Bab Iii Ptk Metode Penelitian Pembelajaran Ipa Kelas V

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Setting Penelitian
Riset ini dilaksanakan plong semester II menurut penanggalan pendidikan di SD. Penelitian ini memerlukan waktu 6 (heksa-) wulan yang dilaksanakan mulai rembulan Januari sampai dengan wulan Juni. Kegiatan dimulai berasal pemaafan riset setakat dengan penulisan kabar. Pengumpulan data dan penelitian setiap siklusnya adalah umpama berikut:
1.    Siklus I Kamis, 3 dan 10 Maret
2.    Siklus II Kamis, 17 dan 24 Maret
3.    Siklus III Kamis, 31 Maret dan 7 April

B.    Subjek Penelitian
1.    Lokasi
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Pangkal, UPT Maktab DIKPORA Unit Kecamatan Kabupaten yang berlokasi di RT 01 RW 01, Desa. Jarak dari Kecamatan ± 4 km, dari kota Kabupaten ± 23 km. Secara geografis Sekolah Radiks terletak di antara pemukiman penghuni, di pinggir kronologi desa.
Penduduk Desa 90% bermata pencaharian laksana pembajak. Jumlah petatar Sekolah Radiks sreg Tahun Pelajaran sebanyak 124 peserta.

2.    Indra penglihatan Pelajaran
Mata les yang menjadi incaran penelitian adalah IPA, merupakan tentang konsep “pengaruh energi” materi semester II dengan spesifikasi sebagai berikut:
a.    Kriteria Kompetensi
Mencerna bineka cara gerak benda, hubungannya dengan energi dan sumber energi
b.    Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan hasil pengamatan akan halnya yuridiksi energi sensual, gerak, getaran dalam arwah sehari-hari
c.    Indeks
Mengidentifikasikan rajah-rajah energi dan pengaruhnya
3.    Kelas
Subjek penelitian adalah tempat peneliti memperoleh maklumat atau data penelitian. Subjek penelitian ini merupakan semua peserta kelas III Sekolah Dasar yang berjumlah 25 anak asuh.
Inferior tersebut diambil seumpama subjek penelitian karena galibnya hasil belajar mereka belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Siswa pada rata-rata sulit memaklumi materi, rendah bersungguh-sungguh, sehingga berimbas lega hasil belajar yang kurang.
4.    Karakteristik pelajar
Salah suatu karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu riset nan dilakukan di dalam kelas, sehingga fokus penelitian adalah kegiatan pembelajaran positif perilaku hawa dan peserta privat berbuat interaksi. Karena petatar terlibat dalam penelitian, karakteristik peserta harus dipahami agar PTK berjalan lancar PTK dilaksanakan di kelas III SD dengan jumlah pesuluh 25, terdiri dari 13 pelajar laki-suami dan 12 siswa perempuan. Kehidupan mereka kebanyakan 9 tahun. Permukaan belakang kehidupan mereka mayoritas keluarga petani yaitu, 19 siswa, 2 siswa dari keluarga pegawai negeri sipil, 2 pesuluh dari batih pedagang dan 2 pelajar semenjak anak bini sopir. Keadaan awak murid lazimnya baik. Jarak mulai sejak kondominium ke sekolah kurang pecah 1 km. Mayoritas siswa ke sekolah bersepeda, dan ada 8 siswa nan bepergian kaki. Penampakan akademik peserta puas semester satu perian cak bimbingan cukup baik.

C.    Data dan Sumber Data
1.    Jenis Data
a.    Data Kuantitatif
Data Kuantitatif yaitu data tentang hasil tes formatif pesuluh sebelum dan selepas diadakan restorasi.
b.    Data Kualitatif
Data Kualitatif yakni data tentang keterlibatan peserta intern proses penataran.
2.    Sumber data
Nan dimaksud sumber data dalam pengkhususan ini adalah subjek mulai sejak mana data diperoleh. (Suharsimi Arikunto, 1997:114). Sumber data penelitian ini diperoleh terbit:
a.    Murid
Cak bagi mendapatkan data berupa hasil belajar/evaluasi dan aktivitas siswa ketika diamati dalam kegiatan penataran yang tertuang dalam tali pengamatan/observasi diperoleh bersumber siswa kelas III SD Negeri Tambaharjo.
b.    Hawa kelas III
Hawa inferior III yaitu sendang data untuk mendapatkan data berupa hasil pengamatan sediakala, merupakan peneliti, dan juga merupakan subjek yang akan diamati oleh pengamat/oponen sejawat momen pelaksanaan tindakan. Dengan demikian data yang diperoleh maujud komponen observasi pada lembar observasi yang akan diisi maka itu peneliti dan pengamat/antagonis sejawat.

c.    Pengamat/Teman Sejawat
Guru inferior III nan melakukan tindakan, diamati oleh Antiwirawan Sejawat, sehingga sumber data yang diperoleh berupa komponen puas lawai observasi. Hasil observasi p versus seprofesi umpama alamat untuk penajaman dan bakal mengetahui ada alias tidaknya peningkatan hasil belajar siswa adapun konsep yuridiksi energi erotis, gerak, pulsa dalam semangat sehari-musim.

D.    Teknik Penumpukan Data
Penumpukan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi, observasi, dan tes.
1.    Dokumentasi
Teknik dokumentasi yaitu mandu berburu data mengenai situasi-hal maupun variabel yang berupa catatan, skenario, anak kunci, arsip kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, tahang, agenda, dan sebagainya (Suharsimi Arikunto, 2003: 188). Teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan bikin memperoleh data tentang nama identitas murid, hasil belajar IPA puas semester II Tahun Pelajaran, serta gambaran pelaksanaan tindakan plong setiap siklus.

2.    Observasi
Observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Teknik observasi nan digunakan n domestik penelitian ini yakni observasi sistematis, ialah menggunakan perabot pengamatan. Perlengkapan pengamatan berupa daftar pengamatan yang berisi item-item keadaan maupun tindakan nan dilakukan intern penelitian. Teknik observasi digunakan bikin memperoleh data tentang pelaksanaan pembelajaran.
3.    Tes
Teknik verifikasi kerumahtanggaan investigasi ini digunakan bagi memperoleh data mengenai hasil sparing IPA, selepas dilaksanakan tindakan. Radas tes disusun dan diujicobakan pada petatar di asing objek penelitian, dan dianalisis lakukan mengetahui validitas, derajat kesukaran, daya selisih, dan keterjaminan, sehingga instrumen soal yang digunakan untuk evaluasi di penghabisan siklus adalah hanya butiran pertanyaan nan baik.
Cak bertanya tes diujicobakan di luar sampel riset dengan maksud bakal tetap menjaga agar hasil ujicoba benar-benar jujur, sehingga saat digunakan bilamana tes setelah pelaksanaan tindakan dihasilkan data yang betul-betul sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran, karena apabila ujicoba dilaksanakan sreg subjek pendalaman, dikhawatirkan mempengaruhi hasil penajaman.
Dalam pengumpulan data tersebut, peneliti dibantu oleh teman sejabat dengan identitas dan tugas sebagai berikut:
Nama    :    Suhu, S. Pd.
NIP    :    1234567890
Jabatan    :    Hawa Kelas IV
Unit Kerja    :    SD
Tugas    :    –    Mengobservasi pelaksanaan perbaikan penerimaan mulai siklus I sampai dengan radu.
–    Mengasihkan masukan mengenai kurnia dan kelemahan nan terjadi selama proses pembelajaran.
–    Ikut serta merencanakan perbaikan pengajian pengkajian.

E.    Validitas Data
Data yang sudah terpumpun merupakan modal awal nan sangat berarti n domestik penggalian ini, bersumber data yang terkumpul akan dilakukan amatan yang lebih lanjut dipakai ibarat sasaran masukan lakukan penarikan penali. Melihat sejenis itu besarnya posisi data, maka keabsahan data nan terhimpun menjadi sangat vital.
Keabsahan data itu dikenal sebagai validitas data, sebagaimana dijelaskan Alwasilah (2008:170) bahwa tantangan bakal segala varietas investigasi pada akhirnya ialah terwujudnya produksi guna-guna kabar yang valid, sahih, sopan, dan beretika.
1.    Triangulasi
Triangulasi adalah pendekatan analisa data yang memadukan berbagai data sehingga merupakan kesendirian yang proporsional dari bermacam ragam sumber. Menurut Institute Global Tech yang tersedia secara online pada http://www.igh.org/triangulation/ diunduh pada rontok 8 April, Palu 13.35 WIB, menjelaskan bahwa Triangulasi mencari dengan cepat pengujian data yang sudah ada n domestik memperkuat tafsir dan meningkatkan kebijakan serta acara yang berbasis pada bukti yang sudah lalu tersedia. Dengan cara menguji pemberitahuan dengan mengumpulkan data melalui metode berbeda, maka dari itu kelompok berbeda, dan dalam populasi berbeda, reka cipta boleh jadi ogok bukti penetapan lintas data, mengurangi dampaknya berpangkal penyimpangan potensial yang bisa terjadi kerumahtanggaan satu penelitian tunggal.
Penelitian ini memperalat triangulasi sebagai Teknik melecun keabsahan data, di mana dalam pengertiannya triangulasi ialah Teknik sensor kesahihan data nan memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil temu ramah terhadap objek penggalian (Moloeng, 2004:330).
Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik nan berbeda (Nasution, 2003:115) yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Triangulasi ini selain digunakan cak bagi mengecek kebenaran data juga dilakukan buat memperkaya data. Menurut Nasution, selain itu triangulasi pun dapat berguna lakukan mengusut validitas parafrase peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif.
Data yang diperoleh terbit hasil pemeriksaan ulang awal merupakan bahwa siswa papan bawah III SD nan berjumlah 25 anak, masih banyak ditemukan siswa-murid yang hasil belajar IPA minus, yaitu 12 anak (48%) yang telah tuntas belajar dan masih 13 momongan (52%) yang belum tuntas. Data tersebut di atas kalau dibandingkan dengan data hasil pengamatan nan dilakukan maka dari itu teman sejawat tidak berlainan, merupakan 12 petatar (48%) yang telah tuntas dan 13 pesuluh (52%) yang belum tuntas.
Data tentang keaktifan pesuluh yang diperoleh dari lembar pengamatan kerja keramaian oleh temperatur seandainya dibandingkan dengan hasil pengamatan observer menunjukkan prosentase yang setara, yaitu 40%. Data yang terkonsentrasi dari guru dan observer akan dilakukan kajian nan lebih lanjut dipakai sebagai mangsa masukan untuk penarikan inferensi.
2.    Review Informasi
Data ataupun Informasi yang diperoleh semenjak hasil pengamatan observer nyata informasi tentang hasil membiasakan IPA tentang konsep pengaruh energi kerumahtanggaan vitalitas sehari-hari. Informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap hasil berlatih pesuluh adalah bahwa terdapat 12 murid (48%) yang telah tuntas dan 13 siswa (52%) yang belum tuntas. Informasi mengenai keaktifan siswa yang diperoleh berpunca hasil pengamatan observer merupakan baru 40% (10 siswa) yang aktif mengikuti proses pendedahan.
3.    Sosi
Kata muslihat: pemakaian metode inkuiri, hasil belajar IPA, konsep pengaruh energi, keaktifan siswa.

F.    Teknik Analisis Data
Data nan dianalisis menutupi data kuantitatif (dengan mengutarakan kredit-angka sebagai matra prestasi), dan data kualitatif (dengan menampilkan biji perumpamaan perbandingan).
Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif yang bertujuan buat membandingkan kondisi sebelum dan setelah diadakan tindakan reformasi pembelajaran.
Pangkat dalam tindakan menganalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
1.    Potongan harga Data
Reduksi data dilakukan dalam rangka penyortiran dan penyederhanaan data. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini yaitu seleksi data dan pembuangan data yang tidak relevan. Data-data yang relevan dengan eksplorasi akan diorganisasikan sehingga terbimbing sekumpulan data yang boleh memberi publikasi faktual.
2.    Pengajuan data
Penyajian data dilakukan internal bagan sekumpulan wara-wara, baik faktual tabulasi, bagan, atau deskriptif naratif, sehingga data yang tersaji relatif jelas dan informatif. Tindakan lanjutan, penyajian data digunakan dalam rangka menarik kesimpulan pecah akhir sebuah tindakan.
3.    Penarikan kesimpulan
Kegiatan penarikan kesimpulan ialah kegiatan tahap pengunci dari proses amatan data. Penarikan kesimpulan disusun dengan mempertimbangkan secara evaluatif berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ditempuh privat dua tahap sebelumnya.

G.    Penunjuk Pengejawantahan
Bagi mencerna adanya reformasi dalam proses dan hasil sparing sesuai dengan tujuan penelitian diperlukan indikator.
Penunjuk nan digunakan kerjakan mengerti apakah campur tangan yang digunakan boleh kontributif murid mempermudah memahami materi adalah respon, tanggapan, dan opini siswa yang menunjukkan kesetujuan.
Penanda yang digunakan buat mengukur peningkatan hasil belajar peserta merupakan eskalasi hasil belajar peserta baik secara idiosinkratis maupun klasikal serta ketuntasan belajar peserta. Siswa dinyatakan tuntas belajar jika telah menjejak tingkat kesadaran materi 60% ke atas yang ditunjukkan dengan perolehan skor formatif 60 atau lebih (sesuai KKM).
H.    Prosedur Penggalian
Penelitian ini yaitu riset tindakan kelas bawah (PKT). Istilah dalam bahasa Inggris yakni Classroom Action Research (CAR), yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas bawah.
Menurut Suharsini Arikunto (dalam Rusna RA, 2010:30) di kerumahtanggaan PTK memiliki tiga pengertian, ialah: 1) Penelitian, yang merupakan suatu kegiatan mencermati satu bahan dengan memperalat cara dan rasam metodologi tertentu buat memperoleh data atau siaran yang berfaedah dalam meningkatkan dur suatu kejadian yang menyentak minat dan penting kerjakan penyelidik. 2) Tindakan, merupakan satu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan maksud tertentu. Tindakan dalam penelitian berbentuk hubungan siklus kegiatan siswa. 3) Papan bawah, privat hal ini tidak terikat dengan ira kelas, hanya dalam signifikansi yang lebih spesifik. Seperti mana yang sudah lalu lama dikenal dalam parasan pendidikan, yang dimaksud dengan istilah kelas bawah adalah sekelompok pelajar dalam waktu nan sama, menerima pelajaran yang setara, dan suhu yang setimpal pula.
Mills (dalam Rusna RA, 2010:31) mendefinisikan eksplorasi tindakan misal “Systematic Inkuiri” yang dilakukan oleh guru, kepada sekolah, atau konsuler untuk mengumpulkan informasi adapun berbagai praktek yang dilakukannya. Warta ini digunakan buat meningkatkan persepsi serta mengembangkan “Reflective practice” nan bertelur berwujud pada berbagai praktik persekolahan, termasuk mengoreksi hasil belajar siswa.
Penyelidikan tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan makanya temperatur di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan pamrih untuk memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil berlatih siswa menjadi meningkat, (Wardani, 2006:1-4).
Dalam penggalian tindakan kelas ini strategi yang digunakan mengacu pada model siklus. Selanjutnya Rusna RA (2007:7-8) mengatakan PTK dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri mulai sejak empat tahap, yaitu:
1.    Perencanaan (planning)
2.    Pelaksanaan (acting),
3.    Pengamatan (observation),
4.    Refleksi (reflection).
Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilaksanakan akan digunakan bakal merevisi rancangan, takdirnya ternyata tindakan yang dilaksanakan belum berhasil memecahkan problem.

Daur PTK dimulai dengan merencanakan yang merupakan langkah purwa yang menjadi acuan pelaksanaan tindakan. Tahap tindakan bagaikan persiapan kedua dan merupakan proses penataran. Tindakan perencanaan ini perlu diobservasi sebaiknya tindakan yang dilakukan dapat diketahui kualitasnya.
Berdasarkan asam garam tersebut, maka akan dapat ditentukan apakah ada hal-hal yang taajul diperbaiki agar tindakan bisa mencecah tujuan yang telah dirumuskan. Selepas pengamatan dilakukan selama proses tindakan berlangsung, hasil pengamatan didiskusikan dengan teman sejawat guna mendapat refleksi. Refleksi dilakukan dengan cara mempertimbangkan juga proses pembelajaran, baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilan pembelajaran untuk siswa. Dengan demikian akan dapat diketahui kelemahan tindakan pembelajaran yang perlu diperbaiki pada daur ulang berikutnya. Daur PTK tersebut wajib didesain bertambah lanjut agar kelemahan dapat diminimalkan, sehingga secara beruntun pengkaji dengan mudah melakukan pembaruan pembelajaran sesuai dengan daur ulang dalam tiga siklus.
Dalam melakukan restorasi penataran dimulai mulai sejak ide awal, studi pendahuluan yang membentangi proses pembelajaran, pembenaran diagnostic umpama data semula, analisis tindasan kelas, wawancara dengan siswa, dan diskusi dengan supervisor. Selanjutnya dilakukan pemantapan antara lain refleksi, studi literature, dan urun pendapat dengan supervisor tentang alat peraga kongkret dan materi pembelajaran aktif. Kemudian dilakukan persiapan penyusunan RPPP, tes formatif, lembar observasi, LKS, observer, dan simulasi. Melakukan tindakan privat tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Apabila siklus I belum berhasil maka dilakukan perbaikan siklus II, apabila siklus II belum berhasil maka diadakan perombakan siklus III. Pada perbaikan penerimaan siklus III mutakadim berhasil dan reformasi pembelajaran cak jongkok di siklus III.

Prosedur perbaikan pembelajaran lebih jauh dirancang internal gosokan janjang bak berikut: 1) Mengidentifikasi masalah, menganalisis, menyusun keburukan, dan merumuskan hipotesis; 2) Menemukan cara memecahkan kebobrokan/tindakan restorasi; 3) Merancang scenario tindakan restorasi yang dikemas dalam RPPP; 4) Mendiskusikan aspek-aspek yang diamati dengan n antipoda sejawat yang ditugasi sebagai Pengamat (observer); 5) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan scenario yang sudah dirancang dan diamati maka itu pasangan sejawat; 6) mempersoalkan hasil pengamatan dengan teman sejawat; 7) Melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang mutakadim dilaksanakan; 8) wawansabda dengan ahli nujum; 9) Menciptaan tindak lanjut; 10) Re-planning dan lebih lanjut sampai mencapai tenggat kriteria nan telah ditetapkan.

Baca Juga:

Contoh PTK IPA inferior III BAB II Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA tentang Supremsi Energi melangkahi Penggunaan Metode Inkuiri

Contoh PTK IPA kelas III Gerbang IV Upaya Eskalasi Hasil Belajar IPA adapun Pengaruh Energi melalui Penggunaan Metode Inkuiri


Source: https://contohptkproposal.blogspot.com/2014/02/contoh-ptk-ipa-kelas-iii-bab-iii-upaya.html

Posted by: likeaudience.com