Kolintang Adalah Alat Musik Yang Terbuat Dari

Perabot musik kolintang
– Warisan budaya merupakan tradisi masyarakat nan masih ada dan masih diturunkan dari generasi ke generasi. Misalnya bahasa, musik, tari, upacara, dan lain sebagainya. Setiap pusaka budaya itu bisa akan terus ada apabila generasi selanjutnya boleh melestarikannya. Dengan kata bukan, jika tidak terserah yang melestarikannya, maka warisan budaya itu akan hilang.

Setiap distrik di Indonesia, sudah memiliki warisan budayanya tiap-tiap, sehingga kesenian di Indonesia pun semakin beragam. Pelecok satu kesenian budaya Indonesia yang melekat atau menjadi ciri singularis berusul setiap daerahnya adalah peranti musik distrik. Secara umum, perkakas musik dapat diartikan misal benda yang biasanya difungsikan oleh masyarakat daerah sebagai alat angkut hiburan atau pertunjukkan.

Akan halnya istilah irama berbunga bahasa Yunani, “muse” yang diartikan ibarat sebutan para bidadari-bidadari yang punya tugas laksana pengidap jawab kesenian. Sederhananya, perangkat musik merupakan instrumen nan dibuat atau dimodifikasi kerjakan menghasilkan musik, maupun sebuah benda nan memproduksi suara nan indah apabila diatur oleh pemainnya.

Masuk di Kawasan Sulawesi Utara, tepatnya di kabupaten Minahasa terdapat kisahan menarik yang akan dibahas dalam kata sandang ini. Kaki Minahasa yakni suku nan muncul mulai sejak peleburan berbagai suku bangsa yang timbrung ke Sulawesi Utara. Tungkai ini n kepunyaan kebudayaannya seorang, sama dengan bahasa, tali peranti, dan kesenian seperti tari serta instrumen musiknya.

https://www.gramedia.com/products/conf-ensiklopedia-negeriku-alat-musik-tradisional?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/conf-ensiklopedia-negeriku-alat-musik-tradisional?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kolintang adalah salah satu radas nada tradisional masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara. Radas musik ini terbuat dari kayu khusus yang disusun dan dimainkan dengan cara dipukul. Mengkover bermula kemdikbud.go.id, sekilas Kolintang ini hampir sama dengan perabot musik Gambang terbit Jawa, tetapi yang membedakan adalah nada yang dihasilkan lebih sempurna dan cara memainkannya sedikit farik. Sekiranya penasaran, mari kita ruang album, pengertian, hingga cara memainkan alat musik Kolintang.

Sejarah Perlengkapan Musik Kolintang

Alat musik kolintang
Mata air: Alamusik.co.id

Zaman kala itu, ada sebuah desa nan sangat luhur dan permai yang bernama adalah To Un Rano. Desa itu saat ini lebih dikenal oleh banyak orang dengan logo desa Tondano. Mula-mulanya, di desa yang terletak di wilayah Minahasa ini, ada bani adam putri cantik jelita yang sudah lalu tersohor ke seluruh pelosok desa, sehingga banyak pemuda yang jatuh hati. Si gadis itu bernama Lintang, hamba allah yang pandai meratus dan memiliki suara emas nan nyaring berbarengan merdu, sehingga banyak orang yang kagum dengan suaranya.

Pada suatu waktu, sebuah pesta muda-mudi diselenggarakan di desa To Un Rano. Momen itu, muncullah sendiri pemuda gagah dan tampan yang kemudian berkenalan dengan Lintang, ia menjuluki namanya, Makasiga. Singkat narasi, Makasiga jatuh rajin dengan Lintang, kemudian memutuskan lakukan menunangi Lintang. Akan hanya, ada satu syarat kalau pinangan Makasiga ingin diterima maka itu Lintang, yakni Makasiga harus mengejar alat nada yang bunyinya bertambah merdu berbunga bangsi emas.

Atas keinginan dan syarat yang harus dipenuhi, kemudian Ma?asiga pun meninggalkan berkelana keluar masuk wana hanya untuk berburu organ musik yang diinginkan Lintang. Ketika malam tiba, badan Makasiga tampak kedinginan, sahaja keesokan harinya beliau ki ajek membelah-belah kayu untuk kemudian dijemurnya. Pasca- belahan-pecahan kayu telah cukup kering, kemudian menjeput satu persatu rekahan kayu tersebut dan kemudian dilemparkannya kayu-kayu itu ke berbagai bekas.

Saat belahan-retakan tiang jatuh dan kejedot tanah, mendadak terdengar obstulen-bunyian yang amat nyaring dan merdu. Makasiga senang tidak kepalang, beruntung ketekunan dan keuletannya, ia berhasil membuat alat musik. Temporer di tempat lain, dua orang pemburu juga mendengar obstulen-bunyian itu, sehingga berusaha mencari sumur bunyi tersebut.

Singkat cerita, Makasiga jatuh sakit dan kurus tandus karena terlalu fokus mencari alat musik untuk Lintang, sehingga ia lupa makan dan minum. Dua basyar pemburu tadi menemukannya dan membawanya juga ke desanya. Saja, karena sakitnya semakin parah, Makasiga pun meninggal dunia. Mendengar Makasiga meninggal, Lintang pula sakit parah dan menyusulnya ke akhirat.

Kisah ini adalah cerita rakyat Minahasa mengenai asal usul gawai musik kolintang yang merupakan alat musik tradisional berusul Minahasa, Sulawesi Utara. Berasal dari bahan kayu, sahaja jika dipukul tentunya dapat menghasilkan bunyi-bunyi yang nyaring dan merdu, sehingga banyak individu yang kepingin mendengarkannya.

Bunyi yang dihasilkan dapat mencapai musik-nada tinggi maupun minus terjemur selera pemain perangkat musik kolintang. Jenis tiang yang digunakan bakal membuat Kolintang adalah kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau jenis kayu tak nan ringan, tetapi bertekstur padat dan rabuk kayunya tersusun rapi, seperti membentuk garis-garis mengufuk.

Cerita sejarah tentang perkakas musik kolintang itu diambil berpokok buku

Kolintang: Kisahan Alat Musik Khas Minahasa karya E. H. Rauw.

Apa itu Peranti Irama Kolintang?

Alat musik kolintang
Sumber: djkn.kemenkeu.go.id

Kata ‘Kolintang’ ini sreg dasarnya berasal dari bunyi “tong” lakukan nada minus, ting untuk irama tinggi, dan tang bikin irama tengah. Dahulu, makhluk Minahasa biasanya mengajak bermain kolintang dengan mengatakan “Ayo kita ber-tong-ting-tang” atau kerumahtanggaan bahasa daerah Minahasa “Maimo Kumolintang”. Bermula kebiasaan pengucapan itulah, maka hingga ketika ini muncul istilah “Kolintang”.

Alat musik kolintang awalnya hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer di atas kedua kaki pemainnya yang duduk di tanah, dengan posisi kedua kaki lurus ke depan. Namun, berpunca musim ke waktu, pengusahaan tungkai pemain diganti dengan dua batang pisang, sehingga Kolintang dapat mengirik dan dimainkan dengan cara berdiri sekali lagi.

Peti resonator menginjak digunakan sejak keberadaan Sinuhun Diponegoro dan pengikutnya bakal menjalani pengasingan di Minahasa pada 1830 yang mengangkut seperangkat gamelan. Untuk kotak resonator itu koteng biasanya terbuat dengan memperalat kayu gentur sebagai halnya jati ataupun mahoni. Seiring dengan berjalannya perian, Kolintang tiba menunggangi boks resonator intern pembuatannya.

Bilamana itu, Kolintang semata-mata terdiri dari satu melodi yang memiliki susunan nada diatonis, dengan jarak dua oktaf dari irama. Selain itu, andai pengarak dari Kolintang, digunakan beberapa alat nada lainnya, sebagaimana gitar akustik, ukulele dan bas.

Namun, pada perian 1960, berkembang hingga menjadi tiga setengah oktaf dengan nada satu kres, naturel, dan satu mol. Radiks nadanya masih terbatas plong tiga kunci (naturel, 1 mol, dan 1 kruis). Tidak hanya itu, berjalannya waktu membuat jarak nadanya berkembang lagi menjadi catur setengah oktaf bersumber F hingga dengan C.

Sebagai perangkat musik pun Kolintang terus mengalami perkembangan. Lega awalnya, hanya instrumen kolintang melodi saja. Namun, beralaskan catatan Beiby Sumanti dalam Kolintang Inspirasi Indonesia, Kolintang yang secara lengkap punya hingga sepuluh musik, yaitu melodi 1 (ina esa), melodi 2 (ina rua), melodi 3 (ina taweng), cello (cella), bass (loway), tenor 1 (karua), tenor 2 (karua rua), alto 1 (uner), alto 2 (uner rua), ukulele atau alto 3 (katelu).

Kolintang melodi berfungsi perumpamaan pembawa lagu terutama lagu-lagu daerah Minahasa. Plong umumnya, anak tonsil melodi menggunakan dua atau tiga pengetuk. Takdirnya salah satu pukul memainkan lagu, maka pemukul lainnya memainkan persaudaraan atau nada-nada improvisasi.

Bakal memainkan nada panjang, maka pemain Kolintang harus menggetarkan pemukulnya atau musik yang dipukul harus ditahan. Setakat kini, perkembangan peranti musik Kolintang masih tetap berlangsung, baik berpokok segi kualitas instrumen, perluasan jarak nada, alias buram boks resonator.

https://www.gramedia.com/products/alat-musik-nusantara-kolintang-menyuarakan-kesetaraan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/alat-musik-nusantara-kolintang-menyuarakan-kesetaraan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Sebagaimana Segala apa Bentuk Alat Musik Kolintang?

Alat musik kolintang
Sumber: lagudaerah.id

Untuk mengenal lebih jauh tentang alat musik Kolintang, maka kita perlu mengetahui bentuk dari gawai nada tersebut. Alat musik Kolintang boleh dikenali dari bentuknya yang idiosinkratis, yakni serangkaian bilah kusen nan disusun di atas sebuah rak dengan matra bilah yang semakin menyusut (mengecil).

Panjang pendeknya bilah ini menyamakan dengan nada yang ingin dihasilkan. Anak bangsawan nada kolintang diharuskan mempelajari bagaimana pendirian memegang tongkat pemukul dengan baik dan bermartabat, sehingga bisa menghasilkan irama yang nyaring dan merdu. Selain itu, situasi ini lagi terkait dengan cara menciptakan suatu nada nan tepat. Maka itu sebab itu, adakalanya pemain musik Kolintang diharuskan menggunakan tiga buah musik (chord) intern sebuah lagu.

Untuk bisa menghasilkan
chord, pemain musik kolintang ingin bukan cak hendak memperalat tiga buah tongkat martil. Dalam sebuah rak jidar Kolintang, terdiri mulai sejak dua baris belebas nada tiang, yang dimana tiap irama, baik di rak atas maupun rak pangkal memiliki tinggi nada yang berbeda. Semakin banyak bilah nada yang digunakan, maka semakin bogok jangkauan nada nan boleh dihasilkan oleh sendiri pemain sandiwara irama.

Bagaimana Cara Memainkan Alat Musik Kolintang?

Pertanyaan seperti itu seringkali unjuk bagi mereka yang mentah saja mengetahui apa itu peranti musik kolintang.

Sama dengan yang telah disinggung sebelumnya, cara memainkan organ musik kolintang adalah dengan dipukul menunggangi mallet maupun alat pemukul khusus. Perangkat pemukul itu khusus agar suara nan dikeluarkan akan terdengar bagus dan merdu. Maka pecah itu, di bagian ujung mallet alias peranti pemukul Kolintang lazimnya diberi galang cemping.

Demikian seperti halnya alat pemukul musik Gamelan, mallet atau perlengkapan martil Kolintang yang digunakan untuk gaplok Kolintang tersebut umumnya terdiri dari tiga buah yang diberi nomor khas. Lakukan mallet nomor suatu biasanya digunakan di tangan kiri, sementara itu nomor dua dan tiga dipegang di tangan kanan.

Khusus untuk stik dua dan tiga biasanya dipasang di sela-sela jari sesuai dengan accord yang dimainkan. Sama dengan organ musik pada rata-rata, perkakas nada Kolintang mempunyai accord koteng yang dipukul secara bersamaan. Cuma, untuk jenis Kolintang bas dan melodi lazimnya dimainkan tanpa accord. Meskipun sedemikian itu, disesuaikan dengan nada yang diinginkan, sehingga lakukan memainkannya hanya butuh dua stik sahaja.

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-mini-alat-musik-indonesia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=https://www.gramedia.com/products/alat-musik-nusantara-kolintang-menyuarakan-kesetaraan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasiseo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-mini-alat-musik-indonesia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=https://www.gramedia.com/products/alat-musik-nusantara-kolintang-menyuarakan-kesetaraan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasiseo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Fungsinya Radas Musik Kolintang

Alat irama kolintang tentunya memiliki fungsi tersendiri laksana perlengkapan irama penghibur diri, pengiring nada, seni tari tradisional yang di dalam upacara aturan serta digunakan kerumahtanggaan seremoni ritual tertentu. Kala itu, keberadaan Kolintang sempat digunakan ibarat seremoni dalam pemujaan roh mulai sejak karuhun, tetapi hal tersebut sudah menginjak ditinggalkan.

Selain itu, Kolintang pula dimainkan cak bagi menjabat peziarah yang menclok berpokok daerah lain, begitu juga penungguan tamu kenegaraan di daerah Sulawesi Utara maupun peziarah pejabat negara nan datang berkunjung mengamalkan kunjungan kedaerahan.

Saat ini, Kolintang digunakan sebagai alat musik penghibur dan sering ditampilkan dalam gelanggang-panggung lautan untuk memainkan lagu lagu pop dan sejenisnya. N domestik acara-acara resan dan acara nada tradisional, grup musik kolintang sekali lagi tak sedikit nan mencoket bagian, sehingga program resan semakin meriah dan ramai.

Cara Mewujudkan Organ Nada Kolintang

Alat musik kolintang
Sumber: Silontong.com

Buat membentuk alat musik Kolintang, jenis kayu nan digunakan adalah kusen telur, bandaran, wenang, kakinik atau jenis kayu lain yang ringan tetapi loyal memiliki tekstur padat dan serat kayunya tersusun beres mewujudkan garis-garis horizontal. Pada mulanya, alat musik ini hanya terdiri dari beberapa cucuk kayu yang diletakkan secara berjejer di atas kedua kaki pemainnya nan duduk di tanah.

Setelah itu, kayu pohon yang telah ditentukan, kemudian gigolo itu dikeringkan apalagi dahulu. Selepas selesai dikeringkan, barulah gigolo itu dibelah sesuai dengan irama Kolintang nan kepingin dihasilkan.

Beberapa Kesalahan dalam Memahami Penjelasan Kolintang

1. Belajar Bermain Kolintang Itu Sulit

Kolintang tercatat golongan perkakas musik perkusi. Perkusi adalah perkakas musik nan paling kecil tercecer dan paling mudah dimainkan oleh anak adam. Dibanding belajar perlengkapan musik nan ditiup-tiup atau yang disentil sentil dengan jari, Kolintang lebih mudah untuk dipelajari.

2. Instrumen Kolintang Harus Dimainkan Bersama-Sekufu Kerumahtanggaan Satu Set (Group)

Kolintang yaitu peranti musik yang dapat dimainkan secara
solitaire
(sendirian), karena mutakadim contoh memiliki kebaikan melodis, harmonis alias ritmisnya didalam satu buah instrumen kolintang.
Radiks mula kolintang merupakan kentongan (tetengkoren) yang selain buat mengiringi tari-joget juga bisa bakal membunyikan tanda bahaya. Misalnya ada penyambar lalu kita harus berburu tara bakal membunyikannya berbarengan, karuan pencurinya keburu kabur.

3. Kolintang Melody Kian Berat Dimainkan Dibanding Kolintang Pengarak ataupun Bas

Instrumen Kolintang mulai dari melody, alto, tenor, celo, bas plong dasarnya adalah sebanding, namun dibagi-bagi berdasarkan tinggi rendahnya nada hanya. Kita bisa membayangkannya, seperti mana sama dengan alat musik piano nan terdiri memiliki standar 7 oktaf, nan dibagi-bagi menjadi beberapa piano singkat tiap-tiap 3,5 oktaf dan 2 oktaf, Bintang sartan, kalau kita mengamankan perangkat melodi Kolintang, maka kita dengan mudah membereskan perangkat Kolintang yang lainnya.

https://www.gramedia.com/products/analisis-item-instrumen?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=https://www.gramedia.com/products/alat-musik-nusantara-kolintang-menyuarakan-kesetaraan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasiseo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/analisis-item-instrumen?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=https://www.gramedia.com/products/alat-musik-nusantara-kolintang-menyuarakan-kesetaraan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasiseo&utm_content=BestSellerRekomendasi

4. Kolintang Ialah Instrumen Musiknya Ibu-Ibu

Pada awalnya kolintang berkembang dengan pesat di pulau Jawa, karena dapat dijadikan sebagai kegiatan selingan untuk kegiatan perkumpulan arisan, dharma wanita, kegiatan keagamaan atau organisasi lainnya yang kebetulan anggotanya banyak ibu-ibu serta gaung aktivitasnya lebih terdengar dimasyarakat.

Sebetulnya kian banyak anak-anak muda yang bermain musik menggunakan alat musik Kolintang, apalagi di kawasan asal Kolintang, yaitu Minahasa makin sulit menemukan group Kolintang ibu-ibu dibandingkan grup musik Kolintang anak-anak muda.

5. Belajar Kolintang Membosankan

Kolintang adalah gawai musik perkusi bernada, seperti umumnya pada alat musik perkusi (leger, jimbe, cajon, tabla) nan dapat membuat penggemarnya kecanduan, sekali kita terpesona dan kesengsem dengan kamil ritmisnya, maka sampai kapanpun kita akan rumit memangkal untuk mendengar atau memainkannya. Tentatif itu, sebagai gawai musik bernada, mirip dengan piano yang dimana penggemarnya dapat tahan bermain berjam-jam minus berhenti.

Kolintang itu koteng merupakan salah radas nada tradisional yang sedang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Daerah Sulawesi Utara agar dapat menjadi peninggalan budaya lain benda dasar Indonesia versi UNESCO. Oleh sebab itu, seumpama pemukim negara Indonesia, maka kita perlu berbangga kalau alat musik ini bisa bintang sartan sebagai warisan budaya Indonesia.

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-lagu-wajib-nasional-tradisional-dan-anak-terpopuler-cd?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=https://www.gramedia.com/products/alat-musik-nusantara-kolintang-menyuarakan-kesetaraan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasiseo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-lagu-wajib-nasional-tradisional-dan-anak-terpopuler-cd?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=https://www.gramedia.com/products/alat-musik-nusantara-kolintang-menyuarakan-kesetaraan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasiseo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Nah, itulah penjelasan tentang
instrumen nada Kolintang
dan sejarah perkembangannya. Mudah-mudahan pembahasan pada artikel ini dapat bermanfaat bagi Grameds.

Apakah suka-suka alat musik yang dapat Grameds mainkan? Bagi sebagian orang bermain nada sangatlah menyenangkan dan menjadi alat angkut hiburan nan efektif. Atau adakah perkakas musik tradisional yang Grameds favoritkan.

Jika Grameds ingin mencari buku tentang irama dan perabot musik, maka bisa menemukannya di Gramedia.com. Bersama Gramedia, ia bisa mendapatkan wara-wara #LebihDenganMembaca

Penulis: Mochamad Aris Yusuf

Baca lagi:

ePerpus adalah layanan persuratan digital mutakhir yang memelopori konsep B2B. Kami hadir untuk melicinkan dalam mengurus perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami menghampari sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku terbit penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Sira
  • Tersedia privat mimbar Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk menyibuk laporan kajian
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/best-seller/alat-musik-kolintang/

Posted by: likeaudience.com