Aisyah Hasyim Pengembangan Bahan Ajar Ipa

Aisyah Hasyim, 2015 Peluasan BAHAN Asuh IPA TERPADU TEMA LAUT Lakukan Murid SMP Melangkaui FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Perkumpulan Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | persuratan.upi.edu Interval Standar 0,00 – 0,20 Jelek 0,20 – 0,40 Memadai 0,40 – 0,70 Baik 0,70 – 1,00 Baik sekali Sumber: Arikunto, 2011 Bakal mengetahui indeks tingkat kesukaran cak bertanya menurut Arikunto 2011 dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Tabel 3.5 Kriteria Interval Tingkat Kesukaran Selang antara P Kriteria 0,00 P ≤ 0,30 Sukar 0,30 P ≤ 0,70 Sedang 0,70 P ≤ 1,00 Mudah Perigi: Arikunto 2011 E. PROSEDUR Penggalian

1. Tahap ancang

a. Pengutaraan dan pengesahan titel penelitian sreg dosen instruktur. b. Melakukan amatan kurikulum SMP. c. Menentukan tema laut bagaikan tema nan akan dikembangkan andai bahan ajar. d. Merumuskan indikator pada tema laut. e. Penyusunan prasaran penelitian. f. Pengajuan dan pelegalan ajuan penekanan. 2. Tahap Pelaksanaan Penggalian a. Menyusun bahan jaga yang dimulai semenjak tahap seleksi. Sehabis terpelajar draft pusparagam materi suatu, dilakukan validasi. Berpangkal hasil pembuktian dilakukan revisi terhadap draft pusparagam materi satu. b. Melakukan strukturisasi objek ajar. Sehabis dilakukan strukturisasi, kemudian dilakukan divalidasi dan revisi setelahnya. c. Menyusun instrumen karakterisasi bahan ajar. d. Melakukan jenjang karakterisasi alamat ajar. Privat peristiwa ini, dilakukan pengumpulan data keterpahaman siswa terhadap alamat bimbing. e. Menggembleng data hasil karakterisasi bahan ajar. Aisyah Hasyim, 2015 Peluasan BAHAN AJAR IPA TERPADU TEMA LAUT Cak bagi Pelajar SMP Melampaui FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu f. Berbuat potongan harga didaktik berdasarkan hasil karakterisasi. g. Merumuskan instrumen pengecekan kelayakan alamat pelihara yang meliputi perkakas aspel kelayakan isi, kebahasaan, presentasi, dan keterpaduan bahan ajar. h. Penumpukan data kelayakan alamat ajar melalui karunia survei kepada master, dosen, dan tukang bahasa. i. Melakukan revisi korban ajar berdasarkan uji kelayakan alamat pelihara. j. Mengerjakan uji coba cacat yaitu pendayagunaan bulan-bulanan ajar misal mangsa ajar penunjang di kelas maka itu siswa.

3. Tahap Penyelesaian

a. Melakukan kajian data hasil penekanan yaitu data uji coba terbatas. b. Ceratai hasil penelitian. c. Menyimpulkan data hasil penggalian. d. Memberi saran hasil penelitian. F. TEKNIK Reklamasi DATA Teknik akumulasi data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Penyelidikan pustaka Dalam berbuat pengkhususan pustaka alias menghimpun pengetahuan nan relevan dengan topik atau masalah nan akan diteliti, peneliti menggunakan bilang sendang makrifat diantaranya, peruasan ilmiah yang berhubungan dengan kelautan, fisika, ilmu pisah, biologi, kronik penggalian, ensiklopedia, dan sendang tercantum baik tercetak atau elektronik yang lain. 2. Konfirmasi kesesuaian isi dengan kurikulum Konfirmasi kesesuaian isi dengan kurikulum dilakukan maka dari itu 5 orang dosen nan ahli di bidang yang terkait. Tes kesesuaian isi dengan kurikulum dilakukan pada tahap penyaringan. Validasi kesesuaian isi dengan kurikulum nan dimaksud yaitu kesesuaian uraian konsep dan skor nan terkait dengan indikator dan KD. Kesesuaian isi dengan kurikulum dilihat melintasi lembar pembuktian nan diisi oleh dosen nan ahli di bidang bahan pelihara dan konsep yang tersapu. Aisyah Hasyim, 2015 Pengembangan BAHAN Bimbing IPA TERPADU TEMA LAUT Bagi Siswa SMP MELALUI FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3. Uji pemeranan bahan ajar Uji pemeranan mangsa ajar dilakukan kepada 78 siswa inferior VII SMP Distrik 1 Beji. Uji karakterisasi alamat ajar dilakukan untuk mengetahui tingkat keterpahaman siswa terhadap alamat ajar. Uji karakterisasi dilakukan dengan menyerahkan tes penulisan ide pokok dan survei keterpahaman mangsa jaga. Data hasil tes penulisan ide pokok dan jajak pendapat kelayakan bahan didik kemudian terjamah dan dianalisis untuk digunakan sebagai dasar melakukan reduksi didaktis. 4. Uji kelayakan bahan ajar Uji kelayakan bahan ajar dilakukan maka dari itu 7 makhluk temperatur IPA SMP, 2 orang dosen pandai, dan 2 basyar ahli bahasa yang meliputi dosen Bahasa Indonesia dan master Bahasa Indonesia SMP. Kelayakan bahan jaga dilihat melampaui data hasil angket yang mutakadim diisi oleh para validator. Aspek yang dinilai melewati angket uji kelayakan bulan-bulanan bimbing menghampari aspek kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, dan keterpaduan bahan pelihara. 5. Uji pemahaman konsep pesuluh Uji pemahaman konsep dilakukan kepada 39 khalayak siswa SMP kelas VII. Pemahaman konsep petatar diukur setelah memberikan bahan tuntun kepada pesuluh buat menggunakannya sebagai bahan ajar pengapit yang kemudian dilakukan uji pemahaman konsep melalui tanya seleksian ganda. 6. Uji efektivitas Penentuan efektivitas incaran didik dilakukan dengan effect size ukuran dampak. Perkiraan effect size dimaksudkan untuk mengetahui besarnya dominasi penggunaan bahan tuntun terhadap kenaikan pemahaman konsep pesuluh. G. TEKNIK ANALISIS DATA Setelah data diperoleh dari penyiaran instrumen, langkah berikutnya yaitu mengamalkan analisis data. Langkah-ancang analisis data yang dilakukan terhadap data yang diperoleh yaitu sebagai berikut. 1. Analisis instrumen kesesuaian indikator dengan kompetensi dasar. Situasi ini berniat bikin mengetahui apakah bahan didik yang disusun telah sesuai Aisyah Hasyim, 2015 Peluasan BAHAN AJAR IPA TERPADU TEMA LAUT Lakukan SISWA SMP MELALUI FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Perguruan tinggi Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu dengan kurikulum dan KD nan digunakan. Analisis ini dilakukan plong tahap penyaringan. Hasil penghabisan tingkat kesesuaian ini berupa persentasi nan diinterpretasikan maka itu Arikunto 2010 plong tabel 3.6 berikut ini. Tabel 3.6 Kriteria Persentase Kesesuaian Kesesuaian Standar Barometer Kesesuaian – 20 Sangat adv minim sesuai 21 – 40 Rendah sesuai 41 – 60 Cukup sesuai 61 – 80 Sesuai 81 – 100 Lampau sesuai 2. Analisis data hasil tes peta konsep, struktur makro, dan multipel representasi. Analisis data ini faktual deskripsi dan perolehan semenjak validator. Hasil analisis digunakan untuk memperbaiki kar konsep, struktur makto, dan multipel representasi yang belum sesuai menurut ahli. 3. Analisis data hasil perwatakan bahan asuh. Hasil analisis data karakterisasi digunakan andai dasar dalam melakukan reduksi pedagogi terhadap gugus kalimat nan termasuk kategori sulit dipahami makanya pesuluh. Akan halnya teknik analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut: a Teknik analisis data tes penulisan ide resep Tingkat kesukaran paragraf dinyatakan dalam lembaga indeks, semakin besar indeks tingkat kesukaran suatu gugus kalimat semakin mudah gugus kalimat tersebut. Tingkat kesukaran alinea atau disebut kembali tingkat kemudahan paragraf bisa ditentukan dengan rumus: = � �� Arikunto, 2012 Aisyah Hasyim, 2015 PENGEMBANGAN Target AJAR IPA TERPADU TEMA LAUT Buat SISWA SMP Melintasi FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Perhimpunan Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Publikasi: P = Skala B = banyaknya siswa menjawab benar JS = jumlah pelajar tes Kriteria kesukaran alinea berpedoman plong Tabulasi 3.7 berikut ini: Tabel 3.7 Parafrase Indeks Tingkat Kesukaran Paragraf Penunjuk Tingkat Kesukaran 0,00 P ≤ 0,30 Sukar 0,30 P ≤ 0,70 Menengah 0,70 P ≤ 1,00 Mudah Arikunto, 2012 b Teknik analisis data angket keterpahaman paragraf Data jajak pendapat keterpahaman alinea dianalisis menggunakan persentase dengan persamaan berikut ini: = � � Proklamasi: Q = persentase siswa yang memuati survei setiap kategori y = jumlah siswa nan mengisi pol setiap kategori Lengkung langit = jumlah petatar secara keseluruhan Sugiyono, 2014 Jajak pendapat keterpahaman terdiri berasal dua kategori yaitu mudah dan elusif. Perbandingan persentasi berdasarkan terjemahan data tersebut dapat digambarkan intern Tabulasi 3.8 berikut ini: Tabel 3.8 Tafsiran Rasio Persentasi Jajak pendapat Keterpahaman Siswa Aisyah Hasyim, 2015 PENGEMBANGAN Objek AJAR IPA TERPADU TEMA LAUT Lakukan Murid SMP MELALUI FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Indeks Tingkat Kesukaran 50 P ≤ 100 Mudah P ≤ 50 Sulit 4. Amatan data jajak pendapat kelayakan bahan jaga. Data angket kelayakan target pelihara menggunakan skala likert, teknik analisis data yang digunakan adalah perhitungan angka rata-rata. Penentuan teknik analisis nilai umumnya menyatakan bahwa kerjakan memahami peringkat nilai akhir sreg setiap granula pol penelitian, total nilai yang diperoleh dibagi dengan benyaknya responden yang menjawab angket penelitian tersebut. Berdasarkan pendapat tersebut, rumus untuk menotal nilai biasanya adalah misal berikut: ̅ = ∑ Maklumat: ̅ = Kredit galibnya perindikator Σx = Jumlah total skor jawaban dari validator falak = Banyaknya validator Arikunto, 2002 Kesimpulan dari hasil uji coba komoditas bulan-bulanan tuntun dikembangkan berdasarkan patokan kelayakan. Barometer penilaian angket yang digunakan adalah ponten 0-4 dimana skor 0 menunjukkan skor terendah dan skor 4 menunjukkan skor tertinggi. Standar testimoni analisis rata-rata dengan menggunakan rentang nan bisa diketahui melewati rumus berikut: � = � � ��� − � ℎ � � Adapun kriteria pembuktian amatan biasanya yang digunakan dapat dilihat puas Tabel 3.9 berikut: Tabel 3.9 Barometer Validasi Amatan Angka Biasanya Aisyah Hasyim, 2015 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU TEMA LAUT Kerjakan Petatar SMP Melangkahi FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Rata-rata Kriteria Validasi 3,20 ̅ ≤ 4,00 Habis layak 2,40 ̅ ≤ 3,20 Patut 1,60 ̅ ≤ 2,40 Sepan patut 0,80 ̅ ≤ 1,60 Kurang memadai 0,00 ≤ ̅ ≤ 0,80 Tidak layak 5. Amatan data hasil evaluasi untuk menggurdi mengenai pesiaran pemahaman konsep siswa sesudah menggunakan bahan bimbing pendamping tema laut. Peranti evaluasi berupa soal pilihan ganda. Jawaban pelajar nan benar diberi nilai 1 sedangkan jawaban yang keseleo diberi nilai 0. Selanjutnya hasil penyekoran jawaban siswa dijumlahkan untuk keseluruhan siswa dan dihitung persentasenya setiap penanda. Hasil persentase setiap penanda kemudian dihitung reratanya sehingga diperoleh rerata dari poin pemahaman terhadap seluruh indikator yang diujikan. Hasil rerata tersebut kemudian ditinjau kategori pemahaman konsep siswa terhadap bahan ajar seperti nan terletak pada tabulasi 3.10. Selain itu, data hasil evaluasi sekali lagi dianalisis untuk membiji ketuntasan belajar siswa dengan membandingkan pecah standar nilai KKM di sekolah sebesar 65. 6. Analisis data efektivitas pengusahaan objek ajar Efektivitas penggunaan objek ajar dihitung menggunkan effect size ataupun dimensi dampak. Dalam investigasi ini, effect size dihitung berdasarkan data dari pretest dan posttest dari suatu kelas sehingga rumus effect size yang digunakan Dunst, dkk. 2004 adalah andai berikut: = � � − � � √ � � 2 + � � 2 Keterangan: d = effect size M i = mean posttest M B = mean pretest SD B = standar deviasi pretest Aisyah Hasyim, 2015 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU TEMA LAUT Untuk Pelajar SMP Menerobos FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Institut Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu SD i = patokan deviasi posttest Kategori hasil perhitungan effect size berlandaskan Cohen 1992 ditunjukkan dalam tabel 3.10 berikut ini: Tabel 3.10 Barometer Effect Size Effect Size Keterangan d 0,1 Tidak berwibawa negligible effect 0,1 ≤ d 0,4 Kecil small effect 0,4 ≤ d 0,8 Semenjana medium effect d 0,8 Besar large effect

Source: https://text-id.123dok.com/document/8ydl439gz-tahap-persiapan-tahap-penyelesaian.html

Posted by: likeaudience.com