Bahan Ajar Ipa Konsentrasi Larutan

1

2
Bab I Enceran DAN KONSENTRASI LARUTAN Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajarari pada episode bab ini, diharapkan mahasiswa 1. Dapat menguraikan Satuan konsentrasi larutan yang biasa digunakan di laboratorium. dapat mempersiapkan cair n domestik beragam eceran pemfokusan 3. bisa mengubah eceran konsentrasi tertentu ke satuan konsentrasi bukan 1.1 Definisi Cairan Paduan zat-zat terlarut dan pelarut nan komposisinya merata atau serba ekuivalen (homogen) disebut dengan Hancuran. Suatu larutan dapat terdiri dari satu zat terlarut ataupun makin dan suatu macam pelarut, saja umumnya terdiri dari satu jenis zat terlarut dan satu pelarut. Berkata mengenai larutan, pembukaan-alas kata solven (pelarut) dan Solut (zat nan terlarut) sudah mahajana disebutkan, Solven sebagai komponen yang secara tubuh tak berubah jika larutan terbentuk, sedangkan solut sebagai semua onderdil yang sagu betawi privat pelarut. Ditinjau dari ukuran zarah yang terlarut, Larutan homogen dibedakan menjadi yaitu larutan sejati dan koloid. Pemfokusan Larutan 1 Grafik 1.1 Tabel perbedaan larutan sejati dengan koloid Diversifikasi Larutan Ukuran Teoretis Sifat Larutan Tahir < 1 nm Larutan Natrium klorida, larutan gula, larutan cuka Enceran Koloid nm koloid buah dada, Memiliki Efek Tyndal, Gerak Brown dan dapat dipisahkan dengan kertas semipermeabel 1. Proses Pembauran berasal sudut Pandang Atom Sreg larutan dan padatan, molekul-molekul silih terikat dengan adanya tarik-menjajarkan antar partikel. Kecenderungan ini akan memainkan peran berarti intern pembentukan enceran. Air sebagai pelarut privat fasa larutan memiliki ikatan hydrogen antara unsur HO yang suatu dengan yang lainnya. Bila satu zat melarut kerumahtanggaan pelarut sebagai halnya air, proses pelarutan boleh dibayangkan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pemisahan molekul pelarut, tahap ke dua separasi molekul zat terlarut, dan tahap ke tiga molekul pelarut dengan zat terlarut bercampur. Proses pembentukan larutan mulai sejak padatan ion dalam air sama dengan larutan NaCl n domestik air, anasir air nan memiliki dwikutub yang terdiri dari jihat negatif dan sisi substansial. Sisi negative mulai sejak dwikutub ini Konsentrasi Cairan

3
kerubung ion konkret dari ion Na + sedangkan arah faktual dwikutub kerubung ion negative dari ion Cl -. Sama dengan terlihat pada Susuk 1.1 SumberPetrucci Gambar 1.1 Difusi Kristal ion dalam air. Kemudahan elemen zat terlarut menggantikan elemen pelarut bergantung lega kekuatan relative dari tiga jenis interaksi a. interaksi pelarut-pelarut b. interaksi zat terlarut-zat terlarut c. interaksi pelarut-zat terlarut Kalor pelarutan mengikuti rumus : Hpelarutan Dimana :kalor pemutusan kontak pelarut-pelarut hangat api pemutusan persaudaraan zat terlarut- zat terlarut kalor pembentukan ikatan pelarut zat terlarut Konsentrasi Hancuran 3 Kalau interaksi pelarut-zat terlarut lebih abadi dibandingkan interaksi pelarut-pelarut dan inetraksi zat terlarut-zat terlarut, maka proses pelarutannya disebut eksoterm ( Hpelarutan < 0), sebaliknya Kalau interaksi pelarut-zat terlarut lebih gontai dibandingkan interaksi pelarut-pelarut dan inetraksi zat terlarut-zat terlarut, maka proses pelarutannya disebut endoterm ( Hpelarutan > 0) 1.3 Konsentrasi Larutan Hancuran nan merupakan senyawa homogen, komposisinya dapat berbeda. Misalnya dua biji pelir larutan garam yang pelarutnya samasama satu liter, padahal jumlah garam terlarut berbeda. Dari dua larutan tersebut orang enggak tidak bisa mengetahui secara kontan berapa garam yang tekandung di dalamnya. Umpama pesiaran tentang jumlah realtif solut dan sovent dalam larutan digunakan istilah konsentrasi larutan Konsentrasi Enceran merupakan Jumlah zat terlarut dalam setiap satuan larutan atau pelarut. Konsentrasi larutan merupakan suatu label larutan, semoga larutan tersebut bisa menyerahkan gambaran atau pesiaran adapun nisbah besaran zat terlarut dan jumlah pelarutnya. Konsentrasi enceran nan sering dipergunakan dilaboratorium diantaranya yaitu molaritas (M), Normalitas (Lengkung langit), Fraksi Mol ( X), molalitas (m) dan ppm. Berikut ini akan dibahas bagaimana mengungkapkan sentralisasi cair beberapa satuan. Pemusatan Hancuran

4
Molaritas Ada beberapa cara buat memperoleh konsentrasi larutan secara kuantitatif. Satu istilah nan sangat berguna yang berkaitan dengan stoikiometri suatu reaksi dalam larutan disebut konsentrasi molar atau molaritas, dengan simbol M. Dinyatakan sebagai jumlah Penuntasan: Bikin menghitung molaritas, kita rebut proporsi antara jumlah mol solut dengan jumlah liter cair. Ini berarti kita memaklumi jumlah NaOH dalam mol dan piutang hancuran n domestik liter. Agregat rumus NaOH 0,0 g/mol, dengan demikian: mol suatu solut dalam larutan dibagi dengan volume cairan yang ditentukan n domestik liter.,00 g NaOH 1molNaOH 0,0gNaOH = 0,0500 mol NaOH Molaritas( M) mol solut liter larutan Larutan yang mengandung 1 mol NaCl dalam 1 L larutan mempunyai molaritas 1 M. Takdirnya cair terserah larutan tertulis HCl 0,1 M berarti n domestik satu liter larutan terdapat 0,1 mol HCl. Waktu ini cobalah diperhatikan suatu contoh yang memperlihatkan bagaimana cak menjumlah suatu larutan. Kalau dinyatakan dalam liter, 00 ml menjadi 0,00 L. dengan demikian molaritasnya adalah: 0,05 mol NaOH Molaritas = 0, L larutan = 0,50 mol NaOH/liter = 0,50 M NaOH Alasan molaritas yakni pemfokusan yang sangat berguna ialah karena jika kita mengetahui molaritas satu larutan, kita dapat Contoh Pertanyaan 1.,00 gram natrium hidroksida, NaOH (fusi nan banyak ditemukan n domestik pembersih Drano), dilarutkan kerumahtanggaan air dan membuat larutan dengan volume 00 ml. Berapa molaritas NaOH kerumahtanggaan larutan? menentukan total mol solut yang diinginkan dengan cara menakar volumenya nan tepat. Laksana contoh, misalnya kita mempunyai suatu bekas yang besar dan berisi 0,50 M larutan NaOH dan misalnya kita membutuhkan satu reaksi jumlah NaOH tepat 0,50 mol. Label nan cak semau pada palagan itu tertulis setiap liter larutan mengandung 0,50 mol NaOH, dengan demikian segala apa yang akan kita buat adalah mengambil beberapa 1 L larutan dan kita akan memperoleh 0,5 mol NaOH. Demikian juga, jika kita ingin membutuhkan 0,5 mol NaOH Sentralisasi Cair 5 Konsentrasi Larutan 6

5
cak bagi satu percobaan, kita dapat mengambil cair itu sejumlah L larutan dan jikalau membutuhkan cuma 0,15 mol NaOH, kita dapat mengambil sejumlah 0,5 L (500 ml) larutan. Maka itu sebab itu kerjakan penggunaan molaritas secara tepat, kita harus mempelajari asosiasi mol suatu solut dengan tagihan cairan dan contoh-komplet berikut ini memperlihatkan bagaimana hubungan ini dilaksanakan. Contoh Soal Berapa mililiter dari larutan 0,5 M NaOH nan dibutuhkan lakukan mendapatkan 0,0 mol NaOH? Analisa: Lakukan perincian, molaritas ialah jembatan antara mol zat terlarut dan volume larutan. Sreg tera tertulis 0,5 M NaOH, dalam 1 liter larutan mengandung 0,5 mol NaOH. Angka ini bisa digunakan sebagai faktor konversi nan langsung dapat digunakan atau diubah lebih dahulu: 0,5 mol NaOH atau 1 L cairan 1L larutan 0,5 mol NaOH Kita dapat kembali mengubah piutang menjadi milliliter dan ditulis sebagai berikut: 0,5 mol NaOH 1000 ml cair 1000 ml larutan 0,50 mol NaOH Kemudian untuk menjawab soal ini kita start dengan mengubah kepentingan molaritas nan tertulis menjadi faktor konversi, dengan demikian soal ini dapat dijawab secara tepat. Penuntasan: Kita dapat mengubah bentuk pertanyaan ini menjadi: Untuk 0,0 mol NaOH setara ml cair NaOH 0,5 M Lakukan mengubah mol NaOH menjadi milliliter cair, kita butuhkan faktor konversi mol NaOH kerumahtanggaan denominator. Karena kita membutuhkan jawaban dalam milliliter, maka: 1000 ml larutan 0,0 mol NaOH = 80 ml enceran 0,5 mol NaOH Dengan demikian kita rampas 80 ml larutan 0,5 M NaOH, yang berarti mengandung 0,0 mol NaOH. Kamil Soal 3. Berapa gram NaOH yang ada dalam 50 ml larutan 0, M NaOH? Analisa: Kita dapat menggambar soal ini menjadi: 50 ml enceran seimbang dengan berapa g NaOH Molaritas dapat digunakan bak faktor metamorfosis suntuk memungkirkan ml cair menjadi mol NaOH dan kemdian kita gunakan agregat formula NaOH cak bagi mendapatkan besaran gramnya. Pemusatan Cairan 7 Pemusatan Hancuran 8

6
Penuntasan: Purwa, 0, M diubah menjadi proporsi mol dengan debit. 0,00 M bermanfaat 0, mol NaOH 1000 ml cairan Kemudian perimbangan ini digunakan sebagai faktor metamorfosis bagi menghitung ml larutan. 0, mol NaOH 50 ml larutan = 0,0 mol NaOH 1000 ml cairan Massa formula NaOH yakni 0,0 g/mol. Maka: 0,0 mol NaOH 0 g NaOH = 0,8 g NaOH 1mol NaOH Dengan demikian 50 ml NaOH 0, M mengandung 0,8 g NaOH. Kadang-kadang kalau ia semenjana berkreasi di Laboratorium, membutuhkan larutan dengan pemusatan tertentu. Untuk takhlik larutan ini tak begitu rumit, begitu juga dapat dilihat puas cermin berikut: Ideal Soal Berapa gram fidah nitrat, AgNO3 dibutuhkan untuk membuat 500 ml larutan AgNO3 0,300 M? Analisa: Apa nan sebetulnya kita butuhkan disini yaitu berapa gram AgNO3 yang harus ada privat cairan akhir. Jika kita dapat membayangkannya, kita dapat mengeti solut yang dibutuhkan, kemudian dilarutkan Konsentrasi Cair 9 dalam pelarut secukupnya sesuai dengan cairan yang diinginkan. Dengan demikian tanya ini dapat dijawab seperti mana nan disajikan ini. Penyelesaian: Mula-mula, molaritas diubah menjadi 0,3 mol AgNO3 0,300 M AgNO3 berfaedah 1000 ml cairan N domestik larutan penghabisan, jumlah AgNO3 nan harus cak semau adalah: 0,3 mol AgNO3 500 ml cair = 0,15 mol AgNO ml hancuran Konglomerat molar AgNO3 adalah 170 g/mol. Dengan demikian 0,15 mol AgNO3 170 g AgNO 1mol AgNO Pemusatan Cair = 5,5 g AgNO3 Untuk mempersiapkan larutan nan diminta pada abstrak di atas, kita harus melarutkan 5,5 g AgNO3 dalam sejumlah air sehingga piutang akhir menjadi tepat 500 ml. Bikin menakar volume dengan tepat digunakan labu takar (Susuk 3.). Labu ini berisi volume tertentu jika diisi sampai jenama garis yang buntak lega gala labu tersebut. Gambar 3.5 memperlihatkan anju-langkah nan dilaksanakan buat membuat larutan tersebut. Sebagai langkah akhir bagi pembuatan larutan n domestik contoh ini adalah piutang larutan diisi sampai debit penutup tepat 500 ml. Kita bukan dapat menambah air 500 ml ke perak nitrat, karena hal ini menyebabkan volume akhir menjadi sedikit lebih segara dari 500 ml

7
(baik solut maupun pelarut mencekit ruang yang ada privat labu takar). Jika ter-hormat dilaksanakan penambahan air 500 ml, maka konsentrasi akan menjadi sedikit kian kecil berusul 0,3 M (sesuai dengan konsentrasi yang kita inginkan), karena solut lebih terselerak dalam volume yang sedikit lebih osean dari yang diharapkan Menentukan Molaritas Larutan Pekat Sasaran atau zat nyata larutan yang tersedia dilaboratorium, sebagaimana HNO3, HSO, NH3, HCl dan lain-lain umumnya berwujud cairan pekat yang dikemas dalam satu pot. Masing-masing cair pekat tersebut diberi etiket perihal keterangan akan halnya cairan. lewat eceran dari molaritas molaritas yaitu mol suatu zat tiap-tiap liter larutan. Lakukan mengubahnya dapat dilakukan sebagai berukut : massa zat sendirisendiri liter cair = ( kg / L) xpersen(/100) x pemfokusan molaritas dapat ditulis : Molaritas (zat X) = ρ(kg/l). %. Mr(X) 1000g 1kg 1000g, sehingga 1kg Sedangkan lakukan zat maujud padatan molaritan larutan boleh dihitung dengan kemiripan Konsentrasi hancuran pekat nan tersedia di laboratorium lazimnya diberikan dalam bentuk persen (%). Cairan HSO/p biasanya mempunyai persentase %, HCl/p antara %. Bila kita menginginkan konsentrasi larutan dalam bentuk molaritas atau yang lainnya, maka wajib diperhatikan keterangan tak yang Molaritas = Arketipe Cak bertanya 5. m(x) x Mr(X) 1 V(liter) terdapat pada label dari larutan tersebut, seperti mana berat spesies, Molekul relatif (Mr), dan yang lainnya. Sebelumnya Telah dibicarakan bahwa konsentrasi larutan dalam molaritas menyatakan banyaknya mol suatu senyawa setiap liter enceran. Nan perlu diperhatikan n domestik mengingkari konsentrasi dari % Asam sulfat pekat yang diproduksi dari pabrik dan disering digunakan dilaboratorium n kepunyaan konsetrasi antara 95 % – 97%. Berat jenis larutan asam tersebut adalah 1,8 kg/l (Mr = 98,08). Kalau cairan tersebut diubah konsentrasinya menjadi molaritas, berapa M konsentrasinya. ke konsentrasi lainnya adalah ki kesulitan satuan. Kalau kita akan merubah konsentrasi menjadi molaritas. Maka kita harus luang terlebih Konsentrasi Cair 11 Konsentrasi Larutan 1

8
Penyelesaian : Dik : = 1,8 kg/l % = 96 % = 96/100 Mr(HSO= 98,08 Dit. Molaritas =? Penyelesaian : g 1,8 kg/l x x 100 1kg Molaritas HSO = Mr(H SO ) = 18,01 mol/l = 18 M Contoh Soal 6 1. Hitung kemolalan larutan metil alkohol (M r = 3), dengan melarutkan 37 g metil alkohol (CH3OH) privat 1750 g air. Perampungan : 37 g mol zat terlarut 3,0 Kemolalan g mol 1,156 mol 1,156 mol 0,680 m 1,1750 kg. Satu hancuran asam sulfat sebanyak 00 ml mempunyai pemfokusan 0% runyam, dan kerapatannya 1,00 g/ml. Hitung kemolalan larutan, Mr HSO = 98. Jawab : Molalitas (m) Molalitas merupakan satu pemusatan larutan yang menyatakan banyaknya mol senyawa atau zat setiap kilogram pelarut (solvent). Jika Mm merupakan massa molar (g mol -1 ), maka : gram Kemolalan(m) M m zat terlarut kg pelarut 1,00 g Jarang larutan 00 ml 0 g ml Berat H SO (zat terlarut) 0,00 Jumlah molh Pelik (pelarut) Kemolalan SO 8,0 g 98 g mol 1 0,90 mol 0,19 0 8,0 g 8,0 g 0,90 mol H 19 g,55 m H SO SO Pemfokusan Cairan 13 Konsentrasi Enceran 1

9
Menentukan Molalitas Larutan Pekat Menentukan molalitas larutan dari enceran pekat, justru tinggal dihitung konglomerasi dari zat terlarut dan massa pelarutnya. Kalau larutan nan konsentrasinya dinyatakan dalam % dan rumpil jenisnya diketahui, maka massa zat boleh dihitung : Massa zat = 1000g ρ(kg/l)xpersen(/100)x 1Kg Kemudian seandainya dalam larutan tersebut hanya terdiri pecah satu macam zat terlarut dan pelarut namun, maka agregat pelarutnya adala sebagai berukut : Massa pelarut = ( kg / L) x( 100% %) molalitas = mol/kg pelarut ρ(kg/l). %. (1000g/1kg) molalitas = M (X).ρX).ρ().(100% %). m Untuk zat padat nan dilarutkan kerumahtanggaan air molalitas (m) hancuran dihitung dengan persamaan Molalitas = Dimana m(x) m(x) x M (X) m 1 m(pelarut) = komposit zat X n domestik gram m(pelarut) = agregat pelarut dalam kg Contoh Soal 7. Ubahlah konsentrasi cairan HSO pekat 96 % dan berat jenisnya = 1,8 mejadi molalitas Penyelesaian Molalitas HSO = Normalitas (Horizon) = M m ρ(h SO ).%(H SO ).(1000g/1kg) (H SO ).ρ.ρ SO ).(100% %(H SO 1, 8( kg / L). 96 / 100.( 1000g / 1kg) 98( g / mol). 1, 8( kg / L)( 1 0, 96) =,9 mol/kg pelarut =,9 m Normalitas disefinisikan umpama total mol ekivalen dari suatu zat per liter larutan. Alias Normalitas = molekivalen V(Liter) gram zat terlarut Normalitas komposit ekivalen x liter larutan )). Konsentrasi Cairan 15 Konsentrasi Cair 16

10
Teoretis Soal 8 1. Hitung kenormalan larutan nan mengandung 36,75 g HSO kerumahtanggaan 1,5 liter cair. Mr HSO = 98. Jawab : Massa ekivalen 9 36,75 Kenormalan 0,50 N 91,50 Untuk padatan yang dilarutkan kerumahtanggaan air, normalitas larutan dapat ditentukan denga rumusan berikut: m(x) 1000 = x x cakrawala M (X) V(ml) m dimana n adalah banyaknya ekivalen setiap mol zat X., Harga n suatu zat dapat dihitung pecah bobot ekivalennya. Bobot ekuivalen satu zat yng terlibat dalam suatu reaksi, yang digunakan perumpamaan dasar untuk suatu titrasi, didefinisikan bagaikan 1. Asam basa Bobot ekuivalen yakni bobot dalam gram (dari) suatu zat yang diperlukan kerjakan memberikan maupun bereaksi dengan i mol (1,008 g) H +. Redoks. Bobot ekuivalen adalah botot dalam gram (dari suatu zat nan diperlukan untuk menyerahkan alias bereaksi dengan i mol elektro. 3. Pengendapan atau pembentukan kompleks bobot gram ekuivalen adalah bobot n domestik gram (dari) zat itu nan diperlukan untuk memberikan atau bereaksi dengan i mol kation univalen, ½ mol kation divalen, 1/3 mol kation trivalen dan lebih jauh Menentukan Normalitas Larutan Pekat Pendirian menentukan normalitas larutan pekat dapat ditentukan dengan kemiripan g 1,8kg/L x x 100 1kg Normalitas = M (H SO ) m x n Hubungan bobot selaras dan bobot molekul dapat dirumuskan sebagai berukut : Mr gram ekuivalen = kaki langit dimana lakukan asam basa n = jumlah mol ion H +, bikin Redoks horizon = banyaknya elektron, dan untuk mania ufuk = jumlah tanggung kation. Goresan Parts sendirisendiri million (ppm) Pemfokusan Enceran 17 Konsentrasi Larutan 18

11
Yakni menyatakan banyaknya gram suatu zat dalam 10 6 gram larutan. m( zat) ppm = x10 6 ppm m( percontoh) Fraksi mol menyatakan mol suatu zat per jumlah mol keseluruhan; Contoh Soal 9 1. Hitung berapa % berat NaCl yang dibuat dengan melumerkan 0 g NaCl intern 55 g air. Penyelesaian : 0 % berat NaCl = X1 = mol( zat1) mol( kuantitas) Contoh Soal 10 : = 6,67 % berat Konsentrasi dalam Persen Internal bidang kimia sering digunakan uang bikin menyatakan pemfokusan enceran. Persen konsentrasi dapat dinyatakan dengan uang jasa berat (% W/W), persen tagihan (% V/V) dan persen berat/volume (% W/V). a. Persen berat (% W/W) gram zat terlarut Persen rumpil (% W/W) 100 gram larutan. Hitung % W/W, CH3COOH intern 5 ml cuka dengan kerapatan 1,008 g/ml, nan mengandung 0,589 g CH3COOH. Penuntasan 0,589 g CH 3COOH % CH3COOH = 100 g 5 ml 1,008 = 5,1% b. Persen debit (% V/V) mlzat terlarut Uang tagihan (% V/V) = 100 ml larutan ml Pemusatan Larutan 19 Sentralisasi Larutan 0

12
Contoh Pertanyaan 11 : 50 ml alkohol dicampur dengan 50 ml air menghasilkan 96,5 ml enceran. Hitung persen tagihan saban suku cadang. Perampungan 50 persen tagihan alkohol = ,5 = 51,79% 50 persen piutang air = ,5 Eksemplar Pertanyaan 1 : = 51,79% Suatu larutan diperoleh dengan melarutkan 33 g alkohol, (C H5OH) dalam air sehingga diperoleh 100 ml cair. Seandainya kerapatan CH5OH kudus 0,785 g/ml, hitung konsentrasi CH5OH dinyatakan dalam persen volume. Penyelesaian Volume alkohol awal,0 Volume 100,0% 100 c. Persen sukar/volume (% W/V) 33,0 ml 0,785 Konsentrasi Larutan 1 gram zat terlarut Persen selit belit-volume (% W/V) = 100 ml larutan Uang berat selalu digunakan karena tidak mengelepai lega master. Parts Saban Million dan Parts Per Billion Sekiranya hancuran sangat melemah digunakan satuan konsentrasi parts per million, ppm (bagian per sejuta), dan parts saban billion, ppb (bagian sendirisendiri milliard). Satuan ini banyak digunakan dalam analisis atom intern jumlah trace (kelumit) dengan SSA (Spektrometri Serapan Molekul) Lengkap ppm mg zat terlarut 1L cairan 1 μ g zat terlarut 1ppb 1L enceran 1. Suatu larutan aseton dalam air mengandung 8,60 mg aseton privat 1, L larutan. Sekiranya kerapatan larutan 0,997 g/cm 3, hitung konsentrasi aseton dalam (a) ppm dan (b) ppb. Penyelesaian : (a) ppm aseton = berat zat terlarut 10 berat larutan Berat aseton 8,60 mg = 8,60 x 10-3 g Konsentrasi Enceran 6 ppm

13
Runyam air ppm aseton = (b) ppb aseton = Fraksi Mol (x) fraksi mol A X A fraksi mol zat terlarut = 1, L x 1000 ml/l x 0,997 g/ml = 1, x 10 g 8,60 g aseton 10 1,10 g air = 0,0 ppm = n susah aseton elusif air 10 8,60g aseton 10 1,10 g air A n Kuantitas = 0 ppb besaran mol zat terlarut jumlah mol zat terlarut jumlah mol pelarut jumlah mol pelarut fraksi mol pelarut jumlah mol zat terlarut jumlah mol pelarut Contoh Soal 1 Hitung berapa fraksi mol NaCl dan fraksi mol HO kerumahtanggaan hancuran 117 g NaCl dalam 3 kg HO. Penyelesaian : kg g NaCl air ,5 mol ,6 mol fraksi mol NaCl 0,01 168,6 166,6 fraksi mol air 0, ,6 Teoretis Tanya 15 Hitung fraksi mol HSO dalam larutan yang mengandung 0,56 mol kerumahtanggaan 1 kg HO jika diketahui Mr. HO = 18 g/mol. Penyelesaian : Jumlah mo l air ,56 mol Pemfokusan Larutan 3 Konsentrasi Larutan

14
fraksi mol Keformalan (F) H SO 0,56 0,56 55,56 0,56 56,1 0,010 jumlah agregat rumus zat terlarut Keformalan liter cair Konseptual Soal 16 Hitung keformalan satu cair diperoleh dengan melelehkan 1,90 g NaSO dalam 0,085 liter enceran.. Penyelesaian : Massa Molar, NaSO : 1 1,90 1,90 g Na SO 0,013 langka rumus 1 0,013 keformalan 0,16 F 0,185 Konsentrasi enceran di atas dikelompokkan dalam satuan fisik ataupun runcitruncit kimia. Konsentrasi yang termasuk n domestik satuan Fisika dan Ilmu pisah boleh di lihat lega tabel berikut Konsentrasi Larutan 5 Tabel 1.1 Konsentasi Larutan dalam Asongan Ilmu pisah Lambang Nama Rumus % W/W uang jasa berat % V/V persen volume % W/V persen berat-volume % mg tip miligram Ppm Ppb parts saban milion parts per bilion gram zat terlarut gram cairan 100 ml zat terlarut 100 ml larutan gram zat terlarut ml larutan 100 mg zat terlarut ml laru tan 1 mg zat terlarut 1 L larutan 1 μ g zat terlarut 1 L cair Tabel 1. Pemusatan Cairan dalam asongan Ilmu pisah Lambang Segel Rumus X F M 1 3 fraksi mol Lumrah Molar mol zat terlarut mol zat terlarut mol pelarut massa rumus zat terlarut liter larutan mol zat terlarut liter larutan Konsentrasi Larutan 6

15
1 3 M Molal mol zat terlarut kg pelarut N normal ekivalen zat terlarut liter larutan m Eq miliekivalen seperseribu mol kewajiban Osm osmolar osmols liter larutan Soal Latihan Konsentrasi Larutan 1. 0,395 g KMnO dimasukkan ke kerumahtanggaan labu ukur 50 ml, kemudian ditambah dengan air hingga volume cair mencapai merek perenggan pada labu. Tentukan sentralisasi terbit larutan KMnO tersebut dalam molaritas. Hitung konsentrasi larutan dalam molaritas dari : a. gram NaOH dalam 750 ml hancuran b. 0,5 mol HCl privat liter larutan c. 56,5 g NaCl yang larut dalam liter enceran d. 0,1 mol HSO intern 1 liter hancuran 3. Hitung pemusatan larutan n domestik molaritas dari : a. HCl pekat 3 % yang mempunyai rumpil keberagaman 1,16 kg/l b. HNO3 pekat 69 % dengan berat tipe 1,0 kg/l c. KClO3 pekat 60 % yang berat jenisnya 1,530 Konsentrasi Larutan 7. Hitung normalitas berusul masing-masing larutan soal no.dan 3 5. Berapa gram NaCO3 yang diperlukan bakal mewujudkan liter larutan NaCO3 1,5 M. 6. Bila 0,585 g padatan NaCl dilarutkan dalam 500 ml air (berat keberagaman air = 1 kg/l). hitung pemusatan hancuran ini dalam molalitas (m). 7. Berapa gram KCrO7 nan diperlukan untuk membuat laruran : liter enceran KCrO7 0, M Suatu cair dibuat dengan cara berbuat HSO 100% sebanyak 80 gram dalam 10 gram air mempunyai berat diversifikasi 1,303 g/ml. Hitung : a). Persen berat b). Kemolalan c). Kemolaran d). Fraksi mol 8. Suatu larutan 5% rumit berbunga NaNO3 mempunyai kerapatan 1,368 g/ml. Hitung a. fraksi mol, b. kemolaran dari NaNO3. 9. Kerapatan dan persen berat suatu cair asam sulfat 1,8 g ml -1 dan 37% W/W.Hitung : a). Keformalan hancuran b). Kemolaran c). Kemolalan d). Fraksi mol HSO 10. Berapa gram zat terlarut berikut yang diperlukan bagi membuat : Konsentrasi Enceran 8

16
a. Larutan KCl 0, M sebanyak liter b. Larutan KMnO 1 M sebanyak 50 ml c. Hancuran KMnO nan mengandung mol Mn sebanyak 500 ml d. Cairan Fe(SO)3 yang mengandung 5 ppm besi 11. Berapa ml hancuran pekat nan diperlukan buat mewujudkan larutan berikut : a. Laruran HSO 0,1 N sebanyak liter pecah cemberut sulfat pekat ( 97 %, berat jenisnya 1.8 kg/l) b. Laruran HCl 1 M sebanyak 750 ml berpunca HCl pekat 3 % yang mempunyai sulit jenis 1,16 kg/l c. Hancuran HNO3 10 % sebanyak liter dari HNO3 pekat 69 % dengan sulit jenis 1,0 kg/l Konsentrasi Larutan 9

17
BAB II KONSENTRASI PENGENCERAN Tujuan Pembelajaran Pasca- mempelajarari sreg bagian pintu ini, diharapkan mahasiswa : 1. Menjelaskan kaidah-prinsip n domestik pengenceran. dapat mlakukan pengenceran latutan dan perhitungannya 3. mengggunakan konsep pengenceran dalam mempersiapkan larutan di makmal.1 Pengertian Pengenceran Dalam pekerjaan sehari-hari di Laboratorium, lazimnya kita menunggangi larutan nan lebih adv minim konsentrasinya dengan prinsip membusut pelarutnya. Di laboratorium ilmu pisah membeli larutan fusi ilmu pisah internal air nan konsentrasinya pekat, sebab prinsip ini ialah cara yang sangat ekonomis. Biasanya senyawa kimia yang dibeli ini demikian pekatnya, untuk keperluan sehari-waktu enceran ini harus diencerkan. Proses pengenceran yakni mancampurkan enceran pekat (konsentrasi tinggi) dengan kaidah menambahkan pelarut agar diperoleh debit akhir nan makin besar atau konsentrasi yang makin kecil. Gambar.1 Pembauran dan Pengenceran. Menentukan konsentrasi hancuran hasil pengenceran Pengenceran nan dimaksudkan dalam larutan kimia, yaitu memperbesar besaran pelarut lega satu larutan nan punya besaran mol zat tertentu. Pengenceran yang biasa dilakukan merupakan dengan mengambil cairan yang mempunyai konsentrasi volume tertentu kemudian ditambah dengan pelarut (aquades untuk pelarut air) sampai volumenya sesuai dengan yang diharapkan. Hasil pengenceran kuantitas mol zat terlarut yang suka-suka dalam enceran tak berubah, akan konsentrasi larutan berubah, hal ini disebabkan makanya perubahan volume pelarut. Sentralisasi Pengenceran 30 Konsentrasi Pengenceran 31

18
mol zat sebelum diencerkan = mol zat selepas diencerkan n1 = tepi langit Lar. Sebelum diencerkan Lar. setelah diencerkan + a Tulang beragangan.. a) 50 ml larutan CuSO M, b) hancuran a yang sudah ditembah dengan 750 ml pelarut b 50 ml 0,1 mol NaCl Kon. NaCl = 0,1 mol 0,5 liter 50 ml H ml 0,1 mol NaCl = M Kons. NaCl = 0,1 mol = M 0,50 liter Lembaga.3 Perubahan konsentrsasi yang terjadi dalm pengenceran Seandainya kita memisalkan : volume dan sentralisasi hancuran falak, merupakan : Perpautan antara pemfokusan M (molaritas), Volume V dan mol M ufuk, maka n = M x V V Plong pengenceran jumlah zat terlarut bukan berubah, yang berubah yakni jumlah pelarut, sehingga besaran mol zat terlarut sebelum dan sehabis diencerkan tetap. sebelum diencerkan tiap-tiap adalah V1 dan M1 (M buat molaritas) padahal volume dan konsentrasi larutan sehabis diencerkan masing-masing yakni V dan M, maka berlaku hubungan : n1 = cakrawala M1 x V1 = M x V Konsentrasi Pengenceran 3 Pemusatan Pengenceran 33

19
Demikian kembali bakal konsentrasi nan lainnya seperti : Falak (normalitas), mol ekivalen zat terlarut sebelum dan sesudah dilakukan pengenceran tidak berubah. grek. sebelum diencerkan = grek pasca- diencerkan molek1 = molek N1 x V1 = N x V Dimana : N1 V1 Falak V = konsentrasi (normalitas ) larutan sebelum diencerkan = volume larutas sebelum diencerkan = pemusatan (normalitas) cair setelah diencerkan = piutang larutan selepas diencerkan Diagram.1 Cair Pekat yang konsentrasinya tataran di Laboratorium Reagen Musykil macam Tip Molaritas (g/ml) massa Asam sulfat (HSO) 1, Cemberut klorida (HCl) 1, Asam fosfat (H3PO) 1, Asam nitrat (HNO3) 1, Asam asetat (HCH3O) 1, ,5 Larutan ammonia dalam air ( NH3) 0, Konsentrasi Pengenceran 3 Contoh Soal 1 Seorang asisten mahasiswa memelukan larutan HCl 1 M sebanyak 1000 ml untuk kegiatan praktikum mahasiswa bimbingannya. Larutan yang ada di laboratorium adalah HCl pekat 3 % yang berat jenisnya 1,16 kg/l. (Mr(HCl) = 36,5 g/mol) a. Berapa ml larutan HCl pekat yang diperlukan. b. berapa meliliter aquades yang diperlukan buat pengenceran. c. bagaimana cara membuatnya. Contoh Soal Eksemplar Pertanyaan. Berapa ml HSO pekat (18,0 M) yang dibutuhkan bikin membuat 750 ml larutan HSO 3,00 M? Penuntasan: Gunakan rumus 3.1 M1V1 = MV M1 = 18,0 M M = 3,00 M V1 =? V = 750 ml Jawab Vi merupakan: Konsentrasi Pengenceran 35

20
V 1 V1 = M V M 1 (3,00M )(750mL) 18,0M V1 = 15 ml Untuk menciptakan menjadikan larutan ini, diencerkan 15 ml HSO pekat menjadi volume akhir 750 ml. Suka-suka peristiwa penting kerjakan pengamanan nan perlu diperhatikan pada contoh di atas. Kalau suatu enceran senyawa kimia nan pekat diencerkan, kadang kala beberapa seronok dilepaskan. Hal ini terutama dapat terjadi pada pengenceran asam sulfat pekat. Agar panas ini bisa dihilangkan dengan aman, asam sulfat pekat yang harus ditambahkan ke dalam air, bukan boleh sebaliknya. Jika air ditambahkan ke dalam senderut sulfat pekat, seronok yang dilepaskan sedemikian segara nan bisa menyebabkan air mendadak mendidih dan menyebabkan senderut sulfat memercik. Kalau kita makmur didekatnya, percikan asam sulfat ini negatif kulit. Contoh Soal 3 Berapa banyak air yang harus ditambahkan ke kerumahtanggaan 5,0 ml KOH 0,500 M hendaknya diperoleh pemfokusan 0,350 M? Penyelesaian: Persamaan untuk pengenceran yaitu: M1V1 = MV M1 = 0,500 M M = 0,350 M V1 = 5,0 ml V =? Dengan mandu substitusi kita songsong: (0,500M)x(5,0mL) V 0,350 M V = 35,7 ml Larutan mula-mula adalah 5,0 ml, harus ditambah 10,7 ml. (Dapat dianggap bahwa penambahan volume bersifat aditif. Bekerja dengan larutan encer biasanya anggapan ini masih patut valid). Contoh Soal Misalnya 00 ml air ditambahkan ke kerumahtanggaan 300 ml hancuran yang plong labelnya tercantum HNO3 0,600 M. Berapa konsentrasi solutdalam larutan akhir? Perampungan Kenbali digunakan rumus, Pemusatan Pengenceran 36 Konsentrasi Pengenceran 37

21
M1V1 = MV M1 = 0,600 M M =? V1= 300 ml V= 00 ml ml = 500 ml Jawab M menjadi: M M1 V V 1 (0,600M )(300mL) (500mL) dileher labu. Dengan cara ini solute larutan awal yang pekat (konsentrasinya strata) didistribusi tepat sekali intern piutang akhir. Contoh Soal 5 Bagaimana mandu membuat 1 L larutan HCl 1 M dari cair pekat 30 %, yang berat jenisnya 1,16 kg/l = 0,360 M Konsentrasi HNO3 internal larutan akhir yaitu 0,360 M. Dalam contoh ini, kita menganggap penambahan volume bisa diabaikan. Sreg lengkap di atas resep anggap 00 ml HO ditambah 300 ml cairan pekat menghasilkan debit total akhir 500 ml. hal ini sebetulnya cacat benar. Bikin kebanyakan cair yang jamak digunakan pendirian ini layak memadai, tetapi cak bagi analisa yang harus tepat sekali, harus menggunakan labu takar. Pelarut harus ditambahkan invalid-sedikit hingga debit larutan sampai ke tanda garis yang kerubung leher labu takar. Untuk memperoleh larutan dengan molaritas yang diinginkan, kita ambil beberapa tertentu larutan yang pekat dimasukkan dalam labu takar. Kemudian pelarut ditambahkan sedikit-tekor hingga volume cairan mengaras keunggulan garis nan ada Penyelesain: Konsentrasi larutan HCl pekat (M 1) sebagai enceran sebelum diencerkan adalah : M1 = 1,16(kg/L)x(3/100)x(1000g/1Kg) 36,5(g/mol) = 10,17 mol/l Konsentrasi larutan yang akan dibuat (k onsentrasi larutan setelah diencerkan) merupakan 1 M yang volumenya 1000 ml (M = 1 mol/l; V = 1000 ml ), sehingga : a. Volume larutan HCl pekat yang diperlukan ialah : M1 x V1 = M x V Pemfokusan Pengenceran 38 Sentralisasi Pengenceran 39

22
V1 = M. V M 1 1(mol/l)x1000 ml = 10,17 (mol/l) = 98,33 ml b. Volume aquades nan diperlukan untuk pengenceran yakni V – V1 = 1000 ml – 98,33 ml = 901,67 ml c. Cara membuatnya adalah sebagai berukut : diambil sebanyak 98,33 ml larutan HCl pekat dengan pipet volum. kemudian dimasukkan ke n domestik labu ukur berukuran 1000 ml. cairan tambah dengan aquadet sampai tanda batas. larutan diaduk dan disimpan pada botol penyimpan larutan. Soal Tutorial: 1. Cairan NaCl N diencerkan sebatas konsentrasinya menjadi 0,5 T. berapa kali lipat volume akhir pengenceran dibanding dengan volume sebelum diencerkan. gram padatan NaOH dilarutkan n domestik air sampai volumenya menjadi 100 ml. a. berapa molar konsentrasi larutan tersebut b. bila enceran tersebut ditabah dengan 00 ml air, berapa konsentrasinya. 3. Bagi membentuk larutan HSO 0,1 Lengkung langit sebanyak 500 ml, berapa ml asam sulfat pekat nan diperlukan untuk takhlik larutan, bila asam sulfat pekat mempunyai konsentrasi 96 %, berat jenisnya 1,8 kg/l. (Ar : H = 1; S = 3 dan Udara murni = 16). 150 ml Cairan HCl 0,1 M dicampur dengan 50 ml larutan HCl 0,5 M. Hitung berapa konsentrasi sintesis HCl tersebut 5. Bila 5 ml etanol 99,8 % yang susah jenisnya 0,79 kg/l diencerkan sehingga konsentrasinya menjadi 5 %. Berapa volume cairan pasca- diencerkan. 6. Berapa volume larutan AgNO3 0,1 M harus bereaksi dengan 10 ml larutan KCrO M cak bagi mengendapkan semua kromat sebagai AgCrO. 7. Berapa debit cairan KNO3 1,0 M harus diencerkan dengan air bagi membuat 50 ml hancuran KNO3 0, M. 8. Suatu liter larutan percontoh yang mengandung KOH nan belum diketahui konsentrasi, dilakukan amatan dengan cara mengambil 5 ml kemudian diencerkan dengan aquades sampai volumenya 100 ml selanjutnya dititrasi dengan menggunakan bersut. Hasil titrasi ditemukan konsentrasinya 0,1 M. Berapakah pemfokusan pada larutan percontoh tersebut. Sentralisasi Pengenceran 0 Pemusatan Pengenceran 1

Source: https://docplayer.info/30675445-Bab-i-larutan-dan-konsentrasi-larutan.html

Posted by: likeaudience.com