilaian aktivitas di asing madrasah; dan (5) pintar lampiran-lampiran untuk berkas jawaban pembuktian formatif dan sumatif, tugas terstruktur, dan aktivitas di asing madrasah yang melanggar kegiatan belajar murid. Sementara untuk lampiran perilaku surat kabar petatar disimpan oleh hawa lega format catatan anekdot, tak disimpan di map portofolio siswa, mengapa ? sebab sama dengan catatan potofolio pada petatar.

(28)

4. Penggunaan

Portofolio internal penggunaannya dapat dimanfaatkan makanya berbagai ragam pihak yang terkait dengan kepentingan keberlangsungan belajar siswa di madrasah, misalnya guru,siswanya seorang dan juga orang lanjut usia andai upaya refleksi dan meluluk perkembangan belajar siswa.

Peran suhu secara berkala dan membenang mengunakan portofolio sebagai upaya dalam buram : (a) mengerjakan pengecekan indikator-indikator perkembangan belajar siswa; (b) memantau perkembangan kemampuan belajar siswa, baik nyata proses ataupun hasil belajar mereka.

Semua map yang berilmu penialain portofolio perkembangan sparing murid disimpan pada tempat yang sepan dan khusus disediakan oleh master di kelas, untuk menggampangkan pengecekan dibagian luar map masing-masing portofolio siswa diberi identitas secara lengkap.

Transendental :

PORTOFOLIO

M ATA Les : IPA (SAINS)

SEM ESTER I

NAM A : M OH. IRFAN H

KELAS V

M ADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI V

B A N D U Lengkung langit G

(29)

Dalam pelaksananan penilaian portofolio di madrasah kemungkinan ditemukan kelemahan dan logo andai paradigma mentah intern proses penyelenggaraan penilaian peserta. Segala saja keunggulan dan kelemahan penilaian portofolio itu ? Anda perhatikan uarain berikut ini :

1. Keunggulan Portofolio

1.
Perubahan Paradigma Penilaian

Perubahan ketatanegaraan privat penilaian dapat dianggap andai perubahan konseptual dalam penilaian yang selama ini belalah dilakukan maka itu guru di madrasah. Privat penilaian portofolio sudah lalu merubah garis haluan penilaian dari sekedar membandingkan kedudukan kemampuan peserta berdasarkan grade, persentil, atau skor tes kepada penilaian berdasarkan peluasan kemampuan siswa menerobos umpan miring dan efleksi diri. Makanya karena itu, penilaian portofolio lebih memfokuskan kepada proses perubahan kemampuan setiap diri siswa.

2.
Akuntabilitas

Guru madrasah boleh dianggap sebagai akuntabilitas terhadap peran dirinya umpama pendidik yang bertanggunga jawab terhadap siswa, orang tua, madrasah dan awam. Oleh karena itu, penialaian portofolio dapat dilaksanakan sebagai wujud penilaian yang bertanggung jawab terhadap kemampuan yang telah dicapai maka dari itu setiap siswa di madrasah. Cak kenapa demikian ? sebab semua proses penilaian menyangkut obyek penilaian, hasil kerja siswa dan manuskrip penilaian pelajar semuanya menyertakan dan peran aktif pesuluh di kelas.

(30)

3.
Pesuluh asuh sebagai anak adam dan peran aktif siswa didik

Privat penialain portofolio memungkinkan guru bagi melihat pelajar madrasah bak individu yang per mempunyai karakteristik dan keunikan yang sangat bermacam ragam, baik yang berkaitan dengan kebutuhannya ataupun manfaat dirinya. Sehingga ciri khas ini, merupakan keunggulan dari penilaian portofolio dimana proses penilaian dipandang dahulu pleksibel dan lebih menekankan kepada intensi setiap individual siswa.

4.
Keterlibatan orang tua dan masyarakat

Penialain portofolio dapat digunakan sebagai media komunikasi antara kekerabatan madrasah dengan berbagai pihak terkait, misalnya orang wreda, komite sekolah dan masyarakat, semuanya secara terbuka bisa meluluk pencapain kemamampuan siswa madrasah sehubungan dengan bulan-bulanan dan optimalisasi pelaksanaan kurikulum di madrasah. Enggak hanya hingga kepada mengintai perolehan kredit-angka verifikasi yang selama ini masin lidah maka itu setiap siswanya.

5.
Penilaian diri

Melalui penilaian portofolio lampau memungkinkan semua siswa bisa mengerjakan penilalain terhadap dirinya sendiri
(self evaluation),
melakukan refleksi dan punya pemikiran yang kritis
(critical thinking).

6.
Penilalain yang pleksibel

Dengan benyaknya indikator pencapaian hasil sparing yang akan dimiliki oleh petatar madrasah, memungkinkan pengukuran semua aspek penilaian siswa menjadi bertambah pleksibel.

(31)

Melintasi penilaian portofolio memungkikan guru dan seluruh siswa secara sedarun bertanggung jawab kerjakan merancang proses pengajian pengkajian dan melakasanakan evaluasi kemajuan membiasakan pelajar sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan kesulitan yang dimiliki siswa.

8.
Keseimbangan

Penialaian yang dipandang abstrak buat papan bawah yang heterogen salah satunya yaitu penilalain portofolio, cak kenapa demikian ? melalui penilaian portofolio kondisinya sangat terbuka bakal temperatur untuk menggambarkan faedah dan kekurangna pelajar dan sekaligus membantu kronologi mereka. Buat siswa yang n kepunyaan kemampuan dapat dengan mudah menunjukkan kemampuan mereka, padahal untuk peserta yang rendah dapat ditolong untuk meningkatkan kemampuannya dengan menunjukkan kelemahan mereka selekasnya bisa jadi. Prinsip keadilan nampak intern penilaian portofolio, semua petatar tanpa kecuala terpantau kemajunanya dan diupayakan kerjakan dapat memperbaikinya secara intensif dan berkelanjutan.

2. Kelemahan Portofolio

a.
Waktu ekstra

Permintaan waktu dan kerja ekstra dalam penilaiaan portofolio oleh guru dibanding dengan penialaian lainnya menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar pun. Namum penailai portofolio akan sangat dihargai dan dikenang setiap siswa, sebab melampaui penilaian portofolio siswa dapat meningkatkan motivasi, kooperasi aktif dalam proses pengajian pengkajian yang diikutinya, dan mampu meningkatkan kemampuan mereka baik secara kognitif, afektif ataupun psikomotornya.

(32)

b.
Reliabilitas

Reliabilitas penilaian portofolio dibanding dengan penilaian tak dipandang masih abnormal, hal ini disebabkan penilaian dilakukan makanya peserta atau pelajar dari kerubungan lainnya.

c.
Skeptisme

Cak semau kognisi yang sebatas ketika ini publik (orang tua) keberhasilna sparing siswaya ditentukan oleh ponten hasil tes akhir (test scores) dan kejadian lainnya yang bertambah bersifat kwantitatif. Tentatif intern penilaian portofolio angka bagaikan hasil penilaian tebak dihindari ataupun bukan semua penilaian menggunakan poin. Oleh karena itu, khalayak berida menjadi skeptis dan lebih percaya kepada tes dari pada penilaian portofolio. Siswa sendiri masih kurang boleh mengakui ketika penialain enggak pula menggunakan poin. Dengan demikian dalm penilaian portofolio memperalat kriteria penilaian yang bervariatif antara menggunakan angka dengan tidk menggunakan poin.

d.
Hal yang baru

Dalam dunia pendidikan kita penialaian portofolio dianggap sesuatu yang baru, oleh karena itu, prospek masih banyak guru nan belum mengenal penialaian portofolio dalam memberikan penilaian kepada para siswanya.

e.
Kriteria peilaian dan analitis

Satu kelemahan pada penilaian portofolio adalah enggak tersedianya kriteri penilalai, oleh karena itu, ketika guru akan melakukan penilaian terlebih dahulu harus menentukan standar penilaian. Ini ialah kegiatan ekstra dan kadang menjadi bahara bagi guru, karena dipandang kurang independen bikin murid, penilaian portofolio menjadi agak selit belit dilakukan karena penilaian angka dalam portofolio kira dihindari.

(33)

f.
Penerapan di madrasah

Detik madrasah masih mempergunakan penilaian siswa menerobos biji tes, peringkat dan lebih cerbak menggunakan konfirmasi yang sudah absah sebagaimana ulangan awam dan ujuan akhir nasional, penilaian portofolio menjadi duga sulit diterapkan di madrasah itu.

g.
Format penilaian yang komplet dan rinci

Banyaknya format yang harus diisi secara rinci menyebabkan siswa menjadi kaku dan tekor kreatif.

h.
Tempat penyimpanan

Dokumentasi hasil penilaian memerlukan tempat penyimpanan yang memadai sampai-sampai dengan jumlah siswa yang cukup banyak, ini wajib perhatian dari pikah madrasah buat memenyediakannya.

C. Tuntunan

Cak bagi memperoleh pemahaman yang kian baik coba anda kerjakan dengan baik tugas berikut ini :

Buatlah perhubungan MAP PORTOFOLIO untuk indra penglihatan pelajaran IPA di inferior VI Madrasah Ibtidaiyah dengan mengambil contoh dan petunjuk pengerjaan penilaian portofolio pada
Kegiatan Belajar 3
nan telah kamu pelajari.

Petunjuk Jawaban Cak bimbingan

Susunan Map Portofolio harus memuat : (I) Dokumentasi penilaian Formatif dan Sumatif; (2) Dokumentasi penilaian tugas teratur; (3) Dokumentasi penilaian perilaku harian pesuluh; (4) Pengarsipan laporan aktivitas di luar madrasah.

(34)

D. Ikhtisar

Pengorganisasian model penilaian berbasis portofolio adalah kegiatan mensiasati proses penilaian pembelajaran dengan perancangan terhadap molekul-unsur instrumental melalui upaya menyeluruh.

Kronologis pengorganisasian penilaian pengajian pengkajian itu mencakup empat tingkatan kegiatan : (a) perencanaan; (b) pelaksanaan; (c) penyimpanan; dan (d) penggunaan.

Label penilaian portofolio adalah :

a. Ialah transisi transendental penilaian b. Akuntabilitas

c. Peserta tuntun sebagai cucu adam dan peran aktif murid asuh d. Identifikasi

e. Keterlibatan orang tua dan masyarakat f. Penilalaian diri

g. Penilalaian yang pleksibel h. Tanggung jawab bersama i. Keadilan

Kelemahan penilian portofolio :

a. Membutuhkan waktu ekstra b. Kurang reliabel

c. Sebagian orang bersikap skeptis terhadap penilaian portofolio d. Merupakan sesuatu yang baru

e. Meiliki kelemahan dalam standar penilaian f. Sulit cak bagi diterapkan

(35)

g. Format penilalain yang komplet dan rinci

h. Memerlukan tempat penyimpanan yang memadai

E. TES FORMATIF (3)

Petunjuk : Pilihlah salah satu jawaban yang paling ter-hormat dan tepat !

1. Nan tidak termasuk kepada indikator penilaian portofolio adalah … A. Verifikasi formatif dan sumatif

B. Tugas-tugas koheren

C. Penilaian perilaku harian peserta D. Warta kegiatan praktikum

2. Gosokan pengerahan terbit model penilaian berbasis portofolio merupakan… A. Cara dasar, landasan pemikiran, indikator penilaian

B. Prinsip dasar, prencanaan, pengumpulan, penilaian C. Penggunaan, perencanaan, pelaksanaan, penyimpulan D. Perencanaan, pelaksanaan, penyimpanan, penggunaan

3. Yang bisa memanfaatkan portofolio adalah … A. Guru dan pelajar

B. Guru saja

C. Temperatur, siswa dan manusia tua renta

D. Temperatur, siswa insan lanjut umur dan mahajana

4. Yang tercantum kepada pernyataan yang keseleo berpokok pernyataan berikut ini adalah …

(36)

secara tradisional

B. Penilaian portofolio menyajikan pengertian yang lebih bermakna tentang persilihan perilaku siswa saja.

C. Penilaian portofolio bertambah mudah dilakukan dibanding dengan penilaian yang sudah absah dengan menggunakan skor verifikasi dan peringkat

D. Format penilaian portofolio disajikan dengan beorintasi kepada pengembangan kemampuan peserta melewati umpan balik dan refleksi.

5. Penyelidikan penilaian pada portofolio mendekati kepada… A. penilaian proses sepanjang berlatih

B. Penilaian hasil kegiatan pendedahan

C. Penilaian proses perubahan kemampuan peserta D. Penilaian hasil perubahan kemampuan siswa

6. Peran hawa secara berkala dan berkelanjutan mengunakan portofolio bagaikan upaya dalam tulang beragangan berikut ini, kecuali…

A. Melakukan pengecekan penanda-indikator perkembangan membiasakan murid B. Memantau kronologi kemampuan proses belajar siswa

C. Memantau perkembangan keterampila pelajar

D. Memantau perkembangan kemampuan hasil belaja peserta.

7. Seberapa baik alasan nan diberikan siswa dalam menjelaskan permasalahan-persoalan dalam tugas nan dikerjakan, termasuk kepada aspek penilaian berupa …

A. Pemahaman B. Argumentasi C. Kejelasan. D. Siaran

(37)

8. Ketika siswa mengerjakan tugas yang diberikan dalam peniaian portofolio tersusun secara baik, tercatat dengan baik, dan mudah dipahami, ini termasuk kepada aspek penilaian substansial…

A. Kesadaran B. Argumentasi C. Kejelasan. D. Informasi

9. Secara berkala guru harus memeriksa catatan privat portofolio tersebut, kemudian diberi ponten dan komentar seperlunya, keadaan ini dilakukan guru tujuannya adalah…

A. Untuk keperluan tindak lanjut
(follow up).

B. Kerjakan memberikan informasi hasil nan diperoleh siswa

C. Menambah kepadaan aspek nan akan dinilai temperatur

D. Mengurangi tingkat kesalahan yang dilakukan maka itu siswa

10. Kegiatan percobaan IPA di madrasah, siswa diberi LKS yang memuat langkah-langkah pecobaan dan pernyataan-pernyataan. LKS merupakan parameter penilaian aktual…

A. Tes Sumatif

B. Pemeriksaan ulang Formatif

C. Tugas terstruktur

(38)

F. BALIKAN DAN TINDAK LANJUT

Cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban Pengecekan Formatif 1 yang ada pada bagian belakang bahan belajar mandiri ini. Hitunglah jawaban Dia yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat pencaplokan Engkau terhadap materi Kegiatan Belajar 1

Rumus :

Tingkat Penguasaan = x 100 %

Kemustajaban Tingkat Penguasaan : 90 % – 100 % = Baik Sekali 80 % – 89 % = Baik 70 % – 79 % = Cukup < 69 % = Terbatas

Takdirnya anda sampai ke tingkat penguasaan 80 % ke atas, maka Anda telah selesai menyelesaikan kegitan belajar 3.
Bagus !
Akan hanya apabila tingkat penguasaan Beliau masah di bawah 80 %, Anda harus mengulang Kegiatan Sparing 3, terutama adegan yang belaum Anda kuasai.

(39)

GLOSARIUM

Autehentic assessment
: yaitu satu assesmen hasil belajar yang menuntut murid dapat menunjukkan hasil membiasakan berupa kemampuan dalam roh di duaja riil, bukan sesuatu yang dibuat-bikin atau cuma diperoleh di dalam kelas, belaka tidak dikenal didalam manjapada nyata roh sehari-masa. Makanya karena itu, dalam
authentic assesment
kembali mempergunakan bentuk asesmen lainnya missal
portofolio assesment
dan
performance

assesment

Portofolio
: adalah kegiatan mensiasati proses penilaian pembelajaran dengan perancangan terhadap unsur-unsur instrumental melalui upaya global. Merupakan satu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara ajek, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan kelincahan siswa yang dari catatan dan pengarsipan pengalaman belajarnya.

(40)

KUNCI JAWABAN Tes Formatif 1

1. A

2. B 3. B 4. C 5. A 6. A 7. D 8. B 9. D 10 B

Tes Formatif 2

1. B 2. D 3. C 4. B 5. D 6. A 7. A 8. C 9, A 10. A

Tes Formatif 3 1. D 2. D 3. D 4. B 5. C 6. C 7. B 8. C 9. A 10. C

(41)

Daftar bacaan

Dasim, B (2002)
Contoh Penerimaan, dan Penilaian Portofolio,
Bandung : PT. Grasindo

Paulson,F.Leon dkk (1991)
Assesment of Student Achievment Sixth Edition.

Boston : Allyn and Bacon

Somatowa,U. (2006)
Bagaimana membelajarkan IPA di Sekolah Dasar, Jakarta : Depdiknas, DIKTI, Direktorat Ketenagaan.

Stiggins, R.J (1994)
Student
Centered Classroom Assesment, New York : Maxwell Mac millan Antarbangsa

(1)

secara tradisional

B. Penilaian portofolio menyajikan pengertian yang lebih bermakna adapun persilihan perilaku murid hanya.

C. Penilaian portofolio lebih mudah dilakukan dibanding dengan penilaian yang sudah lazim dengan menggunakan kredit tes dan peringkat

D. Format penilaian portofolio disajikan dengan beorintasi kepada ekspansi kemampuan pesuluh melalui umpan balik dan refleksi.

5. Riset penilaian pada portofolio berorientasi kepada… A. penilaian proses selama sparing

B. Penilaian hasil kegiatan penelaahan

C. Penilaian proses perubahan kemampuan siswa D. Penilaian hasil perubahan kemampuan petatar

6. Peran suhu secara berkala dan berkelanjutan mengunakan portofolio sebagai upaya dalam kerangka berikut ini, kecuali…

A. Melakukan pengecekan indikator-indikator urut-urutan sparing siswa B. Memantau kronologi kemampuan proses membiasakan murid

C. Memantau urut-urutan keterampila siswa

D. Memantau urut-urutan kemampuan hasil belaja siswa.

7. Seberapa baik alasan yang diberikan siswa dalam menguraikan permasalahan-persoalan intern tugas yang tergarap, termasuk kepada aspek penilaian berupa …

A. Kognisi B. Argumentasi C. Kejelasan. D. Informasi

(2)

8. Detik peserta mengerjakan tugas yang diberikan dalam peniaian portofolio tersusun secara baik, termuat dengan baik, dan mudah dipahami, ini termasuk kepada aspek penilaian berupa…

A. Pemahaman B. Argumentasi C. Kejelasan. D. Informasi

9. Secara ajek temperatur harus memeriksa garitan dalam portofolio tersebut, kemudian diberi kredit dan komentar seperlunya, kejadian ini dilakukan guru tujuannya adalah… A. Untuk keperluan tindak lanjut (follow up).

B. Untuk menyerahkan keterangan hasil nan diperoleh siswa C. Menambah kelengkapan aspek yang akan dinilai master D. Mengurangi tingkat kesalahan nan dilakukan oleh siswa

10. Kegiatan percobaan IPA di madrasah, siswa diberi LKS yang memuat ancang-langkah pecobaan dan pernyataan-pernyataan. LKS merupakan indikator penilaian berupa…

A. Validasi Sumatif B. Tes Formatif C. Tugas terstruktur

(3)

F. BALIKAN DAN TINDAK Lanjut

Cocokkan hasil jawaban Anda dengan daya jawaban Tes Formatif 1 nan ada puas bagian belakang bahan berlatih mandiri ini. Hitunglah jawaban Anda yang bermartabat, kemudian gunakan rumus di radiks ini bakal mengetahui tingkat pemilikan Beliau terhadap materi Kegiatan Belajar 1

Rumus :

Tingkat Penyerobotan = x 100 %

Arti Tingkat Penguasaan : 90 % – 100 % = Baik Sekali 80 % – 89 % = Baik 70 % – 79 % = Layak < 69 % = Kurang

Kalau anda mencapai tingkat penaklukan 80 % ke atas, maka Engkau sudah lalu radu menuntaskan kegitan berlatih 3.
Bagus !
Akan sekadar apabila tingkat perebutan Kamu masah di asal 80 %, Anda harus mengulang Kegiatan Berlatih 3, terutama babak yang belaum Engkau kuasai.

(4)

GLOSARIUM

Autehentic assessment
: adalah satu assesmen hasil belajar yang memaksudkan siswa

dapat menunjukkan hasil berlatih konkret kemampuan dalam spirit di alam nyata, bukan sesuatu yang dibuat-bikin atau sahaja diperoleh di dalam kelas, tetapi bukan dikenal didalam dunia nyata kehidupan sehari-masa. Oleh karena itu, dalam
authentic assesment kembali mempergunakan bentuk asesmen

lainnya missal
portofolio assesment dan

performance

assesment

Portofolio
: yaitu kegiatan mensiasati proses penilaian pembelajaran dengan

perancangan terhadap unsur-atom instrumental melalui upaya mondial. Merupakan suatu operasi bagi memperoleh berbagai deklarasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan wawasan wara-wara, sikap, dan keterampilan siswa yang bersumber catatan dan pengarsipan pengalaman belajarnya.

(5)

Kancing JAWABAN Tes Formatif 1

1. A

2. B 3. B 4. C 5. A 6. A 7. D 8. B 9. D 10 B

Tes Formatif 2 1. B 2. D 3. C 4. B 5. D 6. A 7. A 8. C 9, A 10. A

Verifikasi Formatif 3 1. D 2. D 3. D 4. B 5. C 6. C 7. B 8. C 9. A 10. C

(6)

DAFTAR Bacaan

Dasim, B (2002)
Model Pembelajaran, dan Penilaian Portofolio, Bandung :

PT. Grasindo

Paulson,F.Leon dkk (1991)
Assesment of Student Achievment Sixth Edition.

Boston : Allyn and Bacon

Somatowa,U. (2006) Bagaimana membelajarkan IPA di Sekolah Bawah, Jakarta : Depdiknas, DIKTI, Direktorat Ketenagaan.

Stiggins, R.J (1994)
Student

Centered Classroom Assesment, New York :

Maxwell Mac millan Internasional

Source: https://text-id.123dok.com/document/wq27wery-modul-9-pembelajaran-ipa-repaired.html

Posted by: likeaudience.com