Angket Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Ipa Smp Filetype Doc

1
IPJ 3 (2) (2019) INDONESIA PERFORMANCE JOURNAL PENGEMBANGAN MEDIA Pelajaran TEKNIK Radiks BULUTANGKIS BERBASIS APLIKASI ANDROID Untuk ATLET PEMULA A. F. Ababil 1, S. Adi 2, N. R. Fadhli 3 Fakultas Ilmu Keolahragaan Perhimpunan Kewedanan Malang Mujarad Kata Sosi: Les Teknik Dasar, Bulutangkis, Tuntutan Android Pamrih dari studi ini merupakan bikin berekspansi sebuah produk ki alat tuntunan teknik dasar pada cabang olah tubuh bulutangkis. Metode yang digunakan kerumahtanggaan riset ini adalah research and development (R&D). Berdasarkan hasil validasi ahli bulutangkis diperoleh hasil 92%, hasil validasi ahli media diperoleh hasil 87,5%. hasil uji coba produk diperoleh hasil 90% buat uji coba kelompok boncel dan 89% dengan subjek ahli olahraga pemula PB Ganesha Kota Batu. Bersumber hasil pembuktian nan dilakukan oleh para tukang dan juga hasil uji coba produk, maka produk nan dikembangkan oleh peneliti mendapatkan kriteria sangat valid. Produk apliaksi yang dikembangkan peneliti memuat konten utama yaitu vidio teknik pangkal bulutangkis, juga terletak konten tambahan seperti teladan aksi teknik dasar nan salah, sejarah bulutangkis. Aplikasi yang dikembangkan ini mempunyai ukuran sebesar 4,8 mb. Aplikasi ini dapat diakses minimum menggunakan smatphone android jelly bean, nan dapat diunduh melampaui google play store. Saran penyelidik kepada peneliti selanjutnya, diharapkan pengkaji selanjutnya makin memperbagus vidio editing, karena akan semakin memperjelas alias terlebih menjadikan materi lebih menghirup untuk dilihat, diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan permohonan Ispring suite varian 9 cak bagi mengkonversi file PPT ke HTML. Abstract Purpose of this study is Develop Product of the Media on Basic Training Badminton. Research and Development (R&D) Method used in this study. Based on result of validaton from Professional Badminton athlete obtained 92%, then on validation result of professional media obtained 87,5%, later on the trial result product obtained 90%, also for trial on small group and big group obtained 89% with the subject of beginner athletes PB Ganesha City Bisikan. Based on validation result did on Professional and Result of trial product, then the product that developing by researcher is valid. Application Product that develop by researcher contain main content of Basic Badminton Technical Video, also there is additional content like Examples of False things on Basic Techincal Bulu tangkis, and historical of badminton. This application has capacity 4.8 mb. This Application also can accessed by minimum specification smartphone android jelly bean and can be download on google play store. Researcher has suggestion for the next study, the next study should to maintance the content for processing editing video, so that the material could be more impressive and more clear with HD Format. For next study, Researcher suggest to use Ispring Suite ver 9.0 Software for coverting filetype PPT to HTML Jamiah Negeri Malang Alamat korespondensi: ISSN

2
PENDAHULUAN Latihan jasmani yakni suatu kegiatan nan sudah bukan terdengar luar cak bagi setiap orang.keadaan ini mengakibatkan terjadinya kelambatan n domestik memecahkan teknik-teknik dasar yang harus dikuasai oleh atlet.. Olaharaga sudah tidak menjadi aktivitas untuk mengisi tahun luang sekali lagi, namun olahraga sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang untuk mempertahankan kondisi tubuh moga patuh prima dan menjaga anggota bodi agar terhindar terbit ki aib. Masyarakat global sudah menganggap bahwa olahraga merupakan sebuah keperluan dan perbawa buat satu bangsa(yogyakarta, 2018). Manusia akan mengakui bahwakenyamanan yang didapatkan maka itu raga bisa diperoleh dengan abstrak arwah yang bugar, olah tubuh bisa memberikan semangat nan fit dan nyaman apabila kita mengikutinya dengan benar (Hariyanto, 2011). Bulutangkis merupakan sport yang terlampau kompleks, intern permainannya dibutuhkan kondisi fisik dan teknik yang silam bagus. bulutangkis menghendaki seluruh tubuh lakukan berbuat kecepatan, kecepatan, konsentrasi, penyerasian dan kemahiran untuk melakukan tekniknya (Fallis, 2013). Latihan jasmani bulutangkis punya teknik bawah yang wajib dikuasai oleh ahli olahraga, sama dengan sikap pegangan raket, posisi siap di tengah dan posisi siap mengakui servis dari lawan, footwork, dan cara memukul shuttle cocks. Olahraga bulutangkis memiliki sejumlah teknik, beberapa teknik tersebut meliputi teknik minus shuttle dan teknik menggunakan shuttle. Teknik tanpa menunggangi shuttle menghampari pegangan raket, langkah kaki dan posisi siap. Sementara itu teknik yang menggunakan shuttle menghampari teknik pukulan forehand (lob, smash, dropshoot, netting) dan backhand (lob, netting, smash) (Budiwanto, 2013). Perkembangan teknologi masa ini sangatlah kompleks merambah ke semua lini arwah manusia, makhluk dituntut untuk menggunakan teknologi dalam kegiatan sehari-hari, terbukti dengan adanya perputaran industri 4.0 ibarat bukti bahwa sosok sudah lalu bertelur mengembangkan teknologi dalam segala apa latar kehidupan manusia. Salah satu anak kunci kejayaan pelatihan sport moderen tidaklah amnesti dari pemanfaatan teknologi olahraga dalam proses pelatihan. Peristiwa ini sekufu dengan pendapat (Setyawan & Bajuri, 2018) yang menyatakan bahwa dalam sebuah penerimaan dibutuhkan sebuah media atau alat nan digunakan untuk menyampaikan maklumat kepada pemeroleh pengumuman yang dapat mempermudah proses penguraian pemberitaan tersebut, sehingga bisa sampai ke maksud pembelajaran tersebut. Salah satu dampak positif bersumber berkembangnya teknologi bilamana ini yaitu mempermudah manusia dalam mengerjakan kegiatan gerak badan, yang juga masuk serta dalam kondusif dalam meningkatkan kinerja atlet, Selaras dengan pernyataan tersebut (UU RI No.3 Tahun 2005, 2005) pasal 20 ayat 3 menjelaskan bahwa Latihan jasmani prestasi dilaksanakan melalui proses pembinaan dan ekspansi secara terencana, bersusun, dan berkelanjutan dengan dukungan ilmu informasi dan teknologi keolahragaan. Trend penggunaan Smartphone di Indonesia bersumber tahun ke-tahun mengalami peningkatan nan cukup pesat. Pengguna smartphone di Indonesia terus mengalami peningkatan mulai sejak tahun ketahun. Rata-rata kenaikan pengguna smartphone di Indonesia dari tahun berkisar di biji 10 juta unit setiap tahunnya (Databoks.katadata.co.id, 2019). Situasi tersebut menjadi salah satu kebolehjadian pemeriksa kerjakan mengembangkan sebuah ki alat latihan teknik dasar bulutangkis untuk atlet pemula berbasis aplikasi android, karena pengguna smartphone android pastinya akan semakin bertambah. Setelah pemeriksa mengerjakan observasi dan temu duga kepada pelatih olahragawan pemula,peneliti mendapatkan informasi bahwa Di PB GANESHA terutama di kelompok junior, banyak atlet yang dalam satu ahad enggak menirukan proses kursus dengan mumbung. ini akan mengakibatkan proses penyerobotan teknik bultangkis akan menjadi semakin lambat. Langkah yang dilakukan maka dari itu penyelidik lebih lanjut adalah peneliti mengamalkan analisis kebutuhan terhadap 30 atlet pemula PB GANESHA kota Godaan dengan cara mengawurkan angket analisis kebutuhan. Penyerantaan angket dilaksanakan pada copot 30 Juli 2019 bertempat di GOR GANESHA Ii kabupaten Batu. Sehabis survei disebar dan dijawab makanya ahli olahraga, peneliti memperoleh hasil bahwa (1) 67% atlet PB GANESHA cukup burung laut bukan mengikuti latihan (2) 63% alasan atlet tidak mengikuti latihan yaitu karena ada tugas sekolah/ujian (3) 70% ahli olahraga PB GANESHA punya smartphone android (4) 90% atlet PB GANESHA makmur menggunakan smartphone android (5) 76% olahragawan PB GANESHA tak kawin menggunakan kendaraan 94

3
pelajaran teknik radiks bulutangkis yang berbasis android (6) 77% atlet PB GANESHA mengharapkan wahana latihan teknik asal bulutangkis berbasis android. Bersendikan hasil amatan kebutuhan di atas dapat disimpulkan bahwa atlet pemula PB GANESHA membutuhkan produk pengembangan variasi med ia latihan teknk pangkal bulutangkis bakal menubruk variasi media latihan di klub maupun menjadi sarana latihan sreg momen atlet bukan berlatih di klub. Sehingga atlet dapat mempercepat penguasaan teknik dasar bulutangkis untuk meraih prestasi setinggi mungkin. Menurut pendapat (Halavais. A, 2016) proses pembelajaran menunggangi komputer dapat mendukung proses penelaahan, karena dapat memberikan informasi pengetahuan nan lebih luas kepada pengguna. Akan tetapi konsumen komputer di marcapada enggak sebanyak pengguna android. Google menyatakan bahwa terdapat 2,5 miliyar aktif pengguna android di dunia, hal ini disampaikan makanya pihak google privat konfrensi tahunan google I / O yang di gelar di Moutain view Amerika kongsi (Pratomo, 2019). Proses pembelajaran seharusnya melajukan seseorang untuk mempelajari materi secara mandiri atau dalam hal ini seseorang bisa mengaksesnya kapan hanya dan dimana hanya. (Hariyanto, 2011) yang menyatakan bahwa proses pendedahan dapat berlantas dimana saja dan kapan saja yang dimungkinkan dapat dilakukan proses penataran. Makanya sebab itu proses pembelajaran mobile lewat dinasihatkan untuk dilakukan, karena sifatnya yang bisa melincirkan seseorang bakal mengaksesnya. Maka dari itu pengkaji akan melebarkan sebuah aplikasi android yang digunakan untuk proses pembelajaran teknik dasar bulutangkis, yang nantnya pengguna bisa dengan netral untuk mengaksesnya. METODE Jenis penelitian yang dilakukan adalah research and development. Pamrih dari eksplorasi ini merupakan untuk membentuk ataupun menghasilkan sebuah komoditas, yang awalan awalnya dilakukan sebuah penyelidikan menggunakan angket yang bertujuan cak bagi mengetahui apakah di tempat tersebut membutuhkan produk yang akan kita kembangkan. Metode penelitian dan pengembangan digunakan bakal menghasilkan suatu komoditas dan menguji kurnia penggunaan mulai sejak barang tersebut (Sugiyono, 2007). Menurut (Sukmadinata, 2013) Produk-komoditas yang dihasilkan oleh penelitian dan pengembangan tidak selalu substansial hardware namun sekali lagi boleh berbentuk software. Privat penelitian ini menunggangi model tahapan penekanan dan pengembangan ataupun research and development dari (Sugiyono, 2007) terdapat dasa pangkat nan harus dilakukan maka dari itu penelitian sebelum bisa menyebarluaskan komoditas yakni membentangi (1) potensi dan masalah (2) pengumpulan data (3) desain produk (4) verifikasi desain (5) revisi desain (6) uji coba barang (7) revisi produk pertama (8) uji coba pemakain (9) revisi produk ke-dua (10) produksi masal. Akan tetapi peneliti hanya menggunakan tujuh anju hanya sesuai dengan kebutuhan penelitian peneliti. Data yang dikumpulkan ada dua jenis ialah data kualitatif yang diperoleh berpangkal saran dan masukan terhadap produk yang sedang di kembangkan baik oleh ahli maupun maka itu atlet, sedangkan data kuantitatif diperoleh berpangkal pengisian jajak pendapat. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen faktual angket yang di berikan kepada ahli bikin validasi dan atlet bikin uji coba produk. HASIL Hasil analisis kebutuhan diperoleh dari pengedaran kuesioner terhadap 30 atlet pemula PB GANESHA diperoleh hasil perumpamaan berikut. 67% atlet PB GANESHA memadai sering tidak mengikuti cak bimbingan, 63% alasan ahli olahraga tidak mengajuk latihan yakni karena ada tugas sekolah/ujian, 70% atlet PB GANESHA mempunyai smartphone android, 90% atlet PB GANESHA mampu menggunakan smartphone android, 77% atlet PB GANESHA menginginkan wahana les teknik asal bulutangkis berbasis android. Hasil yang diperoleh dari ahli media sebesar 90%, padahal hasil berusul juru media sebesar 87%. Kemudian dilanjutkan dengan uji coba barang kelompok mungil yang mendapatkan hasil 90%, sedangkan buat uji coba kelompok besar mendapatkan hasil sebesar 89% dengan subjek atlet pemula PB Ganesha Kota Batu. 95

4
Tabel 1 Data Hasil Uji Coba Dagangan No Variabel Tse Tsh Persentase (%) Pesiaran 1 Kemenarikan % Suntuk Kredibel 2 Kemudahan % Suntuk Valid 3 Kesesuaian % Lalu Valid 4 Kebermanfaatan % Sangat Teruji Total % Dahulu Valid Data hasil uji coba produk di atas mendapatkan hasil sebesar 89% nan artinya, produk aplikasi yang dikembangkan maka itu peneliti mendapatkan standar sangat valid, dan produk dapat digunakan sonder revisi. PEMBAHASAN Bulutangkis adalah satu gerak badan nan permainannya dengan kaidah memukul shuttlecock condong bidang permainan lawan dan berusaha menjaga shuttle seyogiannya tidak sampai ke parasan kita. Bulutangkis adalah olah tubuh yang sangat populer di dunia danjuga salah satu cabang sport olimpiade. Peminatnya bermacam-macam start berpangkal arwah remaja hingga nyawa tua, jmlah olahragawan bulutangkis di dunia diperkirakan sebanyak atlet (Demirci & Demirci, 2010). Bulutagkis merupakan olahraga yang mengharuskan pemainnya memiliki dua kelincahan yakni, badan dan refleks yang bagus, atlet bulutangkis harus menguasai keterampilan tersebut dalam tulang beragangan kerjakan memenangkan kejuaraan (Chen, 2019). Menurut (Demirci & Paşa, 1994) olahraga bulutangkis tergantung kepada kemampuan atlet sebagaimana kevepatan reaksi, kemampuan mobilitas, dan kepantasan. Bulutangkis yakni olahraga dengan tempo rendah sampai dengan menengah sahaja dengan interval dan tubian nan tinggi (Genc & Ali, 2019). Tutorial yakni rangkaian kegiatan baik raga, teknik taktik, strategi dan mental yang dilakukan secara membenang secara bertahap dari yang minimum terlambat mencapai yang kegandrungan dan juga memperhatikan intensitas dan volume les. menurut (Bompa, 2009) latihan merupakan suatu proses bikin mempersiapkan dan mengembangkan atlet untuk mencapai sebuah tujuan mereka. Sedangan menurut (Tangkudung dan puspitasari, 2012) les yaitu satu rangakaian gerak raga yang tersusun dan pun terdapat peningkatan di dalamnya. Kecakapan rayapan tubuh merupakan koneksi pergerakan tubuh yang seirama dengan suatu acuan gerakan tertentu, dan operasi ini membutuhkan lagam sepenuhnya makanya jasmani yang dapat dicapai dengan proses pendedahan atau latihan (Widiastuti, 2015). Penggunaan media teknologi sebagai perangkat untuk pembelajaran teknik radiks yakni tindakan yang lampau tepat, seperti penelitian nan dilakukan makanya (Sa, Kristiyanto, & Purnama, 2018) dimana kualitas gawai penataran teknik dasar hand ball berbasis multimedia mendapatkan kriteria terlampau baik internal penilaian oleh ahli. Atlet bulutangkis pemula PB GANESHA masih kurang disiplin dalam menghadiri les klub. Riuk satu faktor paling samudra yang menjadikan atlet pemula runyam mengikuti latihan adalah tugas sekolah. hal ini mengakibatkan terjadinya kelambatan dalam menguasai teknik dasar bulutangkis. Badminton yakni latihan jasmani berbasis keterampilan, semua tentang teknik, pengutipan keputusan dan permainan kreatif. Ini adalah berkelanjutan, multi arah, olahraga multi-persiapan (Seth, 2016). Jika atlet tidak menguasai teknik-teknik dasar bulutangkis secara sempurna, tentunya akan berdampak terhadap prestasinya di masa nan tubin. Menurut (Gaskov & Kuzmin, 2010) menyatakan bahwa karunia tuntunan teknik dan taktik lebih berpegaruh terhadap keberhasilan atlet ketimbang latihan fisik. Penguasaaan teknik bulutangkis yang baik menjadi suatu kewajiban bakal olahragawan, perebutan teknik akan berkarisma pada cara ahli olahraga pron bila bertanding. Menurut (Teruna, Daarut, & Bandung, 1996) penguasaan teknik bulutangkis sangatlah penting karena akan menjadi peentu keberhasilan atlet privat sekejap-sekejap pertandingan, tanpa penguasaan teknik yang baik sangatlah tidak-tidak mereka dapat menunjukkan permaian yang terbaik dan memenangkannya. Proses pembelajaran meruapakan suatu bentuk interaksi seseorang terhadap incaran yang dilihatnya. namun terkadang lain semua objek yang dipraktekkan oleh pelatih tak dapat dilihat secara jelas, nan mana hal ini dapat menyebabkan atlet kurang memahami materi pelajaran yang 96

5
diberikan makanya pelatih. Maka dari itu sebab itu pentingnya penggunaan sarana sebagai perabot bantu lakukan memudahkan, memasrahkan gambaram sejelas mungkin dan yang karuan ahli olahraga boleh mengulang-ulang materi (Adrizal, Guntur, & Pahlifi, 2020). Indonesia merupakan negara dengan penduduk sebanyak 250 juta hidup, dengan perkiraan konsumen smartphone aktif lebih terbit 92 miliun anak adam (Databoks.katadata.co.id, 2019). Memanfaatkan alat angkut teknologi akan berdampak posistif terhadap proses pembelajaran. Pada kini android sangat ekat dengan atma turunan di segala rentang usia, android bukan doang digunakan bikin peranti berkomunikasi namun berpean penting dalam pintasan pembelajaran yang menyentak sreg mutakhir (Sanjaya, 2009). Kemenangan pembelaaran berbasis teknologi dapat meningkatkan pengetahuan seseorang ketingkat nan makin maju (Shunmuganathan, Rajkumar, & Ganapathy, 2018). Kendaraan yaitu sebuah alat atau bisa n domestik tulangtulangan lainnya yang dipergunakan untuk menyorongkan pengumuman dari pengirim menuju pengambil informasi. Untuk latihan sarana difungsikan bagaikan alat pengutaraan program kursus kepada atletnya. Penggunaan alat angkut dalam latihan dimaksudkan kerjakan memperjelas materi nan diberikan oleh pelatih, menunjukkan sudut pandang bukan yang enggak boleh dilakukan secara langsung oleh pelatih. Audio okuler adalah kendaraan yang dapat diproyeksikan di layar monitor sambil menampilkan gambar dan suara minor (Firdaus & Purnama, 2018). Pentingnya audio-optis internal proses latihan telah dibuktikan oleh investigasi yang dilakukan makanya (akhmad busyaeri, Tamsik udin, 2016) yang menunjukkan hubungan yang sangat tinggi antara pendayagunaan vidio pendedahan dengan hasil belajar pelajar. Media latihan berupa aplikasi android merupakan media nan belum wasilah digunakan atlet PB GANESHA, dengan hal ini maka boleh dipastikan bahwa pengusahaan media apliaksi android ini akan memujuk kehausan olahragawan untuk berlatih nan pastinya sangat antusias, karena punya aturan yang mobile atlet bisa mengoprasikan aplikasi ini kapan dan dimana saja. Di era moderen sekarang dimana semua hal dapat dilakukan dengan mudah, setiap orang dapat membuat suatu aplikasi pembelajaran berbasis android. Sebagaimana pengkhususan yang dilakukan makanya (Purbasari et al., 2013) yang meluaskan tuntutan android untuk pembalajaran matematika kelas 10 dimana dalam uji coba dagangan menadapatkan kriteria penilaian sangat baik. Penggunaan media teknologi umpama variasi yang menarik dalam pembelajaran secara terus menerus boleh meningkatkan motivasi dan perhatian siswa (Chuang, & Chen, 2007) Salah satu faktor penentu hasil tutorial atlet adalah motivasi terbit atlet itu sendiri. Latihan nan monoton akan membuat atlet cepat merasa bosan, pelatih di era moderen sekarang dituntut untuk lebih mampu dan inovativ dalam melaksanakan cak bimbingan. penerapan wahana permohonan android dalam proses latihan akan semakin menarik bagi olahragawan, yang nantinya dapat berdampak sreg motivasi berlatih yang meningkat yang mana akan berhasil pada prestasi atlet. Menurut (Morrison, G., Ross,S., Kemp, J, 2001 ) Sebuah aplikasi pengajian pengkajian yang mencampurkan antara gambar dan suara akan boleh meingkatkan inspirasi dan kerinduan berlatih siswa yang lebih baik lagi. Terdapatnya hubungan tembung belajar dengan prestasi dibuktikan oleh (Hitipeuw & Malang, 2018) terdapat kekeluargaan motivasi belajar dengan prestasi siwa kelas lima sekolah dasar SDN 029 Tarakan, dengan hasil korelasi sebesar 0,954. Penelitian serupa juga dilakukan makanya (Bayu, Silalahi, & Arizal, 2018) yang menyatakan bahwa terwalak pengaruh positif antara motivasi belajar dengan hasil membiasakan buram siswa teknik SMK Negeri 2 Sawahlunto, dengan kriteria kontak nan terlampau awet terletak dianatara (0,60-0,799). Serta penggalian yang dilakukan oleh (Rahmi & Ahmad, 2017) yang menyatakan bahwaterdapat perpautan nan signifikan antara senawat belajar menggunakan media berbasis vidio terhadap hasil belajar kognitif pesuluh pada materi gejala alam kelas 5 SDN 1 Peusangan dengan hasil korelasi sebesar 0,553. (Hung, H. C, 2018) bahwa eksploitasi ki alat teknologi (tablet course group )menunjukkan hasil yang berguna dari sisi motivasi dan pengejawantahan ketimbang eksploitasi media konvensional (convensional course group) intern pembelaran teknik bulutangkis. Setelah dilakukan peluasan dengan melewati sejumlah tahapan validasi ahli maupun uji coba komoditas, maka dihasilkan alat angkut diversifikasi tutorial teknik dasar bulutangkis yang dikemas dalam bentuk aplikasi android. Produk ekspansi ini memuat konten 21 variasi teknik dasar bulutangkis, contoh gerakan teknik yang salah dan sejarah sumir bulutangkis. penelitian serupa juga dilakukan oleh (Anas & Adi, 2018) nan mengembangkan tuntutan relasi tendangan A,N,C cak bagi 97

6
siswa ekstrakulikuler, dimana degan penggunaan android sebagai alat angkut pembelajaran boleh menarik perhatian siswa dengan mendapatkan biji persentase sebesar 93%. Serta penelitian nan dilakukan oleh (Purbasari et al., 2013) yang mengembangakan aplikasi android untuk wahana pembelajaran Matematika dimana dengan menunggangi android bak ki alat pembelajara murid bisa memilih sendiri materi apa sekadar yang ingin dipelajari dengan melembarkan menu-menu materi yang tersedia. Faedah dagangan ini antara lain (1) seluruh file dikemas dalam satu file berupa tuntutan (2) penjelasan didalam vidio terdapat audio dan teks (3) produk ini bisa digunakan misal media latihan mandiri (4) dagangan aplikasi suntuk mudah untuk dioperasikan. Penelitian serupa lagi dikatakan oleh (Firdaus & Purnama, 2018) penggunaan media adalah untuk memasyarakatkan, menjelaskan bentuk dan konsep mujarad untuk siswa, untuk membuat petatar melakukan sesuatu dan menyeimbangkan sikap. Penajaman serupa juga dilakukan oleh (Pratama & Dwiyogo, 2019) perpaduan abatara media teknologi dengan strategi belajar diaykini boleh menambah usia belajar mahasiswa yang nantinya menjadikan suasana belajar yang jauh bertambah menggandeng. Serta pendalaman yang dilakukan oleh (akhmad busyaeri, Tamsik udin, 2016) yang menyatakan terdapat korelasi rasa berketentuan diri dan motivasi pada matapelajaran Ipa. Deduksi Berdasarkan pembahasan di atas dagangan permohonan nan peneliti kembangkan sudah melewati beberapa tingkatan seperti mana uji tes maka itu pandai bulutangkis dan kendaraan dan dilanjutkan uji coba barang. Di sela-sela tinggi tersebut, produk sudah di revisi sampai memperoleh hasil yang maksimal, pada uji coba yang bungsu barang mendapatkan persentase sebesar 89% nan artinya produk sudah memadai digunakan dan disebarluaskan. Dengan memperalat media latihan nan berbasis teknologi ini akan mampu meningkatkan motiasi berlatih atlet, yang nantinya akan berdampak kepada prestasi ahli olahraga. DAFTAR RUJUKAN Anas, M. K., & Adi, S. (2018). Ekspansi Kombinasi Tendangan A, N, C Berbasis Aplikasi Android Sreg Siswa PSHT, 2(5), Adrizal, M., Guntur, & Pahlifi, D. M. (2020). The use of android media in improving students motivation in learning sports physiology. Journal of Physics: Conference Series, 1440, Bayu, M., Silalahi, J., & Arizal, A. (2018). Gambar Teknik Siswa Kelas X Jurusan Teknik Tulang beragangan, 5(2), Budiwanto, setyo. (2013). Dasar-Dasar Teknik dan Rahasia Dolan Bulutangkis. Universitas Negeri Malang. Bompa, T. O., & Haff, G. G. (2009). Periodization Theory and Methodology of Training. New York University: Human Kinetics. Chen, Y. (2019). Explore the Reform of Modern University Bulu tangkis Classroom Teaching Methods 2. The importance of badminton teaching to college students 3. The harga diri quo of bulu tangkis physical education in colleges and universities in china, 3(3), Chuang T Y and Chen W F 2007 J. of Multimedia Databoks.katadata.co.id. (2019). Pengguna Smartphone di Indonesia Retrieved from Demir, M., & Filiz, K. (2004). Effects of sport exercises on human organism. Gazi University Kırşehir Faculty of Education, 5(2),

7
Demirci, B., & Paşa, S. (1994). Tüytop Badminton. Magazin Journal, 17, 3 4. Group, Dwiyogo, W. (2003). Pengembangan Sumber Sparing Intern Pembelajaran. Malang: Wineka Media. Firdaus, H., & Purnama, S. K. (2018). The Development Model of Badminton Base Technique Training Based of Audio Visual Media for The Beginner Athlete, Gaskov, A.V., & Kuzmin, V.A. (2010). Modeling Training-Competitive Activity in Boxing. Monograph. Genc, H., & Ali, G. K. (2019). Examination of the Effect of Badminton Education on Physical and Selected Performance Characteristics. Journal of Education and Learning, 8(6), Krasnoyarsk. Siberian Federal University. Halavais, A. (2016). Computer Supported Collaborative Learning. The International Encyclopedia of Communication Theory and Philosophy, 1-5. Hariyanto, S. dan. (2011). Belajar dan Penelaahan. (A. Solihin, Ed.). Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hitipeuw, I., & Malang, P. N. (2018). Afiliasi Motivasi Belajar dan Tindakan Suhu dengan Performa Belajar Siswa dengan Latar Belakang Broken Home Kelas bawah V Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan, 3(6), Hung, H. C., Shwu-Ching Young, S., & Lin, K. C. (2018). Exploring the effects of integrating the ipad to improve students motivation and bulu tangkis skills: a WISER konseptual for physical education. Technology, Pedagogy and Education, 27(3), Kuntaraf, L. dan. (1992). Olahraga Sendang Kesehatan. (Eddy, Ed.). Bandung: Percetakan Advent Indonesia. Morrison, G. R., Ross, S. M., & Kemp, J. E. (2001). “Designing effective instruction (4rd ed.).” New York: John Wiley & Sons, Inc. Poole, J. (2004). Belajar Bulutangkis. Bandung: CV Pionir Jaya. Purbasari, R. julia, Kahfi, M. S., & Yunus, M. (2013). Ekspansi Aplikasi Android Misal Kendaraan Penelaahan Matematika Pada Materi Dimensi Tiga Bikin Siswa SMA Papan bawah X. Jurnal Online Universitas Kawasan Malang, Retrieved from Pemuda, B., Daarut, D. I., & Bandung, T. (1996). 1, 2 3, 9(5), Pratama, F. A., & Dwiyogo, W. D. (2019). Wahana Pendedahan Bulutangkis n domestik Bentuk Multimedia Interaktif pada Mahasiswa, Rahmi, R., & Ahmad, A. (2017). Korelasi Motivasi Belajar menggunakan Media Berbasis Video dengan Hasil Berlatih Kognitif Peserta plong Materi Gejala Alam di Kelas V SD Wilayah 1 Peusangan. Jurnal Pendidikan Almuslim, 5(1), Ratnasari, M. (2013). Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru Dan Pendayagunaan Kendaraan Pendedahan Terhadap Prestasi Membiasakan Akuntansi Finansial Murid Papan bawah Xi Program Kepiawaian Akuntansi Smk Area 1 Depok Tahun Ajaran. Analisis Pendidikan Akuntansi Indonesia, 2 No 1, Retrieved from Sanjaya W 2009 Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana Prenada Media) p 162. Sa, A., Kristiyanto, A., & Purnama, S. K. (2018). Media development study basic techniques of handball based adobe flash player on extracurricular coach of handball and the student of junior high school level in Demak Regency, 8(9),

8
Seth, B. (2016). Determination factors of bulu tangkis game performance. International Journal of Physical Education, Sports and Health, 3(3), Sugiyono. (2007). Metode Penekanan Bisnis. Bandung: CV Alfabeta. Shunmuganathan, D., Rajkumar, R., & Ganapathy, V. (2018). Customized Olah tubuh E-Learning Podium For Making Teaching And Learning Mobile Based, 119(16), Tangkudung, J., & Puspitorini, W. (2012). Kepelatihan Olahraga Pembinaan Pengejawantahan Olahraga (2 ed.). Cerdas Jaya. UU RI No.3 Waktu (2005). Tentang Sistem Keolahragaan, (1). Widiastuti. (2015). Validasi dan Pengukuran Olahraga, Jakarta: Rajawali Pers. Yogyakarta, P. S. I. K. P. P. U. T. (2018). Seminar Kewarganegaraan Olahraga. 100

Source: https://docplayer.info/206810653-Indonesia-performance-journal-pengembangan-media-latihan-teknik-dasar-bulutangkis-berbasis-aplikasi-android-untuk-atlet-pemula.html

Posted by: likeaudience.com