Artikel Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ipa

Pengaruh Motivasi Belajar, Minat Belajar, dan Manajemen Waktu terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Masa Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Pengaruh Motivasi Belajar, Minat Belajar, dan Manajemen Hari terhadap Prestasi Membiasakan Petatar pada Perian Pembelajaran Bertatap Terbatas

Penelitian ini berniat untuk menguji pengaruh
motivasi
sparing, minat, dan pengelolaan waktu terhadap prestasi
belajar
pesuluh
pada musim
pengajian pengkajian
tatap
muka
terbatas
pada mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Moral Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Sampel penelitian berjumlah 118 mahasiswa. Teknik analisis data dalam eksplorasi ini adalah analisis deskriptif dan amatan regresi dengan bantuan program SPSS 21.
Hasil
penelitian menunjukan
motivasi
sparing
berkarisma berjasa terhadap prestasi
belajar, minat
belajar
berpengaruh bermanfaat terhadap prestasi
belajar, dan manajemen periode berpengaruh signifikan terhadap prestasi
belajar.
Motivasi
sparing
berpengaruh sebanyak 15,97%, minat
belajar
berpengaruh 17,86%, dan pengelolaan hari berwibawa 19,96%. Sehingga
cemeti
belajar, minat
belajar, dan penyelenggaraan perian secara jumlah mempunyai pengaruh sebesar 53,79% terhadap prestasi
sparing.

Baca selanjutnya


10 Baca kian lajut

ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS (PTMT) PADA ERA NEW NORMAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MADRASAH ALIYAH

Kajian PELAKSANAAN Penataran TATAP Wajah Cacat (PTMT) Pada ERA NEW NORMAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MADRASAH ALIYAH

164 Madrasah memasuki mileu sekolah, kejadian tersebut dilakukan buat menyunting dan meningkatkan manajemen pengelolaan PTM
terbatas
agar menjadi lebih baik. Kegiatan
penerimaan
dilakukan di kelas XI MIPA 2 gasal dan genap, yang terdiri masing-masing 14
peserta. Jam les yakni selama 3 jam cak bimbingan privat 1 kali perjumpaan, masuk palu 8.00 WIB sampai dengan pemukul 11.00 WIB, sehingga setiap
siswa
melakukan
belajar
lihat
durja
sepanjang 9 jam n domestik satu minggu. Selama
pembelajaran
lihat
tampang
terbatas
siswa
hanya melakukan kegiatan
belajar
di inferior sehingga tidak suka-suka aktivitas seperti olahraga di lapangan. Selain itu materi pelajaran yang disampaikan oleh temperatur kepada
pelajar
dipadatkan dan dipertegas pokok bahasannya saja, kemudian hawa menerimakan penugasan yang harus dikerjakan
murid
di rumah masing-masing. Pada saat proses
pembelajaran
berlangsung guru sering memastikan apa aktivitas
siswa
aman, terkendai, dan konstan menjaga jarak. Kegiatan master pada saat mengajar terlaksana dengan baik, seperti memulai kegiatan pendahuluan
pengajian pengkajian
dengan memberikan
motivasi
belajar
dan melakukan stabilitas literasi, agar
peserta
tetap fokus
berlatih
pada masa wabah ini. Puas kegiatan inti, guru menyampaikan materi pelajaran matematika hanya bawah-dasar atau point pentingnya saja, materi pembelajarannya ialah akan halnya rumus setengah sudut trigonometri. Selanjutnya guru memberikan sejumlah contoh pertanyaan dan penjelasannya, lalu
siswa
diberikan soal latihan bagi dikerjakan di rumah bagaikan tugas. Kegiatan akhir ataupun penutup ialah guru meriview pula materi yang sudah lalu disampaikan, dan mengingatkan
siswa
untuk mengulangi materi yang diajarkan dirumah dan besar perut mentaati protokol kesehatan, kemudian guru mengerudungi
pendedahan. Kendatipun PTM
cacat
telah dilaksanakan namun guru tetap berkoordinasi dengan
siswa
melalui daring terkait dengan materi yang sudah lalu diajarkan karena keterbatasan jam pelajaran yang mengakibatkan materi yang disampaikan di sekolah dianggap kurang optimal.

Baca lebih lanjur


8 Baca kian lajut

Persepsi Mahasiswa mengenai Pembelajaran melalui Tugas pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Persepsi Mahasiswa mengenai Pembelajaran melangkaui Tugas pada Pembelajaran Bertatap Terbatas

Beberapa penelitian penting mengenai
pembelajaran
dengan tugas pada pembelajaaran bahasa. Penelitian terdahulu pertama ialah Saputro et al. (2021) mengenai manfaat dan tantangan dalam menerapkan task-based language teaching.
Hasil
berbunga penelitian tersebut cak bagi manfaat berusul penerapan task-based language teaching yakni
murid
lebih aktif pada
penerimaan, sesuai dengan kurikulum, meningkatkan
tembung
siswa, dan
siswa
boleh menyelesaikan tugas dengan baik, sedangkan tantangan berpunca penerapan task-based language teaching adalah memerlukan musim yang lama, proses nan susah, dan metode nan kurang relevan dengan persiapan eksamen.

Baca lebih lanjut


6 Baca bertambah lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN KIT IPA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPA

Kawin ANTARA PERSEPSI SISWA Tentang PEMANFAATAN MEDIA Pembelajaran KIT IPA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPA

Alasan peneliti sekadar menakar
hasil
belajar
psikologis karena dengan pertimbangan bahwa: Aspek psikologis
siswa
yang terpenting adalah aspek kognitif. Aspek kejiwaan yang berkedudukan pada otak ini dalam prespektif psikologi kognitif, merupakan sumber sekaligus pengendali aspek afektif dan psikomotorik. Lain seperti organ-instrumen tubuh lainnya, organ otak sebagai tempat fungsi kognitif enggak belaka menjadi dedengkot aktivitas akal busuk perasaan, melainkan lagi penyelia aktivitas perhatian dan ragam. Tanpa aspek serebral, pelik bagi seorang
pesuluh
untuk dapat berpikir. Minus adanya kemampuan berpikir maka
siswa
tak pernah dapat mengarifi materi-materi yang disajikan dan mengambil pesan-pesan kesusilaan yang terkandung intern materi-materi pelajaran (BPTP Disdik Jabar, 2004: 75).

Baca kian lanjut


15 Baca bertambah lajut

Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran Bersemuka

Menurut Sugilar (1999, dalam Puspitasari, dkk., 2010), kesiapan
belajar
mandiri berkaitan dengan ketersediaan individu untuk melaksanakan kegiatan
belajar
atas inisiatif sendiri, dengan maupun tanpa dukungan pihak lain. Pendapat ini sejala dengan definisi Hiemstra (1994 privat Puspitasari, dkk., 2010) yang memunculkan bahwa seseorang yang bernas
belajar
secara mandiri artinya berlimpah merencanakan belajarnya koteng, melaksanakan proses
sparing, dan mengevaluasi belajarnya sendiri. Secara lebih tersendiri, Knowles (1975, intern Puspitasari, dkk., 2010) mendefinisikan
belajar
mandiri sebagai suatu proses di mana seseorang mempunyai inisiatif (baik dengan atau sonder bantuan turunan bukan) dalam mendiagnosis kebutuhan-kebutuhan
belajar
mereka, merumuskan tujuan- maksud
belajar, mengidentifikasi sumber-sendang
belajar, memilih dan melaksanakan strategi
belajar
nan sesuai, serta mengevaluasi
hasil
membiasakan
mereka sendiri.
Siswa
nan memiliki independensi nan tinggi privat
belajar
digambarkan sebagai orang yang mampu mengontrol proses
berlatih, mempergunakan bermacam-macam sumur
belajar, mempunyai
motivasi
internal, dan punya kemampuan mengatur waktu (Guglielmino & Guglielmino, 1991 n domestik Puspitasari, dkk., 2010) serta n kepunyaan konsep diri yang nyata dibandingkan dengan mereka yang kemandirian belajarnya terbatas (Sabbaghian, 1980 dalam Puspitasari, dkk., 2010). Singkatnya, pelajar yang mampu
membiasakan
mandiri diartikan andai individu yang memiliki kewajiban jawab terhadap proses belajarnya sendiri (Hiemstra, 1994 n domestik Puspitasari, dkk., 2010).

Baca seterusnya


52 Baca kian lajut

Perbandingan Pelaksanaan Pembelajaran Ekonomi Selama Masa Belajar Dari Rumah Dan Masa Tatap Muka Terbatas Di SMAN 3 Seluma

Neraca Pelaksanaan Penelaahan Ekonomi Selama Masa Belajar Berusul Rumah Dan Masa Tatap Muka Terbatas Di SMAN 3 Seluma

Pendidikan merupakan faktor yang bermakna untuk kemajuan suatu nasion. Plural upaya dilakukan baik maka itu pemerintah, sekolah, suhu, dan
siswa
kerjakan sampai ke kemenangan pendidikan. Kejayaan pendidikan boleh dipengaruhi oleh bilang faktor diantaranya ialah kualitas guru,
pelajar, infrasturktur, latar pinggul batih, dan berbagai faktor lainnya.
Siswa
perumpamaan objek dan subjek dalam bumi pendidikan yaitu faktor utama dalam kejayaan pendidikan. Sebagai faktor yang penting privat mayapada pendidikan,
siswa
memiliki keberagaman nan harus dipahami dan disikapi dengan cara-cara yang sesuai dengan kondisi masing-masing
siswa. Mandu yang kurang tepat kerumahtanggaan membimbing
siswa
bisa mengakibatkan
pesuluh
menjadi kelesa untuk melebarkan dirinya (Syah, 2016). Faktanya, penggunaan smartphone mutakadim dimanfaatkan makanya para generasi milenial di Stockton, New Jersey laksana organ
pembelajaran
berbasis e-learning (Foti dan Jomayra, 2014:65). Di Indonesia, mayoritas generasi milenial masih menunggangi smartphone yang
terbatas
lakukan manfaat hiburan semata, seperti main-main game, mendengarkan musik, chatting, bermain sosial sarana, dan lain sebagainya. Akan tetapi, banyak juga didapati eksploitasi smartphone pintar misal media
pembelajaran
yang banyak diminati generasi milenial (Sari, 2019).

Baca lebih lanjut


6 Baca lebih lajut

Meningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Tatap Muka Usai Belajar Online Akibat Pandemi Covid-19

Meningkatan Motivasi Berlatih Peserta Didik sreg Pembelajaran Tatap Muka Usai Membiasakan Online Akibat Hawar Covid-19

E-mail : [email protected] 1 , [email protected] 2 , [email protected] 3 Abstrak Tahun 2021
pembelajaran
tatap
muka
mulai diberlakukan kembali, namun akibat pemebelajaran daring banyak peserta didik mengalami penurunan kemampuan akademiknya. Tujuan Artikel ini kerjakan menemukan solusi agar peserta didik yang mengalami kejenuhan dalam
berlatih
dan cenderung memperoleh ketidakmajuan dalam
hasil
membiasakan
dapat terdorong bikin lagi nasib
belajar
sehingga mempunyai prestasi
belajar
yang bagus juga. Kata sandang ini menggunakan pendekatan konseptual dengan desain literature review.
Hasil
yang diperoleh dari beberapa studi leterasi yang dilakukan, peserta ajar banyak mengalami penurunan prestasi
belajar
karna enggak maksimalnya proses
pembelajaran
nan dilakukan secara daring, pelajar jaga lagi tidak termotivasi menirukan
pembelajaran
dengan baik serta banyaknya kewajiban tugas sejauh proses
pembelajaran
daring berlantas. Hal tersebut berimbas plong
pembelajaran
tatap
muka
yang sudah dilakukan, peserta jaga banyak yang lain tanggap tentang materi-materi
pembelajaran
yang mutakadim diberikan selama proses
penataran
daring, sehingga terlazim adanya inovasi kerumahtanggaan proses penyampaikan materi dikelas moga dapat menarik simpati peserta jaga bagi kembali semangat
belajar
dan termotivasi untuk meningkatkan pengejawantahan belajarnya. Artikel ini menawarkan beberapa metode yang bisa dilakukan lakukan menarik tenggang rasa dan meningkatkan kemampuan
belajar
pesuluh didik berbasis perputaran pabrik (penggunaan teknologi) dalam proses
pendedahan.

Baca seterusnya


11 Baca bertambah lajut

Strategi Mempersiapkan dan Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas Selama Masa Pendemi Covid-19 di SMA

Strategi Mempersiapkan dan Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas Selama Musim Pendemi Covid-19 di SMA

Hal-keadaan tersebut adalah dasar pertimbangan pihak sekolah menerapkan
pembelajaran
pada satuan pendidikan yang menghasilkan warga sekolah sesuai tujuan pendidikan sepatutnya ada, walapun sedang menghadapi situasi
pembelajaran
tatap
muka
minus
dengan batasan-batasan yang mempersempit ruang gerak guru dan
siswa. Pengukuran keberhasilan
belajar
boleh diketahui dengan melakukan penilaian kepada peserta didik. Adapun penilaian di SMA Negeri 5 Pontianak ialah menggunakan pengumpulan kabar data tercalit indeks capaian
pembelajaran
peserta tuntun akademik dan non akademik tentunya seperti umumnya, yaitu mencakup lega aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Sesuai dengan kurikulum nan cak semau yaitu haruslah terserah aspek sikap, embaran dan kesigapan, (Imran, 2019). Kemudian melewati evaluasi yang diberikan kepada
siswa, memasrahkan tugas dan penyajian berpunca materi yang telah disampaikan kemudian dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran
di papan bawah sesuai dengan kondisi momen ini.

Baca lebih lanjut


15 Baca kian lajut

Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar

Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa lega Alat penglihatan Pelajaran IPA di Sekolah Dasar

Sudjana (intern Kardi, 2013) mengatakan bahwa
hasil
membiasakan
adalah kemampuan-kemampuan nan dimiliki
siswa
setelah menerima pengalaman belajarnya.
Hasil
belajar
merupakan realisasi pemekaran terbit kecakapan ataupun kapasitas nan dimiliki seseorang. Penguasaan
hasil
berlatih
pecah seseorang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku internal bentuk pemberitahuan, sikap, kegesitan berpikir, maupun kelincahan motorik. Intern penggalian ini yang dimaksud
hasil
belajar
merupakan suatu tingkat keberhasilan nan dicapai petatar tuntun n domestik mempelajari materi
pembelajaran
di sekolah nan dinyatakan dalam bagan nilai ataupun skor nan diperoleh semenjak
hasil
tes mengenai materi yang dipelajari.
Hasil
belajar
yang dimaksud ialah
hasil
belajar
pecah aspek kognitif yang dicapai maka itu
siswa
puas mata pelajaran ilmu butir-butir alam.

Baca lebih lanjut


10 Baca kian lajut

ANALISIS PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM) TERBATAS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS

RENCANA PELAKSANAAN Pengajian pengkajian Bersemuka Sedikit

❖ Guru mengajak
siswa
melakukkan STOP ( PSE: Manajemen Emosi dan Fokus) ❖
Pesuluh
diajak mengamati lingkungan (gambar dari bangunan) yang menjadi pusat rezim keraton yang bersifat Islam dan masih berfungsi sampai saat ini. ❖
Siswa
juga bisa memperhatikan tulisan dan rajah Imperium-imperium Islam dan bukti peninggalannya pada hari kini pada siasat bacaan yang disediakan


5 Baca lebih lajut

PANDUAN AMAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS

PANDUAN Kerukunan PEMBELAJARAN TATAP Muka Cacat

Gambar 2. 1 Orientasi Garis haluan Pendidikan Pada SKB 4 Nayaka tanggal 20 November 2020, disebutkan bahwa anugerah kewenangan penuh kepada pemerintah kewedanan kerumahtanggaan menentukan izin
penerimaan
tatap
muka, diambil sesuai
hasil
evaluasi nan dilakukan bersama departemen/lembaga tersapu, perolehan berpangkal para majikan daerah, dan berjenis-jenis pemangku kepentingan di bidang pendidikan yang menyatakan bahwa, walaupun PJJ sudah tersalurkan dengan baik, hanya pelaksanaan terlalu lama minus melakukan PTM akan bertelur negatif bikin pesuluh tuntun. Kendala tumbuh kembang anak serta impitan psikososial dan kekerasan terhadap momongan yang tidak terdeteksi, pula turut menjadi pertimbangan.

Baca lebih lanjut


136 Baca lebih lajut

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran TATAP MUKA TERBATAS

Kerangka Pelaksanaan Pembelajaran Bersemuka Cacat

sempat, percaya diri, dan
pecut
internal, toleransi, cermin nasib sehat,ramah mileu privat berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan pan-ji-panji dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. KI 3 : Memahami proklamasi konkret, hipotetis, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan nasional, kenegaraan, dan tamadun tercalit fenomena dan kejadianyang tertumbuk pandangan netra.


14 Baca makin lajut

: Luring (Tatap Muka Terbatas)

: Luring (Bertatap Adv minim)

• Mengedepankan tujuan
pembelajaran
sreg pertemuan yang berlanjut • Mengaitkan materi/tema/sub tema kegiatan
pembelajaran
nan akan dilakukan dengan pengalaman petatar tuntun dengan materi/tema/sub tema kegiatan sebelumnya serta mengajukan tanya cak bagi mengingat dan memunculkan
motivasi
tentang apa yang dapat diperoleh (harapan) dengan mempelajari materi : Hukum Ohm


9 Baca lebih lajut

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (PJJ & TATAP MUKA TERBATAS)

Buram PELAKSANAAN Pembelajaran (PJJ & Lihat MUKA Invalid)

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit) 1. Salam pembuka, berdoa dan meminta wara-wara
siswa(memastikan ketersediaan dalam mengikuti
pembelajaran),memastikan
siswa
lakukan mengisi absen di Google form 2. Menyampaikan tujuan
pembelajaran, system penilaian dan bahan yang harus tercurahkan 3. Mengikat materi berpangkal kegiatan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
murid
4. Memberikan gambaran umum materi yang akan dipelajari dihubungkan dengan kebutuhan maujud dalam mayapada pekerjaan


13 Baca lebih lajut

DUKUNGAN KEJIWAAN DAN PSIKOSOSIAL SAAT PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM) TERBATAS

DUKUNGAN Batiniah DAN PSIKOSOSIAL SAAT PEMBELAJARAN Bertatap (PTM) Minus

Salah satu informasi Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Peradaban, Nayaka Agama, Menteri Kesegaran, dan Nayaka Dalam Negeri Tentang Panduan Tata
Pembelajaran
di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), terlepas 30 Maret 2021 adalah mewajibkan ketua satuan pendidikan lakukan mewujudkan satuan tugas dengan melibatkan orang tua/wali petatar didik dan masyarakat sekitar dengan 3 komposisi. Pertama , Tim
Pengajian pengkajian, Psikososial, dan Tata Ruang. Kedua, Cak regu Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan; dan


25 Baca lebih lajut

MANAJEMEN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS

MANAJEMEN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN TATAP Paras Sedikit

Lingkungan sekolah harus berkecukupan menciptakan menjadikan peserta jaga aman dan nyaman momen
belajar
dan bermain. Hal tersebut selain mempengaruhi kognitif juga mempengaruhi kesegaran
pelajar. Perlu ada upaya nan dilakukan cak bagi menjaga, merawat, dan mengkondisikan lingkungan sekolah sepatutnya kalis dan fit yang menjadi bagasi bersama bagi setiap warga sekolah. Dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 pasal 79 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa, “Kesegaran sekolah diselenggarakan


28 Baca makin lajut

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TAHUN AJARAN

RENCANA PELAKSANAAN Penelaahan Bersemuka TERBATAS TAHUN AJARAN

5) Menerapkan
hasil
dan mengeksplorasi cak bertanya- pertanyaan ataupun permasalahan lanjutan cak bagi dicari jawabnya. 6) Secara random petatar tuntun (4 makhluk ) dua kelompok mengaplus berasal 10 kelompok dapat mengkomunikasikan secara lisan
hasil
analisis Tentang Poster upaya ekonomis energy dan Praktikum Rangkaian Listrik
hasil
karya membuat lampu baterai terlambat nan dibuat plong persuaan ke-2.


19 Baca lebih lajut

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA Pertemuan Tatap Muka Terbatas

MANAJEMEN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS

MANAJEMEN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN Bersemuka TERBATAS

ajar dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik bisa
sparing, merecup dan berkembang secara harmonis dan sebanyak-banyaknya sehingga diharapkan bisa menjadi sumber daya insan yang berkualitas”. Tersapu dengan lingkungan sekolah yang bersih dan bugar, maka dalam rang anju Perjumpaan
Tatap
Muka
(PTM)
rendah
sekolah harus takhlik satuan tugas penanganan Covid-19. Tim Pelaksana UKS boleh menjadi fragmen dari Satgas Covid-19 di sekolah sebagai Cak regu Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan. Sekolah dapat proaktif bekerjasama dengan guru, komite sekolah dan petugas kebersihan mudah-mudahan ingin menjadi babak bersumber Tim Kesegaran, Kebersihan dan Keamanan.

Baca makin lanjut


28 Baca lebih lajut

Source: https://id.123dok.com/title/hubungan-motivasi-hasil-belajar-siswa-pembelajaran-tatap-terbatas

Posted by: likeaudience.com