10 Miskonsepsi Dalam Pembelajaran Ipa Dan Cara Menghilangkannya









 MISKONSEPSI PEMBELAJARAN IPA



A.





Miskonsepsi yang Terdapat internal Les IPA Papan bawah 5 Sekolah Dasar

Miskonsepsi didefinisikan sebagai konsepsi peserta yang tidak cocok dengan konsepsi yang benar, hanya dapat ditemukan kerumahtanggaan kasus-kasus tertentu dan tidak berlaku untuk kasus-kasus lainnya serta bukan boleh digeneralisasi. Banyak sekali miskonsepsi nan terletak n domestik sendi incaran ajar yang dterbitkan dari berbagai penerbit. Hingga momen ini, banyak guru yang hanya mengajarkan siswanya konsep-konsep yang suka-suka dibuku, sementara itu pada pokok bahan ajar yang temperatur pakai (berbunga berbagai macam penerbit), terkadang terjadi kesalahan konsep, tapi anehnya temperatur tidak tanggap akan miskonsepsi tersebut. Mereka hanya sekedar menyampaikan materi yang terdapat dalam buku bahan asuh. Dalam konteks ini, siswalah yang menjadi korban karena ketidaktanggapan hawa akan miskonsepsi nan suka-suka dibuku korban ajar. Dan konsep tersebut akan terus dibawa oleh siswa ke jenjang pendidikan yang kian tinggi.

Kebobrokan tersebut diatas, harus diantisipasi cak agar pendidikan yang tubin bisa bertambah berkualitas, baik itu berusul sisi guru maupun berpangkal arah buku bahan ajar. Alangkah baiknya, jika guru saat ini jangan terlalu mengelepai pada buku bulan-bulanan ajar, biarpun guru pun memerlukan buku bahan ajar sebagai pendamping acuan dalam mengajar. Katib, mau menyingkapkan salah satu miskonsepsi yang terjadi di sekolah pangkal khusus kerjakan kelas 5 semester I. Sebelum menemukan miskonsepsi tersebut, perekam mengerjakan proses lakukan dapat menemukan miskonsepsi yang terjadi di papan bawah 5 semester 1 di Sekolah Radiks, yaitu (1) analisis kurikulum, n domestik menganalisis kurikulum penulis menganalisis dimulai bermula standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, fakta, konsep, dan cara,
(2) amatan muslihat, dalam menganalisis kancing penulis menggunakan tiga taktik adalah:


ü



Kusnin. 2007.
IlmuPengetahuanAlam. Jakarta: PirantiDarmaKalokatam

a.


ü



Haryanto. 2006.
Sains. Jakarta: Erlangga

.


ü



Choiril. 2008.
IPA SalingTemas. Jakarta: PusatPerbukuanDepartemenPendidikanNasional.


(3) mengkaji isi trik, maksud penulis menkaji isi taktik yaitu mencari konsep-konsep nan lain sesuai dengan fakta yang ada di umur sehari-hari.

Sesudah menganalisis tiga buku tersebut dengan nama pengarang dan penerbit nan berbeda, ternyata katib menemukan konsep nan tidak sebagaimana fakta yang ada dalam spirit konkret (kehidupan sehari-masa), pada buku yang dtulis makanya Haryanto. Pada taktik

Haryanto. 2006.
Sains. Jakarta: Erlangga

, ditemukan miskonsepsi tentang signifikansi amphibi. Menurut Haryanto (2006: ) menyatakan bahwa “amphibi adalah hewan yang umur di dua liwa. Contohnya: katak, karena kecebong spirit di dua alam yaitu didarat dan di air”. Penyadur menggotong miskonsepsi ini karena pengertian amphibi tersebut lain sesuai dengan fakta.


Fakta nan terjadi di kerumahtanggaan jiwa sehari-hari, yaitu suka-suka beberapa hewan yang kehidupan didarat dan di air itu bukan termasuk gerombolan amphibi. Misalnya:


1.



Buayajugahidupdidaratdan di air.


2.



Komodo jugahidupdidaratdan di air.


3.



K
ura-kurahidup di daratdan di air
.

Permasalahannya adalah “mengapa dabat-hewan tersebut bukan termuat kelompok amphibi?”. Hal tersebut yang menarik katib untuk mengangkat miskonsepsi tentang penjenisan hewan amphibi.



B.





Teori yang Mendukung Miskonsepsi

Menurut Zug (dalam http://www.wikipedia.com), menyatakan bahwa “p
adafaseberuduamphibihidup di perairandanbernafasdenganinsang. Padafaseiniberudubergerakmenggunakanekor.Padafasedewasahidup di daratdanbernafasdenganparu-paru.Padafasedewasainiamphibibergerakdengan kaki.Perubahancarabernafas yang seiringdenganperalihankehidupandariperairankedaratanmenyebabkanhilangnyainsangdanrangkainsang lama kelamaanmenghilang. Padaanura, tidakditemukanlehersebagaimekanismeadaptasiterhadaphidup di dalamliangdanbergerak

dengancaramelompat

.
Berikut ini merupakan gambar dari alat pernafasan

katak, yaitu:



Menurut

Duellman
dan
Trueb

(dalam


http://www.wikipedia.com

) menyatakan bahwa “a
da beberapajenisamphibi lain yang sebagianhidupnyaberada di daratan, tetapipadawaktutertentukembalike air untukberkembangbiak. Tapiadajugabeberapajenis nan hanyahidup di daratselamahidupnya.Padakelompokinitidakterdapat stadium ulat dalam air
”.

Adapunciri-ciriumumanggotaamphibiaadalahsebagaiberikut:

1. Memillikianggotagerak nan secaraanamotispentadactylus, kecualipadaapoda yang anggotageraknyaterduksi.

2. Tidakmemiliki kuku dancakar, tetapiadabeberapaanggotaamphibia yang padaujungjarinyamengalamipenandukanmembentuk ceker dancakar, contohXenopus sp..

3. Kulitmemilikiduakelenjaryaitukelenjarmukosadanataukelenjarberbintil( biasanyaberacun).

4. Pernafasandenganinsang, kulit, paru-paru.

5. Mempunyaisistempendengaran, yaituberupasaluran auditory dandikenaldengan tympanum.

6. Jantungterdiridaritigalobi( 1ventrikeldan 2 atrium)

7. Mempunyaistrukturgigi, yaitugigi maxilla dangigi palatum.

8. Merupakanhewanpoikiloterm.



C.





Pemecahan Masalah Miskonsepsi untuk Diterapkan di Sekolah Sumber akar

Berdasarkan teori diatas yang menyatakan bahwa bangkong mengalami pergantian dalam perabot pernapasannya, yaitu detik masih berbentuk kecebong, bongkok nasib di air dan bernapas memperalat insang. Insang tersebut terletak diluar tubuhnya, tetapi setelah menjadi katak dewasa perabot pernapasannya memperalat paru-paru dan permukaan kulit.

Dari penjelasan diatas, pencatat dapat menjawab cak bertanya yang terdapat pada pembahasan sebelumnya, yaitu “kok buaya, komodo, lelabi, tidak tergolong gerombolan amphibi?”. Penulis boleh menjelaskan ketiga fauna tersebut enggak mengalami perubahan pada alat pernapasannya. Dari teori diatas itu pula, penyalin dapat membenarkan konsep yang terserah plong bahan ajar yang diterbitkan dari salah satu penerbit dan dapat menyampaikannya kepada siswa, supaya siswa tak mengalami kesalahan konsep adapun pengertian amphibi.

Bintang sartan dapat disimpulkan bahwa penggolongan hewan amphibi itu tidak dilihat dari gelanggang hidupnya, akan namun dilihat berpangkal perlintasan alat asimilasi. Misalnya: puas bancet ketika masih bangkong, kecebong bernapas menggunakan insang, akan tetapi ketika telah menjadi bongkok dewasa, kodok bernapas menggunakan paru-paru dan permukaan kulitnya. Perubahan alat pernapasan tersebut yang menentukan palagan hidup katak, kadang kecebong berkecukupan di air kadang gemuk didaratan.

Source: https://murtiyuni.blogspot.com/2013/07/v-behaviorurldefaultvmlo_26.html

Posted by: likeaudience.com