Alat Peraga Pembelajaran Ipa Berjalan Lurus

REFLEKSI AKSI Substansial MODUL 1.2 :

Penggunaan Gawai PERAGA SISTEM PENCERNAAN N domestik UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI KEMANDIRIAN DAN INOVATIF Master Intern PROSES PEMBELAJARAN IPA

DI KELAS VIII SMP PANGUDI Indah 1 KALIBAWANG

TAHUN Tutorial 2020/2021

========================================================================

Penulis : Maria Elisabeth Endang KArtikasari, S.Sang

Radiks Sekolah : SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang

Program : Modul 1.2 Acara Favorit Guru Penggerak

Materi : Nilai & Peran Guru Dedengkot

Program Primadona Guru Penggerak

Angkatan 1 Kab. Kulon Progo

DIY

A.
LATAR BELAKANG


Alat peraga merupakan pelecok satu sarana untuk mempermudah pemahaman konsep pada waktu guru dan murid melaksanakan proses membiasakan mengajar. Dengan alat peraga dimaksud murid akan lebih mudah menyerap materi pelajaran, terutama konsep-konsep yang berwatak niskala.

    Alat peraga terdaftar ki alat nan sangat penting dalam menyampaikan informasi guna-guna pengetahuan kepada petatar. Penelitian membuktikan bahwa kemampuan perangkat alat pencium mengakui dan menyerap manifesto lebih besar pada rukyat (70 % – 85%), dan pendengaran ( 15% – 25%).  Murid kian mudah menerima pengumuman materi les melampaui proses pandangan. Sebaliknya, guru akan mudah menyampaikan informasi pelajaran melalui penggunaan alat peraga berkepribadian optis dan audio.

     Wahana pengajian pengkajian diartikan sebagai semua benda yang menjadi broker dalam terjadinya pembelajaran. Berdasarkan fungsinya sarana dapat berbentuk alat peraga dan ki alat. 1. Alat Peraga a. Signifikasi alat peraga Menurut Estiningsih (1994) alat peraga merupakan alat angkut pembelajaran nan mengandung atau membawakan ciri-ciri bermula konsep yang dipelajari. b. Fungsi alat peraga Fungsi utama dari alat peraga ialah bakal membantu cangkok maupun meluaskan konsep yang ideal, agar murid mampu menyirat arti sesungguhnya dari konsep tersebut. Dengan melihat, meraba dan melipat obyek/ alat peraga maka murid mengalami camar duka-pengalaman berwujud dalam kehidupan tentang arti semenjak suatu konsep. 2. Sarana Pengertian dan fungsi wahana: Wahana yakni media pengajian pengkajian nan faedah utamanya sebagai peranti bantu bikin melakukan kegiatan belajar mengajar. Dengan menggunakan alat angkut tersebut diharapkan boleh memperlancar kegiatan belajar mengajar.

Bersendikan jabaran di atas rumusan masalah intern aksi nyata ini yaitu:

:“
Apakah penggunaan alat peraga & ki alat pembelajaran sistem pencernaan bisa meningkatkan kompetensi kemandirian dan inovatif guru privat proses pembelajaran IPA di kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang tahun pelajaran 2020/2021

    Dalam peristiwa aksi konkret ini penggunaan organ peraga puas proses pendedahan IPA dengan materi sistem pencernaan manusia di kelas VIII diharapkan dapat meningkatkan kompetensi kemandirian dan inovatif suhu sebagai pendidik yang pada kesannya sekali lagi bisa memberi dampak meningkatnya motivasi dan hasil belajar bikin peserta asuh.

B.    DESKRIPSI AKSI NYATA

    Berdasarkan latar belakang masalah, maka tujuan tindakan persuasi berupa kegiatan proses pembelajaran dengan menggunakan perlengkapan peraga dan media pendedahan plong materi sistem pencernaan memiliki harapan merupakan antara lain :

1)     Tujuan unik : meningkatkan kompetensi guru dengan pendirian berinovasi dan secara mandiri takhlik dan menggunakan instrumen peraga dan media penelaahan privat dalam proses pembelajaran IPA bakal materi Sistem Pencernaan Manusia di kelas VIII SMP Pangudi Indah 1 Kalibawang waktu kursus 2020/2021

2)     Tujuan Masyarakat : memberi dampak positif terhadap meningkatnya motivasi dan hasil sparing IPA murid kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang hari pelajaran 2020/2021.

           Kegiatan pada materi sistem pencernaan manusia di kelas VIII ini, temperatur membuat sebuah alat peraga dan media penataran untuk materi sistem pencernaan dan menggunakannya dalam proses pembelajaran di kelas bawah VIII.

           Perlengkapan peraga disamakan dengan ki alat. Alas kata media berpunca dari bahasa latin medium yang secara harfiah berarti “tengah” perantara..“Kerumahtanggaan aktivitas penataran, sarana dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa takrif dan keterangan kerumahtanggaan interaksi yang berlanjut antara pendidik dengan

petatar bimbing”(Arsyad, 2013: 3).

           Simak Y dan Syafei, 2012 menyampaikan bahwa: Perabot peraga merupakan instrumen-alat

yang digunakan hawa yang berfungsi kondusif guru dalam proses mengajarnya dan

mendukung siswa didik dalam proses belajarnya (Arsyad, 2013: 10).

           Masih dalam hubungan dengan media pembelajaran, Santoso S. Hamidjojo mengatakan bahwa media pembelajaran yaitu ki alat yang penggunaannya diintegrasikan dengan tujuan dan isi indoktrinasi biasanya telah dituangkan internal mempertinggi loklok kegiatan belajar-mengajar (Latuheru, 2002 : 16-17).

           Alat Peraga/media pembelajaran merupakan sarana untuk meningkatkan kompetensi master internal berinovasi dan mandiri internal mengembangkan kompetensinya laksana seorang pendidik.

           Pembelajaran sreg persuasi riil modul 1.2 ini dilakukan dalam waktu penelaahan jarak jauh, sehingga dengan adanya penggunaan media pembelajaran positif video dan radas peraga yang dibuat sedemikian rupa dapat kontributif murid n domestik mencerna materi yang disampaikan guru.

           Kehadiran guru dapat sekali lagi dirasakan murid karena dalam media pembelajaran ini, siswa dapat setia berinteraksi meskipun jarak jauh. Lecut murid cak bagi belajar alat peraga membantu petatar asuh kerjakan lebih mudah memahami materi sistem pencernaan pada manusia, sehingga cambuk sparing hasil belajar meningkat.

           Pada aksi berwujud kali ini, terobosan master ditunjukkan dengan upaya master untuk mengutarakan materi dengan memanfaatkan sebuah media pengajian pengkajian menunggangi aplikasi Powerpoint yang tercecer nan kemudian diubah menjadi video yang memuat materi sistem pencernaan pada manusia. Inovasi nan dilakukan masih tergolong terbelakang, namun paling kecil tidak temperatur sudah lalu memulai upayanya bakal mulai belajar dan memanfaatkan teknologi nan suka-suka kerjakan menunjang proses pengajian pengkajian bagi muridnya. Dalam peristiwa dan kondisi seperti kini ini, menuntut guru untuk rajin bakir secara mandiri membuat terobosan-terobosan plonco agar enggak keteter jauh dan menciptakan proses pembelajaran nan sesuai dengan jamannya. Mau tidak mau guru harus meningkatkan kompetensinya, mau belajar dan mencatat kebutuhan dan tuntutan jaman yang serba canggih, serba digital dan burung laut update kejadian-hal baru sebaiknya cemeti belajar murid semakin meningkat. Pada aksi ini guru secara mandiri dan inovatif membuat sebuah organ peraga dan ki alat pembelajaran untuk materi sistem pencernaan pada manusia. Murid sekali lagi diajak buat menciptakan menjadikan sendiri alat peraga dengan objektif. Dan kesudahannya sungguh luar absah, murid terlampau antusias dan merasakan sendiri bagaimana mereka mampu menjelaskan materi demi materi secara runut sesuai dengan alat peraga yang sudah mereka buat.

           Buat meluluk seberapa besar hasil belajar yang boleh diserap oleh murid, guru berbuat penilaian secara lisan maupun sederum di WAG. Respon murid beragam dalam menjawab, dan menunjukkan antusias yang baik dalam proses penelaahan.
Melangkahi inovasi yang penyalin lakukan ini maka permasalahan panitera untuk membuat proses pembelajaran makin menarik dapat
 terlaksana.

           Jadi dapat diambil konklusi di sini bahwa media penataran (alat peraga) adalah semua alat bantu atau benda nan digunakan intern kegiatan belajar-mengajar, dengan maksud bikin mencadangkan pesan (informasi) pembelajaran dari mata air (temperatur ataupun sumber lain) kepada penerima (dalam hal ini perserta didik), dengan menggunakan alat indera mereka. Seterusnya dari itu kian baik juga seandainya seluruh alat indera yang dimiliki berlimpah/dapat mengamini pesan yang disampaikan.

           Buat itu dengan model alat peraga/praktik ini diharapkan dapat mempermudah kesadaran dan meningkatkan prestasi belajar petatar dalam ain pelajaran IPA serta menumbuhkan citra IPA perumpamaan mata pelajaran yang menyenangkan. Untuk menetapi hal tersebut kewajiban jawab seorang suhu IPA terutama adalah mendorong daya kreasi murid. Dengan investigasi pada hal tersebut, diharapkan peserta akibatnya menemukan hal-hal yang menarik dalam mempelajari IPA Kompetensi yang diharapkan setelah menirukan pembelajaran netra wahyu ini murid diklat memiliki kemampuan mendayagunakan organ peraga dan media pembelajaran dari guru IPA intern pembelajaran, sesuai dengan materi anak kunci, parameter, hasil belajar, kompetensi pangkal dan patokan kompetensi untuk setiap aspeknya.

C.   HASIL AKSI Riil

     Hasil aksi nyata dapat terlihat dengan munculnya kemandirian dan sikap inovatif guru kerumahtanggaan upayanya melakukan proses pembelajaran yang boleh bermanfaat bagi muridnya.

     Guru yang mandiri memiliki rasa tanggungjawab dalam memotivasi muridnya untuk belajar dengan penuh semangat dan cambuk nan tinggi. Inisiatif dan kreativitas guru dalam aksi positif ini menunjukkan kompetensi kemandirian yang baik dan perlu ditingkatkan ke depannya. Penulis menyadari masih suka-suka banyak kehilangan n domestik melaksanakan aksi nyata ini, tetapi hal ini bukanlah menjadi kendala yang dapat menghambat tindak lanjur aksi ini berikutnya. Justru kendala yang cak semau menjadi tantangan baru yang siap di robekan solusinya.

     Indikator keberuntungan atas keterlaksanaan aksi maujud ini antara lain dapat di lihat dari :

1)     Meningkatnya kompetensi mandiri dan berinovasi guru nan diperoleh dari data proses penilaian menunggangi

angket penilaian diri

adapun  mandiri dan inovatif pada hawa

2)     Meningkatnya lecut/semangat membiasakan peserta didik yang diperoleh dari data proses penilaian menggunakan

pol penilaian diri

mengenai motivasi sreg peserta asuh

3)     Meningkatnya hasil penataran peserta ajar yang diperoleh dari data :

a)   Hasil pretest sebelum memperalat perlengkapan peraga n domestik proses pembelajaran (Daftar Skor Pre-test)

b)  Hasil posttest pasca- menggunakan instrumen peraga dalam proses pembelajaran (Daftar Nilai Post-test)

           Penunjuk kesuksesan yang diharapkan setelah pembelajaran ain wahi ini buat guru ialah meningkatnya kompetensi kebebasan dan inovatif guru privat proses pendedahan dan memberi dampak bagi murid yaitu ki berjebah : a. Membuat alat peraga sistem pencernaan nan sederhana privat penanaman konsep, pemahaman konsep dan pembinaan keterampilan. b. Terampil mengomunikasikan hasil karyanya kepada hawa, teman maupun menyebarluaskan hasilnya ke link youtube (berbagi). Pelajar juga bertambah ki berjebah memanfaatkan alamat-alamat ala kadarnya dirumah nan dapat dijadikan bahan penelaahan nan murah buatan tangan sendiri.

D.    REFLEKSI AKSI Konkret

        D.1. Pembelajaran nan didapat bermula pelaksanaan (kegagalan maupun keberhasilan)

      Cak semau banyak pengalaman baru atau proses belajar baik yang dapat diperoleh dari kegiatan aksi positif ini baik oleh guru maupun murid. Penyalin dapat mengeksplorasi kemampuan ataupun potensi positif yang sebelumnya lain disadari. Ketuntasan belajar pesuluh dapat menjadi lebih meningkat , ialah :

1. Ketuntasan belajar kelas VIII A dari 50 % menjadi 76,6 %

2. Ketuntasan belajar kelas VIII A semenjak 30 % menjadi 73,3 %

Dapat disimpulkan beberapa khasiat penggunaan alat peraga lakukan murid. Di antaranya yaitu:

1.Menunggalkan ingatan murid

2.Menganjur minat murid untuk belajar

3.Mempermudah penguasaan materi kursus

4.Merangsang daya fikir dan nalar murid

5.Meningkatkan muslihat imajinasi dan kreatifitas peserta

Sedangkan bagi master, manfaatnya adalah misal berikut:

1.Mempermudah presentasi materi pelajaran nan bersifat khayali.

2.Memperluas cakupan materi latihan

3.Mempermudah pencapaian tujuan penelaahan

4.Menciptakan suasana pendedahan kondusif.

5.menghindari pendedahan verbalisme.

6.menciptakan penataran efektif dan efisien.

    Selanjutnya guru dapat mengembangkan pembuatan dan penggunaan alat peraga pada materi taktik dalam setiap aspek yang sesuai dengan kondisi di lingkungan sekolah. Dengan perkakas peraga dan media pengajian pengkajian ini diharapkan mutu hasil belajar murid, khususnya dalam pelajaran IPA akan semakin meningkat dan menghindarkan penataran yang berperangai verbalistik atau mengubah kaidah mengajar dari metode pembelajaran perintah-kerjakan (tell-do-teaching method ) menjadi metode yang mana para murid diberikan ruang dan waktu untuk memilih dan menemukan sendiri alat peraga nan sesuai keinginan.

       Dalam kegiatan aksi ini murid dilatih bekerja dengan memperalat waktu kurang. Maksud digunakannya alat peraga agar pelajar kian mudah memahami dan mendalami sistem pencernaan pada manusia, penggalan-bagiannya dan fungsinya.


D. 2. Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan usaha positif ini

       Prinsip dan macam pengusahaan setiap alat peraga memang farik-cedera sesuai dengan konsep materi yang harus dipahami maka dari itu pelajar, malar-malar disesuaikan dengan metode penelaahan yang dipakai, bakal itu harus dipahami betul mandu penggunaan perlengkapan peraga IPA tersebut.

        Macam alat peraga dan media pembelajaran puas aksi faktual ini memang masih tergolong sederhana  alat peraga dan pokok materi (bagian alat pencernaan dan fungsinya) yang dibicarakan di sini baru sebagian, belum mencaplok peran enzim n domestik proses pencernaan, bikin itu guru dapat mengembangkannya sehingga diharapkan dapat mempermudah pemahaman konsep yang disesuaikan dengan analisis kurikulum, tahap-tahap penataran ataupun sreg kesulitan-kesulitan yang dialami murid. Tindak lanjutnya yaitu memperdalam lagi materi tersebut dalam sarana pembelajaran dan melebarkan alat peraga nan sudah cak semau untuk dikembangkan sesuai materi sreg kompetensi dasar.

I.    SIMPULAN

     Pembuatan dan eksploitasi media pengajian pengkajian secara mandiri dan inovatif dari koteng suhu pada proses pembelajaran IPA untuk materi sistem pencernaan bagi kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang ini dapat meningkatkan kompetensi kemandirian dan pintasan suhu dan berbuntut substansial buat pelajar yaitu dapat meningkatkan lecut dan hasil belajar murid pada materi sistem pencernaan manusia.

           Demikian, agar asam garam belajar ini bisa bermanfaat bagi kita semua dalam upaya meningkatkan kompetensi para temperatur dan memajukan proses membiasakan nan kerap berpihak sreg murid.

Kegiatan murid/i Kelas VIII SMP PANGUDI LUHUR 1 KALIBAWANG saat pembelajaran Jarak Jauh Indra penglihatan Tutorial IPA Materi Sistem Pencernaan Makanan Pada Manusia

ALAMAT LINK :

https://app-guruberbagi.simpkb.id/#/rpp

Target LINK YOUTUBE Beberapa HASIL KARYA SISWA KELAS VIII SMP PANGUDI Luhur 1 KALIBAWANG :

https://www.youtube.com/watch?v=HRtX49zSq_o    ( BENEDICTUS DIAZ Bersih NUSANTARA)

https://www.youtube.com/watch?v=LlWf2x0fmXE     ( LYDIA DAVINE TIAGUS EKA RUDHI – 01)

https://www.youtube.com/watch?v=LlWf2x0fmXE( LYDIA DAVINE TIAGUS EKA RUDHI-02)

https://www.youtube.com/watch?v=dY9loaZeUeM    (CRISENTIA SEKAR VIII A)

https://www.youtube.com/watch?v=JvL0tuHna-U      (SELVI NOVITA Bibit VIII A)

https://www.youtube.com/watch?v=48h1CDIRhGQ   (FABIANUS ANDRA RIZKY-VIII A)

https://www.youtube.com/watch?v=5ds4osM6tGU    (FIDELIS ANINDITA PRIMA DEVI – VIIIA)

https://www.youtube.com/watch?v=btW2gd0BbJw    (LUCIA ENNY Langgeng –VIII A 01)

https://youtu.be/PPZlp_t61vA                                    (LUCIA ENNY LESTARI – VIII A-02)

https://www.youtube.com/watch?v=bitY3NaPoRA
    (BENEDISCTUS EUGENIUS C. P-VIIIA )

https://www.youtube.com/watch?v=duJxDIl78w4       (VIORENTINA DWI WINDARTI – VIII B)

https://youtu.be/kWTTTGsZiww                                  (V. AVIEL– VIII B)

https://youtu.be/NdOVdjQhwh4                                   ( ANTONIUS YOGA RENALDI – VIII B)

https://youtu.be/EfAF-0_uNtE                                     (SANDRA JENITA – VIII B)

https://www.youtube.com/watch?v=M-oXiyLD_5E      (ELEONORA KINANTI SEKAR – VIII B)

LINK MATERI SISTEM PENCERNAAN Rezeki Sreg Individu :
https://www.youtube.com/watch?v=jKWYATY5dNI

TAUTAN RPP :

http://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/31601-1609126884.pdf

Pol SISWA PENILAIAN TERHADAP PROSES Penerimaan IPA MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA :

https://forms.gle/YcPx3VSbqujCM4wE8

TESTIMONI Mulai sejak Kutub Sejabat :

TESTIMONI SISWA :

Tulangtulangan APRESIASI PADA Siswa

Penulis :

Maria Elisabeth EK, S,Si

SMP PANGUDI Mulia 1 KLAIBAWANG

Peserta Program Calon Hawa Motor Angk. 1

Kabupaten Kulon Progo

DIY

Tahun 2020

Source: https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/penggunaan-alat-peraga-sistem-pencernaan-dalam-upaya-meningkatkan-kompetensi-kemandirian-dan-inovatif-guru-dalam-proses-pembelajaran-ipa-di-kelas-viii-smp-pangudi-luhur-1-kalibawang/

Posted by: likeaudience.com