Bab Iv Pembelajaran Ipa Kelas 2 Sd Metode Mind Mapp

(1)

Tiwi Mardiana, 2015

Penerapan metode mind map dalam pengajian pengkajian IPA di SD


PENERAPAN METODE MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN



IPA DI SD

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Cendekiawan Pendidikan Acara Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh

Tiwi Mardiana 1107179

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH Asal

DEPARTEMEN PEDAGOGIK

FAKULTAS Didaktik

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

TAHUN Tanzil

2015

(2)

Tiwi Mardiana, 2015

Penerapan metode mind map kerumahtanggaan pembelajaran IPA di SD

Pekarangan Hak paten untuk Mahasiswa S1

========================================================== =====


PENERAPAN METODE MIND MAP DALAM Pengajian pengkajian



IPA DI SD

Maka dari itu

Tiwi Mardiana

1107179

Sebuah skripsi yang diajukan lakukan menyempurnakan salah satu syarat memperoleh gelar Akademikus Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan

© Tiwi Mardiana 2015 Jamiah Pendidikan Indonesia

Juni 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya alias sebagian, dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari dabir.

(3)

Tiwi Mardiana, 2015

Penerapan metode mind map dalam pembelajaran IPA di SD

LEMBAR PENGESAHAN


PENERAPAN METODE MIND MAP Dalam


PEMBELAJARAN IPA DI SD

Maka itu

Tiwi Mardiana

1107179

Diajukan dan Disahkan oleh

Penyuluh I


Dra. Kurniasih, M.Pd


NIP. 19590623 198032003

Pembimbing II

Drs. Tatang Syaripudin, M.Pd

NIP. 19600521198703 1 005

Diketahui,

Superior Programa Studi Pendidikan Suhu Sekolah Bawah

Jurusan Pedagogik

Fakultas Aji-aji Pendidikan

Universitas Pendidikan Indonesia


Dr. Dharma Kesuma, M.Pd


NIP. 195509271985031001

(4)

Tiwi Mardiana, 2015

(5)

i
Tiwi Mardiana, 2015

Paradigma


PENERAPAN METODE MIND MAP DALAM Pengajian pengkajian IPA DI


SD

Maka dari itu

TIWI MARDIANA

Eksplorasi ini di latarbelakangi rendahnya hasil belajar petatar di kelas bawah III SD pada mata Pelajaran IPA metode yang di gunakan guru masih menggunkan lazim yaitu metode khotbah, hal ini di tunjukkan dari masih banyaknya peserta didik yang mendapatkan skor rendah bermula kreteria ketuntasan minimal (KKM). Situasi tersebut terjadi karena metode pembelajaran yang di gunakan sangat kurang. Tindakan kelas yang di lakukan maka itu penyelidik dengan penerapan metode
mind map
dalam penataran IPA di SD, adapun pamrih partikular penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan penerimaan, mendeskripsikan pelaksanaan penerimaan IPA, dan mendeskripsikan peningkatan hasil membiasakan peserta dengan penerapan metode
Mind Map
n domestik pembelajaran IPA di SD. Metode yang di gunakan internal riset ini yaitu penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc Taggart nan terdiri bermula perencanaan, pelaksanaan,pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini terdiri mulai sejak dua siklus, pengkajian ini dilakukan di kelas IIIB SDN X dengan besaran pelajar didik 33 hamba allah. Yang terdiri dari 17 perempuan dan 16 lanang. Di pra siklus pemeriksa memberikan matari pendedahan dengan materi sendang energi semata-mata 42% yang mencapai KKM dengan nilai kebanyakan 57, sedangkan di siklus I pengkaji menggunakan penerapan metode
mind map
kerumahtanggaan penerimaan IPA dengan materi prinsip memelihara lingkungan dan melestarikan kalimantang terjadi peningkatan sebanyak 78% dengan angka rat-rata 67, dan pada siklus II terjadi eskalasi 100% yang tuntas dari 29 petatar yang hadir dengan nilai rata-rata 84, bintang sartan dapat di simpulkan bahwa penerapan metode
Mind Map
dalam pembelajaran IPA di SD materi cara memelihara lingkungan dan melestarikan pan-ji-panji bisa menjadi salah satu alternatif, metode pembelajaran di dalam kelas dimana metode
mind map
lebih baik dengan pendekatan saintifik. Semoga penelitian ini berharga kerjakan pengkaji selanjutnya cak bagi menjadi target rujukan jika melakukan penajaman dengan penerapan metode pengajian pengkajian
Mind Map
dalam pengajian pengkajian IPA ataupun ain pelajaran yang lainnya.

(6)

Tiwi Mardiana, 2015

ABSTRACT


PENERAPAN METODE MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN IPA DI


SD

BY

TIWI MARDIANA

This research in the developed of the low learning outcomes of students in the third grade elementary school in science subjects teachers methods used are still using the conventional lecture method, it is in the show from the number of students who scored less than minimum completeness criteria (KKM). This happens because the learning method that is used very less. Class actions undertaken by researchers with the application of mind mapping method in science teaching in primary schools, as for the specific purpose of this study aims to describe the lesson plan, describe the implementation of learning science, and describe the learning outcome of students with the application of the method Mind Map in learning science in elementary school , The method used in this research is classroom action research models and Mc Taggart Kemmis consisting of planning, implementation, observation, and reflection. This study consisted of two cycles, the study was conducted in class IIIB SDN X the number of learners 33 people. Which consists of 17 women and 16 membubuhi cap. The pre-cycle researchers gave Matari learning the source material is only 42% energy that reaches KKM with an average value of 57, while in the first cycle of the application of methods researchers use mind maps in the material science learning how to maintain the environment and preserve the natural an increase of 78% The mean value 67, and the second cycle there was an increase of 100% is due from 29 students in attendance with an average value of 84, so it can be concluded that the application of the method Mind Map in learning science in elementary matter how preserve the environment and conserve natural may be one alternative learning methods in the classroom where the method of the mind map better with scientific approach. Hopefully this research useful for further research to be a reference material when doing research with the application of learning methods
Mind Map
in learning science and other subjects.

(7)

vi

Tiwi Mardiana, 2015

DAFTAR ISI

Rayon Pengesahan

Tanwujud… i

Pembukaan PENGANTAR … ii

Mulut TERIMAKASIH … iii

LEMBAR PERYATAAN … v

DAFTAR ISI … vi

DAFTAR Tabulasi … viii

DAFTAR DIAGRAM DAN Kerangka … x

Gerbang I PENDAHULUAN …

1

A. Parasan Belakang Masalah … 1

B. Rumusan Masalah … 5

C. Maksud Penelitian … 6

D. Manfaat Penelitian … 6

Ki II KAJIAN Wacana …

8

A.
Mind Map… 8

1. Pengertian
Mind Map… 8

2. Rekaman
Mind Map
… 9

3. Pamrih Langkah Dalam Membentuk
Mind Map
… 9

4. Nan Digunakan Dalam Pembuatan
Mind Map
… 10

5. Arti dan Kekurangan Metode
Mind Map
… 10

B. Metode Pendedahan
Mind Map… 11

C. Hasil Belajar … 12

D. Pembelajaran IPA di SD … 15

1. Pengertian IPA … 15

2. Hakikat IPA … 15

3. Tujuan … 16

E. Materi Penataran IPA di SD… 17

F. Penelitian Penting Yang Relevan… 20

(8)

vii

Tiwi Mardiana, 2015

H. Definisi Operasional … 23

Gapura III METODE DAN PROSEDUR Investigasi …

24

A. Metode Penyelidikan… 24

B. Cermin Penelitian … 25

C. Lokasi, Tahun dan Subjek Penelitian … 26

D. Instrumen Penelitian … 26

1. Instrumen Pembelajaran … 27

2. Radas Pengungkap Data Pengkhususan … 27

E. Prosedur Penelitian … 28

1. Siklus I… 28

2. Siklus II … 29

F. Lembaga Pengolahan Uji Keabsahan Data … 30

1. Hasil Observasi … 31

2. Hasil Tes … 31

3. Menotal Peningkatan Hasil Belajar Siswa… 32

Bab IV HASIL DAN PEMBAHASAN …

34

A. Deskripsi Hasil Penelitian … 34

1. Siklus I … 34

2. Siklus II … 43

B. Pembahasan … 43

C. Keterbatasan Penelitian … 53

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI …

55

A. Simpulan … 54

B. Rekomendasi … 55

DAFTAR Teks …

56
Pelengkap-Tambahan

(9)

viii

Tiwi Mardiana, 2015

DAFTAR Diagram

2.1 Tabel penggunaan Pelopor Pada
Mind Map… 11

3.2 Tabel Jadwal Penekanan Siklus I & II … 33

4.1 Diagram Nilai LKS Siklus I … 39

4.2 Tabel Data Anggaran Pra Siklus dan Siklus I … 40

4.3 Diagram Data Hasil Sparing Siswa Pada Siklus I… 41

4.4 Tabulasi Data Ketuntasan Pesuluh Plong Siklus I … 42

4.6 Tabel Nilai LKS Siklus II … 48

4.7 Tabel Rekapitulasi Nilai Pra Siklus – Siklus II … 49

4.8 Tabel Data Hasil Belajar Petatar Pada Siklus II … 50

(10)

ix

Tiwi Mardiana, 2015

DAFTAR DIAGRAM DAN BAGAN

2.2 Bagan Kerangka Berpikir … 22

3.1 Bagan Komplet Penelitian … 25

4.5 Diagram Pra Siklus dan Siklus I … 42

4.2 Tabel Data Prediksi Pra Siklus dan Siklus I … 40

(11)

1
Tiwi Mardiana, 2015

BAB I

PENDAHULUAN

A.
Latar Pantat Ki kesulitan

Pendidikan Nasional yang berdasarkan pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi cak bagi meluaskan kemampuan dan takhlik watak serta peradaban nasion yang benar dalam rangka mencerdaskan usia bangsa, berujud buat mengembangkan potensi peserta bimbing mudahmudahan menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Nan maha Esa. Berakhlak luhur,bugar,mandraguna,rupawan,kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.

Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana terjadwal Di dalam undang-undang sistem pendidikan Nasional Nomor .20 Periode 2003 adapun sistem pendidikan Kebangsaan. (KTSP, 2006 hlm:3)

Kerumahtanggaan undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adapun sistem pendidikan Nasional, Bab I pasal I ayat (1) dikemukakan bahwa pendidikan ialah usaha ingat dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pendedahan agar siswa bimbing secara aktif mengembangkan potensi dirinya bagi memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kpribadian, kepintaran,kepatutan mulia serta keterampilan nan diperlukan dirinya, publik, bangsa dan Negara. Dalam denotasi ini terdapat beberapa implikasi perumpamaan berikut :

1) Pendidikan ialah operasi sadar. Artinya, berjenis-jenis tindakan yang dilakukan pendidik kepada peserta ajar harus dilakukan secara siuman atau sengaja

2) Pendidikan harus dilakukan secara terencana. Artinya, pendidikan harus disusun dalam satu acara.

3) Pendidikan harus dapat membentuk suasana sparing dan proses penelaahan yang kondusif.

4) Pendidikan harus melibatakan peserta didik untuk aktif mengembangkan potensi dirinya. Asumsinya, setiap peserta didik merupakan basyar yang aktif dan mempunyai potensi dasar cak bagi

(12)

2

Tiwi Mardiana, 2015

ditumbuh kembangkan. Tugas peserta didik adalah mengaktifkan peserta didik, baik secara jasmani, mental, intelektual, emosional ataupun sosialnya, sehingga potensi dirinya dapat merecup dengan lebih baik. 5) Pendidikan harus mengarahkan pelajar asuh untuk memiliki kekuatan

spiritual keagamaan, pengendalian diri, budi, kepintaran, etik luhur serta keterampilan yang diperlukan dirinya, mahajana, bangsa dan negara. (Arifin Z, 2009 hlm:40)

Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan lakukan meluaskan kemampuan dan karakter individu melalui proses ataupun kegiatan tertentu ( pengajaran,bimbingan maupun latihan) serta interaksi individu dengan lingkugannya bagi mencapai manusia seutuhnya (khalayak transendental). ( Arifin Z, 2009 hlm:39)

Sekolah yaitu salah satu tempat yang menjadi episode dari arwah anak-momongan. Di SD, anak banyak melakukan berbagai aktivitas baik fisik maupun psikis, berangkat berusul berlatih di papan bawah sebatas main-main dihalaman sekolah. Pada usia SD bermain ialah dunia anak, dimana anak SD umur mereka berkisar 6-13 perian, tahap perkembangan kognitifnya bersifat kogrit.

IPA adalah salah suatu isi Kurikulum KTSP 2006 di SD, sehubungan dengan itu intern (KTSP,2006 hlm: 124)

Aji-aji pengetahuan alam (IPA) berhubungan dengan mandu mencari tahu mengenai alam secara sistematis. Sehingga IPA enggak hanya penguasaan kompilasi pengetahuan nan berupa fakta-fakta, konsep-konsep alias prinsip-prinsip sekadar tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan bisa menjadi wahana bagi peserta bimbing untuk mempelajari diri sendiri dan tunggul sekitar, serta proses peluasan makin lanjut privat penerapannya di dalam umur sehari-masa.( KTSP, 2006 hlm: 124)

Sehubungan pendedahan IPA burung laut berhubungan dengan nasib dan pengalaman siswa. menekankan puas anugerah camar duka bertepatan lakukan mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan mengarifi alam sekitar secara saintifik. Pendidikan IPA diarahkan untuk inquiri dan melakukan sehingga dapat membantu murid untuk memperoleh kesadaran yang lebih tekun adapun alam selingkung. (KTSP,2006 hlm:124)

Pembelajaran IPA seyogiannya dilaksanakan secara inquiri ilmiah (scientifik

inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir dalam-dalam,berkreasi dan beraksi ilmiah

(13)

3

Tiwi Mardiana, 2015

serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hayat. Makanya karena itu penerimaan IPA di SD/Bihun memfokuskan sreg kasih pengalaman belajar secara berbarengan melintasi pendayagunaan dan ekspansi ketangkasan proses secara ilmiah.

Tujuan pelajaran guna-guna pengetahuan standard ( IPA) berujud agar peserta tuntun memiliki kemampuan umpama berikut :

1) Memperoleh keagamaan terhadap kesabaran terhadap Tuhan Yang Maha Esa beralaskan keberadaan,keindahan dan keselarasan duaja ciptaan-Nya. 2) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA nan

manfaat dan bisa diterapkan kerumahtanggaan semangat sehari-periode

3) Mengembangkan rasa mau senggang, sikap positif dan kesadaran tentang adanya perantaraan yang ganti mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan umum

4) Mengembangkan keterampilan proses untuk menginterogasi umbul-umbul sekitar, mengatasi masalah dan mewujudkan keputusan

5) Meningkatkan kognisi kerjakan berlaku serta intern memelihara, menjaga dan melestarikan mileu pan-ji-panji

6) Meningkatkan pemahaman bakal menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan

7) Memperoleh bekal informasi, konsep dan kecekatan IPA misal dasar kerjakan melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs. (KTSP,2006, hlm .124)

Dalam makrifat di sekolah, sayang kita jumpai dalam pembelajaran IPA metode yang guru terapkan masih tinggal resmi, yaitu dengan ceramah saja. Kejadian inilah yang menjadi salah satu pengempang yang minimal berwibawa dalam pemerolehan hasil sparing siswa di sekolah. Penataran nan master untuk hanyalah bersifat
teacher center
bukan
student center, sehingga peserta hanya duduk dan mendengarkan guru nan medium mengklarifikasi materi di depan kelas, maka siswa akan menggambar materi yang di sampaikan di buku tulis pelajar. Hal ini seakan-akan belajar hanya mendengarkan dan menulis, sonder ada kerja sama aktif berbunga pesuluh, karena pembelajaran yang dirasakan adv minim menyenagkan dan kurang menarik bagi siswa. Dengan menurunnya sukma pesuluh didik, maka melandai juga hasil belajarnya.

Rendahnya hasil belajar intern mata latihan IPA pada inferior III SD penulis temukan pron bila pembelajaran akan halnya sumur energi dimana pengkaji mengamalkan tes materi akan halnya sumur energi kepada dimana sekadar 31 khalayak siswa yang mengajuk pembelajaran berlangsung, sementara itu 2 orang pesuluh didik

(14)

4

Tiwi Mardiana, 2015

tidak ikut karena siswa didik tersebut internal kondisi kurang baik (gempa bumi).Hasil tes, nan mencapai kreteria ketuntasan minimal (KKM) saja 13 peserta asuh , sedangkan yang enggak mencapai KKM 19 petatar pelihara. Banyaknya petatar yang belum mencapai KKM diatas disebabkan beberapa faktor, baik itu mulai sejak murid itu sendiri atau dari guru itu seorang. Rendahnya minat belajar, bisa terjadi karena waktu penerimaan berlangsung guru semata-mata menggunakan metode khotbah, Kurangnya media, dan terbatasnya masa pengajian pengkajian yang digunakan privat penerimaan berlanjut. Bagi memecahkan permasalahan tersebut teristiadat inovasi metode, kamil, ataupun wahana penerimaan, sehingga pembelajaran lebih baik dan dapat dipahami makanya petatar ajar.

Berdasarkan hasil study literatur ditemukan metode nan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil sparing murid pelecok satunya dengan dengan menerapkan metode
Mind Map.

Metode
Mind Map
adalah metode yang menjorokkan aktivitas siswa untuk menyadari.

Peneliti mencoba menunggangi metode
Mind Map
merupakan pendirian termudah untuk menempatkan deklarasi ke kerumahtanggaan otak dan menjeput informasi keluar berusul otak
Mind Map
adalah prinsip mencatat yang fertil, dan efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita.
Mind Map
pun dulu terbelakang jika diartikan secara harfiah
Mind Map
merupakan cara kerja otak “peta konsep” pikiran secara keteter (Buzan Tony, 2007 hlm:4)

Kerumahtanggaan pembuatan
Mind Map
terserah tujuh ancang yang harus di perhatikan yaitu andai berikut: Buzan, T. (2007) mengungkapkan

1)
Mula-mula
Mulailah berpokok bagian tengah kertas yang kosong nan sisi atasnya diletakkan horizontal

2)
Kedua
tuliskan tema, ide maupun gagasan 3)
Ketiga
gunakan warna nan menarik

4)
Keempat
hubungkan cabang-cabang utama ke gambar kunci

5)
Kelima
buatlah garis hubung, dimana garis tersebut harus garis nan melengkung

6)
Keenam
Gunakan salah satukata kunci bakal setiap garis

7)
Ke tujuh
gunakan gambar, alasannya setiap rajah bermakna seribu kata Metode
Mind Map
n kepunyaan khasiat dan kesuntukan adapun kelebihannya yaitu :

(15)

5

Tiwi Mardiana, 2015

1) Mudah melihat gambaran keseluruhan

2) Membantu induk bala kerjakan: mengeset,mengingat,membandingkan dan membuat hubungan.

3) Memudahkan interpolasi informasi plonco. 4) Pengkajian ulang bisa kian cepat.

5) Setiap peta berwatak unik.

http://cermin-pembelajaranku.blogspot.com/2014/12/manfaat-dan-kelebihan-pendedahan-mind.html

Kekurangan dari metode
Mind Map
adalah : 1) Namun peserta nan aktif terlibat

2) Tidak sepenuhnya murid yang berlatih.

3)
Mind Map
siswa bervariasi sehingga Guru kewalahan dalam memeriksa (Heriawan A.dkk,2012 hlm:122)

Dengan menerapan metode
Mind Map
dalam pembelajaran IPA di SD, peserta asuh akan aktif internal pembelajaran, nan biasanya peserta jaga hanya mendengarkan materi dengan pidato saja, dengan penerapan metode
Mind Map
intern pembelajaran IPA di SD peserta didik lebih aktif menyadari n domestik sparing dan mampu menguasai materi peta konsep kerumahtanggaan pembelajaran IPA. Dalam membuat
Mind Map
agar mampu menunggangi corak yang menggandeng cak agar dalam mencatat kelihatan menarik sehingga tidak bosan dalam mencatat. Apa lagi anak asuh di inferior adv minim masih gemar dengan namanya belajar dan bermain. Pembelajaran ini identik dengan corak-warni sehingga peserta didik di kelas rendah menyukai corak-warni akan menumbuhkan semanggat intern pembelajaran. Dengan penerapan metode
Mind Map
ini, maka penulis terjerumus mengerjakan PTK dengan kop “ Penerapan Metode
Mind Map
Dalam Penelaahan IPA DI SD” .

B.
Rumusan Problem

Berdasarkan meres belakang masalah yang diuraikan di atas, rumusan umum problem peneliti ini adalah: “ Bagaimanakah Penerapan Metode
Mind

Map
n domestik pembelajaran IPA di Kelas III SD ?” lakukan memperjelas permasalahan tersebut maka secara khusus di rinci dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut :

a) Bagaimanakah perencanaan pembelajaran IPA dengan menerapkan metode

(16)

6

Tiwi Mardiana, 2015

b) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menerapkan metode

Mind Map
dalam pembelajaran IPA di SD di Papan bawah III SD?

c) Bagaimanakah pertambahan hasil berlatih siswa dengan menerapkan metode

Mind Map
dalam penataran IPA di Papan bawah III SD?
C.Tujuan Penelitian

1. Harapan Awam

Setiap kegiatan tentunya memiliki intensi, sejenis itu pula dengan penelitian ini secara awam yang menjadi tujuan mulai sejak penggalian ini adalah mendeskripsikan penerapan “Metode Mind Map privat pendedahan IPA di Kelas III SD”. Bahasan kaidah memiara lingkungan dan cara melestarikan alam di kelas III SD Kota Bandung.

2. Maksud Khusus

Adapun secara tunggal, penelitian ini di lakukan dengan tujuan buat mendeskripsikan :

a) Mendeskripsikan Perencanaan pembelajaran IPA dengan menerapkan metode
Mind Map
di kelas III SD

b) Mendeskripsikan Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menerapkan metode
Mind Map
di kelas III SD

c) Mendeskripsikan Peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode
Mind Map
di inferior III SD

D.
Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bisa berjasa untuk murid, guru dan sekolah sebagai halnya di uraikan berikut:

1. Bagi siswa

a) Dapat Meningkatkan aktivitas membiasakan siswa dalam penelaahan IPA b) Dapat meningkatkan hasil sparing pada alat penglihatan pelajaran IPA

2. Buat guru dan peneliti

a) Dengan dilaksanakannya penelitian ini, guru dan pengkaji secara bertahap dapat memperbaiki dan meningkatkan sistem penerimaan di kelas bawah

(17)

7

Tiwi Mardiana, 2015

sehingga permasalahan yang berbimbing dengan kegiatan pembelajaran dapat teratasi

b) Disamping itu, dengan melaksanakan penekanan tindakan papan bawah, masalah yang dihadapi boleh dahulu membantu sebagai perbaikan pembelajaran bagi peluasan profesionalisme temperatur dan peneliti yang bersangkutan. 3. Kerjakan sekolah

Hasil penelitian diharapkan memberi sumbangan yang berguna bagi sekolah, terutama dalam memperbaiki pembelajaran sehingga meningkatkan dur pendidikan di sekolah tersebut.

(18)

24
Tiwi Mardiana, 2015

BAB III

METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

A.
Metode Penelitian

Metode yang digunakan intern penelitian ini yakni menunggangi metode penelitian tindakan kelas bawah (
classroom action research
). Hopkins (1933:44) dalam sosi (Komalasari K, 2013 hlm.271) membeberkan penyelidikan tindakan kelas sebagai studi nan mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan subtantif, satu tindakan yang dilakukan privat disiplin inquiri, maupun suatu usaha seseorang cak bagi memahami barang apa nan terjadi, sekalian terlibat n domestik sebuah prosedur perombakan dan perubahan.

Sedangkam menurut Suhardjono dalam buku (Komalasari K,2013 hlm:271) mengatakan penilaian tindakan papan bawah adalah penekanan nan dilakukan maka dari itu master, sandar-menyandar dengan pengkaji lainnya nan dilakukan sendiri oleh guru yang bertindak seumpama penyelidik. Di inferior atau di sekolah bekas ia mengajar dengan penekanan puas penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pengajian pengkajian.

Jadi, penelitian tindakan kelas merupakan penelitian praktis yang dilakukan di inferior dan bertujuan bakal memperbaiki praktik pembelajaran nan ada dan meningkatkan kualitas pembelajaran di inferior. Selain itu penelitian ini untuk tanggulang kebobrokan dengan tahap-tahap dimulai dari erencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi sehingga terlampiaskan dengan tertuju mulai sejak semula penerimaan dan penghabisan penerimaan

Pamrih terdepan penelitian tindakan kelas ( PTK) menurut Brags internal (Suryanto 1997:8) bahwa penekanan ini bertujuan buat mengembangkan ketangkasan-keterampilan guru beralaskan puas permasalahan-permasalahan pembelajaran nan dihadapi di internal papan bawah.

Prosedur penelitian tindakan kelas menurut Hopkins dalam (Komalasari 2013:271) merupakan:

a. Perencanaan ( Planning)

(19)

25

Tiwi Mardiana, 2015

c. Observasi (observation)

Model penelitian tindakan papan bawah nan digunakan kerumahtanggaan penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggrat. Dalam model studi ini ada tiga tahap yang kerap digunakan, adalah: (perancanaan, pelaksanaan, dan pengamatan).

Awalan-awalan yang dilakukan dalam eksemplar menurut Kemmis dan Taggart dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Perencanaan tindakan yaitu rencana yang akan dilaksanakan untuk merevisi, meningkatkan atau perlintasan tingkah larap dan sikap b. Pelaksanaan tindakan yaitu apa yang dilaksanakan maka itu peneliti sebagai

upaya perbaikan

c. Pengamatan, yaitu membidas atas hasil ataupun dampak berpunca tindakan yang dilakukan

B.
Model Penelitian

Model penelitian tindakan kelas ini adalah model yang di kembangkan oleh Kemmis dan Tanggart. Dalam kamil pengkajian ini mencangkup empat tahapan nan gegares digunakan, yaitu perencanaan (planing), pelaksanaan (acting), pengamatan

( observasing ), reflektif ( reflecting ).
Bagan 3.1

Bagan Lengkap Penelitian

Refleksi Refleksi

Perencanaan

Perencanaan Perencanaan

Observasi

Pelaksanaan

Observasi

(20)

26

Tiwi Mardiana, 2015

Bangan Siklus I dan Siklus II Lengkap Kemmis dan Mc Taggart.

Sendang: (Sukardi, 2013) Metode Penggalian Pendidikan Tindakan Kelas,

Impelementasi dan Pengembangannya.

Langkah-anju penajaman tindakan inferior menurut Kemmis dan Tanggart yaitu :

a. Perencanaan tindakan yaitu rencana yang akan dilaksanakan untuk mengedit, meningkatkan ataupun perlintasan tingkah laku dan sikap b. Pelaksanaan tindakan merupakan segala yang dilaksanakan oleh pemeriksa sebagai

upaya pembaruan

c. Pengamatan, merupakan mengamati atas hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan

d. Refleksi (reflecting) yaitu mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak berpunca tindakan.

C.
Lokasi, Waktu dan Subjek Eksplorasi

1. Lokasi penajaman

Penelitian Tindakan Kelas bawah Ini dilaksanakan di SD X Kecamatan Tahun ajaran 2014/2015

2. Hari Riset

Tahun penekanan ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal tutorial di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan sepanjang bulan April- Mei 2015. 3. Subjek Penggalian

Penelitian tindakan kelas bawah ini subjek penelitiannya ialah siswa papan bawah III SD X dengan Besaran speserta didik 33, pelajar kuntum berjumlah 17 orang dan lelaki berjumlah 16 basyar.

D.
Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat nan dapat digunakan untuk mengumpulkan data pendalaman. Bisa disebut juga teknik eksplorasi. Perkakas atau alat yang digunakan intern penelitian pelaksanaan penelitian yang dapat mengawasi langsung dampak yang terjadi dalam penelitian.

(21)

27

Tiwi Mardiana, 2015

Teknik pengkhususan ini menggunakan teknik tes intern mengumpulkan data di alun-alun. Yang dimaksud dengan pembuktian adalah perabot nan digunakan untuk mengukur dan menilai hasil membiasakan peserta didik terutama hasil membiasakan psikologis. Guru harus memahami hasil belajar peserta didik untuk mengetahui hasil belajar yang sesuai dengan harapan pembelajaran yang di ajarkan. Yang digunakan adalah observasi serta dokumentasi.

1.
Instrumen Pengajian pengkajian

a. Rencana pelaksanaan pendedahan (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP) yang akan dibuat memuat

Tolok Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian

Kompetensi, Intensi Penerimaan, Langkah-anju Penataran yang mengacu pada metode
Mind Map, Materi Pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Rencana pelaksanaan penerimaan ini dibuat persiklus dengan harapan umpama pedoman internal pembelajaran nan akan

dilaksanakan dengan menggunakan metode
Mind Map.

b. Lawai Kerja Siswa

Lembar kerja Siswa ialah pelecok satu instrumen yang digunakan momen internal roses pendedahan dn memuat berjenis-jenis kegiatan siswa agar lebih mengerti pembelajaran nan diberikan. Lembar kerja siswa ini digunakan agar siswa bernas dan aktif internal sumbang saran, serta berpunya bekerja seperti mana anggota kelompok lainnya.

2.
Radas Pengungkap Data Eksplorasi

a. Lembar Observasi

Pedoman observasi digunakan ntuk melihat keterlaksanaan

tahap-tahap kegiatan pengajian pengkajian IPA dengan menggunakan Metode
Mind

Map
dalam pendedahan IPA. Dalam kenur observasi memuati kolom deklarasi untuk menuliskan saran dan kekurangan-kekurangan aktivitas suhu dan siswa intern proses penelaahan berpokok awal penelaahan hingga akhir penerimaan menjadi bahan refleksi.

b. Tes termuat

Pemeriksaan ulang merupakan pengumpulan data yang berfungsi bakal mengukur kemampuan seseorang. Tes yang digunakan internal penelitian ini adalah

(22)

28

Tiwi Mardiana, 2015

tes di akhir penelaahan . selain itu, verifikasi ini digunakan untuk mengukur kemampuan psikologis siswa.tes ini di berikan pada akhir pembelaran

c. Pengarsipan

Dokumentasi digunakan lakukan mengumpulkan data petatar pada saat proses membiasakan mengajar berlanjut, peristiwa ini bermaksud mudah-mudahan penelitian yang dilakukan bisa dibuktikan bahwa penelitian melakukan penelitian di SD X Kota Bandung serta sebagai bukti bahwa peserta tuntun bisa dolan aktif kerumahtanggaan proses pembelajaran. Dokumentasi dalam penelitian ini berupa lembaga atau foto suhu dan peserta didik pada detik proses pembelajaran berlangsung. (dokumentasi terlampir) kerumahtanggaan (Agustyani Dessy, 2013 hlm: 36)

E.
Prosedur Pengkhususan

Prose.mutiara nan digunakan dalam n domestik peneltian ini mangacu pada model penelitian tindakan papan bawah nan dikembankan oleh Kemmis dan Taggart. Investigasi tindakan kelas ini dirancang dan di laksanakan untuk 2 siklus. Siklus purwa di rancang untuk dilaksanakan 1 kali pertemuan dengan alikasi waktu ( 2X35 Menit ), sedangkan siklus ke dua di rancang untuk satu kali pertemuan dengan alokasi waktu (2X35 Menit). Tahap setiap pelaksanaan siklus meliputi perencanaan (Planning), Pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (
Reflecting).

1.
Siklus I

a. Tahap Perencanaan

1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP) IPA dengan

penerapan Metode
Mind Map

2) Menyiapkan Lembar Kerja Siswa

3) Menyiapkan organ testimoni termasuk aktual lungsin tanya pengecekan siklus I 4) Menyiagakan radas lembar observasi aktivitas guru dan pesuluh

b. Tahap Pelaksanaan

1) Menerimakan lembar observasi kepada observer untuk di isi

2) Melaksakan pembelajaran IPA dengan penerapan
Mind Map
pada

(23)

29

Tiwi Mardiana, 2015

3) Melakukan tes siklus 1 cak bagi mendapatkan data mengenai hasil belajar pelajar tentang mandu memelihara mileu dan cara melestarikan alam

internal pendedahan IPA dengan penerapan Metode
Mind Ma.

4) Mencatat dan merekam semua aktivitas belajar yang terjadi makanya pengamat pada lembar observasi misal sumber data yang akan digunakan puas tahap refleksi

5) Diskusi dengan pengamat cak bagi menglarifikasikan hasil pengamatan pada lembar Observasi

c. Tahap pengamatan

1) Observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru

dalam penerimaan IPA dengan penerapan Metode
Mind Map

2) Observer mengisi untai observasi

d. Tahap refleksi

Peneliti melakukan kajian terhadap semua data yang di kumpulkan dari riset tindakan puas siklus I. Setelah hasil sparing pelajar dan pengamatan observer telah dikaji, selanjutnya pada siklus II, peneliti mengulung kegiatan yang dilaksanakan pada siklus I. Temuan pada tahap refleksi pada siklus I digunakan buat menyunting RPP dan penelaahan lega siklus II.

2.
Siklus II

a. Tahap Perencanaan

1) Kehilangan di siklus I bikin dijadikan sasaran perbaikan pada pelaksanaan siklus II

2) Menerapkan sub materi nan lebih komplek dari materi siklus I

3) Membuat rencana pengajian pengkajian dengan memperhatikanrefleksi di siklus I

4) Menyiapkan ki alat, perangkat peraga dan sumber pembelajaran

5) Merancang kegiatan nan lebih variatif dalam LKS 6) Menyiapkan instrumen tes sklus II

7) Menyiapkan kenur pengamatan pelajar dan temperatur dalam pembelajaran

b. Tahap pelaksanaan

1) Melaksanakan kegiatan pembelajaran siklus II sesuai dengan RPP yang telah di susun dengan mempertimbangkan reformasi dan kehilangan pada

(24)

30

Tiwi Mardiana, 2015

siklus I serta bobot materi yang lebih kompleks. Di harapkan plong siklus II ini siswa sudah lalu lebih menguasi materi cara memelihara lingkungan dan cara melestarikan alam intern pembelajaran IPA di SD dengan penerapan metode
Mind Map

2) Mengerjakan tes siklus II untuk mendapatkan data hasil membiasakan siswa lega siklus II

3) Mencatat dan merekam semua aktivitas belajar pelajar perumpamaan sumur data

yang akan di gunakan tahap refleksi

4) Diskusi dengan pengamat untuk menglarifikasi dat hasil pengamatan pada

lawe observasi

c. Tahap pengamatan

1) Mengingat-ingat dan merekam aktivitas sparing siswa oleh pengamat melintasi lawe observasi

2) Peneliti menyasuaikan apakah kegiatan nan dilakukan pad sklus II ini telah sesuai dengan nan diharapkan

d. Tahap refleksi

Hasil nan di peroleh plong tahap pengamatan dikumpulkan bikin dianalisis dan di evaluasi oleh pemeriksa, bakal mendapatkan suatu konklusi. Diharapkan setelah akhir siklus II ini, hasil belajar siswa dalam penelaahan IPA adapun pendirian memelihara lingkungan dan pendirian melestarikan alam melalui penerapan metode
Mind Map
boleh meningkat.

F.
Rencana Penggarapan dan Uji Validitas Data

Teknik penggodokan dan uji keabsahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data-data yang dikumpulkan dan kajian dengan menunggangi pendekatan kualitatif meliputi : kinerja guru, aktivitas murid dan pola pembelajaran. Teknik statistik sederhana digunakan cak bagi mendeskripsikan berbagai perubahan hasil belajar petatar yakni nilai biasanya dan presentase di atas atau di bawah Kreteria Ketuntasan Minimal ( KKM)

Privat kualitatif dengan mandu mengkategorikan dan mengklarifikasikan data berlandaskan kajian yang real, kemudian di tafsirkan internal konteks penelitian. Kegiatan ini berupaya memunculkan makna terbit setiap dat yang di

(25)

31

Tiwi Mardiana, 2015

boleh, sehingga data tidak hanya bersifat deskriptif. Dalam penelitian dengan pendekatan kualitatif, perebusan dan amatan dat dilakukan secara membenang dar awal sampai intiha penelitian.

Data kuantitatif pecah berpunca pemeriksaan ulang siklus lakukan hasil belajar IPA para peserta jaga. Setelah data kuantitatif diperoleh, langkah selanjutnya mengolah dan menganalisis dat seumpama berikut :

1.
Hasil Observasi

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, buat itu perlu banyak tulisan-gubahan secara teliti. Untuk itu perlu merangkum data yang telah di dapatkan data yang di perolah. Selanjutnya data yang telah didapatkan akan dilakukan mengolah data nan sudah didapatkan di lapangan. penguraian data disajikan privat bentuk tabel dan grafik, sehingga data yang tersaji lebih terorganisasi, dan tersusun dan mudah dipahami. Pasca- data telah diperoleh data selanjutnya direfleksi. data nan telah tersaji bakal menggampangkan tindakan seterusnya.

2.
Hasil Tes

Validasi terjadwal dilakukan setiap siklus, untuk mengerti rata-rata hasil belajar peserta didik intern penelaahan IPA dengan Penerapan metode

Mind Map
Pada Pembelajaran di SD. Rumus nan digunakan cak bagi cak menjumlah biasanya hasil berlatih siswa adalah:

� = �

(Aqib dalam Fauziah, 2013 hlm : 30) Keterangan : � : Nilai kebanyakan kelas

�: Total nilai yang diperoleh siswa

� : Jumlah peserta

Ketuntasan membiasakan pesuluh ditentukan bersendikan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan merupakan 60. Presentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal dapat ditentukan dengan rumus :

(26)

32

Tiwi Mardiana, 2015

� = ≥

60

� × 100%

Keterangan : ≥ 60 : Jumlah siswa nan mendapat nilai lebih besar

mulai sejak atau sama dengan 60 n : Banyak siswa

100% : Bilangan tetap KB : Ketuntasan membiasakan (Aqib privat Fauziah, 2013 hlm : 30)

3.
Menghitung Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Bagi mengetahui peningkatan hasil sparing siswa secara klasikal dari setiap siklus, dilakukan dengan menghitung selisih rata-rata hasil belajar siswa sreg siklus I dengan siklus II.

Analisis data dapat dilakukan dengan melihat cedera kebanyakan hasil sparing petatar pada siklus I dan II. Jikalau selisihnya bertanda maujud (+), maka terwalak peningkatan hasil belajar petatar melalui penerapan Metode
Mind Map
Lega Pendedahan IPA di SD dan hipotesis tindakan pahit lidah sopan. Sebaliknya jika bertanda subversif (-). Selain data kuantitatif, juga terdapat data kualitatif nan dikumpulkan melalui benang observasi aktivitas siswa dan guru intern pembelajaran di kelas makanya seorang pengamat (observer) maujud untai pengamatan terbuka. Sehingga observer harus menuliskan deskripsi hasil pengamatannya pada ruangan nan telah disediakan sesuai dengan item pertanyaan pada kenur observasi. Pengolahan data kualitatif ini dilakukan dengan cara menyimpulkan deskripsi observer dari setiap item pertanyaan. Jika observer menuliskan pengamatan yang positif terhadap pembelajaran, maka aktivitas hawa atau siswa dalam pendedahan sudah sesuai dengan maksud investigasi.

Jika terjadi sebaliknya, maka aktivitas temperatur alias petatar dalam penataran tidak sesuai dengan harapan penelitian. Dari hasil analisis data kualitatif secara keseluruhan, boleh disimpulkan apakah semua prinsip dalam metode sudah lalu dilaksanakan dengan baik kerumahtanggaan pendedahan IPA terhadap pesuluh kelas III SD Kota Bandung.

(27)

33

Tiwi Mardiana, 2015

G.
Jadwal Pengkhususan

Tabel 3.2

Jadwal Penelitian siklus I & II

No
Varietas Kegiatan

Waktu 2014/2015

Januari Februari Maret April Mei 1. Penulisan

Proposal 2. Revisi Tawaran 3. Merumuskan

instrument 4. Melakukan

Penelitian 5. Mengolah Data 6. Mengekspresikan

Laporan kegiatan 7. Pelaporan Hasil

(28)

56
Tiwi Mardiana, 2015

DAFTAR Teks

Agustiany, D. (2013)
Penggunaan mind mapping lega pendedahan IPA materi

perigi kiat pan-ji-panji untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bandung : Tidak Diterbitkan

Arifin, M. dkk (2008)
Hobatan pengetahuan alam dan lingkunganku. Bandung : PT. Setia Purna Inves

Arifin, Z. (2009) Evaluasi pembelajaran. Bandung : PT. Akil balig Rosda Karya

Buzan, T (2007) Pokok mandraguna
mind map
Penerbit. PT. Gramedia Pustaka Terdepan

Dimyati & Mudjiono .(2013)
Berlatih dan pembelajaran
Jakarta : PT Rineka Cipta

Depdiknas. (2006)
Kurikulum tingkat runcitruncit pendidikan
pendidikan sekolah dasar mata tutorial IPA. Jakarta. Depdiknas

Fauziah, W. (2013 )
Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat dalam

pembelajaran ipa materi perigi taktik standard bikin meningkatkan hasil

sparing pelajar. Bandung : Tidak Diterbitkan

Hamalik,Udara murni ( 2007)
Proses berlatih mengajar. Jakarta : Manjapada Lambang bunyi

Heriawan, A. dkk. ( 2012)
Metodelogi pembelajaran kajian teoritis praktis :

pendekatan, komplet, garis haluan, metode, dan teknik pembelajaran diterbitkan
: LP3G

Kesuma, D. (2011)
Indikator capaian kompetensi pedoman dan teori bagan

pelaksanaan penerimaan.
Bandung : Bukan di Terbitkan

Komalasari, K. (2013)
Pembelajaran kontekstual konsep dan permintaan
Bandung : PT Refika Aditama

Saleh, A. (2008)
Kreatif mengajar dengan mind map.
Bandung : Cumi-cumi Kencana Publising

(29)

57

Tiwi Mardiana, 2015

Sudjana, Falak ( 2011).
Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung : Mulai dewasa Rosdakarya

Sukardi,( 2013)
Metode penelitian pendidikan tindakan kelas, impelementasi dan

pengembangannya

Sulistyorini, S ( 2007)
Pengajian pengkajian IPA sekolah sumber akar Penerbit
: Tiara Wacana Yogyakarta

Sumber Tersedia http://ideal-pembelajaranku
.blogspot.com/2014/12/kemustajaban-dan-guna-pembelajaran-mind.html [Tgl 5 Mei- 2015 ]

Sumber online Tersedia https://zaifbio.wordpress.com/2014/01/23/metode-penelaahan-mind-map/ [tgl 3 Juni- 2015 ]

Sumber online format-berandaku.blogspot.com
Model Spiral dari Kemmis Taggart

( 1988)

(1)

siklus I serta bobot materi yang bertambah kegandrungan. Di harapkan pada siklus II ini petatar mutakadim lebih menguasi materi cara memelihara lingkungan dan cara melestarikan kalimantang intern pembelajaran IPA di SD dengan penerapan metode Mind Map

2) Melakukan tes siklus II bakal mendapatkan data hasil membiasakan siswa plong siklus II

3) Mencatat dan mengerawang semua aktivitas belajar siswa laksana sumber data yang akan di gunakan tahap refleksi

4) Urun pendapat dengan pengamat bagi menglarifikasi dat hasil pengamatan pada rayon observasi

c. Tahap pengamatan

1) Mencatat dan menyulam aktivitas belajar pesuluh maka dari itu pengamat melangkahi lembar observasi

2) Pemeriksa menyasuaikan apakah kegiatan yang dilakukan pad sklus II ini sudah sesuai dengan nan diharapkan

d. Tahap refleksi

Hasil yang di peroleh pada tahap pengamatan dikumpulkan cak bagi dianalisis dan di evaluasi maka dari itu peneliti, bikin mendapatkan suatu kesimpulan. Diharapkan setelah penghabisan siklus II ini, hasil membiasakan siswa dalam penelaahan IPA mengenai mandu memelihara mileu dan cara melestarikan alam melalui penerapan metode Mind Map dapat meningkat.
F.
Tulang beragangan Pengolahan dan Uji Keabsahan Data

Teknik pengolahan dan uji keabsahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data-data yang dikumpulkan dan amatan dengan menunggangi pendekatan kualitatif meliputi : kinerja temperatur, aktivitas pesuluh dan pola pembelajaran. Teknik statistik sederhana digunakan untuk mendeskripsikan berbagai perubahan hasil membiasakan siswa merupakan poin kebanyakan dan presentase di atas atau di pangkal Kreteria Ketuntasan Minimum ( KKM)

Kerumahtanggaan kualitatif dengan kaidah mengkategorikan dan mengklarifikasikan data berlandaskan kajian yang cak benar, kemudian di tafsirkan internal konteks

(2)

31

bisa, sehingga data tidak hanya berperangai deskriptif. N domestik penelitian dengan pendekatan kualitatif, pengolahan dan kajian dat dilakukan secara terus-menerus dar mulanya hingga akhir pengkajian.

Data kuantitatif berasal dari pembuktian siklus untuk hasil membiasakan IPA para peserta didik. Setelah data kuantitatif diperoleh, langkah selanjutnya menempa dan menganalisis dat sebagai berikut :

1.
Hasil Observasi

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, cak bagi itu perlu banyak coretan-catatan secara teliti. Kerjakan itu wajib merangkum data yang telah di dapatkan data yang di perolah. Selanjutnya data yang telah didapatkan akan dilakukan mendidik data yang telah didapatkan di lapangan. penyajian data disajikan privat bentuk tabel dan grafik, sehingga data nan tersaji bertambah terorganisasi, dan tersusun dan mudah dipahami. Setelah data telah diperoleh data selanjutnya direfleksi. data yang telah tersuguh untuk melincirkan tindakan selanjutnya.

2.
Hasil Validasi

Tes termaktub dilakukan setiap siklus, lakukan mengetahui kebanyakan hasil berlatih peserta ajar dalam pembelajaran IPA dengan Penerapan metode
Mind Map Puas Pembelajaran di SD. Rumus yang digunakan bikin

menghitung galibnya hasil membiasakan siswa yaitu:

� = �

(Aqib dalam Fauziah, 2013 hlm : 30) Keterangan : � : Angka rata-rata kelas

�: Total kredit yang diperoleh murid � : Kuantitas pesuluh

Ketuntasan sparing pelajar ditentukan beralaskan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) nan ditetapkan yaitu 60. Presentase ketuntasan membiasakan siswa secara klasikal dapat ditentukan dengan rumus :

(3)

� = ≥ 60

� × 100%

Keterangan : ≥ 60 : Jumlah murid nan mendapat skor lebih segara dari atau seperti 60

ufuk : Banyak siswa 100% : Kadar tetap KB : Ketuntasan belajar (Aqib dalam Fauziah, 2013 hlm : 30)

3.
Menotal Eskalasi Hasil Belajar Petatar

Untuk mengetahui peningkatan hasil berlatih pelajar secara klasikal dari setiap siklus, dilakukan dengan menghitung selisih kebanyakan hasil membiasakan siswa pada siklus I dengan siklus II.

Kajian data dapat dilakukan dengan mengawasi selisih rata-rata hasil membiasakan siswa pada siklus I dan II. Seandainya selisihnya bertanda riil (+), maka terdapat peningkatan hasil berlatih siswa melalui penerapan Metode
Mind Map Lega

Pembelajaran IPA di SD dan dugaan tindakan terbukti bersusila. Sebaliknya jika bertanda negatif (-). Selain data kuantitatif, juga terwalak data kualitatif yang dikumpulkan melalui lungsin observasi aktivitas siswa dan guru n domestik pembelajaran di kelas oleh seorang pengamat (observer) berupa tali pengamatan melangah. Sehingga observer harus menuliskan deskripsi hasil pengamatannya pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan item pertanyaan pada lawe observasi. Pengolahan data kualitatif ini dilakukan dengan mandu menyadur deskripsi observer berpangkal setiap item soal. Jika observer menuliskan pengamatan yang berupa terhadap pembelajaran, maka aktivitas suhu atau siswa dalam penataran sudah sesuai dengan harapan pengkajian.

Jika terjadi sebaliknya, maka aktivitas temperatur atau siswa dalam pendedahan enggak sesuai dengan pamrih penelitian. Dari hasil analisis data kualitatif secara keseluruhan, dapat disimpulkan apakah semua kaidah dalam metode telah dilaksanakan dengan baik intern pendedahan IPA terhadap siswa kelas III SD Kota Bandung.

(4)

33

G.
Jadwal Investigasi

Tabel 3.2

Jadwal Penggalian siklus I & II

No
Jenis Kegiatan

Tahun 2014/2015

Januari Februari Maret April Mei 1. Penulisan

Proposal 2. Revisi Usulan 3. Memformulasikan

instrument 4. Melakukan

Penelitian 5. Mengolah Data 6. Merumuskan

Laporan kegiatan 7. Pelaporan Hasil

(5)

Daftar pustaka

Agustiany, D. (2013)
Penggunaan mind mapping pada pembelajaran IPA materi

sumber siasat alam kerjakan meningkatkan hasil sparing siswa. Bandung : Enggak Diterbitkan

Arifin, M. dkk (2008)
Ilmu pengetahuan alam dan lingkunganku. Bandung : PT. Loyal Purna Inves

Arifin, Z. (2009) Evaluasi pembelajaran. Bandung : PT. Cukup umur Rosda Karya Buzan, Tepi langit (2007) Resep kebal
mind map
Penerbit. PT. Gramedia Pustaka Utama Dimyati & Mudjiono .(2013)
Berlatih dan penataran
Jakarta : PT Rineka Cipta Depdiknas. (2006)
Kurikulum tingkat satuan pendidikan
pendidikan sekolah radiks

netra pelajaran IPA. Jakarta. Depdiknas

Fauziah, W. (2013 )
Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat dalam

pembelajaran ipa materi sumber sendi standard untuk meningkatkan hasil

belajar murid. Bandung : Tidak Diterbitkan

Hamalik,O ( 2007)
Proses membiasakan mengajar. Jakarta : Bumi Lambang bunyi

Heriawan, A. dkk. ( 2012)
Metodelogi penerimaan kajian teoritis praktis :

pendekatan, model, strategi, metode, dan teknik pembelajaran diterbitkan
: LP3G

Kesuma, D. (2011)
Indikator capaian kompetensi pedoman dan teori rencana

pelaksanaan pembelajaran.
Bandung : Tidak di Terbitkan

Komalasari, K. (2013)
Penelaahan kontekstual konsep dan aplikasi
Bandung : PT Refika Aditama

(6)

57

Sudjana, Tepi langit ( 2011).
Penilaian hasil proses sparing mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya

Sukardi,( 2013)
Metode penelitian pendidikan tindakan kelas, impelementasi dan

pengembangannya

Sulistyorini, S ( 2007)
Pembelajaran IPA sekolah dasar Penerbit
: Tiara Wacana Yogyakarta

Sendang Tersedia http://konseptual-pembelajaranku
.blogspot.com/2014/12/manfaat-dan-keefektifan-pembelajaran-mind.html [Tgl 5 Mei- 2015 ]

Sumur online Tersedia https://zaifbio.wordpress.com/2014/01/23/metode-penataran-mind-map/ [tgl 3 Juni- 2015 ]

Sumber online matra-berandaku.blogspot.com
Model Spiral mulai sejak Kemmis Taggart

( 1988)

Source: https://text-id.123dok.com/document/yng628jz-penerapan-metode-mind-map-dalam-pembelajaran-ipa-di-sd.html

Posted by: likeaudience.com