Bagan Hasil Analisis Instruksional Pembelajaran Ipa Sd

Penyajian berjudul: “BAGAN Kajian INSTRUKSIONAL”— Transcript presentasi:


1

Gambar ANALISIS INSTRUKSIONAL

Oleh
Drs. Lamijan, S.H., M.Si
Tim Instruktur PEKERTI dan AA
Kopertis Wilayah VI Jawa Paruh
Salatiga, Juni 2013
LAMIJAN


2

Intensi Instruksional Umum

Peserta pelatihan diharapkan dapat membuat buram amatan instruksional untuk indra penglihatan syarah yang dibina
Tujuan Instruksional Idiosinkratis
Peserta pelatihan diharapkan dapat:
Melakukan analisis instruksional bakal merekonstruksi netra pidato nan dibina
LAMIJAN


3

Analisis Instruksional

Apa?
Amatan Instruksional
Kajian Instruksional adalah proses menjabarkan kemampuan / perilaku / kompetensi masyarakat (TIU)
menjadi
kemampuan / perilaku / kompetensi khusus (TIK)
rasional dan bersistem
LAMIJAN


4

Kajian Instruksional

Khasiat
Analisis Instruksional
Mengenali semua kompetensi nan harus dikuasai mahasiswa
Menentukan sa-puan pelaksanaan pembelajaran
Menentukan titik awal proses penelaahan (melalui penentuan perilaku sediakala mahasiswa)
LAMIJAN


5

STRUKTUR KOMPETENSI PROSEDURAL PENGELOMPOKAN KOMBINASI HIRARKHIKAL

LAMIJAN


6

STRUKTUR HIRARKHIKAL Susunan beberapa kompetensi

di mana satu/beberapa kompetensi menjadi prasyarat bagi kompetensi berikutnya
1
2
3
LAMIJAN


7

Contoh: Struktur Hirarkhikal

Menganalisis hubungan uang
beredar dengan penanaman modal
Menyebutkan faktor-faktor yang
mempengaruhi kapitalisasi
Menjelaskan hubungan besaran uang
beredar dengan penanaman modal
LAMIJAN


8

STRUKTUR PROSEDURAL Kedudukan bilang kompetensi

yang menunjukkan satu afiliasi pelaksanaan kegiatan/pekerjaan, tetapi
antar kompetensi tersebut tak
menjadi prasyarat buat
kompetensi lainnya
1
2
3
LAMIJAN


9

Hipotetis: Struktur Prosedural

Mengolah data
kajian kendaraan
Menyusun
proposal
kajian media
Menyusun
instrumen
kajian kendaraan
Mengumpulkan
data
kajian media
LAMIJAN


10

PENGELOMPOKAN (CLUSTER)

Beberapa kemampuan yang satu dengan lainnya tidak memiliki dependensi, doang harus dimiliki secara lengkap untuk kejedot kemampuan berikutnya
1
2
3
4
LAMIJAN


11

Contoh: Struktur Penjenisan

Menjelaskan cara perebusan buah dada cegak
Menjelaskan mandu pembuatan mentega
Mengklarifikasi mandu pembuatan keju cheddar
Menjelaskan cara pembuatan buah dada kental
Menjelaskan kaidah pembuatan susu bubuk
Netra lektur : Penanganan dan Pengolahan Susu Segar
Penyusun : Ir. Agus Santoso (UNEJ)
LAMIJAN


12

STRUKTUR KOMBINASI
Sejumlah kemampuan yang susunannya terdiri dari bentuk hirarkhikal, prosedural maupun kategorisasi
1
5
6
7
2
3
4
8
LAMIJAN


13

FUNGSI-Kemustajaban Tata PADA TINGKAT OPERASIONAL

Konseptual:
Kombinasi
TIU
Berharta menerapkan faedah-fungsi manajemen puas tingkat operasional
Menyusun tindak lanjut tanggulang perbedaan antara kerangka dan mualamat
8
Menggunakan fungsi-fungsi manajemen dalam memintasi contoh-contoh kasus penerapan di kegiatan operasional perbankan
7
Menguraikan
proses dan cara
mengimplementasikan
suatu rencana
jalan hidup
Menjelaskan
kurnia dan proses
perencanaan
Mengklarifikasi
arti dan proses mobilisasi/
penjenisan
kegiatan
Menjelaskan
kelebihan dan proses
penyediaan staf
(staffing)
Menjelaskan tata cara
menganalisis perbedaan
antara rencana dan
kenyataan (maslahat
pengawasan)
2
4
5
3
6
Mengklarifikasi
teori-teori
manajemen umum 1
LAMIJAN


14

PROSEDUR Kajian INSTRUKSIONAL

1. Batik kompetensi yang ada internal Tujuan Instruksional Umum (TIU)
2. Melakukan kajian dengan pendirian:
A. Menulis kompetensi khusus yang relevan dengan kompetensi umum intern TIU pada jeluang-daluang kerdil yang mutakadim disediakan
B. Menentukan koalisi antar kompetensi khusus dalam susunan Hirarkhikal/ Prosedural/ Penjenisan/ Kombinasi
C. Menggambarkan perhubungan antar kompetensi khusus tersebut dalam bentuk rancangan
LAMIJAN


15

PROSEDUR ANALISIS INSTRUKSIONAL

3. Mengidentifikasi kompetensi khusus nan mutakadim dikuasai mahasiswa (kompetensi semula)
4. Membuat garis tenggat horizontal cak bagi memisahkan kompetensi khusus nan mutakadim dikuasai dari kompetensi nan belum dikuasai mahasiswa
5. Menjatah nomor setiap kompetensi khas, dimulai bermula kompetensi yang secepat yang harus dikuasai mahasiswa (dimulai dengan nomor 1)
6. Memberi segel panah puas kompetensi khusus dimulai dari kompetensi yang paling rendah ke kompetensi yang lebih tinggi
LAMIJAN


16

KARAKTERISTIK Awal MAHASISWA

PERILAKU Semula dan
KARAKTERISTIK Tadinya MAHASISWA
l Perilaku tadinya
l Karakteristik awal
l Garis batas perilaku awal dengan kompetensi khusus dalam struktur perilaku keseluruhan
LAMIJAN


17

Penomoran
TIU
15
12
13
14
6
11
3
4
5
8
9
10
2
7
1
garis entry behaviour
LAMIJAN


18

Terima kasih


19

LAMIJAN

Source: https://slideplayer.info/slide/2494365/

Posted by: likeaudience.com