Jenis Alat Evaluasi Hasil Belajar Ipa Di Sd


MAKALAH

Penyaringan dan Penyusunan Gawai Evaluasi Hasil Sparing

Dajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelnompok Mata Lektur

Kajian MATERI PEMBELAJARAN

Dosen : Wahyu Hidayat. M.A







Di Susun Oleh:

Widi Widayatulloh

Ahmad Nana Nawawi

Rizal Alawi

Hamid


PENDIDIKAN AGAMA Islam


Institut GARUT


2011




Jl. Raya Samarang No. 52A Telp (0262) 236 395 Garut


Kata ENGANTAR

Puji serta terima kasih kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena asian karunia dan hadiah-nyalah kami dapat menyusun makalah ini. Tidak tengung-tenging shalawat serta salam kami curah limpahkan kepada laki kita Rasul Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat dan tabiin-tabiitnya dan akhirnya setakat kepada kita.

Referat yang berjudul. “pemilahan dan penyusunan alat evaluasi hasil berlatih”Ini diajukan lakukan memenuhi riuk satu tugas keramaian sehingga dapat dijadikan bulan-bulanan pertimbangan penilaian netra kuliah

Kami juga menitahkan banyak sambut kasih kepada semua pihak yang ikut mengasihkan bantuannya khususnya kepada ibu dosen nan telah menyerahkan keritik dan saran nan silam berharga dalam penyempurnaan  makalah ini.

Akhirulkalam, kami berhasrat makalah ini bisa bermanfaat dan sedikitnya bisa mendukung para pembaca bagi mengenal lebih jauh akan halnya criteria kematangan beragama.

Desember 2011

Penyusun


DAFTARA ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN


 Rataan Pantat

Rumusan Masalah

Tujuan Penulisan

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Evaluasi

      Spesies Jenis Evaluasi Pembelajaran


       Penyusunan Evaluasi

BAB III

Pengunci

DAFTAR FUSTAKA


Pintu I


PENDAHULUAN


A.Parasan Belakang



Secara formal, pendidikan diselengarakan disekolah. Hal itu sering sering dikenal dengan pengajaran dimana proses sparing mengajar yang menyertakan banyak factor baik penatar, pelajar, bahan/materi, kemudahan maupun lingkungan. Pengajaran dilaksanakan enggak tetapi untuk kesenangan atau bersifat mekanis saja tetapi mempunyai misi atau tujuan bersama.Intern operasi kerjakan mencapai misi dan tujuan itu perlu diketahui apakah usaha yang dialakukan telah sesuai dengan tujuan.

Oleh karena timbulnya pertanyaan-pertabyaan itu,maka dari itulah disajikan beberapa hal tentang riuk satu teknik dan peranti penilaian yang dapat digunakan dalam penilaian terhadap anak didik, baik itu tentang kemampuan belajar, sikap, kegesitan, sifat, bakat, minat dan kepribadian.


B. Rumusan Masalah

a. penegertian evaluasi

b. Tipe-diversifikasi evaluasi pembelajaran

c. Penyusunan evaluasi


C. Harapan Penulisan

Dalam referat ini kami mencoba untuk memaparkan betuk pemilihan dan penyusunan instrumen evaluasi hasil belajar nan erat kaitannya dengan perkembangan pendidikan yang semua itu kami jelaskan dalam makalah ini.Sehingga ilmu dan pengalaman pun menjadi lebih luas dan wawasan yang lebih luas juga.


BAB II


PEMBAHASAN


A.




Pengertian Evaluasi

Evaluasi yaitu proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu siaran yang bermanfaat buat pertimbangan dalam pengutipan keputusan. Evaluasi penelaahan merupakan evaluasi internal latar pembelajaran.Tujuan evaluasi penataran adalah buat menghimpun informasi yang dijadikan dasar

lakukan memahami taraf kemenangan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pencekokan pendoktrinan hawa.Evaluasi penerimaan mencakupkegiatan pengukuran dan penilaian.Bila ditinjau bermula tujuannya, evaluasi pembelajaran dibedakan atas evaluasi diagnostik, ketat, penempatan, formatif dan sumatif.Bila ditinjau dari sasarannya, evaluasi pembelajaran boleh dibedakan atas evaluasi konteks, input,

proses, hasil dan outcom. Proses evaluasi dilakukan melintasi tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan pelaporan.

Evaluasi dapat diartikan sebagai satu kegiatan nan terencana bikin mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu dorong ukur untuk memperoleh satu inferensi.

Kepentingan terdepan evaluasi adalah menelaah suatu objek ataupun hal untuk mendapatkan informasi nan tepatsebagai dasar untuk pengambilan keputusanSesuai pendapat Grondlund dan Linn(1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajran ialah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menargetkan sejauh mana ketercapaian tujuan

pengajian pengkajian.


B. Macam-diversifikasi Evaluasi Penelaahan

A. Jenis evaluasi berlandaskan tujuan

dibedakan atas lima tipe evaluasi :

1. Evaluasi diagnostik

Evaluasi
diagnostik adalah evaluasi nan di tujukan untuk menelaah

kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.

2. Evaluasi pilih-pilih

Evaluasi
selektif adalah evaluasi yang di gunakan kerjakan melembarkan siwa nan paling
tepat sesuai dengan tolok program kegiatan tertentu.

3. Evaluasi penempatan

Eva;uasi
penempatan merupakan evaluasi yang digunakan untuk menempatkan pelajar dalam
program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.

4. Evaluasi formatif

5. Evaluasi formatif

Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan

untuk mengedit dan meningkatan proses belajar dan mengajar.

6. Evaluasi sumatif

Evaluasi
sumatif adalah evaluasi nan dilakukan cak bagi menentukan hasil dan

kemajuan bekajra pesuluh.


C. Penyusunan Evaluasi


A.    Penentuan Pendekatan dan Cara Evaluasi

1.      Pendidikan privat Evaluasi

Privat evaluasi hasil belajar dikenal adanya dua pendekatan : Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Eksemplar Tolok (PAP). Dalam PAN, nilai nan diperoleh murid tersidai lega kedudukan hasil sparing yang tercapainya intern kelas. Siswa A yang bisa menjawab dengan betul 5 berbunga 10 soal yang diberikan bisa saja memperoleh nilai 7 atau 8 jika kebanyakan siswa dalam kelas yang bersangkutan subur di asal hasil yang dicapainya. Intern PAP, skor yang diperoleh pelajar tergantung bersumber seberapa jauh harapan-tujuan nan tercermin dalam soal-soal tes yang diberikan boleh dikuasai, tanpa memperdulikan hasil yang dicapai oleh kelas alias siswa-peserta lain, nan memperoleh kredit 5 / 10 x 10 = 5

Sehingga dapat disimpulkan untuk mengevaluasi keberhasilan pesuluh dan acara pengajaran dalam mencapai pamrih-pamrih nan telah ditetapkan makin tepat digunakan pendekatan Penilaian Acuan Patokan alias PAP.

2.      Cara-kaidah kerumahtanggaan Evaluasi

Dalam menilai seberapa jauh TIK telah dikuasai oleh para siswa, bisa digunakan berbagai pendirian, sesuai dengan isi rumusan TIK tersebut. Mengenai pendirian-cara nan dimaksud meliputi termasuk, tes lisan, dan tes ulah/tindakan.

a.       Tes termaktub

Dalam melaksanakan tes tertulis, guru menyiagakan butir-butir tes acara secara tertulis dan para siswapun memberikan jawaban secara tertulis juga.Mandu evaluasi ini banyak dilakukan oleh para hawa dengan hasil yang menghasilkan.Hal ini terjadi apabila granula tes disusun dengan baik dan para hawa mengadakan sensor dengan ekonomis bilamana verifikasi berlangsung.Evaluasi secara tertulis ini dapat dilaksanakan privat tes bagan netral dan pemeriksaan ulang bentuk jabaran. Tes bentuk adil dapat dibagi atas empat jenis, yaitu :

1)      Pembuktian ter-hormat / pelecok

2)      Pembenaran sortiran ganda

3)      Tes menjodohkan

4)      Pengecekan melengkapi / jawaban ringkas

Adapun tes bentuk uraian dapat dibagi atas dua jenis, yaitu :

1)      Konfirmasi jabaran terbatas

2)      Tes uraian objektif

b.      Pembenaran lisan

Dalam melaksanakan tes verbal ini, guru menerimakan pertanyaan secara lisan dan siswa sewaktu diminta menjawab secara lisan sekali lagi.Tes ini bisa dilaksanakan baik secara khas maupun secara kerubungan, namun pada umumnya dilakukan secara khusus. Sehubungan dengan itu, pembuktian lisan ini rumit digunakan pada siswa-pesuluh nan jumlahnya besar karena pelaksanaannya akan membutuhkan waktu nan lama. Konfirmasi ini mudah digunakan jika besaran siswa nan dinilai yang dinilai cukup terbatas

c.       Tes perbuatan

Dalam tes ini, siswa ditugasi untuk melakukan sesuatu perbuatan yang sesuai dengan tipe kesigapan yang terkandung privat TIK.Pengecekan yang diberikan guru n domestik praktek latihan Olahraga, Kecekatan, dan sejenisnya merupakan hipotetis-contoh dari pengecekan perbuatan.

Tes kelakuan umumnya dilakukan dalam rajah pemberian tugas kepada siswa, misalnya :

–          Siswa diminta melakukan lompat tinggi;

–          Siswa diminta mewujudkan patung dari tanah liat

3.      Lembaga Tes

Keahlian dan kecakapan memformulasikan tanya konfirmasi yaitu pernyataan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap suhu. Dengan soal nan baik dan tepat akan diperoleh gambaran prestasi pelajar nan sepantasnya. Demikian pula sebaliknya, dengan pertanyaan yang enggak tersusun dengan baik dan tepat, lain akan diperoleh gambaran tentang prestasi siswa yang sesungguhnya.

Jabaran singkat dibawah ini sekedar memberikan gambaran mahajana bagaimana menyusun cak bertanya verifikasi bentuk jabaran serta tanya tes rancangan objektif.

a.       Tes Rancangan Jabaran

Konfirmasi bentuk uraian bertujuan cak bagi mengukur kemampuan murid mengklarifikasi segala apa yang dalam pikiarannya adapun sesuatu ki aib yang diajukan oleh guru.

Konfirmasi bentuk ini terbagi atas dua jenis :

1)      Uraian independen, yakni tes nan cak bertanya-soalnya harus dijawab dengan uraian secara objektif.

2)      Uraian terbatas, yakni tes yang soalnya menuntut jawaban privat tulang beragangan uraian yang telah terpatok

Pembuktian jabaran ini kian mudah memerikasannya, karena bisa ditetapkan kriteria jawaban yang benar.

Verifikasi bentuk uraian ini pada biasanya dianggap tepat apabila kita akan mengevaluasi kemampuan petatar privat :

a)      Menganalisis problem secara ilmiah

b)      Menarik inferensi tentang sesuatu

c)      Memformulasikan gagasan secara lengkap

d)     Menggambarkan suatu proses

e)      Menguraikan sebab-akibat

f)       Memasalahkan ki aib

b.      Validasi Bentuk Objektif

Tes bentuk independen suntuk berbagai ragam jenisnya.Setiap jenis memiliki nilai kegunaan masing-masing sesuai dengan maksud dan pamrih diadakannya evaluasi. Yang popular diantara bervariasi varietas tes nonblok adalah :

1)      Bagan ter-hormat-salah

Tanya ini dibuat dalam bentuk pernyataan.Tugas murid menetapkan apakah pernyataan ini benar atau keseleo.Agar tidak terjadinya kerumahtanggaan menentukan saringan, soal validasi hendaknya secara tegas membedakan benar dan salahnya satu pernyataan bberdasarkan konsep tertentu.

Contoh :

Lingkarilah B bila pernyatan ini benar, atau S bila pernyataan tersebut riuk.

B-S 1. Semua benda bisa menghantarkan listrik

2)      Bentuk pilihan ganda

Kerangka soal ini menyediakan sejumlah kemungkinan jawaban, satu diantaranya adalah jawaban nan benar.Tugas petatar adalah memilih jawaban yang moralistis itu dari sejumlah kebolehjadian yang cawis.

Contoh :

Pilihlah suatu kebolehjadian nan etis dengan melingkari fonem A,B,C,atau D nan terdapat di depan jawaban tersebut.

Yang dimaksud dengan urbanisasi ialah :

A.    Pindahnya penduduk dari pulau ke pulau

B.     Pindahnya penduduk bermula suatu negara ke negara tidak

C.     Pindahnya penduduk mulai sejak desa ke kota

D.    Pindahnya penduduk dari kota ke desa

3)      Tulangtulangan menjodohkan

Dalam bentuk ini, siswa diminta membaurkan secara tepat setiap butir soal dengan pasangannya pada kemungkinan jawaban.

Pola :

Jodohkan butir soal bagian A dengan B

No

Putaran A

Adegan B

1.

Pilipina

Bangkok

2.

Malaysia

Manila

3.

Muang thai

Beijing

4.

Jepang

Kuala lumpur

Tokyo

Susuk pertanyaan ini harus mencantumkan penjodoh nan bertambah banyak dari jumlah butir soalnya.

c.       Bentuk Melengkapi

Bentuk ini terdiri berpangkal serangkaian pernyataan/paragraph nan dihilangkan sebagian unsurnya, sehngga tidak lengkap.Siswa diminta melengkapi kalimat paragraph tersebut.

Contoh :

Binatang pemakan suket disebut…..

Hewan predator daging disebut…..


B.     Penyusunan Alat Evaluasi



Pelecok satu kemampuan nan dimiliki oleh setiap guru ialah kemampuan merencanakan dan melaksanakan evaluasi hasil membiasakan dengan baik, tertulis kemampuan menyusun tes.


1.      Tolok Tes Nan Baik




a.       Satu tes dikatakan valid jika pemeriksaan ulang itu mengukur apa yang sesungguhnya     kepingin diukur. Jika suatu tes dimaksudkan bagi mengukur kemampuan berkira-kira, maka soalnya harus dibatasi pada kemampuan berbilang, jangan menuntut kemampuan nan bukan, seperti kemampuan berbahasa, dan sebagainya.

b.      Suatu tes dikatan realiabel jika tse itu memperlihatkan hasil yang sama ( tetap ) ketika diberikan sreg waktu yang berbeda terhadap manusia atau gerombolan nan sebabat.

c.       Suatu tes dikatan objektif sekiranya penilaian dari dua orang atau bertambah terhadap suatu jawaban yang diberikan sama maupun menunjukkan hasil yang sama.

Dalam kawin dengan kriteria tersebut, solo bagi validasi yang disusun bakal menilai efektivitas program pencekokan pendoktrinan, suka-suka dua hal yang teradat diperhatikan terutama berkenaan dengan standar kebenaran adalah kesesuaian cak bertanya dengan TIK dan kesesuaian soal dengan prinsip – kaidah gedung konfirmasi.


2.      Kesesuaian Soal dengan TIK



a.       Kesesuaian Jenjang Kemampuan

Dalam menyusun butir tes, agar diperhatikan kesesuaian dengan pangkat kemampuan yang terkandung dalam TIK. Sekiranya jenjang kemampuan dalam TIK mencerminkan tangga pikiran  maka tanya pengecekan hendaknya pula menimbang jenjang ingatan.

b.      Kesesuaian Lingkup Isi

Disamping kesesuaian intern jenjang kemampuan, antara TIK dan tes sepatutnya terdapat pula kesesuain dalam lingkup isi.

Perhatikan sempurna cak bertanya tes berikut:

1.      Sebutkan ciri – ciri tembusan yang baik

2.      Sebutkan beraneka rupa spesies surat yang anda ketahui

Sekalipun kedua contoh mencerminkan janjang kemampuan yang sama ( ingatan ), lingkup isi nan terkandung di dalamnya berbeda karena yang pertama tentang ciri – ciri manuskrip, sedangkan nan kedua tentang varietas – jenis sertifikat.

Jika TIK-nya berbunyi: “ Petatar dapat menyebutkan ciri – ciri surat yang baik “, maka dilihat pecah lingkup isi nya, contoh soal 1) lah yang tepat, bukan contoh 2).


3.      Kesesuain Soal dengan Kaidah – Kaidah Gedung Pengecekan




Di samping kesesuaian intern jenjang kemampuan dan lingkup isi, intern memformulasikan tanya – soal tes perlu diperhatikan pula kesesuain dengan kaidah – kaidah yang berlaku privat penyusunan atau konstruksi pembenaran, baik tes bentuk uraian atau validasi bentuk independen.

a.


Tes Bagan Jabaran

N domestik cak bertanya – pertanyaan tes buram uraian, petatar diminta memformulasikan, mengorganosasi dan menyajikan jawabannya dalam bentuk uraian.Seperti pernah dijelaskan sebelumnya bahwa soal – soal bentuk jabaran ini terbagi intern dua jenis, yaitu uraian bebas dan jabaran invalid.

Kaidah – kaidah yang perlu diperhatikan internal merumuskan  soal – cak bertanya rajah urain, baik netral atau terbatas antara lain:

–          rumusan soal – tanya mudahmudahan jelas, dilihat dari seleksian kata atau istilah yang dipakai maupun struktur kalimatnya.

–          Rumusan soal – cak bertanya moga cukup pendek intern arti tidak bertele – tele melainkan bersama-sama pada anak kunci persoalannya ( to the point ).

b.


Tes Rajah Objektif

N domestik cak bertanya – soal bentuk adil di kenal lembaga Sopan – Salah, Pilihan Ganda, Memasangkan, dan Melengkapi atau Isian.

Kaidah – kaidah yang perlu diperhatikan dalam penyusuna masing – masing jenis atau tulangtulangan soal diatas  adalah:

1)      Ter-hormat – Salah

Bentuk tes yang soalnya berupa pernyataan.Setiap pernyataan mengandung dua kemungkinan Etis alias Riuk. Biasanya soal ini ampuh tentang fakta,definisi dan prinsip – prinsip.

Adapun prinsip – kaidah konstruksi tesnya antara lain:

a)      Menghindari pernyataan – pernyataan yang mengandung bacot: kadang – kadang, tentu, plong umumnya dan sekaum nya nan boleh memberi indikasi moralistis tidaknya pernyataan tersebut.

b)      Menghindari pengambilan kalimat kontan dari trik latihan.

c)      Menghindari suatu pernyataan yang ialah suatu pendapat yang masih bisa diperdebatkan kebenarannya.

d)      Penyusunan pernyataan Benar – Salah dalam tes dilakukan secara arbitrer, misalnya: B,B,S,B,S,S…dan seterusnya.

2)      Pilihan Ganda

Tulang beragangan cak bertanya saringan ganda meluangkan sejumlah kemungkinan jawaban satu di antaranya yakni jawaban yang sopan.

Adapun cara – pendirian konstruksi tesnya antara lain:

a)      Resep soal ialah kelainan yang dirumuskan dengan jelas.

b)      Perumusan siasat soal dan alternatif jawaban sepatutnya di batasi sreg hal – hal yang diperlukan saja.

c)      Sahaja terletak satu kemungkinan jawaban yang etis.

d)      Alternatif jawaban harus logis dan pengecoh harus berfungsi.

e)      Usahakan enggak menggunakan option yang berbunyi “ semua jawaban salah“

3)      Mendudukkan

Rencana cak bertanya ini berisi tanya yang terdiri atas 2 kelompok yang peralel ( pernyataan dan jawaban ) nan harus dijodohkan suatu sama lain.

Mengenai kaidah – kaidah konstuksi tesnya antara enggak:

a)      Seharusnya materi yang diajukan berasal dari keadaan yang separas, sehingga soal nan diajukan berkepribadian homogen

b)      Usahakan agar soal dan jawaban mudah dimengerti

c)      Jumlah jawaban mudah-mudahan lebih banyak dari pada jumlah tanya

d)      Gunakan bunyi bahasa yang berlainan untuk pertanyaan dan jawaban, misalnya 1, 2 dan seterusnya, bagi cak bertanya, serta a,b dan lebih jauh bikin jawaban

4)       Melengkapi

Gambar soal melengkapi merupakan tanya nan menghendaki jawaban privat gambar pengenalan, bilangan, kalimat atau simbol dan jawabannya saja bisa dinilai dengan benar alias riuk.

Tentang kaidah – kaidah konstruksi tesnya antara lain:

a)      Tak menggunakan pernyataan yang langsung di renggut dari buku

b)      Pernyataan semoga menggandung hanya satu kemungkinan jawaban yang dapat masin lidah


4.      Langkah – Langkah Menyusun Verifikasi



a.       Pembuatan Celah – Kisi

Agar terletak kesesuian antara TIK dan soal pembenaran baik dalam aspek tataran kemampuan maupun spektrum isi perlu dibuat kisi – ganggang atau blue-print, yang kolomnya berisi resep – pokok incaran dan lajurnya berisi jenjang kemampuan ( Perasaan, Pemahaman, Aplikasi, dan lebih jauh ) seperti terlihat dalam contoh berikut :

Pokok Target

Jenjang

I

P

A        dst…

Konsep lingkungan

3

4

2

Lingkungan alam

3

5

2

Lingkungan sosial

dst…

2

4

3

Angka – angka nan terdapat dalam hipotetis kisi – kisi menunjukkan butiran atau pertanyaan tes yang akan dikembangkan kerumahtanggaan suatu unit target tertentu.

b.      Penyusunan Tanya

Berdasarkan TIK yang telah dirumuskan dengan mengacu pada kisi – kisi yang ada, kini disusun tanya – soal konfirmasi bikin menilai taraf pencapaian masing – masing TIK, dengan memperhatikan:

1)      kesesuaian dalam tahapan kemampuan

2)      kesesuaian dalam lingkup isi

3)      kaidah – kaidah bangunan tes

c.       Perakitan Tes

Setelah setiap soal radu disusun  dan diperbaiki antara lain beralaskan patokan – patokan di atas, maka dilakukan perakitan bagi menghasilkan satu tes yang utuh disertai dengan petunjuk pelaksanaannya.

Intern merakit tes tersebut, terbiasa diperhatikan pengelolaan urutan tanya – soalnya, dengan menimang urutan bahan serta tataran kemampuan yang terkandung dalam setiap soal.

Jikalau tulangtulangan tanya yang digunakan adalah bentuk objektif, perlu diperhatikan kembali hendaknya jawaban bermartabat dan riuk tidak terurut secara teratur sehingga memudahkan penerkaan oleh murid, melainkan disusun secara rawak.


BAB III


Penutup


Kesimpulan

Teknik penilaian nontes berarti melaksanakan penilaian dengan tak mengunakan testimoni. Tehnik peniaian ini umunya untuk menilai keperibadian anak asuh ecara  menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosialucapan, riwayat hidup dan tidak-lain yang bersambung dengan kegiatan elajar intern pendidkan baik distingtif ataupun secara kerubungan.


DAFTAR FUSTAKA

·


Marlan, Michael, 1990. Seni ikutikutan kelas. Semarang : dahara prize

·


Ngalim, Muhammad Purwanto : 1992
“ Mandu-prinsip dan teknik evaluasipengajaran”,
Bandung : PT. Rosda Karya


·


Uzer, Muhammad Usman dan Lilis setiawati : 1993,
“ Upaya optimalisasi kegiatanbelajar Mengajar”,
Bandung : PT. Rosda Karya


·


Djamarah, syaeful Bahri : 2005.
“ Master dan anak tuntun dalam interaksi edukatif ; suatu pendekatan teoritis
psikologis

Jakarta : PT. Rineka Cipta.


Source: https://hinisbgt.blogspot.com/2012/07/pemilihan-dan-penyusunan-alat-evaluasi.html

Posted by: likeaudience.com