Apakah Guru Dengan Sertifikat Ipa Bisa Mengajar Pkk

Penjelasan-Permendikbud-Nomor-16-Tahun-2019-dan-Linieritas-S1-dengan-Bidang-Studi-PPG

INFO DAPODIK & PENDIDIKAN. Pemerintah Republik Indonesia, privat hal ini yakni Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan memberikan Tunjangan Profesi Pendidik bagi seluruh Guru yang memenuhi persyaratan.

Hanya internal perjalanannya banyak hal nan wajib diperbaiki, salah satunya adalah dengan melakukan validasi liniearitas sertifikasi pendidikan yang dimiliki maka dari itu sendiri guru.

Internal pelaksanaan di lapangan banyak keadaan yang tidak dapat diterapkan ialah ada hawa yang tidak sesuai dengan satah pendidikannya namun harus mengajar lega mata tutorial lain.

Oleh karena itu agar jumlah jam yang diampu boleh diakui sehingga memenuhi persyaratan Total Jam Mengajar oleh seorang temperatur maka diterbitkanlah sebuah Peraturan mentah oleh Menteri Pendidikan dan Kultur RI ialah Permendikbud Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Penataan Linearitas Hawa Bersertifikat Pendidik.

Sebelumnya, pengaturan ki aib Liniearitas Sertifikasi Hawa ini telah diatur dalam Permendikbud Nomor 46 Musim 2016 namun belum memadai dan belum dapat menimbuk kebutuhan mahajana sehingga teradat diubah setakat akhirnya terbitlah Permendikbud Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Penataan Linearitas Guru Bersertifikat Pendidik.

Berbagai tanggapan unjuk. Terutama berpokok sebagian suhu bersertifikat pendidik yang bukan linier dengan ijazah yang dipunyainya.

Cak semau kebingungan seandainya permendikbud ini diberlakukan akan takhlik statusnya nan linier menjadi bukan linier sehingga tidak layak mendapatkan tunjangan profesi guru.

Padahal, kerumahtanggaan Permendikbud tersebut tercalit linieritas sertifikasi ini, banyak aturan plonco yang berusaha menjembatani atau mengakomodir guru-guru yang terkendala dengan linieritas sertifikasinya.

Riuk satunya adalah adanya kesempatan cak bagi pindah mengajar ke mata pelajaran (bidang) nan tidak sesuai sertifikasinya dan konversi kode akta pendidik.


Permendikbud Nomor 46 Tahun 2016

Adapun nan melatarbelakangi terbitnya Permendikbud Nomor 46 Periode 2016 adalah andai berikut:

  1. Dalam rangka penguatan tugas keprofesionalan guru diperlukan penataan kesesuaian aspek linieritas pelaksanaan tugas guru.
  2. Berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum 2013 yang berdampak pada pergantian jumlah jam mengajar perminggu dan kode sertifikat pendidik perlu dilakukan penataan kesesuaian wewenang mengajar guru intern pemenuhan beban mengajar dan penataan kode sertifikat pendidik sesuai dengan indra penglihatan latihan yang diampu.

Isi pokok dalam regulasinya terwalak sejumlah hal yang diatur sebagai berikut:

  • Linieritas sertifikasi untuk master bersertifikat pendidik ialah kesesuaian antara kopi pendidik dengan ain latihan yang diampu makanya temperatur.
  • Penataan linieritas sertifikasi temperatur bersertifikat pendidik diperuntukkan bagi:
    • Temperatur kelas;
    • Hawa mata pelajaran;
    • Master Bimbingan dan Konseling/ konselor;
    • Guru pendidikan khusus; atau
    • Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi/ guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi.
  • Penetapan linieritas sertifikasi bagi suhu bersertifikat pendidik dilakukan melalui sistem Data Sosi Pendidikan dengan memperalat program tuntutan yang dikembangkan.
  • Master bersertifikat pendidik yang mutakadim memiliki sahifah pendidik teristiadat memenuhi barang bawaan mengajar paling sedikit 24 (dua puluh catur) jam tatap muka masing-masing minggu.
  • Kerjakan guru nan terkena dampak perubahan kurikulum, dalam pelampiasan beban mengajar dapat mengajar:
  • Alat penglihatan tutorial sesuai dengan rumpun keilmuannya;
  • Sesuai dengan kualifikasi akademiknya meskipun dokumen pendidiknya tidak linier dengan kualifikasi akademiknya; maupun
  • Sesuai satah keilmuan lainnya yang dikuasainya.

Permendikbud Nomor 16 Waktu 2019

Ordinansi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 tahun 2019 sejatinya merupakan peralihan atas peraturan sejenis yang sudah ada sebelumnya, yaitu Permendikbud Nomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik.

Perubahannya, begitu juga teragendakan dalam pasal dua permendikbud ini, terutama dengan menggilir lampiran permendikbud sebelumnya yang doang satu tambahan menjadi Suplemen I hingga Apendiks V.

Suplemen I menata tentang kesesuaian bidang/mapel yang diampu dengan sertifikat pendidik lega jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).

Komplemen II untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Lampiran III untuk panjang SMP, Lampiran IV untuk jenjang SMA, dan Lampiran V untuk tahapan SMK.

Tidak harus Linier antara Sertifikat dan Ijazah

Kecemasan guru-guru yang antara sertifikat pendidik dan ijazah S1/DIV-nya tidak linier, tampaknya sesak jebah.

Kerumahtanggaan Permendikbud dan lampirannya ini tidak terdapat aturan yang mengharuskan guru nan sudah lalu bersertifikat pendidik harus linier antara bidang studi sertifikatnya dengan programa pengkhususan ijazah, asalkan mata kursus yang diampunya sesuai dengan sahifah pendidik.

Sehingga guru yang sudah bersertifikat pendidik Guru Kelas SD akan ki ajek linier mengajar sebagai Guru Papan bawah meski ijazah S1/DIV nan dimiliki dari prodi Pendidikan Agama Islam, Ilmu hitung, atau lainnya.

Dan juga seumpamanya telah memiliki sertifikat pendidik Bahasa Indonesia biarpun Ijazah S1 yang dimiliki semenjak prodi Pendidikan Sejarah, akan tegar linier mengajar sebagai ahli bahasa Indonesia di SMP/ MTs.

Linieritas antara sertifikat dengan ijazah, bagi yang sudah memiliki sertifikat pendidik, tentu berbeda dengan linieritas kualifikasi pendidikan bagi yang baru akan mendaftar sertifikasi guru maupun PPG.

Untuk peristiwa terakhir ini mutakadim diatur distingtif melalui Surat Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor: 33022/B.B4/GT/2017 Rontok 6 November 2017 Perihal Linieritas Programa Studi PPG Dalam Jabatan dengan Kualifikasi Akademik dan akan dibahas diakhir artikel ini.

Dapat Pindah Mengajar Sesuai Kualifikasi Akademik

Permendikbud Nomor 16 masa 2019 sudah mengakomodir suhu yang hendak pindah mata latihan ataupun bahkan jenjang, selama sesuai dengan kulaifikasi pendidikan (ijazah yang dimiliki), yang dapat melakukan situasi ini, diantaranya adalah:

  • Guru nan memiliki sertifikat pendidik selain sertifikat pendidik guru kelas TK/ RA, dapat mengajar sebagai guru kelas di RA/ TK apabila memiliki ijazah S1/ D-IV PGTK, PGPAUD, atau psikologi (Tambahan I)
  • Guru yang memiliki dokumen pendidik selain sertifikat pendidik guru kelas SD/Mi, bisa pindah mengajar andai guru kelas SD/Laksa dengan ketentuan:
    • Guru bersertifikat pendidik Bahasa Inggris (157) yang memiliki kualifikasi akademik Sarjana/Diploma IV (S-1/ D-IV) PGSD atau Psikologi.
    • Master bersertifikat pendidik temperatur kelas TK (020) yang memiliki kualifikasi akademik Sarjana/ Diploma IV (S-1/ D-IV) PGSD maupun Psikologi.
    • Hawa pada hierarki SMP, SMA, dan SMK atau sederajat yang sudah lalu n kepunyaan sertifikat pendidik tertentu, apabila memiliki kualifikasi akademik Ilmuwan/ Diploma IV (S-1/ D-IV) PGSD ataupun Psikologi.
  • Temperatur nan memiliki sertifikat pendidik dapat pindah dan/atau mengajar di jenjang SMP ibarat guru mata pelajaran apabila memiliki kualifikasi akademik Sarjana/ Diploma IV (S-1/ D-IV) sesuai dengan indra penglihatan pelajaran yang diampu pada jenjang SMP.
  • Hawa yang memiliki sertifikat pendidik bisa pindah dan/atau mengajar di jenjang SMA sebagai guru ain kursus apabila n kepunyaan kualifikasi akademik Ilmuwan/ Diploma IV (S-1/D-IV) sesuai dengan indra penglihatan pelajaran yang diampu pada jenjang SMA.

Sehingga dengan Permendikbud ini memungkinkan seorang guru bakal berpindah netra tuntunan atau bahkan jenjang sekolah yang diajar, meskipun tak sesuai dengan sertifikat pendidik nan dimiliki.

Dengan syarat, punya kualifikasi pendidikan (ijazah) S1/ DIV yang sesuai dengan alat penglihatan tutorial yang dituju.

Konversi Kode Sertifikat Pendidik

Permendikbud Nomor 16 Tahun 2019 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik mengharuskan master-guru SD/ MI, SMP/ MTs, SMA/ MA, dan SMK dengan kode-kode tertentu untuk mengerjakan konversi kode sertifikat pendidik. Kode akta pendidik yang harus melakukan konversi antara tidak:

  • Kode 061 (Lainnya SD)
  • Kode 125 (Lainnya SMP)
  • Kode 230 (Lainnya SMA, SMK)
  • Kode 527 (TIK Khusus Lainnya SMP, SMA, SMK)
  • Kode 177 (Bahasa Asing lainnya SMA, SMK)

Pengajuan konversi kode sertifikat pendidik ini nantinya diajukan ke LPTK melangkaui tuntutan Konsorsium Sertifikasi Temperatur (KSG) lakukan dinilai, disetujui, dan diterbitkan surat persetujuan konversi kode salinan.

Akhirnya, kekhawatiran para guru atas nasib manuskrip pendidik yang dimilikinya enggak beralasan.

Terlebih sebaliknya, Permendikbud No. 16 Waktu 2019 menerimakan solusi kerjakan guru-temperatur yang selama ini bersoal dengan linieritas sertifikat pendidiknya.

Untuk mempelajari dan mengerti penataan linieritas sertifikasi hawa bersertifikat pendidik yang terbaru dan bermain surut sejak 2 Januari 2019 ini.

Yuk dibaca Permendikbud Nomor 16 Tahun 2019 mengenai Persilihan Atas Permendikbud Nomor 46 Musim 2016 dibawah ini:


Daftar Linieritas Satah Penelitian PPG Kerumahtanggaan Jabatan dengan Ijazah S1/D-IV

Kodrat penetapan bidang study adalah linier dengan kualifikasi akademik S1/ D-IV yang dimiliki.

Linier nan dimaksud di sini adalah kesesuaian antara program penekanan pada ijazah S1/ D4 dengan program riset PPG Dalam Jabatan.

Penjelasan-Permendikbud-Nomor-16-Tahun-2019-dan-Linieritas-S1-dengan-Bidang-Studi-PPG

Gambar 1

Lebih jauh lakukan menindaklanjuti pertinggal tersebut Dirjen GTK pula menerbitkan kopi bernomor 32022/B.B4/GT/2017 tentang Linieraitas Program Studi PPG Internal Jabatan dengan Kualifikasi Akademik.

Pada surat tersebut dijelaskan bahwa n domestik proses pendaftaran primadona peserta PPG Intern Jabatan diperlukan daftar liniearitas antara kualifikasi akademik yang dimiliki master dengan Program Studi PPG Dalam Jabatan yang akan diikuti oleh master.

Daftar tersebut digunakan misal pedoman lakukan guru untuk menentukan parasan studi pada PPG N domestik Jabatan.

Bagi itu Dirjen GTK menerbitkan daftar liniearitas Acara Studi PPG Dalam Jabatan dengan kualifikasi akademik S1/DIV.

Daftar liniearitas tersebut dibagi menjadi dua episode, yakni:



  • Pertama, Master Netra Pelajaran Umum di TK/SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK, dan SLB (untuk guru nan linear dan serumpun).

Penjelasan-Permendikbud-Nomor-16-Tahun-2019-dan-Linieritas-S1-dengan-Bidang-Studi-PPG

Gambar 2


  • Kedua,Guru Alat penglihatan Pelajaran Kejuruan (Produktif) di SMK/MAK (untuk guru yang linear dan serumpun) yang diangkat sejak 31 Desember 2005 sampai dengan 30 Desember 2015. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Menengah Nomor 7013/D/KP/2013 adapun Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.

Penjelasan-Permendikbud-Nomor-16-Tahun-2019-dan-Linieritas-S1-dengan-Bidang-Studi-PPG

Gambar 3


Catatan: Untuk bidang kejuruan, liniearitas rataan mapel dengan ijazah sertifikasi yang belum tercantum pada grafik tersebut akan diverifikasi lebih lanjut.

Berikut dibawah ini ialah Daftar Linieritas Kualifikasi S-1/ D-IV dengan Program Riset PPG Dalam Jabatan sebaik-baiknya:

Demikianlah Penjelasan Permendikbud Nomor 16 Waktu 2019 dan Linieritas S1 dengan Bidang Pengkhususan PPG yang berhubungan dengan linieritas sertifikasi bagi guru, semoga dapat bermanfaat.

Terima kasih.

Salam Literasi.

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia.

Source: https://www.akoenksembilantujuh.com/2019/06/penjelasan-permendikbud-nomor-16-tahun.html

Posted by: likeaudience.com