Augmented Reality Solusi Pembelajaran Ipa Di Era Revolusi Industri 4.0

(1)

ISSN 2548-6160 (online)
*Correspondence:
Iwan Maulana
[email protected]
Citation:
Maulana I, Suryani N and A (2019)
Augmented Reality: Solusi
Pembelajaran IPA di Era Revolusi
Industri 4.0.
Proceedings of the ICECRS. 2:1.
doi: 10.21070/picecrs.v2i1.2399


Augmented Reality

: Solusi

Pembelajaran IPA di Era Revolusi

Pabrik 4.0

Iwan Maulana*, Nunuk Suryani, Asrowi

Program Pascasarjana Prodi Teknologi Pendidikan, Universitas Sebelas Maret

Nowadays, the changes of the world are entering era of industrial revolution 4.0, which is all aspects human life depend on digital technology. Preparing qualified graduates, gain-ing to compete globally, mastergain-ing technological developments are important for learn-ing especially for the future of education in Indonesia. Science is one of the subjects that is related to technology which includes aspects of products, processes, scientific atti-tudes, and applications. Science as a product in the form a body of knowledge consist of concepts, principles, laws, and theories must be able to contribute in creative human formation for industrial generation 4.0. Thus, the direction of development and utilization of technology in science learning should be able to help students become a atasan generation, innovative, and able to compete in all fields. Augmented Reality (AR), is one of the latest technology in the 4.0 industrial revolutionthat is applied in the world of edu-cation. Augmented Reality is an application that combine the sungguhan world and cyberspace in 2D and 3D forms which is projected in the real environment at the same time. Thus, it is very relevant to be applied in science learning. This research method uses literature review by searching for sources that are relevant to the object of this research. Thus Aug-mented Reality (AR) is one solution to fix the ki kesulitan of science learning in the industrial revolution era 4.0 that is able to accommodate science learning.

Keywords: Augmented Reality (AR), Science Learning, Industrial Revolution 4.0

Pergantian di marcapada saat ini memasuki era Rotasi Industri 4.0, dengan tren umur manu-sia berbasis teknologi digital. Mempermanu-siapkan keluaran yang berkualitas dan mampu ber-saing secara global serta terdepan tanggulang perkembangan teknologi bakal advokat-jaran, terutama buat hari depan pendidikan di Indonesia. IPA adalah keseleo suatu mata latihan yang berkaitan erat dengan teknologi yang menghampari aspek produk, proses, sikap ilmiah, dan aplikasi. IPA seumpama dagangan faktual tubuh pengetahuan yang terdiri dari konsep, prinsip, hukum, dan teori harus mampu menyerahkan konstribusi dalam pem-bentukan khalayak nan kreatif untuk generasi industri 4.0. Dengan demikian maka arah pengembangan dan pemanfaatan teknologi n domestik pembelajaran IPA hendaknya bisa mendukung petatar bimbing menjadi generasi unggul, inovatif, serta berbenda bersaing dalam segala satah. Augmented Reality (AR), adalah keseleo satu teknologi terbaru n domestik Revo-lusi Industri 4.0 nan diterapkan di marcapada pendidikan. Augmented Reality yaitu petisi yang menggabungkan lingkungan nyata dan mileu maya dengan bentuk 2D dan 3D lega ketika yang sama dalam mileu berupa, hal ini silam relevan lakukan diterapkan pada pembelajaran IPA.Metode penelitian ini menggunakan analisis literatur merupakan dengan cara mencari sumber yang relevan dengan obyek penelitian ini. Dengan demikian Aug-mented Reality (AR) merupakan keseleo suatu solusi atas permasalahan kegiatan belajar

(2)

mengajar IPA pada era diseminasi industri 4.0 nan mampu mengakomodir kegiatan belajar mengajar IPA.

Keywords: Augmented Reality (AR), Pembelajaran IPA, Revolusi Industri 4.0.

PENDAHULUAN

Revolusi Industri 4.0 adalah era disrupsi yang didalamnya inovasi berkembang begitu cepat mempengaruhi bawah spirit manusia. Davis (WEF, 2016) mendefinisikan pabrik 4.0 sebagai sistem elektronik fisik, yang berarti bahwa teknologi tidak kembali menjadi ”alat” tetapi merupakan babak integral pecah sukma manusia. Kecerdasan artifisial,nanoteknologi,

biote-knologi,wahana otomatis, dan penyegelan tiga ukuran adalah model momen ini berpangkal

luas-nya kesuksesan teknologi. Schwab dalam World Economic Forum, 2016 mengemukakan bahwa kemenangan teknologi sekarang buka lah lanjutan dari Revolusi Industri terdepan yang telah berubah secara terjadwal, melainkan kebaruan Sirkulasi Industri 4.0 itu sendiri. Industri 4.0 ini telah berubah bilang kali sehingga bisa menggantikan sistem produk, manajemen, dan bahkan tata kelola dengan mandu yang mendalam.

Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Strata (Menristekdikti), mem-bagi penilaian awal atas kesiapan negara kerjakan menghadapi aliran industri 4.0. Biarpun masih makin rendah dari Singapura, lega tingkat Asia Tenggara posisi Indonesia sepenuhnya dihitung. Berkenaan dengan Indeks Kunci Saing Global berasal Forum Ekonomi Manjapada 2017-2018, Indonesia gemuk di posisi ke-36, yang sebelumnya pada posisi ke-41 bersumber 137 negara.“Hanya seandainya dibandingkan dengan negara Malaysia, Singapura, dan Thailand, Indonesia masih terting-gal. Tahun ini internmendunia competitiveness index,Thailand sreg posisi ke-32, Malaysia posisi ke-23, dan Singapura plong posisi ke-tiga. Tentang penyebab Indonesia masih tertinggal dari negara lain dikarenakan kurangnya kualitas, pendidikan tinggi dan pelatihan, pengetahuan dan teknologi,sertainovasidan memikul. Kejadian inilah yang harus diperbaiki sepatutnya buku saing Indonesia enggak kalah berasal negara enggak,” seperti yang dikatakan Nasir pada konferensi pers, Jakarta, Senin (29/1). Nasir mengatakan bahwa pamrih Departemen Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi detik ini masih sesuai dengan era revolusi pabrik 4.0, sehingga perubahannya dilakukan cuma pada acara berbasis layanan dengan cermin pemanfaatan teknologi digital (online). Cuma, kebijakan sreg rataan pendidikan disesuaikan dengan keadaan di era peredaran Industri 4.0 Ris-tekdikti(2018) .

Era revolusi industri 4.0 akan membuat peralihan berharga, salah satunya ialah sistem pendidikan Indonesia. Perubahan dalam sistem pendidikan karuan akan berdampak pada peran guru bak guru. Hawa dituntut untuk adv amat efisien dalam menghasilkan siswa yang berpunya memenuhi tantangan revolusi industri. Kerumahtanggaan menghadapi tantangan besar, pendidikan juga harus diubah. Persebaran Pabrik 4.0 kembali mempengaruhi Pendidikan yang disebut dengan Pena-pimpinan 4.0, sehingga dapat dikatakan penPen-didikan 4.0 adalah penPen-pimpinan nan ditandai den-gan penggunaan teknologi digital kerumahtanggaan kegiatan sparing mengajar. Keadaan ini berlimpah menciptakan menjadikan proses pembelajaran boleh terjadi terus menerus tanpa batas ruang dan batas periode. Dengan pembukaan tidak, lakukan menghadapi tantangan sangat diperlukan pola pikir bau kencur. Menurut Khun, jika Beliau menghadapi tantangan hijau menggunakan model lama, Engkau akan gagal semua upaya. Tantangan baru membutuhkan proses berpikir pemikiran (proses berpikir yang belum jalinan terjadi sebelumnya) takdirnya output yang diinginkan berkualitas janjang yang dapat bersaing dengan pencahanan di manjapada longo (Tilaar, 1998: 245

Oleh karena itu guru diharapkan untuk meningkat sebagai babak berusul institusi. Sebagai pentolan dalam dunia pendidikan, temperatur harus meningkatkan kompetensi dalam menghadapi era pendidikan 4.0. Pendidikan 4.0 mengharuskan temperatur untuk dapat mencuil keuntungan dari kemajuan teknologi manifesto yang lampau cepat cak bagi meningkatkan kualitas proses bela-jar mengabela-jar dan lakukan menciptakan sendang daya cucu adam yang unggul, saat ini guru meng-hadapi generasi milenium yang enggak luar dengan bumi digital. Saat ini pesuluh rapat persaudaraan dengan pengetahuan dan teknologi industri 4.0, situasi ini menunjukkan bahwa lulusan sekolah harus bisa memenuhi tantangan industri 4.0. Oleh karena itu, master harus meminimalisir yuridiksi intern proses membiasakan mengajar dengan harapan siswa dapat mengatasi kecerdasan perkakas.

(3)

Sumaatmadja (2002) mengatakan bahwa pendidikan dan butir-butir multidisiplin dan interdisipliner lintas disiplin memiliki cakupan yang sangat luas. Karena alasan ini, Departe-men Pendidikan terus mempelajari kemajuan pesat teknologi dan informasi diera pabrik 4.0. Demikian juga dalam belajar, mendidik murid di era industri 4.0 harus efektif, sehingga sistem disekolah teradat dilengkapi dengan persyaratan siswa yang mengharuskan memiliki kemam-puan kerjakan menggunakan instrumen teknologi. Kejayaan teknologi yang pesat juga mengangkut perkembangan mantra pengetahuan, termasuk materi ilmiah. Ini pasti saja memurukkan guru sains untuk terus berinovasi dan berbuat upaya kerjakan mengambil keuntungan dari hasil teknologi dalam proses pendedahan. Menurut Hasruddin, materi IPA dapat dianggap hal yang tertinggal, tetapi dapat pun dianggap jarang dan mania (Hasruddin,2009). Karenanya IPA sebagai keseleo satu mata pelajaran yang berkaitan rapat persaudaraan dengan teknologi yang meliputi aspek barang, proses, sikap ilmiah, dan permintaan memerlukan media mentah bikin takhlik suasana pelajaran yang bermutu dan menyenangkan. IPA seumpama produk berupa jasmani pengetahuan yang terdiri bermula konsep, prinsip, hukum, dan teori harus berharta memasrahkan konstribusi dalam pembentukan manusia yang kreatif bakal generasi pabrik 4.0. Maka dari itu karena itu, bikin sampai ke tujuan, perlu menggunakan peranti teknologi yang dapat mewakili bulan-bulanan secara keseluruhan.Augmented
Realityyakni alat modern berbasis teknologi n domestik produksi Diseminasi Industri 4.0 dan memi-liki potensi raksasa untuk diterapkan pada marcapada pendidikanJohnson et al.(2011) .

Augmented Realityalias AR, adalah organ modern berbasis teknologi yang mengintegrasikan

korban 3D ke lingkungan faktual dengan menggunakan kamera pada suatu organ. Sekarang teknologi ini mulai dikembangkan di negara-negara modern buat berbagai kebutuhan terma-suk kebutuhan pendidikan. Teknologi AR ini berkembang pesat, dan AR sudah lalu dikembangkan hingga masa ini di perabot Android dan iPhone dengan 59 fitur navigasi yang diaktifkan. PerkembanganAugmented realitysekarang dapat diimplementasikan sreg perangkat umum, sebagaimana perangkat seluler yang sistemnya berbasis iOS dan Android. AksesAugmented

real-ityke publik, tertulis murid, sangat melenggong, pada teknojurnal.com, data pecah Nielsen Com-pany Indonesia pada 2010 menunjukkan bahwa jumlah terbesar pemakai ponsel bersumber dari galangan mulai dewasa antara usia 15 s/d 19 periode. enggunaan ponsel meningkat di guri siswa bernas di peringkat kedua sesudah tenaga kerja. Menurut Malinka Ivanova dan Georgi Ivanov dalam temuan pengkhususan yang dilakukannya, penggunaanAugmented Realitysebagai media pembe-lajaran dapat menolong siswa dalam mengarifi konsep dan teori, merangsang siswa dalam membentuk konsep dan memaknai materi dengan tampilan tiga dimensi, memperkencang persepsi, mewujudkan media interaktif dan lingkungan berlatih yang meruntun serta menyenangkan .

Aug-mented Realityboleh digunakan plong organ sebagai halnya ponsel cerdas yang akrab lakukan siswa

sebagai cara lain n domestik pengembangan ki alat pembelajaran inovatif nan boleh diterima oleh siswaQumillaila et al.(2017)

Dalam kegiatan belajar mengajar nan baik, Davies (2011) memfokuskan kegiatan belajar mengajar tidak hanya memastikan bahwa siswa bisa belajar. Ini menunjukkan bahwa, terlepas dari kualitas guru dalam desain dan desain program pembelajaran, ia lain akan dapat men-gapai penmen-capaian efisiensi yang diekspetasikan jika tidak didukung makanya pemilahan media yang sesuai. Realitas yang ditingkatkan ini adalah salah satu media yang adv amat relevan yang bisa digunakan sebagai solusi pembelajaran sains nan akan dapat memenuhi tantangan kebutuhan siswa lega era Rotasi Industri 4.0.

METODE PENELITIAN

Penajaman ini merupakan penelitian pengkhususan literatur dengan menelaah sumber baik dari buku maupun jurnal terkait denganAugmented Reality.
Hasil berusul bervariasi periksa ini yang akan digunakan buat mengidentifikasi guna mediaAugmented Realitrysehingga bisa membubuhi cap-jadi sebuah solusi kegiatan berlatih mengajar IPA pada era diseminasi industri 4.0

(4)

PEMBAHASAN

Revolusi Industri 4.0

Istilah industri 4.0 mulai sejak dari sebuah proyek pemerintah Jerman untuk melejitkan pengintegrasian komputer dalam perindustrianYahya(2018) . Jerman yakni negara pertama yang membuat rang adapun penerapan ekonomi digital. Rotasi pabrik lagi dikenal dengan istilah Perputaran digital atau era disrupsi. Istilah disrupsi intern bahasa indonesia yaitu tercabut dari akarnya. MenurutKasali(2018) Disrupsi diartikan kembali sebagai inovasi. Terbit isti-lah di atas maka disrupsi boleh diartikan bak pertukaran terobosan yang mendasar atau secara fundamental. Di era disrupsi ini terjadi perubahan yang mendasar karena terjadi perubahan yang masif pada masyarakat dibidang teknologi di setiap aspek kehidupan mahajana. Revo-lusi industri yang pertama dimulai abad 18, ketika ditemukannya mesin tenaga uap, yang mem-buat beralihnya penggunaan tenaga hewan ke mesin tenaga uap. Perputaran pabrik yang kedua berlangsung pada periode 1870 saat industri dunia berpindah ke mesin tenaga setrum sehingga boleh memproduksi barang secara masal. Revolusi industri yang ketiga terjadi ditahun 1960 saat perangkat elektronik bisa melakukan produksi secara faali. Detik ini, industri didunia paruh bersiap menghadapi era revolusi industri 4.0.

Secara masyarakat, revolusi pabrik didefinisikan saat kemajuan teknologi diiringi dengan persilihan secara mendasardalam sosial-ekonomi dan budaya. Dalam Pabrik 4.0, dicirikan makanya terintegrasinya dunia digital dan produksi industri. Industri 4.0 yakni era ketika seluruh mesin saling terhubung melampaui jaringan Internet. Kondisi ini memiliki dampakyang besar puas masyarakat. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang, menurut Lee et al (2013), menun-jukkan bahwa industri 4.0 ditandai oleh meningkatnya pendigitalisasian dalam perindustri-anyang ditandai empat faktor: 1) ditingkatkannya ukuran data, komputerisasi dan komunikasi, 2) adanyapenganalisisan, 3) Terjadinya interaksi baru manusia dengan mesin, dan 4) pen-ingkatan perintah untuk pengiriman digital ke marcapada nyata, seperti manusia mesin serta penyegelan tiga matra. Lifter dan Tschiener (2013) mengungkapkan, hakikat distribusi industri 4.0 yaitu pengintegrasian mesin-mesindansistem kerja, dengan sistem internet dalam proses produksi agar boleh mengendalikan satu setimbang lain secara mandiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa revolusiindustri 4.0, merupakan diggabungkannya pengusahaan teknologi positif dan dig-ital dengan kecerdasan buatan, dan Internet of Things (IoT) demi menciptakan perusahaan berbasis digital yang saling tercalit serta bisa menentukan keputusan nan minimum tepat. Revo-lusi Industri 4.0 adalah pendekatan untuk mengatur proses kegiatan produksi dengan cara berbuat rekonsiliasi waktu melangkahi penyatuan dan penyesuaian produksi (Kohler & Weisz, 2016). Lebih lanjut, Zesulka et al (2016) menambahkan, sirkuit industri 4.0 boleh diimplemen-tasikan dalam tiga faktor yang saling terkait ialah; 1) pendigitalisasian dan integrasi ekonomi dengan teknik tersisa beralih ke sistem ekonomi dengan teknik kompleks; 2) pendigitalisas-ian barang dan layanan; 3) konseptual pasar yang baru.

Pentingnya Pendidikan pada peredaran pabrik 4.0

Pendidikan menjadi sumber akar nan awet bagi siswa hendaknya menjadi sumber daya manusia yang enggak semata-mata berbicara tetapi berpikir, merasakan, sadar, bertindak, bertindak dan melakukan polah baik sesuai dengan agama mereka. Pendidikan bertujuan memanusiakan siswa individu, dan tidak harus bertanggung jawab untuk menetapkan proses implementasi dengan etika yang lebih luas maknanya (Mulyana, 2008). N domestik proses pendidikan, etika harus tercer-min kerumahtanggaan lingkungan belajar interaktif, penerapan metode dan strategi serta pengemban-gan materi pendidikan, kerjakan penilaian yang diterapkan. Tantanpengemban-gan dalam bidang pendidikan yang berbimbing dengan pabrik adalah berekspansi biji-nilai pendidikan. Di era rev-olusi, dengan mengerapkan peningkatan pengetahuan sangat luar lazim nan didukung oleh aplikasi media digital dan teknologi yang berkecepatan tinggi (Gates, 1996). Metode kegiatan berlatih mengajar harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman, materi pendidikan harus menye-diakan desain yang bertambah otentik bikin mengatasi tantangan yang melaluinya siswa bisa bekerjasama kerjakan mengejar solusi dalam latihan lakukan memecahkan kelainan. Pemecahan masalah diarahkan ke siswa n domestik bentuk pertanyaan serta mencari jawaban yang kemudian

(5)

digunakan cak bagi menguasai masalah dalam konteks belajar mengajar dengan menggunakan sumber deklarasi nan tersedia. (Trilling and Hood, 1999 : 21).

Freud Pervical dan Henry Ellington (1988) menelanjangi bahwa inovasi penerimaan n domestik peluasan teknologi laporan digital menggunakan akomodasi teknologi yang cepat berkembang di era Aliran Industri 4.0 dalam meningkatkan kualitas berlatih. Dunia pen-bimbingan mulai sibuk mempersiapkan generasi nan layak dalam persaingan di era industri 4.0, setidaknya harus mampu mempersiapkan siswa bakal memenuhi tiga situasi: b) mempersiapkan pelajar untuk dapat memecahkan kebobrokan tidak menunjukkan masalah saat ini, c) memper-siapkan siswa kerjakan dapat menggunakan teknologi yang terbarukan. Di jihat lain,Ristekdikti (2018) mengatakan dalam menghadapi revolusi pabrik 4.0, empat hal harus dipersiapkan; a) bertambah inovatif dalam ekspansi sistem pendidikan mudah-mudahan menghasilkan lulusan yang mampu berlomba dan berketerampilan, terutama di meres literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. b) Membangun kembali garis haluan pendidikan institusional yang beradaptasi den-gan revolusi industri 4.0 internal pengembanden-gan program dan pembelajaran multidisiplin yang diperlukan. c) Menyiapkan SDM yang adaptif ,reaktif, dan handal dalam menghadapi rev-olusii industrii. d) Infrastruktur pendidikan dan penelitian harus diperbarui sebaiknya dapat men-dukung kualitas dibidang pendidikan, pintasan, dan pendalaman.

Era revolusi industri telah merubah konsep kerja, kompetensi dam struktur kerja yang per-lukan didunia kerja. Sebuah survei dari perusahaan rekrutmen internasional berjudul Salary Survey 2018, semenjak Robert Walters, mengatakan intensi utama perubahan dagang ke podium dig-ital telah meningkatkan permintaan akan mata air daya basyar profesional yang berbeda terbit sebelumnya. Era sirkulasi industri telah merubah pernalaran privat bidang pendidikan, bukan hanya persilihan metode pengajaran, tetapi ada yang jauh makin penting, ialah perubahan intern perspektif harapan semenjak pendidikan itu koteng. Karena itu, ketatanegaraan yang politis harus dirumuskan ke beragam aspek dimulai berusul lembaga, metodologi, bidang pengkajian, peluasan pintasan, dan sendang pokok manusia. Kemudian kebijakan didunia pendidikan yang diterapkan adalah a) lebih inovatif nya sistem pendidikan yang dipersiapkan di pendidikan panjang. b) Mem-siuman lagi ketatanegaraan kelembagaan pendidikan tinggi nan responsif terhadap revolusi industri 4.0. c) Sumber daya manusia disiapkan, terutama pengkaji, dosen, dan ahli mesin yang menanggapi pembiasaan dan mengandalkan mereka cak bagi menghadapi tantangan revolusi indus-tri. d) Terobosan Litbang yang responsive terhadap revolusi pabrik 4.0 e) Pintasan inovasi serta pengukuhan sistem pintasan bikin eskalasi produksi industri dan pertambahan startup berbasis teknologi.(Maemunah(2018) )

Perkembangan mayapada saat ini pendidikan merupakan hal terpenting, karena dengan pen-didikan khalayak dapat membuat peradaban yang maju, artinya penpen-arahan yakni sebuah komponen yang sangat terdahulu dalam perkembangan dan keberhasilan sukma manusia. Pen-didikan merupakan ciri khas dan perabot manusia. (Made Pidarta, 2009: 1. Dengan demikian maka pendidikan harus mampu menghadapi segala tantangan yang dimunculkan oleh peralihan dan perkembangan zaman. Butuh gebrakan mentah kerumahtanggaan sistem pendidikan bakal merespons era pabrik 4.0. Usaha akan gerakan literasi hijau sebagai penguatan buat menyangkal literasi lamayang sudah lalu dicanangkan maka itu pemerintah dengan berfokus pada tiga kesigapan utama: a) literasi digital, ) literasi teknologi, dan c) literasi manusia (Aoun, 2018). Keterampilan ini diharapkan menjadi keterampilan nan dibutuhkan di era industri 4.0. Literasi Digital bertu-juan untuk meningkatkan kemampuan menganalisis, membaca dan memanfaatkan informasi dalam dunia digital. Literasi teknologi menjurus dalam memberikan pemahaman tentang pegangan dengan menunggangi mesin dan penerapan teknologi.. Literasi makhluk ditujukan bakal meningkatkan keterampilan komunikasi dan memecahkan pengetahuan desain (Aoun, 2017).Kurikulum 2013 dibuat dengan tujuan utama bakal meningkatkan mutu pendidikan. Menurut Indriyanto(2012), kurikulum 2013 pula berujud untuk menjawab perubahan dalam pengajian pengkajian yang mencaplok empat aspek ialah informasi, komputasi, otomasi, dan komu-nikasi. Daya pembelajaran IPA kelas VII SMP/MTs telah disusun dengan berisi materi-materi bidang ilmu Kimia, Biologi, dan Fisika, yang disajikan secara terpadu. Buku ini disusun dengan mengacu pada kurikulum 2013 sehingga kegiatan sparing mengajar berbenda takhlik siswa pek-ampil dalam meladeni materi yang dikuasai secara konkret dan abstrak (Kebudayaan(2014)) . Oleh sebab itu maka perubahan pembelajaran yang ditimbulkan oleh teknologi memberikan

(6)

kesempatan bakal mendesain pembelajaran yang realistik dan sebaik-baiknya dapat mengikutsertakan siswa (Kirkley and Kirkley(2004) ). Keterlibatan teknologi dalam proses pembelajaran juga terbukti mampu menambah tingkat pemahaman siswa terkait materi yang sedang dipelajari (Vermeulen, & Buuren, 2013).

Media Augmented Reality dalam revolusi industri 4.0

Menurut James R. Valino (1998), Augmented Reality merupakan teknologi yang memusatkan target dua dimensi atau tiga dimensi virtual, dan kemudian memunculkan objek virtual secara benaran time. Augmented Reality diartikan sebuah teknologi yang memusatkan dunia maya dan dunia nyata serta boleh berinteraksi didunia positif internal rajah animasi tiga dimensi (Azuma (1997) ). Demikian Augmented Reality diartikan sebuah teknologi yang mengintegrasikan objek virtual 2D ataupun 3D lega lingkungan aktual dan disajikan secara langsung.

Thomas P. Caudell mengenalkan konsep AR ditahun 1990 diartikelnya “The Term Aug-mented Reality”. Membeningkan tiga karakteristik teknologi yang memperalat konsep AR: a) Berharta menunggalkan mileu nyata dan mileu maya, b) Dapat mengutarakan informasi yang interaktif dan sekalian, c) Menampilkan dalam susuk 3D. N domestik buku yang berjudul “Augmented reality: a practical guide” Stephen Cawood & Mark Fiala, mengklarifikasi bahwa Aug-mented Reality merupakan cara kerjakan menjelajahi objek tiga ukuran, ehingga alamat 2D maupun 3D didunia nyata seakan seperti menyatu. Saat menggunakan teknologi AR, pengguna bisa mematamatai obejk virtual yang ditambahkan dengan dunia nyata. Augmented Reality berorientasi memudahkan konsumen membawa alamat virtual ke dalam lingkungan pengguna (Elisa Usada, 2014:83). AR mengencangkan persepsi pemakai dan interaksi.

Augmented reality yaitu upaya menunggalkan dunia nyata dengan dunia virtual nan dibuat oleh komputer setakat keduanya menjadi sangat intim. Augmented Reality (AR) membubuhi cap-garah pada penelitian yang bermaksud menghasilkan sistem informasi yang memusatkan infor-masi dunia faktual dengan dunia digital. Augmented reality infor-masih internal proses pengembangan, sekadar banyak peneliti dan peneliti masa depan berharap ini dapat diimplementasikan pada tahun 2010 atau 2020. Augmented reality nan ditingkatkan dapat diterapkan buat semua indera, tersurat rungu, sentuhan dan penciuman. Selain penggunaannya di berbagai parasan seperti kebugaran, militer dan manufaktur, Augmented reality juga telah diterapkan pada gawai yang digunakan maka itu banyak orang, sepertismartphone. Selain

perkemban-gan pesat penyebaran ponsel pintar di kekerabatan, tidak ada pengecualian di antara para siswa, penelitian telah difokuskan pada penggunaan AR,adalahmobile learning.Siswa bukan lagi aspal-had pada komputer di area tertentu, tetapi kegiatan belajar mengajar dapat secara dinamis dilakukan. Augmented yang digunakan padasmartphoneboleh mendukung petatar cak bagi dapat melaksanakan kegiatan membiasakan mengajar di mana saja.

Augmented Reality solusi pembelajaran IPA di era persebaran

pabrik 4.0

Rudi and Cepi(2008) mengekspos pembelajaran digunakan oleh siswa intern mengem-bangkan potensi mereka. Penelaahan meliputi pesuluh dan guru, guru andai penyedia dan pemberi akomodasi sementara itu pesuluh sebagai penyambut proses pendidikan. Utamanya n domestik pem-belajaran yakni terjadinya transfer ilmu publikasi antara guru dan petatar (Rudi and Cepi (2008) ). Lebih jauh menurut Mustaqim (2016), penelaahan yaitu kegiatan terencana terbit seorang guru yang mencakup materi pendidikan, , laporan, sumber daya pendidikan, dan mileu buat menciptakan suasana pengajian pengkajian bikin siswa, sehingga mereka bisa mengembangkan butir-butir, potensi, keterampilan, dan poin-angka positif melalui media.

Media diartikan apa sesuatu nan bisa mentransfer pemberitahuan bermula pengirim ke pener-ima bagi memotivasi perhatiannya (Sadpener-iman et al., 2011). Sementara itu wahana pendedahan menurut Sukiman (2012) adalah semua yang boleh digunakan buat mengacungkan wanti-wanti berasal pengirim ke akseptor sehingga menggiurkan ide, perhatian, minat, minat dan kerinduan petatar distimulasi sedemikian rupa sehingga pembelajaran dilakukan bakal secara efektif mencapai maksud pembelajaran. Menurut Bruner (1996), ada tiga tingkat tendensi pendedahan terdepan, yaitu

(7)

pengalaman sewaktu, figuratif, dan maya. Untuk kegiatan belajar mengajar yang sukses, pesuluh harus diundang cak bagi menggunakan semua radas indera mereka (Arsyad(2013) ). Kus-tandi dan Sutjipto (2013), sarana dalam pembelajaran laksana organ, alat routing wanti-wanti, alat pen-ingkatan, dan badal master bikin mentransfer wara-wara dengan kaidah yang komprehensif, dan menganjur.

MenurutDaryanto(2011) , sarana membiasakan menduduki posisi yang penting dalam belajar. Media pembelajaran menyebabkan berkomunikasinya antara suhu dan siswa dalam proses sparing. Jikalau proses belajar tak memakai media, proses pembelajaran tidak bisa terwujud, dikarenakan komunikasi antara guru dan siswa secara optimal tidak terjadi. Media menjadi media interaktif, dengan tugas memfasilitasi hawa dan pelajar buat berinteraksi sehingga ada kegiatan belajar mengajar yang mengarah puas pemahaman pelajar tentang barang apa yang disediakan guru. Menggunakan kendaraan augmented reality tinggal berfaedah kerumahtanggaan meningkatkan hasil bela-jar dan minat peserta, karena AR memberikan hiburan nan mampu meningkatkan minat murid dalam berlatih. Interaksi kelima indera kepada petatar dengan teknologi AR ini. Kerjakan mengop-erasikan sistem AR, ini terdiri mulai sejak kamera dan proyektor paling, dan dalam beberapa kasus diperlukan alat partikular privat berinteraksi dengan objek virtual. Instrumen yang diperlukan cak bagi menjalankan program berbasis AR, yaitu organ input, monitor, dan komputer, seperti dinyatakan oleh Carmigniani internal “main device for augmented reality are display, input device, tracking, computer” (Carmigni et al., 2010).

Pengusahaan media pembelajaran dengan memanfaatkan Augmented Reality bisa merangsang mentalitas siswa n domestik berpikir reaktif tentang masalah dan peristiwa yang belangkin-jadi sehari-musim, karena adat media penataran membantu siswa intern proses berlatih di hadapan maupun tidak adanya guru, sehingga pendayagunaan ki alat pengajian pengkajian dengan meman-faatkan Augmented Reality bisa memberikan penerimaan langsung kapanpun murid ingin melakukan proses berlatih. Media Augmented Reality bisa mengilustrasikan konsep konseptual lakukan memahami dan mengekspresikan korban, memungkinkan AR menjadi ki alat yang lebih baik sesuai dengan maksud sarana pembelajaran. Dalam hal efektivitas, banyak murid kontributif bahwa media Augmented Reality internal versi Android dengan memperalatsmartphonepada tuntunan IPA dapat menolong mereka memaklumi dan memahfuzkan materi ilmiah sehingga mereka dengan mudah mengarifi les IPA, membantu siswa belajar dengan caranya sendiri, dan membantu petatar meningkatkan kreativitas dan imajinasi. Hal ini dikarenakan keistimewaan Augmented Reality lainnya bisa meningkatkan pemusatan peserta (Diegmann, et al., 2015:1548).

Berlandaskan penelitian yang dilakukan maka itu Chi Yin Yuen et al. Juga menilai penerapan AR kerjakan kegiatan berlatih mengajar. Hasilnya, menurut Diddy et al. Saenz, AR mempunyai dampak baik puas pembelajaran, adalah meningkatkan prestasi individu dalam tipe-macam pembe-lajaran yang berenergi badan. AR memiliki potensi ki akbar lakukan meningkatkan kualitas pembelajaran dan kembali aktivitas yang suka-suka selama proses tersebut berlangsung (Nincarean, et al, 2013). Hal ini sehaluan dengan penyelidikan nan dilakukanE.S and A(2018) bahwa pembe-lajaran IPA menggunakan ki alat teknologi Augmented Reality (AR) berbasis Android bilyet-tif dalam meningkatkan hasil belajar peserta dan dapat dijadikan salah satu media pembela-kuda di kelas.Menurut Kesim & Ozarslan(2012) untuk dapat menjadikan AR perumpamaan keseleo satu solusi dalam mayapada pendidikan, maka harus melibatkan multidisiplin dalam pembuatannya. Para tenaga pendidik teristiadat bekerjasama dengan para ahli internal latar AR.

Penelitian adapun pengembangan Augmented Reality privat pendidikan terus berlan-jut. Penyelidikan- penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Augmented Reality mempunyai potensi yang positifpada pendidikan. Chen et al,membuat Augmented Reality untuk mem-beri siswa media nan dapat digunakan secara mudah, interaktif, beragam, dan menarik cak bagi mengulangulang senawat dan meningkatkan hasil pembelajaran (Chen et al.(2013) ). Chi Yin Yuen dkk mengemukakan penelitian teranyar mengenai pengembangan Augmented Reality. Berdasarkan jumlah peneliti dan pengembang di bidang AR meningkat dalam beberapa waktu bontot, per-tumbuhan dan kejayaan AR cukup besar (Chen et al.(2013) ). Apalagi Chi Yin Yuen dkk. Sekali lagi membiji penerapan Augmented Reality kerjakan pembelajaran. Hasilnya, menurut Diddy et al. Saenz, A mempunyai dampak baik pada pendidikan, yaitu meningkatkan prestasi hamba allah privat mempelajari berbagai jenis kemampuan jasmani. Meskipun konten AR mentah dan menyenangkan,

(8)

masih sangat sulit untuk takhlik dan menerbitkan, terutama oleh suhu dan siswa, karena ini penting membutuhkan embaran teknis (Chen et al.(2013)) .

Deduksi DAN SARAN

Penali

Pemakaian teknologi Augmented Reality bermanfaat sekali sebagai media pembelajaran interak-tif , sekalian dan maujud bagi pesuluh. Selain itu membiasakan dengan menggunakan media penerimaan Augmented Reality, produktif meningkatkan minat siswa internal belajar,dikarenakan sifat Aug-mented Reality yang menggabungkan dunia maya dengan marcapada nyata secara langsung dapat meningkatkan imajinasi peserta. Augmented Reality yang interaktif memungkinkan siswa bakal melihat kejadian dengan mandu nan kasatmata sertamampu memvisualisasikan hasil berasal pembelajaran yang guru berikan kepada siswa.

Saran

Hasil berusul pembahasan di atas, disarankan adanya ekspansi lebih lanjut tentang media IPA dengan menggunakanteknologi Augmented Reality (AR) berbasis Android, bagi topik atau bahan lain sehingga lebih menganjur dan makin interaktif. Oleh karena itu, bagi menghadapi revolusi industri 4.0, motivasi saja bukan sepan bagi mencapai intensi pendidikan Indone-sia, harus cak semau manifestasi konkret dan kerja keras dari pemerintah Indonesia dan kita semua cak bagi menjabat era digitalisasi. Pasti cuma kita akan menghadapi tantangan n domestik setiap proses peralihan inovasi dan teknologi. Kita harus berani dan bersiap, sekiranya tidak akan kewala-han didalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini.

REFERENCES

Arsyad, A. (2013)..Media Pendedahan Edisi Revisi(Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada)

Azuma, R. (1997). Survey of Augmented Reality,” Presence: Teleoperators and Virtual.Environments6, 355–385 Chen, D.-R., Chen, M.-Y., Huang, T.-C., and pao Hsu, W.

(2013). Developing a Mobile Learning System in Aug-mented Reality Context.
International Journal of

Dis-tributed Pengawasan Networks, 2013–1

Daryanto (2011). Media Pembelajaran (Bandung: Nurani Sejahtera)

E.S, F. and A, M. (2018). Dedi K.(2018). Peluasan Sarana Pembelajaran Ipa Menggunakan Augmented Cak benar-ity (Ar) Berbasis Android Plong Siswa Kelas Iii Sdn 015 Tarakan.Widyagogik6, 2303–307. 2541-5468

Johnson, L., Smith, R., Willis, H., Levine, A., and Haywood, K. (2011). horizon report. The

Kasali, R. (2018).Disruption(Jakarta: Gramedia)

Kebudayaan, K. P. (2014).
Ilmu Pengetahuan Kalimantang Edisi
Revisi 2014 SMP/MTs(Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

Kirkley, B. S. E. and Kirkley, J. R. (2004). Creating Next Gener-ation Blended Learning Environments Using Mixed Real-ity.Video Games and Simulations. TechTrends49, 42–53 Maemunah (2018). Membangun Pendidikan yang Mandiri

dan Berkualitas pada Era Revolusi Pabrik 4.0 Aula

Universitas Muhammadiyah Mataram. Prosiding Seminar Kebangsaan Pengambdian. 2016–2018

Qumillaila, Q., Susanti, B. H., and Zulfiani, Z. (2017). Pengembangan Augmented Reality Versi Android Seba-gai Alat angkut Pengajian pengkajian Sistem Ekskresi Turunan.Jurnal
Cakrawala Pendidikan36, 57–69

Ristekdikti (2018). Era Perputaran Pabrik 4.0 Saatnya Generasi Millenial Menjadi Dosen Kala nanti

Rudi, S. and Cepi (2008).Media Pembelajaran(Bandung: CV Bacaan Prima)

Yahya, M. (2018). Era Industri 4.0: Tantangan Dan Probabilitas Perkembangan Pendidikan Kejuruan Indonesia

Conflict of Interest Statement:The authors declare that the

research was conducted in the absence of any commercial or financial relationships that could be construed as a potential conflict of interest.

Copyright © 2019 Maulana, Suryani and . This is an

open-access article distributed under the terms of the Creative

Com-mons Attribution License (CC BY). The use, distribution or
reproduction in other forums is permitted, provided the

origi-nal author(s) and the copyright owner(s) are credited and that
the original publication in this journal is cited, in accordance
with accepted academic practice. No use, distribution or

repro-duction is permitted which does not comply with these terms.

Source: https://123dok.com/document/zp6pe60q-augmented-reality-solusi-pembelajaran-ipa-era-revolusi-industri.html

Posted by: likeaudience.com