Apa Hubungan Penilaian Dalam Pembelajaran Ipa

1. Penilaian Kompetensi Sikap

Penilaian kompetensi sikap berkaitan dengan perasaan (suka maupun tidak suka) nan terkait dengan kecondongan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap pula sebagai ekspresi dari ponten-angka alias pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi persilihan perilaku atau tindakan nan diharapkan.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menilai sikap peserta asuh, antara lain melintasi observasi, penilaian diri, penilaian dagi seusia, dan penilaian surat kabar. Instrumen nan digunakan antara lain daftar cek ataupun neraca penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, yang hasil akibatnya dihitung bersendikan modus.

a. Observasi

Sikap dan perilaku keseharian pelajar didik direkam melewati pengamatan dengan menggunakan ukuran yang berisi sejumlah penunjuk perilaku yang diamati, baik nan terkait dengan ain kursus maupun secara umum. Pengamatan terhadap sikap dan perilaku yang tersapu dengan indra penglihatan pelajaran dilakukan oleh temperatur yang bersangkutan selama proses pembelajaran berlangsung, seperti: kebulatan hati sparing, percaya diri, rasa mau tahu, kerajinan, kerjasama, keterusterangan, disiplin, peduli lingkungan, dan sejauh peserta didik bakir di sekolah atau apalagi di luar sekolah selama perilakunya dapat diamati guru. Aspek penilaian sikap bisa dilihat puas kompetensi dasar yang inklusif internal kompetensi spriritual dan sosial.

Contoh: Format pengamatan sikap dalam laboratorium IPA :


No


Jenama



Siswa


Aspek Perilaku yang Dinilai


Keterangan


Berkarya


sama


Rasa



Ingin



Sempat


Disiplin


Peduli



Mileu

1
Andi

2
Bunga
Catatan:

Kolom Aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut.

4 = sangat baik 3 = baik

2 = patut 1 = kurang

Ilham Penskoran :

Jawaban sangat baik diberi skor 4, baik diberi skor 3, cukup diberi skor 2 dan kurang diberi skor 1.

Taksiran nilai akhir menggunakan rumus : Skor yang Diperoleh

Angka Terala x 4= Skor Penghabisan Lengkap :


No


Etiket



Siswa


Aspek Perilaku yang dinilai


Keterangan


Bekerja


sekufu


Rasa



kepingin



tahu


Kepatuhan


Peduli



Mileu

1
Andi
4
3
3
2

2
Bunga

Skor yang diperoleh Andi untuk pengamatan sikap dalam laboratorium dihitung dengan cara misal berikut.

Skor total untul pengamatan sikap internal laboratorium adalah 4 + 4 +3 + 2 = 13.

Skor tertinggi bikin masing-masing aspek adalah 4 dan jumlah ponten tertinggi cak bagi seluruh aspek merupakan 4 x 4 = 16

Biji pengamatan sikap dalam laboratorium untuk Andi adalah : 13

16 x 4= 3,25
Kesimpulan :

Nilai pengamatan sikap intern laboratorium untuk Andi adalah 3,25 dan memeroleh Nilai Ketuntasan Sikap (Predikat) BAIK (B)

b. Penilaian Diri (self assessment)

Penilaian diri digunakan buat memberikan penguatan (reinforcement)

terhadap kemajuan proses belajar pelajar didik. Penilaian diri bermain terdepan bersamaan dengan bergesernya anak kunci pembelajaran pecah guru ke

peserta bimbing nan didasarkan pada konsep belajar mandiri (autonomous

learning). Lakukan menyenangkan kecenderungan peserta asuh menilai diri

terlalu janjang dan subyektif, penilaian diri dilakukan beralaskan tolok yang jelas dan objektif. Cak bagi itu penilaian diri makanya peserta tuntun di kelas terbiasa dilakukan melangkahi ancang-langkah perumpamaan berikut.

(1) Menjelaskan kepada peserta didik intensi penilaian diri.

(2) Menentukan kompetensi nan akan dinilai.

(3) Menentukan patokan penilaian yang akan digunakan.

(4) Merumuskan format penilaian, boleh berupa daftar tanda cek maupun neraca penilaian.

Contoh: Format penilaian diri untuk aspek sikap Kolaborasi Dalam

Diskusi Kelompok

Cap : — Nama-nama anggota keramaian : — Kegiatan kelompok : —

Isilah pernyataan berikut dengan jujur. Bikin No. 1 s.d. 6, isilah dengan angka 4 – 1 di depan tiap pernyataan:

4 : selalu 2 : kadang-kadang; 3 : sering 1 : tidak pernah

1.— Sejauh urun pendapat saya mengusulkan ide kepada keramaian lakukan didiskusikan

2.— Ketika kami berdebat, tiap orang diberi kesempatan mengusulkan sesuatu

3.— Semua anggota kelompok kami mengamalkan sesuatu selama kegiatan 4.— Tiap bani adam sibuk dengan nan dilakukannya dalam kelompok saya Sepanjang kerja kerumunan, saya….

5.—- mendengarkan basyar tidak 6.—- mengajukan pertanyaan 7.—- mengorganisasi ide-ide saya 8 —- mengorganisasi kelompok 9 —- mengacaukan kegiatan 10—- melamun

Barang apa yang kamu bikin selama kegiatan?

Petunjuk Penskoran :

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus : Skor yang Diperoleh

Poin Termulia x 4= Skor Intiha
Paradigma :

Jika memperalat aspek seperti contoh yang diberikan dengan perolehan perbandingan angka sebagai berikut.

No

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Perbandingan
4
3
4
4
3
4
4
3
2
1

Poin yang diperoleh Budi

Penilaian diri buat aspek sikap Kooperasi Dalam Urun rembuk Keramaian dihitung dengan cara seumpama berikut.

Biji total untul penilaian diri ialah 4 + 3 + 4 + 4 + 3 + 4 + 4 + 3 + 2 + 1 = 32

Poin terala untuk masing-masing aspek merupakan 4 dan kuantitas skor tertinggi lakukan seluruh aspek adalah 4 x 10 = 40

Skor pengamatan sikap internal laboratorium untuk Andi ialah : 32

40 x 4= 3,20
Kesimpulan :

Poin pengamatan sikap privat makmal kerjakan Andi adalah 3,20 dan memeroleh Nilai Ketuntasan Sikap (Predikat) BAIK (B)

c. Penilaian Lawan Sebaya (peer assessment)

Penilaian teman sebaya maupun antar pesuluh didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik bakal saling menilai tersapu dengan pencapaian kompetensi. Instrumen nan digunakan aktual rayon pengamatan antar pesuluh pelihara. Penilaian teman segolongan dilakukan maka itu murid asuh terhadap 3 (tiga) teman sekelas alias sebaliknya. Format yang digunakan bakal penilaian sejawat dapat menggunakan format begitu juga contoh pada penilaian diri.

Contoh: Format penilaian teman segenerasi


No


Pernyataan


Skala


1


2


3


4

1.
Antiwirawan saya berkata etis, apa adanya kepada

turunan lain

2.
P versus saya mengerjakan sendiri tugas-tugas

sekolah

3.
Teman saya mentaati regulasi (pengelolaan-tertib)

yang diterapkan

4.
Teman saya memperhatikan kebersihan diri

sendiri

5.
Teman saya mengganjar alat kebersihan,

pertukangan, olah raga, laboratorium yang

mutakadim selesai dipakai ke arena penyimpanan

tadinya

6.
Teman saya mesti menyelesaikan pegangan

sesuai dengan wahi guru

7.
Teman saya menyelesaikan tugas tepat waktu

apabila diberikan tugas oleh guru

8.
Antagonis saya berusaha bersabda kata nan benar

kepada orang lain

9.
Antagonis saya berusaha bersikap ramah terhadap

orang lain

Keterangan : 4 = Selalu 3 = Sering 2 = Selit belit 1 = Lampau pelik

d. Penilaian Surat kabar (anecdotal record)

Koran yaitu himpunan rekaman catatan guru dan/ataupun tenaga kependidikan di lingkungan sekolah akan halnya sikap dan perilaku berwujud atau negatif, sejauh dan di asing proses pembelajaran mata cak bimbingan.

Paradigma: Format penilaian melalui buku harian
Nama :…

Kelas :…


Hari, Tanggal


Kejadian


Keterangan

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Penilaian Kompetensi Pengetahuan bisa dilakukan dengan pembenaran tertulis dan atau observasi terhadap kegiatan belajar peserta didik. Pengecekan tertulis dilakukan dengan menggunakan bentuk soal memilih jawaban berupa butir soal saringan ganda, dua pilihan (bermoral-salah, ya-tidak), menjodohkan dan sebab-akibat. Ters tercatat pun dilakukan dengan menggunakan cadangan jawaban dalam rencana isian atau melengkapi , jawaban pendek atau pendek, uraian.

Penilaian Kompetensi Publikasi bisa lagi digunakan untuk melatih kemampuan berpikir dalam-dalam janjang. Kejadian ini dilakukan dengan menggunakan cak bertanya-soal yang menghendaki peserta jaga merumuskan jawabannya sendiri, seperti cak bertanya-soal uraian. Soal-soal uraian memaksudkan peserta ajar mengemukakan ataupun mengekspresikan gagasannya dalam bentuk uraian termasuk dengan menggunakan prolog-katanya seorang, misalnya mengedepankan pendapat, berotak, dan menyadur. Kelemahan pengecekan tertulis bentuk uraian antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas dan membutuhkan waktu lebih banyak internal mengoreksi jawaban.

Penilaian Kompetensi Permakluman melalui observasi dapat dilakukan terhadap kegiatan membiasakan peserta pelihara selama proses pembelajaran, perumpamaan kegiatan diskusi, cak bertanya jawab, dan interlokusi. Teknik ini adalah cerminan dari penilaian autentik. Detik terjadi diskusi, guru dapat mengenal kemampuan siswa didik intern kompetensi pengetahuan (fakta, konsep, prosedur) seperti melampaui pengungkapan gagasan nan orisinal, kebenaran konsep, dan ketepatan eksploitasi istilah/fakta/prosedur yang digunakan pada waktu mengungkapkan pendapat, bertanya, atau pun menjawab pertanyaan. Seorang murid bimbing yang gegares menunggangi kalimat nan baik dan sopan menurut kaedah bahasa menunjukkan bahwa yang berkepentingan memiliki pengumuman tata bahasa yang baik dan berkecukupan menggunakan pengetahuan tersebut dalam kalimat-kalimat. Sendiri peserta ajar nan dengan berstruktur dan jelas dapat membualkan misalnya hukum Pascal kepada teman-temannya, lega perian menghidangkan tugasnya atau menjawab cak bertanya temannya memberikan pemberitahuan yang sahih dan autentik tentang pengetahuannya mengenai hukum Pascal dan mengenai penerapan syariat Pascal jika nan bersangkutan menjelaskan bagaimana syariat Pascal digunakan dalam nasib (bukan mengulang cerita suhu, jika mengulangi cerita dari hawa berarti nan berkepentingan memiliki pengetahuan).

Contoh: Format observasi terhadap urun rembuk dan wawansabda

Ya


Tak


Ya


Bukan


Ya


Tidak


Ya


Enggak

A

B
C

.HWHUDQJDQ’LLVLGHQJDQFHNOLV ¥

Penilaian kompetensi pengetahuan pula dapat dilakukan dengan memberikan tugas atau penilaian penugasan. Instrumen penugasan substansial pekerjaan rumah dan/alias projek yang dikerjakan secara individu maupun kerumunan sesuai dengan karakteristik tugas. Perumpamaan, kasih tugas proyek yang diberikan secara kelompok buat hari waktu tertentu.

3. Penilaian Kompetensi Kesigapan

Kompetensi Keterampilan terdiri atas ketangkasan abstrak dan ketangkasan kongkret. Penilaian Kompetensi Keterampilan dapat dilakukan dengan menggunakan penilaian unjuk kerja/kinerja/praktik, produk, proyek, dan portofolio,

a. Penilaian Unjuk Kerja

Penilaian unjuk kerja/prestasi/praktik dilakukan dengan kaidah mengamati kegiatan pesuluh tuntun internal berbuat sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan bagi menilai ketercapaian kompetensi nan menghendaki murid didik melakukan tugas tertentu seperti: praktikum di laboratorium, proses mengamati, menyukat dan sebagainya. Penilaian unjuk kerja/pengejawantahan/

praktik wajib menimang hal-peristiwa berikut.

(1) Langkah-langkah kinerja yang perlu dilakukan peserta ajar bikin menunjukkan penampakan bermula satu kompetensi.

(2) Kepadaan dan kecermatan aspek nan akan dinilai internal kinerja tersebut.

(3) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

(4) Kemampuan nan akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga dapat diamati.

(5) Kemampuan yang akan dinilai seterusnya diurutkan berdasarkan awalan-langkah pekerjaan yang akan diamati.

3HQLODLDQ NLQHUMD GDSDW GLGH¿QLVLNDQ VHEDJDL EHQWXN SHQLODLDQ \DQJ

lamar siswa kerjakan mempertontonkan dan mengaplikasikan maklumat, ketrampilan dan kelakuan kerjanya ke n domestik berbagai tugas nan bermakna dan menyertakan siswa sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Karakteristik bermula tes kinerja cak semau dua: 1) petatar konfirmasi diminta lakukan mencontohkan kemampuannya dalam mengkreasikan satu produk maupun terkebat dalam suatu aktivitas (ulah) seperti mengerjakan eksperimen, praktik, dan sebagainya; 2) komoditas berasal tes penampilan makin terdahulu dari lega perbuatan maupun kinerjanya.

Dengan menerapkan penilaian kinerja, guru dapat mengetahui apakah siswa kaya memahami dan menerapkan konsep yang telah di pahaminya.

Seumpama contoh kita dapat menyelenggarakan tes formatif lakukan mengetahui apakah siswa memahami bahwa sebuah kisahan terdiri atas putaran pembukaan, isi dan adegan pengunci. Namun demikian tes serupa ini tidak dapat menjamin apakah peserta mampu menulis sebuah cerita dengan bagian semula, isi dan bagian penutup yang jelas. Pada kasus ini akan lebih berjasa apabila murid
diminta bakal menyusun cerita dan guru melakukan scoring terhadap

dagangan yang dihasilkan dengan kolom tertentu.

Langkah tes kinerja dilakukan kerumahtanggaan beberapa tahapan.

3HUWDPD GLODNXNDQ LGHQWL¿NDVL WXMXDQ \DQJ LQJLQ GLFDSDL GHQJDQ

menerapkan penilaian kinerja. Kita bisa menentukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan:

ƒ Konsep, ketrampilan atau pengumuman apa yang akan kita nilai?

ƒ Apa yang sebaiknya diketahui oleh murid

ƒ Bagaimana pengejawantahan siswa yang diharapkan?

ƒ Jenis pengetahuan barang apa yang akan dinilai: rasional, memori ataukah proses.

Kedua, mengidas kegiatan yang cocok cak bagi menilai siswa. Selain berdasarkan intensi penilaian hal-hal yang mesti diperhatikan dalam menentukan kegiatan bakal penilaian kinerja antara bukan yakni:

ƒ Batasan masa yang tersuguh

ƒ Ketersediaan sumber daya alat di kelas.

ƒ Berapa banyak data yang diperlukan untuk mengetahui kualitas kinerja siswa?

Kegiatan dalam penilaian penampakan boleh dibedakan menjadi informal dan baku. Kegiatan informal dilakukan jikalau suhu menilai performa murid tanpa

sepengetahuan pesuluh misalnya bagaimana murid berinteraksi dan bekerja dengan teman-temannya. Penilaian kinerja lumrah adala penilaian kinerja dimana siswa mengetahui bahwa dirinya dinilai dengan melampaui kegiatan yang menunjukkan kinerjanya maupun mengendalikan suatu kiriman.

Ketiga, menentukan tolok kualitas penampilan pesuluh. Intern kurikulum berbasis kompetensi kriteria boleh kita temukan lega indeks kompetensi.

Penyusunan kriteria dapat juga dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

ƒ 0HQJLGHQWL¿NDVLVHFDUDNHVHOXUXKDQNLQHUMD\DQJDNDQGLQLODL

ƒ Mendaftar aspek-aspek utama dari prestasi atau produk.

ƒ membatasi besaran kriteria yang dapat diamati.

ƒ Menyatakan kriteria dalam bentuk karakteristik produk atau kelakuan siswa yang boleh diamati.

ƒ Menyusun kriteria agar dapat diamati dengan efektif.

Keempat, menyusun rubrik penampilan. Penilaian penampakan tidak n kepunyaan kriteria benar salah melainkan kepingin mengetahui derajad kemenangan atau kualitas. Untuk itu diperlukan sebuah rubrik yang sederhana dan bonafide yang mencerminkan kriteria penampakan.

Kelima, menilai kinerja. Beberapa teknik yang dapat digunakan privat menilai kinerja antara lain adalah:

ƒ Pendekatan ceklis, dalam pendekatan ini kita mengindikasi apakah elemen tertentu dari penampakan terdapat dalam ceklis.

ƒ Pendekatan naratif, pada pendekatan ini guru menuliskan narasi barang apa nan terjadi bilamana pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan ini guru dapat menentukan seberapa dempet kinerja peserta dengan patokan nan ada.

ƒ 3HQGHNDWDQVNDODUDWLQJGDODPSHQGHNDWDQLQLJXUXPHQJLGHQWL¿NDVL

seberapa osean derajad penampakan condong standar.

ƒ Metode hapalan, dalam situasi ini guru mengandalkan memorinya cak bagi menentukan apaka siswa sukses maupun tak.

Verifikasi kinerja dapat dimanfaatkan misalnya untuk mengukur kemampuan DQDNPHPEDFDNHJLDWDQ¿VLNDWDXRODKUDJDSUDNWLNXP,GHDOQ\DJXUXKDUXV

boleh mengamati keseluruhan kinerja siswa, semata-mata sekiranya besaran siswa berlebih banyak perlu dicarikan alternatif dengan membuat tabel-tabel pengamatan yang praktis.

Abstrak: Penilaian muncul kerja dalam kegiatan praktikum IPA
1
Menyiapkan perlengkapan dan bahan

2
Melakukan praktikum

3
Mendeskripsikan pengamatan
4
Menafsirkan hasil pengamatan
5
Mempresentasikan hasil

praktikum

Total Skor yang Diperoleh
Rubrik Penilaian


No


Penanda


Rubrik

1
Menyiapkan alat dan

bahan

3. Menyiapkan seluruh alat dan mangsa yang

diperlukan.

2. Menyiagakan sebagian alat dan objek yang

diperlukan.

1. Tak menyiapkan seluruh organ dan bahan yang

diperlukan.

2
Melakukan

praktikum

3. Melakukan praktikum dengan prosedur yang

benar.

2. Melakukan praktikum dengan prosedur yang

kurang bermoral.

1. Tidak fertil melakukan praktikum dengan

moralistis.

3
Menggambar hasil

pengamatan

3. Menulis hasil pengamatan sopan dan konseptual.

2. Batik hasil pengamatan benar tapi abnormal

komplet.

1. Tidak menulis hasil pengamatan, maupun batik

namun terbatas teoretis dan tidak benar.

4
Meniadakan hasil

pengamatan

3. Kaya memasrahkan penafsiran hasil

pengamatan dengan benar.

2. Rani memasrahkan penafsiran hasil

pengamatan tetapi rendah bermoral.

1. Tidak mampu memberikan penafsiran hasil

pengamatan dengan moralistis.


No


Indikator


Rubrik

5
Mempresentasikan

hasil praktikum

3. Mampu mempresentasikan hasil praktikum

dengan benar, bahasa mudah dimengerti, dan

disampaikan secara beriktikad diri.

2. Berharta mempresentasikan hasil praktik

dengan benar, bahasa mudah dimengerti, tetapi

disampaikan cacat percaya diri.

1. Berharta mempresentasikan hasil praktik dengan

invalid benar, bahasa berat dimengerti, dan

disampaikan enggak beriktikad diri.

b. Penilaian Projek

Penilaian projek dapat digunakan untuk memaklumi pemahaman, kemampuan mengaplikasi, kemampuan menyelidiki dan kemampuan menginformasikan satu peristiwa secara jelas. Penilaian projek dilakukan berangkat dari perencanaan, pelaksanaan, setakat pelaporan. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-kejadian atau tahapan yang teristiadat dinilai, seperti penyusunan desain, penimbunan data, kajian data, dan penyiapan laporan tertulis/

lisan. Untuk memonten setiap tahap perlu disiapkan standar penilaian atau rubrik.

Pola: Penilaian order dalam internal rangka poster


No.


Penanda


Hasil Penilaian


3


(baik)


2



(cukup)


1


(invalid)

1
Tampilan Poster

2
Sumber

3
Kecukupan isi

4
Waktu pengumpulan
Jumlah Skor nan Diperoleh

Rubrik Penilaian


No


Indikator


Rubrik

1
Tampilan Poster
3. Tampilan lampau meruntun
2. Tampilan patut menarik.

1. Tampilan tekor menarik


No


Indikator


Ruangan

2.
Sumber
3. Sumber disebutkan dengan jelas

2. Mata air disebutkan tapi adv minim jelas
1. Sumber disebutkan tapi tidak relevan

3.
Kelengkapan Isi
3. Isi surat tempelan lengkap dan informatif.

2. Isi poster teoretis kurang informatif.

1. Isi poster kurang lengkap dan kurang informatif

4.
Waktu

penimbunan

3. Pengumpulan laporan tepat waktu.

2. Pengumpulan laporan rendah tepat waktu.

1. Pengumpulan laporan lain tepat periode.

Kriteria Penilaian:

Skor yang diperoleh

Skor Tertinggi x 100= Skor Pengunci

c. Penilaian Produk

Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik mewujudkan produk-dagangan, teknologi, dan seni, begitu juga: ki gua garba (sempurna: tempe,
kue, asinan, baso, dan nata de coco), pakaian, sarana kebersihan (contoh:

sabun, pasta gigi, cairan pembersih, dan sapu), alat-perkakas teknologi (paradigma:

adaptor ac/dc dan bel listrik), hasil karya seni (contoh: patung, lukisan, dan rangka), dan barang-barang terbuat semenjak kain, kayu, keramik, plastik, maupun ferum. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:

(1) Tahap persiapan, menghampari: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggurdi, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.

(2) Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan murid didik dalam menyeleksi dan memperalat bulan-bulanan, gawai, dan teknik.

(3) Tahap penilaian produk (appraisal), membentangi: penilaian produk yang dihasilkan siswa jaga sesuai kriteria yang ditetapkan, misalnya berdasarkan, tampilan, fungsi, dan estetika.

Penilaian produk biasanya memperalat mandu analitik atau holistik.

(1) Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek barang, biasanya dilakukan terhadap semua barometer yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap: ancang, pembuatan barang, penilaian produk).

(2) Pendirian holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan berasal barang, biasanya dilakukan tetapi pada tahap penilaian komoditas.

d. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya pesuluh tuntun secara cucu adam pada satu periode cak bagi suatu mata pelajaran. Akhir suatu perian hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai makanya guru dan peserta asuh sendiri. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan pesuluh didik sendiri bisa menilai perkembangan kemampuan peserta bimbing dan terus menerus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan dinamika kemampuan belajar murid didik melalui sekumpulan karyanya, antara tidak: karangan, puisi, tindasan, komposisi nada, gambar, foto, lukisan, resensi buku/literatur, laporan penelitian, sinopsis, dan karya nyata individu pesuluh bimbing yang diperoleh semenjak pengalaman.

Berikut hal-situasi yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian portofolio.

(1) Pesuluh jaga merasa memiliki portofolio sendiri.

(2) Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan.

(3) Kumpulkan dan simpan hasil kerja pelajar didik dalam 1 map atau
folder.

(4) Beri sungkap pembuatan.

(5) Tentukan kriteria buat membiji hasil kerja siswa pelihara.

(6) Harap petatar bimbing cak bagi menilai hasil kerja mereka secara berkelanjutan.

(7) Bagi yang kurang beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan paser waktunya.

(8) Bila terbiasa, jadwalkan pertemuan dengan orang tua.

Source: https://id.123dok.com/article/contoh-penilaian-autentik-dalam-pembelajaran-ipa.y96xdk5v

Posted by: likeaudience.com