Niat Shalat Witir 3 Rakaat 2 Salam

tirto.id – Shalat Witir merupakan ibadah sunah yang dilaksanakan sebagai penutup pecah salat sunah lainnya, seperti salat tahajud, salat sempelah (saat Ramadhan atau hari stereotip), dan salat tarawih (di Ramadan). Pelaksanaan sholat Witir dimulai pada malam periode seusai salat isya hingga menjelang perian subuh.

Waktu pelaksanaan sholat witir tersebut merujuk riuk satu hadist yang menarikhkan, Aisyah RA perpautan mengatakan: “Dari setiap lilin batik, Utusan tuhan Muhammad SAW pernah melakukan sholat witir pada permulaan lilin lebah, tengah malam, akhiran malam, dan berpisah sreg waktu subuh,” (Hadist shahih, riwayat Bukhari:941 dan Mukmin: 1230).

Keutamaan Sholat Witir dan

Besaran Rakaatnya

Salat witir tercatat pelecok satu ibadah sunah nan tinggal dipetuakan (sunah
muakkad) kerjakan diamalkan. Ibadah sunah adalah ibadah yang apabila dilakukan akan beruntung pahala.

Sedangkan kalau enggak dilaksanakan tidak apa-segala apa. Tetapi, mereka yang lain melaksanakannya tertulis golongan orang yang adv minim beruntung karena enggak mendapatkan tambahan pahala.

Salat witir mempunyai keutamaan perumpamaan penyempurna salat lilin batik di hari-masa biasa, ataupun juga
qiyamul lail
puas rembulan Ramadhan, serta merupakan salah suatu wasiat Rasulullah SAW.

Sebagaimana dalam hadist Bukhari-Muslim, dari Tepung Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dia bersabda: ‘Kekasihku (Muhammad) SAW berpesan kepadaku tiga perkara, puasa tiga periode setiap rembulan, salat dhuha dua rakaat, dan salat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Mukmin).

Intern pengerjaannya, salat witir termasuk ke dalam salat sunah yang dapat dilaksanakan sendiri (munfarid). Semata-mata, khusus di bulan Ramadhan, salat Witir dapat ditunaikan secara berombongan setelah salat tarawih.

Anjuran ini disampaikan maka itu para ulama Mazhab Syafii dan Hambali serta sebagian ulama Mazhab Maliki. Akan sekadar, untuk mereka yang berencana melakukan salat tahajud di perdua malam puas bulan Ramadhan, dapat tak melaksanakan salat witir berjamaah usai tarawih dan menggantinya dengan salat witir sendiri di penghabisan malam setelah salat tahajud.

Pendapat ini didasari oleh hadist Pater Mukminat, yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang kali di antara kalian yang khawatir tidak bisa ingat di intiha lilin batik, hendaklah sira witir dan baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan tercacak di penutup lilin lebah, sebaiknya dia witir di penutup malam, karena teks di penghabisan lilin batik dihadiri (para malaikat) dan hal itu adalah lebih utama,” (Hadis Shahih Muslim Nomor 1256).

Salat witir harus dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil. Witir dapat ditunaikan dengan paling satu rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat dan maksimal 11 rakaat. Situasi ini sesuai dengan beberapa hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Muslim.

N domestik hadist Abu Daud, Raulullah perantaraan bersabda: “(Salat) Witir itu adalah hak setiap muslim, mana tahu nan lebih uka witir lima rakaat, maka kerjakanlah, dan siapa-siapa yang lebih senang witir suatu rakaat, maka kerjakanlah,” (Hadist shahih, riwayat Debu Daud:1212 dan Al-Nasa’i:1693).

Selain itu, dalam hadist lainnya, diriwayatkan bahwa Aisyah RA berujar: “Rasulullah SAW salat 11 rakaat di antara alat Isya hingga pecah fajar. Dia salam setiap 2 rakaat dan mengerjakan salat witir dengan satu rakaat,” (Hadis shahih, riwayat Muslim: 1216).

Di Indonesia, puas rembulan Ramadhan, salat witir umumnya dilaksanakan secara berkumpulan privat 3 rakaat. Cak semau dua kaidah intern melaksanakan salat witir tiga rakaat.

Cara pertama, salat witir tiga rakaat terjamah dengan dua boleh jadi salam. Kaprikornus, sholat witir 2 rakaat dilaksanakan lampau dan kemudian salam. Lantas, dilanjutkan dengan satu rakaat dan diakhiri salam.

Pendirian kedua, mengamalkan 3 rakaat salat witir yang tersambung sekaligus dengan suatu salam. Pada cara ini, salat witir dilakukan tanpa melakukan
tasyahud
awal.

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat dengan 2 Mungkin Salam

Tata cara sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam secara berjamaah maupun sendirian tidak jauh farik. Perbedaan terdapat pada lafal niatnya dan pula adanya posisi imam serta makmum kerumahtanggaan sholat witir berombongan.

Berikut tata mandu sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam beserta urutan gerakannya:

  • Menitahkan bacaan niat salat witir lakukan 2 rakaat (salam pertama)
  • Mengucapkan takbir momen takbiratul ihram sambil mendaras niat di privat hati
  • Baca Surat Al-Fatihah dan setelah itu mendaras salah satu piagam dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sungkem permulaan
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sungkem kedua
  • Berdiri kembali pada rakaat kedua
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan mengaji riuk satu surat dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud permulaan
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk tasyahud penutup di rakaat kedua
  • Salam pada akhir rakaat kedua
  • Lampau, merembas lagi buat mengerjakan sholat witir suatu rakaat (salam kedua)
  • Diawali membaca karsa sholat witir kerjakan 1 rakaat
  • Mengucapkan takbir detik takbiratul ihram sedarun melafalkan karsa dalam hati
  • Baca Sahifah Al-Fatihah dan lalu membaca salah suatu surat dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sungkem pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sungkem kedua
  • Duduk tasyahud pengunci
  • Dan, salam.


Manajemen Pendirian Shalat Witir 3 Rakaat dengan 1 Mana tahu Salam

Pengerjaan sholat witir 3 rakaat dengan 1 mana tahu salam secara berjamaah atau sendirian sebenarnya juga lain jauh berbeda.

Hal yang membedakan terletak pada lafal niatnya. Selain itu, pada kesanggupan posisi imam serta makmum n domestik sholat witir berombongan.

Terlazim diketahui lagi, sholat witir 3 rakaat dengan 1 mana tahu salam dikerjakan tanpa suka-suka tasyahud semula. Keadaan itu membuat ibadah ini berbeda dari shalat maghrib yang pun dikerjakan dengan 3 rakaat.

Berikut adalah tata cara sholat witir 3 rakaat dengan 1 siapa salam, beserta gosokan gerakannya:

  • Mengucapkan alias melafalkan bacaan kehendak salat witir bikin 3 rakaat
  • Mengucapkan puji-pujian saat takbiratul ihram sambil membaca niat relung hati
  • Baca Surat Al-Fatihah dan lalu mengaji salah satu inskripsi n domestik Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sungkem kedua
  • Bersimbah juga pada rakaat kedua
  • Baca tembusan Inskripsi Al-Fatihah dan lantas membaca keseleo satu dokumen Al-Alquran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Ngeri pun pada rakaat ketiga
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan adv amat mendaras salah suatu arsip Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk tasyahud akhir
  • Kemudian, salam.

Teks Doa Selepas Sholat Witir

Setelah menunaikan salat witir, disunnahkan mendaras tahmid seumpama berikut dengan mengulangi sebanyak tiga boleh jadi:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

Subhaanal malikil quddus

Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Maha Bersih.”

Kemudian dilanjutkan kalimat,

رَبُّ الْمَلآئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Robbul malaa‘ikati warruh

Penting: “Nan Menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril.”

Selain itu, merujuk sreg kunci
Risalah Tuntunan Shalat Lengkap
karya Moh, Rifai (1976: 115-116), sehabis mengerjakan sholat witir juga boleh membaca wirid sebagai berikut:

Allahumma innaa nas-aluka iimaanan daa imaa. Wanas-aluka qalban khaasyi’aa. Wanas-aluka ilman naafi’aa. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqaa. Wanas aluka ‘amalan shaalihaa. Wanas-aluka diinan qayyimaa. Wanas aluka khairan katsiiraa. Wanas alukal afwa wal ‘aafiyata. Wanas-aluka tamaamal aafiyati. Wanas-alukasy syukra alal ‘aafiyati. Wanas alukal ghinaa ‘anin naasi. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa, washiyaamanaa, waqiyaamanaa watakhsysyu’anaa, watadlarru’anaa, wata’abbudanaa, watammim taqshiiranaa, yaa Allah, yaa Allah, yaa Tuhan, yaa Arhamar Raahimiin. Washallallaahu alaa khairi khalqihi Muhammadin wa ‘alaa aalihii washahbihii ajmain. Walhamdu lillaahi rabbil ‘aala-miin.

Artinya:

“Ya Allah ya Halikuljabbar kami, kami memohon kepadaMu (mo­hon diberi) iman yang lestari, dan kami minta kepadaMu lever kami yang khusyu’, dan kami mohon kepadaMu mantra yang bermanfaat, dan kami harap ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami harap (dapat melaksanakan) dedikasi yang shaleh, dan kami mohon tetap dalam agama Islam, dan kami mo­hon diberikan keistimewaan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon kesehatan nan sempurna, dan kami harap bisa mensyukuri atas kebugaran ka­laksa, dan kami harap kecukupan. Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, ruku’ kami, dan khusyu’ kami, dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah barang apa yang kami lakukan selama shalat ya Almalik, ya Allah, ya Allah, Dzat nan Maha Penga­sih dan Penyayang.”

Panduan Ibadah Ramadhan 2021 saat Pandemi

Berdasarkan Manuskrip Edaran dari Menteri Agama (Menag) Nomor 3 Tahun 2021 adapun Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah, masyarakat muslim Indonesia dapat melaksanakan kegiatan salat tarawih dan witir baik di flat masing-masing maupun di Surau dan Mushola pada tahun ini.

Tembusan sirkuler Menteri Agama RI tersebut juga berisi sejulah poin garis hidup adapun pelaksanaan ibadah di langgar ataupun mushola sepanjang bulan Ramadhan 2021, atau saat epidemi Covid-19 belum berakhir. Terkait pelaksanaan ibadah di masjid, ketentuan ada poin ke-4 dan ke-5.

Poin ke-4 dalam surat ceceran Ulung memuat ketentuan bahwa Pengurus masjid/mushala bisa menyelenggarakan kegiatan ibadah antara tak:

a. Shalat fardu panca tahun, shalat tarawih dan witir, tadarus Al-Qur’an, dan iktikaf dengan pemagaran jumlah keberadaan minimal banyak 50% dari kapasitas masjid atau mushala, dengan menerapkan protokol kesegaran secara ketat, menjaga jarak kesepakatan 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah mengirimkan sajadah/mukena masing-masing;

b. Pengajian/Khotbah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Pagi buta paling lama dengan durasi hari 15 menit. Peringatan Nuzulul Qur’an di langgar/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens minimal banyak 50 saban orang berusul kapasitas kolom dengan penerapan protokol kesegaran secara eklektik;

Kemudian, poin ke-5 surat brosur Berjaya memuat ketentuan, bahwa pengurus dan organisator surau/mushala begitu juga predestinasi di poin ke-4, wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti berbuat disenfektan secara integral, menyediakan sarana basuh tangan di bab masuk musala/mushala, menggunakan masker, menjaga jarak kerukunan, dan setiap jamaah mengangkut sajadah / mukena tiap-tiap.

Karsa Sholat Witir 3 Rakaat Jika Seorang

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, sholat witir pada bulan Ramadhan bisa dilaksanakan dengan berkumpulan ataupun sendirian (munfarid).

Akan halnya di setiap ibadah, termasuk sholat witir, harus diawali dengan niat, terutama intern lever dan dianjurkan diucapkan. Ada sedikit perbedaan dalam bacaan niat sholat witir 3 rakaat versi 2 salam dengan 1 salam. Berikut ini bacaan kehendak sholat witir.

1. Pustaka kehendak shalat witir 3 rakaat 2 kali salam jika dilaksanakan sendirian

Bacaan kehendak shalat witir sendiri bagi 2 rakaat (salam permulaan) adalah berikut ini:

أصلى سنة من الوتر ركعتين لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak’ataini lillaahhi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah witir 2 rakaat karena Allah ta’ala.”

Sementara bacaan karsa shalat witir sendiri bakal 1 rakaat (salam kedua) adalah sebagai berikut:

أصلى سنة من الوتر ركعة لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak’atal lillaahhi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah witir suatu rakaat karena Sang pencipta ta’ala.”

2. Bacaan kehendak shalat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam jika dilaksanakan sendirian

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku mengasa sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kakbah, karena Allah Ta’ala.”

Kehendak Shalat Witir 3 Rakaat Sekiranya Berjamaah

Apabila sholat witir 3 rakaat dilaksanakan secara beramai-ramai, cak semau perbedaan lafal niat antara orang yang menjadi imam dengan nan berposisi sebagai makmum.

Perbedaan bacaan karsa sekali lagi cak semau puas sholat witir 3 rakaat yang dikerjakan dengan 2 barangkali salam, dengan salat witir 3 rakaat yang dilakukan mengaryakan 1 kali salam.

Hal ini karena sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap mula-mula 2 rakaat dan lebih jauh 1 rakaat.

Padahal sholat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam, langsung dikerjakan privat 1 tangga saja. Jadi, shalat Witir dikerjakan dengan 3 rakaat, tanpa tasyahud semula, dan diakhiri dengan salam.

Berikut ini ada 6 jenis bacaan niat sholat witir 3 rakaat jika dilaksanakan secara berombongan. Lafal niat nomor 1-4 diperuntukkan bakal mereka nan melaksanakaan sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam. Adapun lafal kehendak nomor 5-6 bagi pelaksana shalat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam.

1. Lafal Niat Shalat Witir 2 Rakaat (salam permulaan) Sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati terserah’an imaman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku menyangka salat sunah bagian dari salat witir dua rakaat dengan menjurus kiblat, tunai bagaikan pater, karena Halikuljabbar Ta’ala.”

2. Niat Salat Witir 2 Rakaat (salam permulaan) Laksana Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an makmuman lillahi ta’ala

Artinya: “Aku mengasa salat sunah bagian dari salat witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum, karena Yang mahakuasa Ta’ala.”

3. Niat Salat Witir 1 Rakaat (salam kedua) Sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’atan mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta’ala

Artinya: “Aku mengira salat sunah bagian berpokok salat witir 1 rakaat, dengan menghadap kiblat, tunai umpama imam, karena Allah Ta’ala.”

4. Kehendak Salat Witir 1 Rakaat (salam kedua) Sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’atan mustaqbilal qiblati cak semau’an makmuman lillahi ta’ala

Artinya: “Aku mengasa salat sunah putaran dari salat witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai ibarat makmum karena Allah Ta’ala.”

5. Niat Salat Witir 3 Rakaat dengan 1 Bisa jadi Salam Seumpama Pastor

Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan imaaman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyahajakan salat sunah witir tiga rakaat, dengan menghadap kiblat, sebagai padri, karena Allah Ta’ala.”

6. Niat Salat Witir Tiga Rakaat dengan 1 Kali Salam Perumpamaan Makmum

Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan ma’muuman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menduga salat sunah witir 3 rakaat, dengan menghadap kakbah, seumpama makmum karena Allah Ta’ala.”

(tirto.id –
Sosial Budaya)

Penderma: Dewi Rukmini

Pencatat: Dewi Rukmini

Pengedit: Addi M Idhom



Source: https://tirto.id/bacaan-niat-sholat-witir-3-rakaat-2-salam-1-salam-serta-tata-cara-gcdd

Posted by: likeaudience.com