Bab Yang Dipelajari Sejarah Ipa Kelas 11 Semester 2

Materi ki kenangan Indonesia kelas 11 yaitu salah satu materi nan terbiasa siswa kuasai seumpama wawasan dari sejarah. Hal ini sebagai wujud implementasi dari slogan Jas Abang, “Jangan sekali kali lupakan sejarah”

Buat menggampangkan penguasaan materi, kami akan menyervis ikhtisar materi sejarah Indonesia cak bagi kelas 11 ini.

Materi Sejarah Indonesia Kelas 11 Semester 1 dan 2

Manfaat ringkasan adalah bakal memudahkan pemahaman tentang satu buku secara penuh. Sebagaimana diketahui, mengarifi satu rahasia penuh itu sulit. Terlalu banyak.

Maka solusinya merupakan membaca ringkasannya. Sudahlah, berikut ini rangkuman ki kenangan Indonesia papan bawah 11. Silahkan dibaca ya.

Ringkasan Ki 1 Antara Kolonialisme dan Imperialisme

Waktu ini, Dapat dirasakan bahwa kemandirian dan kekuatan ekonomi Indonesia masih lemah.Hal ini karena kekuasaan kekuatan luar dan hutang luar negeri yang tidak terbatas. Seperti kalau mencermati perkembangan budaya dan kecondongan hidup sebagian generasi mudakita justru lebih bangga dan menyenangi budaya dari Barat.

Kalau kita renungkan berbagai komplikasi tersebut berakar berpunca berkembangnya kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia sejak abad ke-17.Nah, mulai detik itu kita tidak mempunyai kedaulatan dan kemandirian baik secara ekonomi, ketatanegaraan maupun budaya. Maka di portal ini akan dibahas mengenai sejarah Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

A.Melacak Perburuan “Mutiara berpokok Timur”

Wajib disadari bahwa Nusantara ialah kepulauan nan tinggal kaya dan mulia.Bagaikan “mutiara mulai sejak timur”, Nusantara maupun Kepulauan Indonesia memiliki flora dan dabat yang sangat berwarna-warni, hasil dan persediaan galian cak semau di mana-mana, begitu juga hasil pertanian dan perladangan melimpah dengan hasil rempah-rempah.

1.Memahami Lecut, Nafsu, dan Kejayaan Barat

Di dalam memori nasion-nasion di marcapada dikenal adanya periode pengelanaan samudra.Aktivitas penjelajahan osean ini dalam tulangtulangan cak bagi menemukan mayapada hijau. Aktivitas penemuan dunia baru ini tidak terlepas berpunca motivasi dan keinginannya bikin survive, menetapi kepuasan dan kesuksesan dalam arwah di dunia. Lebih lagi bukan sekedar motivasi, namun juga muncul nafsu lakukan menuntaskan mayapada plonco itu demi memperoleh keuntungan ekonomi dan kejayaan politik.

2.Menganalisis Petualangan, Penjelajahan dan Penemuan Mayapada Baru

Salah suatu faktor yang membuat bangsa Barat bertualang adalah takluknya Konstantinopel ke tangan islam. Sebab, hal ini menjadikan harga rempah-rempah melambung tinggi.Karena itulah mereka berkelana mencari rempah-rempah.Seiring berjalannya waktu, maksud mereka tidak belaka untuk rempah-rempah, tetapi ada maksud yang kian luas. Tujuannya antara lain:

  • Gold. (Harta benda)
  • Glory. (Kekuasaan)
  • Gospel. (Menyebarkan Agama)

Tentang Bangsa-bangsa yang relasi merapah Nusantara yaitu:

  • Spanyol .
  • Portugis.
  • Belanda.
  • Inggris.

B.Menganalisis Kemaharajaan VOC

1.Lahirnya VOC

Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) atau dapat disebut dengan “Institut Maskapai Perdagangan Hindia Timur/Kongsi Menggalas India Timur”.VOC secara resmi didirikan di Amsterdam pada 20 Maret 1602.

2.VOC Semakin Merajalela

Cara-cara VOC lakukan mengeksploitasi Indonesia ialah dengan:

  • Merebut pasaran produksi pertanian, biasanya dengan memaksakan monopoli, begitu juga monopoli rempah-rempah di Maluku.
  • Enggak timbrung aktif secara langsung dalam kegiatan produksi hasil perladangan. Kaidah memproduksi hasil pertanian dibiarkan berada di tangan kaumPribumi, tetapi yang penting VOC dapat memperoleh hasil-hasilpertanian itu dengan mudah, sekalipun harus dengan paksaan.
  • VOC sementara cukup menduduki bekas-tempat yang politis.
  • VOC melakukan campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara, terutama menyangkut usaha pengumpulan hasil bumi dan pelaksanaan monopoli. Internal gancu ini VOC memiliki ki akal tawaryang abadi, sehingga dapat menentukan harga.
  • Rangka-bentuk rezim tradisional/kerajaan masih tetapdipertahankan dengan harapan bisa dipengaruhi/dapat diperalat,takdirnya tidak mau baru diperangi.

3.Bubarnya VOC

VOC dibubarkan puas sungkap 31 Desember 1799.VOC dibubarkan karena mengalami berbagai keburukan yak tak kunjung terselasaikan.

C.Mengevaluasi Penjajahan Pemerintah Hindia Belanda

1.Masa Rezim Republik Bataaf

Masa Pemerintahan Republik Bataaf adalah perian tadbir dimana Belanda dikuasai Prancis. Pemerintahan ini berlaku sejak 1795-1806 M. Tentang yang menjadi Gubernur Jendral yang menganjuri Nusantara adalah: William Daendels dan Jansenn.

2.Perkembangan Penjajahan Inggris di Indonesia (1811-1816)

Tanggal 18 September 1811 adalah terlepas dimulainya kekuasaan Inggris di Hindia.Gubernur Jenderal Lord Minto secara halal mengangkat Raffles misal penguasanya.Pusat pemerintahan Inggris berkedudukan di Batavia.

3.Pengaruh Pemerintahan Kolonial Belanda

Tahun 1816 Raffles mengakhiri pemerintahannya di Hindia.Pemerintah Inggris sememangnya telah menunjuk John Fendall bakal menggantikan Raffles.Tetapi pada tahun 1814 sudah diadakan Konvensi London.Salah suatu isi Konvensi London adalah Inggris harus menyaingi tanah jajahan di Hindia kepada Belanda.Dengan demikian lega periode 1816 Gugusan pulau Nusantara kembali dikuasai maka itu Belanda.Sejak itu dimulailah Rezim Kolonial Belanda.

Adapun strategi yang digunakan Belanda n domestik menjalankan penjajahannya yaitu:

  • Kronologi paruh bersama Komisaris Jenderal
  • Sistem tanam  paksa.
  • Sistem manuver swasta.
  • Penyiaran agama Kristen.

Ringkasan Bab 2 Perang Melawan Kolonialisme

A.Mengevaluasi Perang Menandingi Kelobaan Kongsi Menggandar (abad ke-16 sampai abad ke-18)

Perbantahan nan terjadi plong abad ke-16 di bermacam rupa daerah ditujukan kepada Portugis, Spanyol dan Belanda.Kemudian penampikan rakyat lega abad ke 17 dan 18 kebanyakan ditujukan kepada dominasi konsorsium membahu VOC (Belanda).

Pertarungan rakyat Indonesia dilatarbelakangi karena tindakan monopoli, keserakahan dan interferensi politik dengan devide et impera dari pemerintahan kawan kulak itu. Perlawanan rakyat Indonesia itu umumnya memang dapat dipatahkan oleh kekuatan kebalikan yang cerbak bertindak licik dan punya persenjataan nan lebih lengkap.

Berikut perlawanan yang dilakukan rakyat bikin melawan keserakahan serikat jual beli VOC:

  • Aceh Versus Portugis dan VOC. (abad 16)
  • Maluku Angkat Senjata. (abad 16)
  • Paduka tuan Agung Versus J.P. Coen. (abad 17)
  • Penampikan Banten. (abad 17)
  • Tentangan Goa. (abad 17)
  • Rakyat Riau Angkat Senjata. (abad 18)
  • Orang-insan Cina Berontak di Batavia. (abad 18)
  • Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said. (abad 18)

B.Mengevaluasi Perang Melawan Penjajahan Kolonial Hindia Belanda

Perang yang terjadi pada abad ke-18 dan 19 dan awal 20 merupakan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda.Pemerintah kolonial Belanda menjalankan buku perang yang licik dan kejam.Kecoh daya, cak asal-asalan mengajak damai, memperlombakan domba dan menangkapi anggota keluarga bimbingan perang Indonesia.

Berikut perang dan perlawanan yang digencarkan rakyat Nusantara untuk menyaingi penjajahan Hindia Belanda:

1.Perang Tondano (abad 18 dan 19)

Dalang nan tersohor dalam perang ini adalah Tewu, Sarapung, Korengkeng, Lumingkewas Matulandi, dan Lonto Kamasi.

2.Tentangan di Maluku (abad 19)

Tokoh yang terkenal dalam pemberontakan ini adalah Kapten Pattimura dan Martha Christina Tiyahahu.

3.Perang Padri (abad 19)

Tokoh yang naik daun n domestik perang ini adalah Sri paduka Padri Tonjol.

4.Perang Diponegoro (abad 19)

Tokoh yang populer privat perang ini adalah Baginda Diponegoro

5.Perlawanan di Bali (abad 19)

Tokoh yang naik daun dalam perang ini merupakan I Gusti Ktut Jelantik

6.Perang Larik (abad 19)

Tokoh yang naik daun dalam perang ini merupakan Pangeran Antasari

7.Aceh Berjihad (abad 19-20)

Otak nan naik daun dalam jihad ini adalah Cut Nyak Dieun, Teuku Umar, dan Cut Nyak Meutia

8.Perang Batak

Induk bala nan tenar dalam perang ini adalah Sisimangraja XII

Rangkuman Ki 3 Membangun Zakiah Diri Keindonesiaan

A.Menganalisis Tumbuhnya Ruh Kebangsaan dan Chauvinisme

Cak semau beberapa kejadian yang menyemarakkan ruh kewarganegaraan dan Nasionalisme di Indonesia, antara lain:

1.Politik Sopan

Ketatanegaraan Etis adalah kebijakan politik plonco yang diterapkan makanya pemerintah colonial Belanda sreg awal abad 20. Ada tiga programa Politik Bermartabat, yaitu pengairan, edukasi, dan trasmigrasi. Dari program-programa ini, balasannya ruh kebangsaan lahir di perdua-tengah rakyat

2.Pers Membawa Kemajuan

Pada mulanya abad ke-20, para priyayi baru melimpahkan gagasannya melewati pers (alat angkut cetak) mengenai isu-isu perubahan.Isu-isu yang dipopulerkan, yaitu terkait dengan pertambahan harga diri sosial rakyat bumiputra dan peningkatan semangat di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik.Berbahagia peran pers, kesannya rakyat berangkat berfikir cak bagi berbudaya.

3.Modernisme dan Reformasi Islam

Kehidupan kebangkitan sekali lagi didorong makanya gerakan modernis Islam.Semangat modernisme itu bersendikan pada pemburuan poin-biji yang menentang sreg keberuntungan dan pemberitaan.

Modernisme diartikan sebagai cara berpikir dalam-dalam dengan peradaban Barat, dengan merujuk upaya mengejar ketertinggalan melalui pencarian mendasar etik kepada Islam lakukan kebangkitan garis haluan dan budaya.

Restorasi biasanya diartikan sebagai restorasi melalui pemurnian agama. Reformasi agama (Selam) diartikan sebagai manuver kerjakan memperbaharui jalan angan-angan dan cara hidup umat menurut ajaran yang safi.

B.Menganalisis Pertentangan Organisasi Pergerakan Kebangsaan

Kerjakan mengesakan masyarakat yang sudah memiliki jiwa bergerak untuk kebangsaan, maka dibentuklah berbagai ragam organisasi. Diantaranya:

1.Organisasi Sediakala Pergerakan

  • Karakter Utomo. (1908)
  • Sarekat Selam. (1909)
  • Indische Partij. (1912)

2.Organisasi Keagamaan

  • Muhammadiyah (1912)
  • Nahdlatul Ulama (1926)
  • Al Irsyad. (1914)
  • Sumatera Thawalib. (1918)
  • Persatuan Tarbiyah Islamiyah. (1930)
  • Persatuan Islam. (1923)
  • Majelis Islam Ala Indonesia yang plong tahun 1943 berubah menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).

3.Organisasi Pemuda

  • Trikoro Darmo. (1915)
  • Jong Sumatera Bond. (1917)
  • Jong Minahasa.
  • Jong Celebes.
  • Jong Ambon.
  • Institut.
  • Perkumpulan Murid-Pelajar Indonesia (PPPI). (1925)
  • Jong Indonesia. (1927)

4.Organisasi Wanita

  • Dayang Mardika. (1912)
  • Kartini Fonds. (1912)
  • Pawiyatan Wanito. (1915)
  • Wanita Susilo. (1918)
  • Budi Sejati. (1919)
  • Sarekat Siti Fatimah. (1918)
  • Aisyiah. (1914)
  • Nahdatul Fa’at. (1920)
  • Wanita Utama. (1921)
  •  Wanita Khatolik. (1924)
  • Wanita Yojana Siswa. (1922)
  • Jong Islamieten Bond Dames Afdeeling.(1925)
  •  Putri Indonesia. (1927)
  • Puteri Konsisten. (1928)

5.Partai Komunis Indonesia.(1914)

6.Perhimpunan Indonesia. (1908)

7.Taman Siswa. (1922)

8.Organisasi Buruh. (1918)

C.Menganalisis Proses Penguatan Jati Diri Bangsa

Proses pemantapan zakiah diri bangsa diawali berbunga adanya peristiwa “Laknat Pemuda”. Peristiwa ini terjadi di programa Senat Teruna II yang diselenggarakan sreg tanggal 28 Oktober 1928.

Dalam peristiwa ini telah digelorakan nyawa persatuan dan kesatuan yang lewat penting artinya bagi pertarungan rakyat Indonesia pada perian-masa berikutnya.Acara ini juga menunjukkan identitas keindonesiaan.Dan pada akhirnya Indonesia merdeka ialah pamrih berpokok seluruh pemuda nan cak semau di area Nusantara.

Ringkasan Bab 4 Tirani Matahari Terbit

Tirani ialah sebuah yang menyantirkan kelaliman.Sementara itu Surya berasal yakni julukan bagi Negara Jepang.Jepang menduduki Nusantara kerumahtanggaan kurun waktu 1942-1945.

A.Menganalisis Awal Pemerintahan “Saudara Sepuh”

1.Penguasaan Gugusan pulau Indonesia

Jepang timbrung ke Indonesia lega tahun 1942 M. Kedahagaan Jepang untuk memecahkan Indonesia karena Indonesia kaya akan perigi gerendel alam yang boleh dimanfaatkan cak bagi ekspansi industri Jepang. Jepang seorang masuk ke Indonesia dengan cepat dan merata

2.Selamat Datang “Plasenta Bertongkat sendok”

Kedatangan Jepang di Indonesia disambut dengan senang hati maka itu rakyat Indonesia.Jepang dielu-elukan sebagai “Saudara Tua” yang dipandang dapat menyingkirkan berasal kekuasaan Belanda.

3.Pembentukan Tadbir Militer

Wilayah Hindia-Belanda dibagi menjadi 3 wilayah pemerintahan militer:

Pemerintahan militer Tentara Darat, yaitu Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) cak bagi Sumatera. Pusatnya di Bukittinggi.

Pemerintahan militer Angkatan Darat, merupakan Bala Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa dan Madura. Pusatnya di Jakarta. Kekuatan pemerintah militer ini kemudian ditambah dengan Angkatan Laut (Dai Ni Nankenkantai).

Pemerintahan militer Angkatan Laut, ialah (Bala Selatan Kedua) untuk kawasan Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pusatnya di Makassar.

4.Rezim Sipil

Cak bagi mendukung kelancaran pemerintahan pendudukan Jepang yangbersifat militer, Jepang pun mengembangkan pemerintahan sipil.Puas bulan Agustus 1942.

B.Menganalisis Organisasi Pergerakan Musim Pendudukan Jepang

Banyak organisasi pergerakan yang dibentuk pada zaman Jepang.Separas seperti organisasi-organisasi pergerakan pada kebanyakan, yaitu organisasi yang bersifat semimiliter dan militer. Berikut ini akan dipaparkan  organisasi pergerakan di zaman pendudukan Jepang.

1.Organisasi Sosial Kemasyarakatan:

  • Gerakan Tiga A. (29 Maret 1942)
  • Pusat Tenaga Rakyat. (16 April 1943)
  • MIAI dan Masyumi.
  • Jawa Hokokai. (1944)

2.Organisasi-organisasi Militer dan Semimiliter

  • Pengorganisasian Tenaga Pemuda.
  • Organisasi Semimiliter:
  • Seinendan.
  • Keibodan.
  • Barisan Pelopor.
  • Hizbullah.
  • Organisasi Militer:
  • Heiho.
  • Denah.

C.Menganalisis Pengorganisasian dan Teratu Versus Penangkisan

Di erot senyum manis dan gerakan yang menjanjikan, ternyata Jepang bertindak kejam. Jepang mutakadim mengerahkan semua potensi dan arti yang cak semau cak bagi menopang perang yang sedang mereka hadapi kerjakan melawan Persekutuan dagang.Jepang juga menguras aset substansi yang dimiliki Indonesia lakukan memenangkan perang dan menyinambungkan industri di negerinya.

1.Ekonomi Perang

Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, diterapkan konsep “Ekonomi Perang”.Artinya, semua kekuatan ekonomi di Indonesia digali cak bagi menopang kegiatan perang.

2.Pengendalian di Rataan Pendidikan dan Kebudayaan

Pemerintah Jepang start membatasi kegiatan pendidikan.Jumlah sekolah kembali dikurangi secara tajam.Selain itu Para pelajar harus memuliakan budaya dan aturan istiadat Jepang.Mereka juga harus melakukan kegiatan kerja bakti (kinrohosyi).Akibat keputusan pemerintah Jepang tersebut, membuat angka buta aksara menjadi meningkat.

3.Aktivasi Romusa (Kerja raya)

Rakyat Indonesia yang menjadi romusa itu diperlakukan dengan tidak senonoh, tanpa mengenal peri kemanusiaan.

Mereka dipaksa berkreasi sejak pagi waktu sebatas petang, sonder makan dan peladenan yang cukup, padahal mereka mengamalkan karier kasar yang sangat memerlukan banyak asupan makanan dan istirahat.Mereka belaka bisa berlindung sreg lilin lebah hari.Kebugaran mereka tidak terurus.Lain jarang di antara mereka jatuh sakit bahkan mati kelaparan.

4.Perang Melawan Tirani Jepang

  • Aceh Gotong Senjata. (1942)
  • Perlawanan di Singapura. (1944)
  • Perlawanan di Indramayu. (1944)
  • Rakyat Kalimantan Sanggang Senjata.
  • Peperangan Rakyat Irian.
  • Denah di Blitar Angkat Senjata.

D.Dampak Kerelaan Saudara Tua dalam Berbagai Jiwa

1,Dampak pemilikan Jepang di Indonesia

Pendudukan Jepang di Indonesia menjadikan rakyat semakin sengsara, serta arwah yang semakin rumpil.Semua gerak dikontrol maka itu pemerintah Jepang.Selama itu kembali, Jepang menerapkan kebijakan ekonomi berdasarkan azas ekonomi perang, yaitu menerapkan berbagai ordinansi, pembatasan, dan pencaplokan produksi oleh negara untuk keberhasilan perang.

2. Janji independensi

Sreg waktu 1944,  Jenderal Kiniaki Kaiso memberikan janji kemerdekaan (September 1944). Sejak itulah Jepang memberikan absolusi kepada rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih di samping bendera Jepang Hinomaru.

3. Panitia Langkah Otonomi Indonesia (PPKI)

Asal negara dibentuk melangkaui Badan Penyidik Persuasi-Usaha Kemerdekaan Indonesia dan disahkan oleh Panitia Persiapan Independensi Indonesia.

Ringkasan Bab 5 Indonesia Merdeka

Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, hal ini ditandai dengan dibacakannya teks warta.Butir-butir 17 Agustus 1945 merupakan perjuangan bersama rakyat Indonesia. Banyak pemrakarsa berlaku n domestik proses perjuangan tersebut. Berikut kronologis dari pra setakat detik-detik pembacaan pustaka proklamasi:

A.Dari Rengasdengklok Hingga Pengangasan Timur

  • Jepang Kalah Perang dengan Sekutu. (15 Agustus 1945)
  • Perbedaan Pendapat dan Penculikan. (15 Agustus 1945)
  • Perumusan Pustaka Pengumuman Sebatas Pagi. (16 Agustus 1945)
  • Pembacaan Manifesto Martil 10.00 Pagi. (17 Agustus 1945)
  • Kegembiraan Rakyat atas Kedaulatan Indonesia.

B.Menganalisis Terbentuknya NKRI

Berikut bersambungan terbentuknya NKRI:

  • Pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden dan Wakil Kepala negara. (18 Agustus 1945)
  • Pembentukan Departemen dan Tadbir Daerah. (19 Agustus 1945)
  • Pembentukan Badan-Badan Negara. (29 Agustus 1945)
  • Pembentukan Kabinet. (2 September 1945)
  • Pembentukan Berbagai Partai Politik.
  • Komite van Aksi dan Lahirnya Badan-badan Perjuangan.
  • Lahirnya Armada Nasional Indonesia.
  • Jasad Keamanan Rakyat.
  • Tentara Keamanan Rakyat.
  • Dari TKR, TRI, ke TNI.

B.Meneladani Para Pelopor Deklarasi

Para pentolan embaran merupakan makhluk yang sangat berjasa bagi Indonesia. Sebab jikalau tidak ada mereka, Indonesia mungkin enggak akan merdeka. Karenanya para pelopor makrifat adalah pahlawan nan patut kita ketahui dan diteladani perjuangannya. Berikut inisiator-tokoh informasi yang harus kita ketahui:

  • Ir. Sukarno.
  • Moh Hatta.
  • Ahmad Subarjo.
  • Sukarni Kartodiwiryo.
  • Sayuti Melik.
  • Burhanuddin Mohammad Diah.
  • Latif Hendraningrat Sang Bos Peta.
  • S. Suhud.
  • Suwiryo.
  • Muwardi.
  • Frans Sumarto Mendur.
  • Syahruddin.
  • F. Wuz dan Yusuf Ronodipuro.

Ringkasan Ki 6 Distribusi  Menegakkan Panji-Panji NKRI

Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 bukan titik penghabisan pertentangan bangsa Indonesia untuk memperlainkan diri dari borgol penjajahan.Belanda yang sudah lalu ratusan masa merasakan kekayaan Indonesia culas mengakui kebebasan Indonesia.Persekutuan dagang nan telah memenangkan Perang Marcapada II merasa punya hak atas nasib bangsa Indonesia.

Belanda mencoba ikut kembali ke Indonesia dan menikamkan kolonialisme dan imperialismenya.

A.Kondisi Semula Indonesia Merdeka

Secara politis keadaan Indonesia pada awal independensi belum sedemikian itu mapan.Ketegangan, kekacauan, dan berbagai insiden masih terus terjadi. Hal ini tidak lain karena masih ada keistimewaan luar yang bukan rela seandainya Indonesia merdeka.

1.Eksistensi Serikat dagang dan Belanda

Meski Indonesia mutakadim merdeka, Belanda dan Perseroan tidak kepingin mengakui kemerdekaan Indonesia, sehingga mereka melancarkan juga invasi militernya.

2.Merdeka atau Mati!

Kedatangan Sekutu di Indonesia menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat Indonesia.Sampai-sampai dengan memboncengnya Belanda yang ingin memecahkan lagi Indonesia.Hal ini mengakibatkan berbagai upaya penentangan dan perbantahan bersumber masyarakat. Antara tidak:

  • Penangkisan rakyat Semarang n domestik menimbangi tentara Jepang. (7-19 Oktober 1945)
  • Pengambilalihan kekuasaan Jepang di Yogyakarta (26 September-7 Oktober 1945)
  • Beribu-ribu Usia Arek Surabaya untuk Indonesia (25 Oktober-28 November 1945)
  • Pertempuran Ajang Ambarawa (29 November-15 Desember 1945)
  • Pertentangan Palagan Kewedanan.
  • Bandung Osean Api. (24 Maret 1946)
  • Berita Proklamasi di Sulawesi.
  • Gerakan Lintas Laut Banyuwangi – Bali.

B,Mengevaluasi Resistansi Bangsa: Antara Perang dan Damai

Bangsa Indonesia bangun bahwa keefektifan senjata bukan satu-satunya jalan untuk mencapai kedaulatan. Kempang diplomasi atau perundingan adalah jalan lain yang teristiadat ditempuh bangsa Indonesia. Berikut kejadian perdamaian yang rangkaian dilakukan bangsa Indonesia.

  • Perjanjian Linggarjati. (25 Maret 1947)
  • Agresi Belanda I. (21 Juli 1947)
  • Komisi Tiga Negara sebagai mediator yang berharga.
  • Perjanjian Renville. (8 Desember 1947)
  • Agresi Militer II : Tekad Belanda Mengalpakan RI (19 Desember 1948)
  • Peranan PDRI sebagai Penjaga Eksistensi RI.(19 Desember 1948)
  • Peranan Gempuran Masyarakat 1 Maret 1949 untukMenunjukkan Eksistensi TNI.
  • Belanda semakin tercapit internal Persetujuan RoemRoyen. (14 April 1949)
  • Peristiwa Yogya Juga. (29 Juni 1949)
  • Konferensi Inter Indonesia untuk Kebersamaan Bangsa. (19 Juli 1949)
  • KMB dan Syahadat Otonomi. (23 Agustus-2 November 1949)
  • Pembentukan Republik Indonesia Kawan. (27 Desember 1949)
  • Penyerahan dan Pengakuan Independensi. (27 Desember 1949)
  • Kembali ke Negara Kesatuan. (17 Agustus 1950)

C.Mengamalkan Biji-nilai Kejuangan MasaRevolusi

Peristiwa-peristiwa rekaman yang terjadi dalam perang kemandirian, banyakmengandung nilai-nilai kasatmata.Telah sepantasnya sebagai murid nan gelojoh kepada Petak Air cak bagi meneladani nilai-nilai perjuangan yang dicontohkan para induk bala kemerdekaan. Sejumlah nilai pertempuran nan dimaksud antara lainsebagai berikut.

  • Persatuan dan Ahadiat.
  • Rela Berkorban dan Tampa Pamrih.
  • Comar Pada Ibu pertiwi.
  • Saling Pengertian dan Harga Menghargai.

Terimalah, itulah ringkasan materi sejarah Indonesia papan bawah 11 yang jumlahnya suka-suka 6 bab. Kiranya berjasa dan dapat dijadikan wacana ya sobat edukasi!

Source: https://www.matapendidikan.com/2021/02/materi-sejarah-indonesia-kelas-_14.html

Posted by: likeaudience.com